Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Psikologi Pendidikan Islam Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Yadi, Yadi; Rohimah, Siti
TSAQOFAH Vol 6 No 2 (2026): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v6i2.9019

Abstract

Islamic educational psychology is a discipline that examines educational processes based on the Islamic view of the nature of the human being, soul, intellect, and heart, and places the spiritual dimension at the core of human development and learning, in contrast to Western educational psychology, which tends to be secular. Within this framework, the thought of Ibn Qayyim al-Jawziyyah (691–751 H) makes an important contribution to understanding human psychology through the concepts of fitrah, qalb, nafs, ʿaql, and tazkiyatun nafs. This article aims to examine scientifically and systematically the concept of Islamic educational psychology according to Ibn Qayyim, including his views on the nature of the human being, the aims of education, the roles of educators and learners, and educational methods that are aligned with psychological development. The research employed a library research method with a descriptive-analytical approach to Ibn Qayyim’s major works. The findings indicate that Ibn Qayyim’s thought is relevant as a foundation for developing a holistic and integrative Islamic education that brings together spiritual, intellectual, and moral dimensions within the educational process and is oriented toward forming individuals who are faithful, knowledgeable, and of noble character. These results affirm that Ibn Qayyim’s concept of Islamic educational psychology can serve as a normative and conceptual reference in formulating a contemporary Islamic educational paradigm that emphasizes balance in the development of spiritual, intellectual, and behavioral potentials.
UJI VALIDITAS INSTRUMEN DAN STUDI PENDAHULUAN: HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI KOGNITIF DAN SIKAP TERHADAP PRAKTIK PENGGUNAAN ANTIBIOTIK BERBASIS ONE HEALTH Nuryanto, Muhammad Khairul; Saptiani, Gina; Tarigan, Daniel; Yadi, Yadi; Tandirogang, Nataniel; Sukarti, Komsanah; Sawitri, Endang
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v13i1.28330

Abstract

Resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) merupakan ancaman kesehatan lingkungan global. Mengukur dinamika perilaku komunitas secara presisi membutuhkan instrumen yang tepat. Penelitian ini bertujuan sebagai studi pendahuluan (pilot study) untuk menguji validitas instrumen kuesioner berbasis pendekatan One Health serta menganalisis korelasi awal antara faktor predisposisi kognitif dan sikap terhadap luaran praktik penggunaan antibiotik di tingkat rumah tangga. Desain studi kuantitatif belah lintang dilakukan terhadap 50 responden kepala keluarga di kawasan semiperkotaan Kota Samarinda, Indonesia pada April 2026. Analisis bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test (α = 0,05). Hasil uji psikometri membuktikan instrumen kuesioner valid (r hitung > r tabel 0,279) dan reliabel (Cronbach's Alpha > 0,60). Hasil pemotretan awal menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan spesifik yang rendah (60% skor nol) dan terjebak dalam praktik berisiko tinggi terkait paparan antibiotik dan buruknya sanitasi (90%). Terdapat hubungan bermakna secara statistik antara pengetahuan dengan praktik berisiko (p = 0,028) serta antara sikap dengan praktik (p = 0,034). Namun, korelasi jenjang pendidikan formal umum dengan pengetahuan spesifik tidak signifikan (p = 0,762). Kesimpulannya, instrumen kuesioner yang dikembangkan terbukti handal untuk mengukur determinan perilaku AMR di kawasan sungai. Temuan awal ini mengonfirmasi adanya paradoks literasi kesehatan dan kedaruratan infrastruktur sanitasi, yang menjadi justifikasi krusial bagi pelaksanaan investigasi dan intervensi skala besar di masa mendatang.