Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERAN SKRINING HEMATOLOGI RUTIN DALAM DETEKSI DINI KOMPLIKASI PADA PASIEN STROKE DI WILAYAH KERJA RSI SITI RAHMAH PADANG Humaira, Zikra; Anggraini, Debie; Adelin, Prima; Haiga, Yuri
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 4 (2025): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i4.2924

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan skrining hematologi rutin pada pasien stroke di wilayah kerja RSI Siti Rahmah Padang guna mendeteksi komplikasi dini dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Metode pengabdian yang digunakan adalah intervensi komunitas klinis selama enam bulan (Agustus–Desember 2024) dengan melibatkan tim multidisipliner dan menggunakan consecutive sampling pada pasien stroke iskemik dan hemoragik yang menjalani perawatan rawat inap maupun rawat jalan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dari 22 pasien yang diskrining, 45% mengalami leukositosis, 23% anemia, dan 5% trombositopenia, sedangkan 32% pasien tidak menunjukkan kelainan hematologi. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining hematologi berkala untuk mendeteksi komplikasi seperti stroke-associated pneumonia, anemia yang mempengaruhi perfusi serebral, dan risiko transformasi hemoragik, sehingga memungkinkan intervensi medis yang cepat dan tepat. Simpulan pengabdian ini adalah integrasi skrining hematologi rutin dalam alur klinis stroke memberikan kontribusi signifikan dalam deteksi dini komplikasi dan peningkatan outcome pasien stroke di RSI Siti Rahmah Padang. Kata Kunci: Stroke, Skrining Hematologi, Komplikasi Dini, Leukositosis, Anemia
INTENSITAS NYERI PADA ARTHRITIS: TINJAUAN SISTEMIK LITERATUR Birman, Yuliza; Nirwana, Putri Sinthya; Haiga, Yuri
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Nusantara Hasana Journal, August 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i3.1638

Abstract

Arthritis is an inflammation of the joints characterized by pain as the main symptom. The most common types are osteoarthritis (OA), rheumatoid arthritis (RA), and gout arthritis (GA). One way to assess the intensity of pain is by using the Visual Analogue Scale (VAS). This study is a systematic literature review aimed at reviewing the differences in pain intensity among types of arthritis based on previous studies. The results show that pain intensity in RA is classified as mild to moderate (VAS ±3.4), OA is moderate to severe (VAS 4–6), and GA is severe during the acute phase (VAS 7–9). Factors such as age, gender, and psychological conditions also influence pain perception. Understanding this is essential to support appropriate management and improve the quality of life for patients.
Profil Nilai Tinjauan pada Hasil CBT UKMPPD di Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Tahun 2017-2021 Akbar, Resti Rahmadika; Azzuhry, Muhammad Fajry; Haiga, Yuri
Health and Medical Journal Vol 5, No 3 (2023): HEME September 2023
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v5i3.1282

Abstract

Pendahuluan: Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) adalah suatu tahap dalam proses program pendidikan kedokteran yang dilaksanakan secara nasional terhadap mahasiswa kedokteran. Pelaksanaan ujian tersebut mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Profesi Dokter Indonesia (SNPPDI) serta memiliki fungsi sebagai exit exam yang bersifat nasional dengan tujuan untuk menjamin mutu lulusan pendidikan dokter kompeten dan terstandar nasional. Computer Based Test (CBT) UKMPPD termasuk kedalam penilaian sumatif karena pelaksanaannya bertujuan untuk menentukan kelulusan dalam suatu proses pembelajaran seseorang. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil nilai tinjauan pada hasil CBT UKMPPD di Fakultas  Kedokteran Universitas Baiturrahmah tahun 2017-2021. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder dengan jumlah sampel 19 periode CBT UKMPPD Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah tahun 2017-2021. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai CBT UKMPPD per-periode. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data didapatkan persentase kelulusan terendah berada pada periode November 2020 (15,7%) sedangkan kelulusan tertinggi berada pada periode Agustus 2018 (86,9). Pada tinjauan 5 tahun 2019-2021 terjadi kelemahan pada materi psikiatri, pernapasan dan endokrin, metabolik dan nutrisi, hematologi dan imunologi. Pada tinjauan 6 tahun 2019-2021 terjadi kelemahan pada materi terapi. Pada tinjauan 7 tahun 2020-2021 terjadi kelemahan pada materi anak, sedangkan materi dewasa dan lansia sudah mengalami penurunan sejak tahun 2018. Pada periode Agustus 2017, Mei 2018, Agustus 2018, Februari 2019, Agustus 2019 nilai rerata institusi telah mencapai NBL sedangkan pada periode Agustus 2017, 2018, 2019 nilai rerata instintusi telah mencapai NBL bahkan lebih tinggi dari nilai rerata nasional. Kesimpulan: Perlu perhatian pada topik psikiatri, pernapasan, endokrin dan metabolikhematologi imunologi, penguatan pada keterampilan 4A sampai ke terapi atau penatalaksanaan. Berdasarkan kelompok usia, kasus lansia perlu perhatian.
Demensia Yuri Haiga; Yulson; Reno Sari Chaniago
Scientific Journal Vol. 3 No. 5 (2024): SCIENA Volume III No 5, September 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i5.158

Abstract

Latar Belakang: Demensia adalah sindrom penurunan fungsi intelektual yang progresif, ditandai dengan gangguan kognitif dan fungsional yang memengaruhi aktivitas sehari-hari, fungsi sosial, dan profesional. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai penyakit degeneratif otak seperti demensia Alzheimer, demensia vaskular, demensia frontotemporal, dan demensia badan Lewy. Tujuan: Makalah ini bertujuan memberikan tinjauan komprehensif mengenai demensia, mencakup definisi, klasifikasi, patofisiologi, faktor risiko, kriteria diagnosis, serta tatalaksana yang tersedia. Metode:  Makalah ini disusun melalui tinjauan pustaka dari berbagai sumber ilmiah yang membahas mekanisme fisiologis neuron, patofisiologi demensia, dan pendekatan klinis dalam diagnosis serta penatalaksanaannya. Hasil: Demensia melibatkan kerusakan neuron yang signifikan, ditandai dengan akumulasi protein abnormal seperti beta-amiloid dan tau pada Alzheimer, serta gangguan vaskular pada demensia vaskular. Diagnosis memerlukan evaluasi klinis menyeluruh berdasarkan kriteria DSM-5 dan MMSE. Tatalaksana meliputi terapi farmakologis seperti penghambat kolinesterase (donepezil, galantamine, rivastigmine) dan terapi non-farmakologis seperti stimulasi kognitif, terapi okupasi, dan dukungan bagi keluarga serta pengasuh. Kesimpulan: Demensia adalah kondisi kronis yang memerlukan pendekatan multidisiplin dalam diagnosis dan penatalaksanaan. Edukasi publik tentang faktor risiko dan upaya pencegahan melalui gaya hidup sehat sangat penting untuk mengurangi dampak penyakit ini.
Kenali Aktivitas Fisik untuk Kendalikan Obesitas pada Lansia Haiga, Yuri; Anggraini, Debie; Oktora, Meta Zulyati
Abdika Sciena Vol 3 No 2 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 2, Desember 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i2.305

Abstract

Obesitas pada lansia merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat dan berkontribusi terhadap penurunan fungsi fisik, peningkatan risiko penyakit tidak menular, serta berkurangnya kemandirian. Aktivitas fisik yang aman dan teratur merupakan intervensi nonfarmakologis utama dalam pengendalian obesitas pada lansia, namun pemahaman dan praktik aktivitas fisik di tingkat komunitas masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai aktivitas fisik yang aman dan aplikatif sebagai upaya pengendalian obesitas di Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kabupaten Pesisir Selatan. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan di lapangan melalui penyuluhan interaktif yang disertai demonstrasi gerakan aktivitas fisik aman bagi lansia. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka selama satu hari dengan melibatkan masyarakat dan kader komunitas. Materi mencakup obesitas pada lansia, manfaat aktivitas fisik, prinsip keselamatan beraktivitas, serta jenis latihan yang sesuai, meliputi aktivitas aerobik ringan, latihan kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta dengan rentang usia 24–88 tahun, mayoritas perempuan. Peserta menyatakan materi mudah dipahami dan praktik gerakan bermanfaat untuk diterapkan di rumah. Hambatan utama yang masih dirasakan adalah nyeri sendi, kekhawatiran jatuh, dan konsistensi motivasi. Peserta mengusulkan agar kegiatan aktivitas fisik lansia dilakukan secara rutin melalui posyandu lansia dengan pendampingan kader. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi lapangan berbasis komunitas dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan dan kesiapan perilaku aktivitas fisik pada lansia dalam rangka pengendalian obesitas.
Penyegaran Pemeriksaan Forensik dan Penulisan Visum et Repertum bagi Dokter Umum di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Padang Hariyani, Insil Pendri; Akbar, Resti Rahmadika; Haiga, Yuri
Abdika Sciena Vol 3 No 2 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 2, Desember 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i2.307

Abstract

Dokter umum memiliki peran strategis dalam penanganan awal kasus-kasus yang berkaitan dengan proses hukum, khususnya dalam pemeriksaan forensik dan penulisan Visum et Repertum (VeR). Namun, keterbatasan pelatihan berkelanjutan dan tingginya beban kerja sering kali menyebabkan variasi kualitas VeR yang dihasilkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyegarkan pengetahuan dan meningkatkan pemahaman dokter umum terkait pemeriksaan forensik dan penulisan Visum et Repertum sesuai standar medis dan hukum. Kegiatan dilaksanakan pada November 2024 di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Padang dengan metode edukasi berupa pemberian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 13 dokter umum. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, dengan nilai rata-rata post-test sebesar 7,15 dari total 14 soal. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya Visum et Repertum sebagai dokumen hukum, bukan sekadar administrasi medis. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi dasar dokter umum dalam pemeriksaan forensik dan penulisan Visum et Repertum, meskipun diperlukan kegiatan lanjutan yang berkesinambungan untuk memperkuat penguasaan kompetensi secara menyeluruh.
UNEXPECTED EXTRAPYRAMIDAL REACTION: ACUTE TARDIVE DYSKINESIA FOLLOWING SHORT-TERM METOCLOPRAMIDE USE IN A PATIENT WITH DIABETES AND CHRONIC KIDNEY DISEASE Helmizar, Roland; Yuri Haiga; Vina Tri Septiana; Nana Liana; Ruhsyahadati Ajisman; Rahma Triyana; Muhammad Rizki Saputra
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 7 (2025): Nusantara Hasana Journal, December 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i7.1781

Abstract

Tardive dyskinesia (TD) is a potentially irreversible extrapyramidal movement disorder characterized by involuntary, repetitive movements, predominantly affecting the orofacial region. Although most commonly associated with prolonged exposure to dopamine receptor–blocking agents, TD may also arise following the use of gastrointestinal prokinetics such as metoclopramide. Female sex, diabetes mellitus, advanced age, and renal impairment are recognized risk factors that increase susceptibility, yet TD remains underrecognized outside psychiatric settings. A 49-year-old woman with poorly controlled type 2 diabetes mellitus presented with nausea, vomiting, and generalized weakness. Laboratory findings demonstrated normocytic anemia, uncontrolled hyperglycemia (HbA1c 9.2%), and acute-on-chronic kidney disease (eGFR 22 mL/min/1.73 m²). She received standard supportive therapy, including intravenous metoclopramide. Within 24 hours, she developed repetitive tongue protrusion and orofacial dyskinesia. Neuroimaging and electrolyte evaluation were unremarkable, and there was no history of prior neuroleptic exposure. Metoclopramide was promptly discontinued, leading to gradual improvement and complete resolution of symptoms within two weeks. Antiemetic therapy was switched to ondansetron. This case underscores that acute TD may occur after short-term metoclopramide use, particularly in patients with diabetes and renal dysfunction. Heightened clinical awareness and cautious prescribing are essential to prevent this potentially disabling adverse effect.
EDUKASI ISI PIRINGKU BERBASIS TEKNOLOGI DI NAGARI PADANG GANTIANG KABUPATEN SOLOK SELATAN Vani, Ade Teti; Irwan Triansyah; Nadia Purnama Dewi; Debie Anggraini; Yuri Haiga; Aryaldy Zulkarnaini; Yanti Fitri Yasa
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 7 (2025): Nusantara Hasana Journal, December 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i7.1882

Abstract

Nutritional problems remain a major challenge in community health development, particularly in rural areas. The Indonesian government has introduced the “Isi Piringku” concept as a visual guideline for balanced nutrition; however, its implementation requires more innovative educational approaches. This community service activity aimed to improve knowledge and awareness of balanced nutrition through technology-based “Isi Piringku” education as an effort to prevent nutritional problems in Nagari Padang Gantiang. The community service program was conducted in Nagari Padang Gantiang, Sangir Jujuan District, South Solok Regency, over a 21-day period. Participants included housewives, posyandu cadres, elementary school teachers, and village officials. Educational methods involved technology-based counseling using educational videos, interactive discussions, and question-and-answer sessions. The program resulted in improved participants’ understanding of the “Isi Piringku” concept, particularly the application of the 3J principles (timing, quantity, and type of food) in complementary feeding practices. Educational videos effectively facilitated comprehension of balanced nutrition messages. In addition, the activity fostered community commitment to developing a nutrition-aware village program through the establishment of a healthy garden to support complementary feeding practices. Technology-based “Isi Piringku” education is effective in enhancing community nutrition knowledge and awareness. The integration of digital media and participatory community activities can support stunting prevention efforts and promote the development of a healthy and nutrition-conscious village
Hubungan Hasil Ukur Kadar Kortisol Serum dengan Derajat Keparahan Klinis Neuropati Perifer pada Pasien HIV Novrianti, R. Dhea Pratiwi; Haiga, Yuri; Anggraini, Debie
Scientific Journal Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i1.320

Abstract

Latar Belakang: Neuropati perifer merupakan salah satu komplikasi neurologis yang paling sering dijumpai pada pasien dengan infeksi HIV dan dapat menurunkan kualitas hidup serta menimbulkan gangguan fungsional yang signifikan. Peningkatan kadar kortisol akibat stres kronik diduga berperan dalam patogenesis neuropati perifer melalui mekanisme perubahan neuroendokrin dan aktivasi proses inflamasi.  Tujuan: Untuk mengetahui hubungan hasil ukur kadar kortisol serum dengan derajat keparahan klinis neuropati perifer pada pasien HIV. Metode: Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Penyakit Saraf dan Ilmu Biokimia. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2025. Jenis penelitian adalah analitik kategorik. Populasi terjangkau pada penelitian adalah semua pasien HIV dengan neuropati perifer di RSUP Dr. Mdjamil Padang. Sampel serum yang diteliti sebanyak 49 sampel dan dilakukan analisis menggunakan metode ELISA. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji spearman, pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM Statistic 27.  Hasil: Berdasarkan penelitian, paling banyak pasien HIV berjenis kelamin laki-laki (75,5%), kelompok usia terbanyak dewasa (77,6%) dengan kadar kortisol serum kategori normal (57,1%), serta derajat keparahan klinis neuropati ringan (85,7%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara hasil ukur kadar kortisol serum dengan derajat keparahan klinis neuropati perifer pada pasien HIV menggunakan uji korelasi spearman yang diperoleh nilai korelasi (r) = -0,118, sedangkan nilai signifikan (p) = 0,420. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara hasil ukur kadar kortisol serum dengan derajat keparahan klinis neuropati perifer pada pasien HIV.