Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Teknik Distraksi Film Kartun Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Usia 6-12 Tahun Pre Sirkumsisi Astuti, Epu Margi; Sapuan, Sapuan; Ramadia, Arya; Fadhli, Rohmi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4056

Abstract

Tindakan sirkumsisi termasuk dalam kategori bedah minor. Walaupun sirkumsisi dikatakan sebagai tindakan operasi kecil atau minor, namun hal tersebut tidak boleh dianggap kecil oleh pasien karena dapat mengakibatkan rasa cemas akibat dari berbagai sensasi khayalan yang muncul sebelum pelaksanaan operasi sirkumsisi. Kecemasan tersebut timbul akibat proses sirkumsisi yang akan dijalani yang melibatkan rasa nyeri berlebih saat cemas. Kecemasan yang muncul pada anak sebesar 36,7%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik distraksi film kartun terhadap tingkat kecemasan anak usia 6-12 tahun pre sirkumsisi di Samsul Wound Care. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah pra experiment yaitu penelitian dengan rancangan one-group pre-test dan post-test design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2025 di Samsul Wound Care. Subjek pada penelitian ini adalah anak usia 6-12 tahun yang berjumlah 15 orang. Instrument penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan menggunakan alat ukur kecemasan child anxiety scales dan SOP Teknik Distraksi Visual Menonton Film Kartun. Rata-rata tingkat kecemasan sebelum diberikan teknik distraksi film kartun adalah 2,33 dan rata-rata tingkat kecemasan sesudah diberikan teknik distraksi film kartun adalah 0,73. Hasil uji wilcoxon menunjukkan p value yaitu 0,000 yang artinya < 0,05, ada pengaruh teknik distraksi film kartun terhadap tingkat kecemasan anak usia 6-12 tahun pre sirkumsisi. Hendaknya teknik distraksi menggunakan film kartun dapat diterapkan sebagai pendekatan non-farmakologis untuk menurunkan tingkat kecemasan anak usia 6–12 tahun sebelum tindakan sirkumsisi.
EFEKTIFITAS ART THERAPY TERHADAP KOGNITIF LANSIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA (PSTW) KHUSNUL KHOTIMAH DINAS SOSIAL PROVINSI RIAU Adelia Eka Putri; Arya Ramadia; Tengku Isni Yuli Lestari Putri; Rifa Yanti; Muhammad Dwi Satriyanto
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 14 No 2 (2025): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v14i2.3116

Abstract

Latar Belakang: Kota Pekanbaru jumlah lansia juga tergolong tinggi menurut data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru pada tahun 2022 berjumlah 77.779  lansia, angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebanyak 17,97% atau sebanyak 11,848 lansia. Salah satu terapi yang dapat diberikan pada lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif adalah Terapi seni (Art therapy) dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya yaitu dengan memberikan suatu bahan yang berwarna dan meminta lansia untuk membuat bentuk Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Art therapy terhadap kognitif lansia. Metode: Penelitian ini adalah Quasy Expriment dengan rancangan One group Pretest-posttest Design. Hasil: uji statistik menunjukkan bahwa terdapat efektifitas Art therapy terhadap kognitif lansia dengan nilai p value 0.001 (p value ˂ 0,05). Diharapkan kepada perawat di pstw khusnul khotimah untuk dapat mempertahankan Art therapy pada lansia sebagai salah satu terapi non farmakologis kepada lansia. Kesimpulan: art therapy ternyata efektif terhadap peningkatan kognitif lansia
Pengaruh Edukasi Keluarga Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang Tua Pada Pasien Hiperbilirubin Di Ruangan SCN Rsia Zainab Tahun 2025 Fini Andrika; Suci Amin; Ahmad Redho; Arya Ramadia
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1044

Abstract

Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat jumlah kematian neonatal tahun 2022 sebanyak 416 kasus, yang menjadi penyebab kematian neonatal di antaranya hiperbilirubin sebanyak 13,1%. Data yang diperoleh dari ruang perina RSIA Zainab Kota Pekanbaru menunjukkan jumlah kejadian hiperbilirubin pada neonatus tahun 2023 sebanyak 398 dari 912 bayi yang dirawat karena hiperbilirubin. Pengetahuan dan tindakan yang kurang pada ibu menyebabkan penanganan ikterus pada neonatus menjadi lebih lambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi keluarga terhadap tingkat pengetahuan orang tua pada pasien hiperbilirubin di Ruang SCN Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan rancangan one-group test and post test. Penelitian ini dilakukan di Ruang SCN Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab Kota Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang bayinya dirawat di Ruangan SCN dengan hiperbilirubin pada bulan Juli–Oktober, dengan jumlah 40 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sebanyak 22 orang . Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Data diolah dan dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan secara bivariat dengan uji Wilcoxon pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menemukan bahwa sebelum diberikan edukasi sebanyak 50,0% orang tua bayi berpengetahuan rendah, sesudah diberikan diberikan edukasi, sebanyak 77,3% berpengetahuan baik. Terdapat pengaruh edukasi keluarga terhadap tingkat pengetahuan orang tua pada pasien hiperbilirubin. (p=0,000). Kesimpulan penelitian adalah terdapat  pengaruh edukasi keluarga terhadap tingkat pengetahuan orang tua pada pasien hiperbilirubin di Ruangan SCN Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab. Disarankan kepada manajemen RSIA ZAINAB Kota Pekanbaru untuk  membuat program edukasi tentang  hiperbilirubin terhadap ibu yang akan bersalin sehingga ibu bayi dapat melakukan upaya pencegahan dan  penanganan yang tepat pada bayi yang mengalami hiperbilirubin.
Efektivitas Aktivitas Dzikir Menjelang Tidur terhadap Kualitas Tidur Pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RS Awalbros A.Yani Lilik Eka Sari; Rifa Yanti; Epu Margias Tuti; Arya Ramadia
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1054

Abstract

Kualitas tidur yang buruk merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh pasien hemodialisis akibat stres, kecemasan, dan kondisi medis kronis yang mereka alami. Aktivitas dzikir menjelang tidur dipercaya dapat membantu menenangkan pikiran, mengurangi kecemasan, dan secara signifikan meningkatkan kualitas tidur pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas aktivitas dzikir menjelang tidur terhadap kualitas tidur pada pasien yang menjalani hemodialisis di RS Awal Bros A. Yani. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest without control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RS Awal Bros A Yani-Pekanbaru yang berjumlah 100 orang. Diperoleh sampel penelitian sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon rank test. Hasil penelitian: sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (60%), berusia 45-49 tahun (37,5%), berpendidikan SMA (47,5%), dan berdasarkan lama menjalani hemodialisa, sebagian besar (70%) sudah menjalani hemodialisa lebih dari 18 bulan. Rata-rata skor kualitas tidur sebelum intervensi adalah 11,58 setelah dilakukan intervensi, menurun menjadi 6,40. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar RS Awal Bros A. Yani mempertimbangkan penggunaan dzikir sebagai bagian dari perawatan pasien hemodialisis untuk membantu meningkatkan kualitas tidur responden. Dzikir terbukti efektif dan aman sebagai intervensi nonfarmakologis. Luaran dari penelitian ini  akan dijadikan jurnal publikasi ilmiah serta diharapkan dapat menjadi dasar untuk penerapan dzikir dalam perawatan pasien.
Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Medang Kampai Kota Dumai Dwi Afriyanti; Rohmi Fadhli; Arya Ramadia; Rahmaniza Rahmaniza
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1056

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian global. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%, sementara di Provinsi Riau mencapai 30,2%. Kota Dumai memiliki angka kejadian hipertensi yang cukup tinggi, dengan Puskesmas Medang Kampai sebagai salah satu puskesmas dengan prevalensi tertinggi, yaitu 32,5% dari total kunjungan pasien. Pengelolaan hipertensi mencakup terapi farmakologis dan nonfarmakologis, salah satunya adalah konsumsi jus semangka yang kaya L-citrulline, yang dapat meningkatkan produksi nitric oxide (NO) untuk melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus semangka terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Medang Kampai, Kota Dumai. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada Desember 2024 dengan populasi 352 pasien hipertensi. Sampel dipilih dengan purposive sampling. Diperoleh sampel sebanyak 20 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa pemberian jus semangka sebanyak 375 ml (kombinasi 150 g daging buah dan 150 g albedo), diberikan setiap pagi selama 5 hari. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer digital. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik dengan rata-rata penurunan masing-masing 18,5 mmHg dan 12,65 mmHg (p < 0,05). Jus semangka terbukti efektif sebagai terapi nonfarmakologis yang terjangkau untuk mengelola hipertensi. Hasil ini dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dalam mengedukasi masyarakat tentang terapi nonfarmakologis untuk hipertensi.
Latihan Yoga Menurunkan Intensitas Nyeri Dismenore pada Remaja Putri Imelda Puspita Aprilia Sari; Dilgu Meri; Arya Ramadia; Ahmad Redho
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.285

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2020, tercatat sebanyak 1.769.425 (90%) wanita yang menderita dismenorea, dengan 10-16% menderita dismenorea berat. Sebagian besar remaja memilih membiarkan nyeri atau menggunakan obat pereda nyeri, padahal penggunaan obat secara berulang berpotensi menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan metode nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan, salah satunya adalah yoga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri kelas XI di SMAN 7 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 23 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil frekuensi intensitas nyeri haid sebelum dilakukan yoga sebagian besar responden (69,6%) merasakan intensitas nyeri haid pada skala 4-6 atau nyeri sedang, setelah dilakukan yoga sebagian besar responden (87,0%) merasakan intensitas nyeri haid pada skala 1-3 atau nyeri ringan. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan yoga terhadap penurunan nyeri dismenore. Dapat disimpulkan bahwa yoga efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Yoga dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah dilakukan untuk membantu remaja mengelola nyeri menstruasi. Disarankan kepada pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi mengenai manfaat yoga sebagai bagian dari promosi kesehatan remaja.
Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Stunting di Puskesmas Simpang Tiga Kelurahan Bukit Raya Fitra Mayenti; Agus Salim; Ika Yoga Kumara; Yoda Triadi; Ripandra Duper; Ika Permanasari; Arya Ramadia; Fiki Cahaya Putra Indra
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 8 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v8i2.1137

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that has a significant impact on children's physical growth and cognitive development. One of the main determinants of stunting is the low level of maternal knowledge regarding balanced nutrition, parenting practices, and the early detection of growth disorders. This community service program was designed to improve mothers' knowledge of child nutrition through interactive health education. The community service activity was conducted on April 29, 2025, involving 20 participants. The program included a pre-test to assess mothers' baseline knowledge, followed by health education on stunting, and concluded with a post-test to evaluate changes in knowledge after the intervention. The results of this community service activity showed an improvement in mothers' knowledge about stunting. The number of mothers with good knowledge increased from 6 participants (30%) before the intervention to 20 participants (100%) after the intervention. These findings indicate that the health education provided was effective in enhancing mothers' understanding of stunting and the importance of ensuring balanced nutrition for children
EFEKTIVITAS TERAPI KOGNITIF DAN LOGO TERAPI TERHADAP DEPRESI PASIEN HIPERTENSI Arya Ramadia; Mersi Ekaputri
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7637

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia dengan 90-95% kasus didominasi oleh hipertensi esensial. Menurut (World Health Organization, 2023) diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi. Salah satu masalah psikologis yang muncul pada pasien hipertensi adalah depresi. Terapi kognitif dan Logo terapi merupakan terapi non farmakologis untuk mengurangi depresi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi kognitif dan logo terapi terhadap depresi pasien hipertensi. Metode: penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment one group with pre-post test dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Consecutive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur depresi menggunakan Beck Depression Inventory (BDI) dan analisa Data yang digunakan adalah uji Paired t-test. Diskusi: Hasil penelitian menunjukan Ada Efektivitas Terapi kognitif dan Logo terapi terhadap Depresi pada pasien Hipertensi sehingga dapat digunakan untuk menurunkan kondisi depresi. 
The Effect of Slow Stroke Back Massage Therapy on Reducing Headache Intensity in Patients with Hypertension at Rejosari Community Health Center, Pekanbaru Nurasyikin Asyikin; Arya Ramadia; Rahmaniza Rahmaniza; Mersi Ekaputri
Jurnal Kesehatan Vol 19, No 2 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v19i2.16489

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 1,28 miliar orang di seluruh dunia menderita hipertensi. Jumlah kasus hipertensi di Indonesia mencapai 63.309.620 jiwa. Sementara itu, di Riau, prevalensi hipertensi tercatat sebesar 33,1% dan di Kota Pekanbaru sebesar 21,1%. Gejala yang paling umum menyertai hipertensi adalah sakit kepala. Penerapan terapi pijat punggung slow stroke (SSBM) terbukti efektif untuk mengatasi sakit kepala pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi pijat punggung slow stroke terhadap penurunan intensitas sakit kepala pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kuasi-eksperimen dan rancangan one-group pre-test-post-test. Sampel penelitian berjumlah 29 orang yang diambil menggunakan teknik non-probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dengan skala NRS (Numeric Rating Scale). Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000, yang berarti terdapat pengaruh terapi pijat punggung slow stroke terhadap penurunan intensitas sakit kepala pada pasien hipertensi. Kesimpulan: Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menderita hipertensi stadium 1 (86,2%). Sebelum menerima terapi SSBM, sebagian besar responden mengalami sakit kepala tingkat sedang (75,9%), sedangkan setelah menerima terapi SSBM, sebagian besar mengalami sakit kepala tingkat ringan (69,0%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa terapi SSBM berpengaruh terhadap penurunan intensitas sakit kepala pada pasien hipertensi di Puskesmas Rejosari, Pekanbaru.   Introduction: Hypertension is the number one cause of death worldwide. Data from the World Health Organization (WHO) in 2023 showed that approximately 1.28 billion people worldwide suffer from hypertension. The number of cases of hypertension in Indonesia reached 63,309,620. Meanwhile, in Riau, the prevalence of hypertension was 33.1% and in Pekanbaru City, it was 21.1%. The most common symptom accompanying hypertension is headache. The application of slow stroke back massage therapy is effective for treating headaches in patients with hypertension. This study aims to determine the effect of slow stroke back massage therapy on reducing the intensity of headaches in patients with hypertension. Method: This study used a quantitative method using a quasi-experimental research design with a one-group pre-test-post-test research design. The sample obtained was 29 people who were taken using a nonprobability sampling technique. The instrument used was an observation sheet with an NRS (Numeric Rating Scale). Results: The results of the Wilcoxon test obtained a p-value = 0.000, which means there is an effect of slow stroke back massage therapy on reducing the intensity of headaches in patients with hypertension. Conclusion: Based on the research findings, it can be concluded that the majority of respondents suffered from stage 1 hypertension (86.2%). Prior to receiving SSBM therapy, the majority of respondents experienced moderate headaches (75.9%), whereas after receiving SSBM therapy, the majority experienced mild headaches (69.0%). The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating that SSBM therapy has an effect on reducing headache intensity in hypertensive patients at the Rejosari Community Health Center in Pekanbaru.