Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Gerakan Dan Pengukuran Waktu Kerja Untuk Mengurangi Pemborosan Gerakan Dengan Metode Most (Maynard Operation Sequence Technique) Meutia, Sri; Fatimah; Tumangger, Nurawalina
Jurnal Industri Samudra Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v4i2.9381

Abstract

Produktivitas kerja merupakan masalah yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Pada dasarnya produktivitas adalah hasil kerja yang dapat diperoleh dengan cara meningkatkan kondisi kerja, motivasi, sistem kerja, hasil kerja, efek kerja dan efisiensi. CV. XYZ merupakan usaha yang bergerak di bidang industri mebel. Produk yang dihasilkan seperti dudukan kursi, meja setrika dan sofa. Produk ini diproduksi menggunakan sistem produksi make to order. Permasalahan yang terjadi di CV. XYZ saat ini yaitu waktu operasi yang terlalu lama sehingga perusahaan tidak dapat memenuhi target produksi. Menganalisis situasi ini, dapat dilihat bahwa alasan waktu operasi yang lama disebabkan karena banyaknya tindakan yang tidak memberikan nilai tambah bagi operator.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dan menentukan waktu kerja untuk mengurangi terjadinya gerakan kerja yang tidak diperlukan dan untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka akan dilakukan pengukuran waktu kerja dari metode kerja sekarang. Kemudian memperbaiki metode kerja dengan membuat metode kerja usulan. Penyempurnaan metode kerja ini didasarkan pada prinsip ekonomi gerakan dan therblig. Setelah memperbaiki metode kerja, maka dilakukan pengukuran metode kerja yang baru. Kemudian menganalisis apakah perbaikan metode kerja berdampak pada waktu operasi dan produktivitas perusahaan. Pengukuran waktu dilakukan dengan metode MOST. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada kegiatan yang dapat digabungkan, namun urutan kerjanya tidak sesuai. Sebelum dilakukan perbaikan waktu kerja diperoleh waktu kerja pada stasiun kerja I yaitu 81,575 menit, stasiun kerja II yaitu 61,054 menit, stasiun kerja III yaitu 84,7 menit dan output produksi yaitu 5 sofa/hari. Setelah dilakukan perbaikan terlihat ada penurunan waktu kerja pada stasiun kerja I menjadi 66,794 menit, stasiun kerja II yaitu 42,574 menit, stasiun kerja III yaitu 73,081 menit dan output produksi yaitu 7 sofa/hari.
ANALISIS PENGARUH TANGGUNG JAWAB, KONDISI LINGKUNGAN KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT PIM Meutia, Sri; Annisafitri Manalu, Nurhabiba
Jurnal Industri Samudra Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah kualitas sumber daya manusia, karena memiliki sumber daya manusia yang unggul akan mendorong pertumbuhan bisnis. Penelitian ini melihat bagaimana pengaruh beban kerja, kondisi lingkungan kerja, dan akuntabilitas pegawai terhadap kinerja Departemen Perencanaan dan Pemeliharaan PT PUPUK ISKANDAR MUDA. Dua puluh tujuh karyawan dijadikan sampel untuk penelitian ini. Kemampuan suatu bisnis untuk tumbuh di masa depan sangat bergantung pada tenaga kerjanya, yang disebut juga dengan sumber daya manusia . Berdasarkan hasil uji t yang menunjukkan bahwa thitung < ttabel (0,117 < 1,71088) dengan nilai signifikansi > α (0,529 > 0,05), dan uji F yang menunjukkan bahwa Fhitung > Ftabel pada taraf kepercayaan α = 0,05 , yaitu 3,391 > 3,028; penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab memiliki dampak paling kecil terhadap kinerja karyawan. Hasil uji t dimana dimana thitung < ttabel (1,113 < 1,71088) dengan nilai signifikansi > α (0,277 > 0,05), dan uji F yang menunjukkan Fhitung > Ftabel pada taraf kepercayaan α = 0,05 yaitu 3,391 > 3,028, selanjutnya menunjukkan bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Beban kerja, di sisi lain, memiliki dampak terbesar dan paling nyata terhadap kinerja karyawan. Hasil uji F menunjukkan Fhitung > Ftabel pada taraf kepercayaan α = 0,05 yaitu 3,391 > 3,028. Hal ini didukung dengan hasil uji t yang menunjukkan bahwa thitung > ttabel (2,711 > 1,71088) dengan nilai signifikansi < α (0,012 > 0,05).
Optimasi Pengendalian Persediaan Produk Sabun Batang Dengan Metode Min-Max Di PT. Jampalan Baru Asahan Meutia, Sri; Fatimah, Fatimah; Susanti, Sartini; Akmal, Syarifah
Jurnal Industri Samudra Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v6i1.11516

Abstract

PT. Jampalan Baru merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri sabun. Permasalahan pada perusahaan adalah kelebihan persediaan produk sabun batang (over stock). Over stock pada PT. Jampalan Baru disebabkan oleh faktor produksi yang dilakukan secara terus menerus sehingga persediaan produk sabun batang menumpuk digudang dan menyebabkan kelebihan persediaan. Permasalahan tersebut menuntut perusahaan untuk mempunyai sistem pengelolaan persediaan yang baik agar persediaan sabun tidak kelebihan dan tetap optimal. Penelitian ini bertujuan mendapatkan sebuah model untuk perusahaan dalam melakukan perencanaan produksi dan pengendalian persediaan produk sabun batang di PT. Jampalan Baru Asahan. Metode yang dapat digunakan yaitu Metode Min-Max. Metode Min-Max merupakan metode pengendalian persediaan yang didasarkan atas asumsi bahwa apabila persediaan telah melewati batas-batas minimum dan mendekati batas dari persediaan pengaman, maka harus dilakukan produksi kembali, terdapat 2 batas dalam metode persediaan Min–Max, yaitu batas minimum level produksi kembali dan batas maksimum sebagai batas maksimal perusahaan untuk memenuhi kebutuhan persediaan produk. Hasil dari perhitungan untuk perencanaan pengendalian persediaan pada produk sabun batang PKS Kuning didapatkan safety stock sebanyak 2.691 Pack, minimum stock sebanyak 14.352 Pack, maximum stock sebanyak 26.013 Pack, jumlah produksi sebesar 23.322 Pack, titik produksi kembali sebesar 14.352 Pack dan frekuensi produksi dalam setahun sebanyak 26 kali atau 14 hari sekali. Untuk produk sabun batang Bintang Hijau didapatkan safety stock sebanyak 1.296 Pack, minimum stock sebanyak 4.784 Pack, maximum stock sebanyak 8.272 Pack, jumlah produksi sebesar 6.977 Pack, titik produksi kembali sebesar 4.784 Pack dan frekuensi produksi dalam setahun sebanyak 26 kali atau 14 hari sekali.
The Impact of Government Cooking Oil Subsidies on Social Welfare: Elasticity-Based Multimarket Approach Fatimah, Fatimah; A. Gani, Subhan; Bahri, Syamsul; Meutia, Sri; Syukriah, Syukriah
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i3.967

Abstract

This paper explores the influence of the Indonesian government's palm cooking oil subsidy policies on the welfare of communities in Aceh Province. The Policy aims to stabilise prices, to support producers, and to increase access to affordable cooking oil for consumers. However, empirical evidence shows that the market price frequently exceeds the government-determined ceiling price, which raises concerns about the Policy's effectiveness. To evaluate the actual impact of the subsidy, this study employs a multimarket analytical model in conjunction with an interest-maximising function approach to identify the optimal subsidy level that maximises social welfare. The analysis includes palm and coconut cooking oil as interrelated commodities, with supply and demand modelled using Cobb-Douglas functions. The study focuses on Elasticity as a key determinant in understanding the effectiveness of the subsidy, given that inelastic behaviour in supply and demand significantly affects the price gap between market equilibrium and subsidy-induced outcomes. Simulation results reveal that the optimal subsidy rates are 16% for palm oil and 26% for coconut oil. Furthermore, sensitivity analysis across four scenarios shows that lower Elasticity necessitates higher subsidies, while higher Elasticity can reduce the required subsidy without diminishing welfare gains. The results indicate that producers enjoy most of the welfare gains, although consumers also benefit from lower market prices. Therefore, a well-calibrated subsidy policy, based on empirical elasticity values and multimarket interactions, can lead to a more balanced welfare distribution. The findings underscore the importance of data-driven policy formulation to enhance efficiency and equity in government subsidy programs. Ultimately, this research recommends that future subsidy frameworks integrate elasticity parameters and economic modelling to ensure affordability and sustainability in essential commodity markets.
Penatalaksanaan Acute Kidney Injury pada Pasien Leptospirosis Meutia, Sri; Althaf, Muhammad
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i2.15413

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang sangat umum tetapi seringkali tidak terdiagnosis. Manusia dapat terinfeksi melalui paparan dengan urin hewan yang terinfeksi baik secara langsung maupun tidak. Manifestasi klinisnya bervariasi mulai dari yang self-limited hingga life-threatening. Kultur leptospira merupakan baku emas untuk diagnosis. Pemeriksaan labrotarium seperti LAT, ELISA, dll dapat dilakukan, tetapi dibutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Kriteria Faine yang telah dimodifikasi dipakai dalam penegakan diagnosis presumtif mengingat sulitnya konfirmasi diagnosis. Leptospirosis berat dapat menyebabkan kerusakan pada sejumlah organ dan AKI adalah salah satu komplikasi utamanya. Penatalaksanaan pada pasien dengan AKI akibat leptospirosis dapat dilakukan dengan penyesuaian dosis pada terapi antibiotik, pemilihan cairan IV yang tepat, dan bila pasien memerlukan terapi dialisis, hemodialisis singkat harian telah terbukti lebih unggul daripada hemodialisis hari alternatif ataupun dialisis peritoneal.
ANALISIS PENGENDALIAN KEHILANGAN MINYAK (OIL LOSSES) PADA CRUDE PALM OIL (CPO) MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA Prima Ranika, Angela; Meutia, Sri; Irwansyah, Defi
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1137

Abstract

PT. Blang Ketumba merupakan Industri yang bergerak pada bidang pertanian dan pengolahan kelapa sawit dimana perusahaan tersebut menghasilkan CPO/Crude palm oil dan kernel. Pihak perusahaan memiliki target maksimum oil lossespada proses produksi yaitu pada stasiun sterilizer 1%, stasiun bantingan 3%, stasiun ampas kempa 5% dan stasiun pemurnian 1%. Dari beberapa stasiun tersebut berdasarkan data, diperoleh oil lossesmelebihi batas yang telah ditetapkan yang mengakibatkan berkurangnya perolehan rendemen minyak. Tujuan dari penelitian ini untuk menekan kehilangan minyak sebagai usulan perbaikan serta melihat kerugian secara finansial akibat kehilangan minyak. Dalam penelitian ini menggunakan metode six sigma dengan menggunakan konsep defene, measure, analyse, dan improve  untuk mengendalikan kehilangan minyak dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk melihat faktor penyebab masalah yang menjadi prioritas perbaikan berdasarkan nilai RPN tertinggi dengan menggunakan variabel FMEA yaitu severity, occurrence dan detection. Hasil penelitian menunjukkan nilai DPMO diperoleh sebesar 24800,96 dan untuk nilai sigma sebesar 3,46 dimana nilai sigma tersebut menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam rata-rata industri indonesia serta kapabilitas proses (Cp) pada setiap stasiun menunjukkan nilai sebesar 1,00 yang berarti kapabilitas proses berjalan dengan baik, namun masih perlu pengendalian yang ketat, sehingga perlu ditingkatkan performansinya melalui perbaikan pada proses tersebut. Pada metode FMEA diperoleh tiga nilai RPN tertinggi penyebab masalah yang menjadi prioritas perbaikan yaitu pada stasiun pemurnian minyak sebesar 105 dan sterilizer yaitu tekanan yang tinggi dan lama waktu perebusan berturut-turut sebesar 98 dan 84. Untuk kuantitas losses minyak pada periode November 2022 dimana minyak yang seharusnya diperoleh ikut terbawa pada proses menimbulkan kehilangan sebesar Rp. 61.280.276.
Identifikasi Pengaruh Marketing Mix Terhadap Peningkatan Pelanggan Pada PT. Pos Indonesia Meutia, Sri; Anshar, Khairul; Nufus, Ukhwatul
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1142

Abstract

PT. Pos Indonesia ialah perusahaan yang beropersional pada bagian jasa. Pos Indonesia membagi operasionalnya menjadi dua bagian: Usaha Bisnis Surat Paket (BPS) dan Jasa Keuangan (Jaskug). Usaha logistik surat dan parsel dibagi menjadi tiga bagian, yaitu surat domestik, surat internasional, dan logistik. Usaha jasa keuangan meliputi Pospay, Weselpos, Pos Giro, Saluran Penyaluran Dana dan Perbankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak bauran pemasaran (penetapan harga, produk/jasa, situs, dan promosi) terhadap PT. Perluasan basis pelanggan Pos Indonesia dan identifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perluasan tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dengan menganalisis data primer yang dikumpulkan dari survei yang dilakukan kepada klien PT. Pengambilan sampel secara sengaja menghasilkan 100 tanggapan untuk divisi Bisnis Paket Surat Pos Indonesia. Uji instrumental, uji hipotesis klasik, uji linier multivariat, dan uji statistik digunakan untuk mengolah dan menganalisis data pada SPSS versi 16. Penelitian ini menemukan bahwa pengaruh variabel independen (harga, produk, situs, dan promosi) terhadap variabel dependen variabel penjelas (Y) sama besarnya dengan variabel penjelas lainnya (26,4%). Uji F menunjukkan bahwa faktor independen (Harga, Produk, Lokasi, Promosi) semuanya mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan jumlah konsumen, dengan Fhitung > Ftabel = 69,175 > 2,46. Harga, produk/jasa, lokasi, dan promosi semuanya memiliki nilai thitung lebih besar dari ttabel yang ditunjukkan dengan uji t. Oleh karena itu, variabel Produk (X2) merupakan variabel yang paling penting dengan tingkat signifikansi 0,000<0,05.
Analysis of The Influence of Student Decisions in Using Artificial Intelligence (AI) As a Learning Reference Anggraini, Feby; Meutia, Sri; Irwansyah, Defi
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 27 No. 3 (2025): JSTI Volume 27 Number 3 July 2025
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v27i3.21472

Abstract

Education is one of the many facets of human existence that have changed as a result of the advancement of artificial intelligence (AI). The goal of artificial intelligence (AI), a subfield of computer science, is to create computers and systems that can carry out operations that normally call for human intellect. According to data, the number of people using AI is expected to reach 3.33 million annually by 2030. Out of the 100 respondents who received the surveys, 100 said they utilize AI apps. Students in semesters two (19%), four (36%), six (17%), and eight (28%), respectively, make up the distribution of use. 90% of AI is used as a learning reference, compared to 10% for thesis. This study uses the Technology Acceptance Model (TAM) technique as a theoretical framework to ascertain the perceptions that help Industrial Engineering students decide whether to use AI as a learning reference. The analysis's findings indicate that perceived advantages (38.64%), perceived ease of use (40.73%), and actual usage (16.81%) are the perceptions that affect students' decisions in Malikussaleh University's Industrial Engineering department. The development of AI integration tactics in higher education can benefit greatly from these discoveries.
Analisis Penentuan Harga Pokok Produksi Ban Vulkanisir dengan Metode Job Order Costing di CV Rapi Vulkanisir Meutia, Sri; Ramadhani, Syika
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 1 No. 1 (2022): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.828 KB) | DOI: 10.56211/factory.v1i1.108

Abstract

Harga pokok produksi adalah daftar biaya produksi yang harus dikeluarkan perusahaan pada periode tertentu. Dengan penentuan harga pokok produksi yang tepat maka akan mempengaruhi keputusan atas kebijakan penetapan harga jual produk. Masalah yang timbul di CV. Rapi Vulkanisir adalah penentuan harga pokok produksi pada CV. Rapi Vulkanisir, perusahaan belum menetapkan harga pokok produksi berdasarkan pesanan. Sedangkan CV. Rapi Vulkanisir memulai kegiatan produksinya ketika mendapat pesanan (order) dari konsumen dan menghasilkan barang sesuai dengan permintaan konsumen. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami perhitungan dan pengklasifikasian biaya produksi ban vulkanisir dengan menggunakan metode Job Order Costing. Metode Job order costing adalah perhitungan harga pokok produksi untuk produk yang dibuat berdasarkan pesanan. Apabila suatu pesanan diterima maka produk akan diproduksi berdasarkan spesifikasi dari masing-masing pesanan. Berdasarkan pengolahan data, Total harga pokok produksi per unit ban vulkanisir ukuran R 750-16 Premium Standar adalah Rp. 639.397. Untuk produksi per unit ban vulkanisir ukuran R 1000-20 Premium Michellin adalah Rp. 988.460. Untuk harga jual ban vulkanisir ukuran R 750-16 Premium Standar adalah Rp. 703.000 selisih Rp. 93.000 lebih tinggi dari harga jual perusahan yaitu Rp. 610.000. Untuk harga jual ban vulkanisir ukuran R 1000-20 Premium Michellin adalah Rp 1.087.000 dengan selisih Rp. 87.000,00 lebih tinggi dari harga jual yang ditetapkan perusahaan yaitu Rp.1.000.000,00.
Analisis Persediaan Chlorine Tablet di PT Pupuk Iskandar Muda dengan Metode Min-Max Meutia, Sri; Sofyan, Diana Khairani; Muhammad, Fadel
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.851 KB) | DOI: 10.56211/factory.v1i2.173

Abstract

Salah satu bahan baku pembuatan pupuk di PT Pupuk Iskandar Muda adalah tablet Klorin, yang merupakan bahan penunjang dalam sistem produksi, Tablet Klorin ini digunakan untuk menjernihkan air polish pada proses produksi pembuatan pupuk. Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan tahun 2018-2022 diketahui bahwa terdapat sisa bahan chlorine tablet di gudang bahan baku, dimana persediaan bahan baku yang berlebih ini menunjukkan adanya pemborosan produksi, dengan jumlah 500 kg pada Tahun 2018, 1200 kg Tahun 2019, 5540 kg Tahun 2020, 200 kg Tahun 2021, 600 kg Tahun 2022. Hal ini sangat berbahaya dikarenakan chlorine tablet merupakan bahan kimia yang dimana bahan jenis ini memiliki batas kadaluwarsa, jika chlorine tablet tidak digunakan dalam kurun waktu tertentu, maka kadar kualitas chlorine akan menurun sehingga jika digunakan untuk kepentingan produksi akan menimbulkan hasil produksi yang tidak maksimal. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu di lakukan perhitungan persediaan bahan baku chlorine, dengan melakukan evaluasi dan perencanaan persediaan bahan penunjang chlorine tablet yang tepat. Salah satunya dengan menggunakan metode Min-Max. Metode Min-Max stok adalah metode pengendalian bahan baku yang didasarkan atas asumsi bahwa apabila persediaan telah melewati batas-batas minimum dan mendekati batas dari Safety Stock atau batas persediaan pengaman, maka Reorder atau pemesanan kembali bahan baku harus dilakukan, Berdasarkan pengolahan data, persediaan bahan baku dengan metode Min-Max didapatkan stok pengaman chlorine tablet pada tahun 2022 sebesar 75 kg, sedangkan pada persediaan minimum didapatkan hasil sebesar 300 kg, pada persediaan maksimum didapatkan hasil sebesar 675 kg dan pada tingkat pemesanan persediaan kembali sebesar 375 kg.