Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Inisiasi Organisasi dan Teknologi Hammer Mill serta Pressing Otomatis untuk Pengembangan Usaha Briket Fiernaningsih, Nilawati; Herijanto, Pudji; Anggraheny Ikawanty, Beauty; Akhlis Rizza, Muhammad; Zamrudy, Windi; Akhsanu Takwim, R N
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v6i2.15549

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan pada Usaha Mikro Kecil (UMK) Bathok Koi di Kota Blitar dilatarbelakangi oleh potensi besar pemanfaatan limbah tempurung kelapa yang selama ini belum dioptimalkan secara maksimal. Tempurung kelapa yang melimpah umumnya hanya dimanfaatkan sebagai arang bakar tradisional dengan nilai ekonomi rendah, sehingga diperlukan inovasi pengolahan untuk meningkatkan nilai tambahnya. Permasalahan utama yang dihadapi mitra mencakup keterbatasan teknologi pengolahan, rendahnya pengetahuan tentang manajemen produksi, serta belum adanya struktur organisasi usaha yang sistematis dan kemitraan bahan baku yang berkelanjutan. Menjawab permasalahan tersebut, program PkM ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui koordinasi, diskusi, pelatihan, pendampingan, serta pengadaan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan terdiri atas beberapa tahapan, yaitu pengadaan dan instalasi mesin hammer mill, mixer, dan pressing otomatis, pelatihan teknis pengoperasian dan perawatan mesin, pembentukan struktur organisasi usaha, serta fasilitasi kemitraan bahan baku dengan pihak produsen minyak kelapa murni (VCO). Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa mitra berhasil meningkatkan kapasitas produksi briket dengan kualitas yang memenuhi standar ekspor, baik dari aspek kepadatan, homogenitas bahan, maupun kualitas nyala. Selain itu, mitra memperoleh keterampilan baru dalam manajemen produksi, pengendalian mutu, dan tata kelola organisasi usaha yang lebih terstruktur. Keberhasilan menjalin kemitraan bahan baku dengan pemasok tempurung kelapa juga menjamin kontinuitas usaha sehingga produksi dapat berjalan secara konsisten. Perubahan kondisi mitra terlihat jelas, di mana sebelumnya usaha Bathok Koi masih bersifat tradisional dengan keterbatasan teknologi dan sistem manajemen, kini telah berkembang menjadi usaha yang lebih modern, efisien, dan siap bersaing di pasar ekspor. Dengan demikian, kegiatan PkM ini tidak hanya menyelesaikan permasalahan mendasar mitra, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan dalam penguatan kapasitas produksi, manajemen usaha, serta peningkatan daya saing produk berbasis limbah tempurung kelapa.
Improving the Quality of Coffee Beans and Branding of Coffee Products of Sekar Adji MSMEs Malang Through Inovokasi Program Grants Noer Syamsiana, Ika; Datumaya Wahyudi Sumari, Arwin; Fiernaningsih, Nilawati; Nurwicaksana, Wahyu Aulia; Nafisah, Nihayatun; Findi, Putri; Anggraini Ningrum, Annisa; Ibrohim Farros, Ammar; Wildan Fikri, Mohammad
SPEKTA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Teknologi dan Aplikasi) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/spekta.v6i2.13119

Abstract

Background: Coffee is a key plantation commodity in Indonesia, with Gunung Kawi producing Robusta, Arabica, and Excelsa varieties. However, local farmers still rely on traditional drying methods and outdated marketing, affecting bean quality and sales. This community service program seeks to address these issues by introducing a 30 kg-capacity rotary dryer to meet the SNI 01-2907-2008 standard and by providing digital marketing training to enhance competitiveness. Contribution: This program significantly supports Sekar Adji MSMEs by introducing a rotary dryer that enables coffee drying to meet national quality standards. Combined with digital marketing training and improved packaging, it enhances product promotion and competitiveness in the digital market, ultimately boosting MSME revenue. Method: The program involves four main activities: manufacturing and training on the use of a 30 kg-capacity rotary dryer, providing digital marketing training to enhance social media and e-commerce use, redesigning coffee packaging for better appeal, and restructuring the MSME organization to improve adaptability and management efficiency. Results: The program introduced a 30 kg-capacity rotary dryer and digital marketing training. The dryer reduced moisture content to 11.5%, and product packaging was improved with five new designs. The program significantly increased marketing reach and MSME revenue. Digital platforms such as Instagram, Tokopedia, and TikTok Shop were utilized to expand online presence, and a new organizational structure enhanced business operation. Conclusion: Analysis of the results shows that the program positively impacted product quality and sales at Sekar Adji MSMEs, primarily by improving drying processes and enhancing digital marketing through targeted training.