Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendidikan sebagai Arena Simbolik: Telaah Konseptual Interaksionisme Simbolik George H. Mead Halik, Halik
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 3 No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v3i1.6

Abstract

- This article examines education as a meaning-laden social practice through the lens of George H. Mead’s symbolic interactionism. Responding to the dominance of technocratic approaches in education that often neglect intersubjective dimensions, this study offers a conceptual framework to understand how learning occurs not merely through instruction but also through symbolic interaction that shapes students’ consciousness, identity, and social order. Employing the core concepts of mind, self, and society, this article reveals education as a space where meaning is constructed, authority is negotiated, and social values are reproduced through everyday practices. Conducted as a reflective-conceptual library research, the study integrates classical and contemporary literature while drawing on local educational contexts such as dayah and madrasah. The findings suggest that schools function not only as instructional institutions but also as micro-societies that shape students as social subjects through symbols and interaction. In this light, symbolic interactionism provides a nuanced analytical lens to explore education as a dynamic and meaningful social process. Abstrak Artikel ini membahas pendidikan sebagai praktik sosial yang sarat makna melalui pendekatan interaksionisme simbolik George H. Mead. Berangkat dari kritik terhadap pendekatan teknokratis dalam pendidikan yang cenderung mengabaikan dimensi intersubjektif, artikel ini menawarkan kerangka konseptual untuk memahami bagaimana proses belajar tidak hanya berlangsung secara instruksional, tetapi juga melalui interaksi simbolik yang membentuk kesadaran, identitas, dan tatanan sosial peserta didik. Dengan menggunakan konsep kunci mind, self, dan society, artikel ini memperlihatkan bahwa pendidikan adalah ruang di mana makna dikonstruksi, otoritas dinegosiasikan, dan nilai-nilai sosial direproduksi dalam praktik sehari-hari. Kajian ini disusun dalam kerangka studi kepustakaan yang bersifat reflektif-konseptual, dengan mengintegrasikan literatur klasik dan kontemporer, serta menyertakan konteks pendidikan lokal seperti dayah dan madrasah. Temuan konseptual menunjukkan bahwa sekolah berperan bukan hanya sebagai lembaga instruksional, tetapi sebagai masyarakat mikro yang membentuk peserta didik sebagai subjek sosial melalui simbol dan interaksi. Dengan demikian, interaksionisme simbolik membuka ruang analisis baru terhadap pendidikan sebagai proses sosial yang hidup dan bermakna.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM BIJAK TANGANI DIARE SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DAN EDUKATIF DI KELURAHAN WUA-WUA, SULAWESI TENGGARA Yamin, Yamin; Arfan, Arfan; Aspadiah, Vica; Halik, Halik; Longgi, Anggun S.; Salam, Audi’ah Putri Amaliah; Gamoro, Ayu Riski; Novani, Bestari; Aprillia, Dilla; Sari, Dini Putri; Nabilah, Kezia Azzahra; Asrianti, Wa Ode
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i12.2091

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia dan sering menimbulkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022 menunjukkan bahwa diare termasuk penyebab terbanyak kunjungan balita ke fasilitas kesehatan, sementara lansia tetap berisiko tinggi akibat penurunan fungsi fisiologis dan imunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Kelurahan Wua-Wua mengenai pencegahan dan penanganan awal diare yang tepat. Metode pelaksanaan meliputi edukasi melalui ceramah, pembagian leaflet, serta diskusi interaktif, disertai penilaian pemahaman melalui post-test lisan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengenali gejala diare, faktor risiko, serta langkah penanganan mandiri yang benar di tingkat rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan diare di masyarakat melalui peningkatan literasi kesehatan.
EDUKASI DAGUSIBU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN LANSIA TERHADAP PENGGUNAAN OBAT YANG AMAN DAN RASIONAL DI GEREJA TIBERIAS KONDA Malik, Fadhliyah; Halik, Halik; Hasnawati, Hasnawati; Asyhari, Muhammad Mutawalli; Jannah, Mutiara Wardahtul; Nirwana, Nikmat; Azhari, Rian; Adrianto, Riang; Sari, Rini Purnama; Ririn, Ririn; Mujiman, Theresia Triocta Yolanda
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i12.2157

Abstract

Dagusibu merupakan program edukasi yang sangat penting dilakukan kepada masyarakat terkhusus lansia yang sering mengkonsumsi banyak obat. Apoteker memiliki peran aktif dalam memberikan edukasi dan pemahaman yang komprehensif terkait penggunaan obat yang rasional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan obat yang benar dan bertanggung jawab. Hasil kegiatan pengabdian ini di harapkan masyarakat lansia di Gereja Tiberias Konda dapat meningkatkan pengetahuan terkait obat, kepatuhan terhadap terapi, mengurangi resiko efek samping dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup mereka. Kesimpulan yang diperoleh bahwa sosialisasi dan edukasi terkait konsep Dagusibu memiliki potensi dalam meningkatkan penggunaan obat yang rasional pada masyarakat lansia.
Rimpang Etlingera rubroloba A.D. Poulsen sebagai Kandidat Imunostimulator terhadap Fagositosis Makrofag dan Sel CD8 Ilyas Y., Muhammad; Reymon, Reymon; Rasak, Adriatman; Rubak, Bonni; Pascayantri, Asniar; Malik, Fadhliyah; Jabbar, Asriullah; Wahyuni, Wahyuni; Setiawan, La Ode Roni; Halik, Halik; Sahidin, Idin
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i1.52621

Abstract

Etlingera rubroloba A.D. Poulsen merupakan tumbuhan yang digunakan secara tradisional oleh masyarakat Sulawesi Tenggara untuk menjaga kebugaran tubuh dan telah terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan sistem imun bawaan melalui peningkatan ekspresi reseptor sel makrofag (CD14). Namun, pengaruhnya terhadap aktivitas fagositosis makrofag dan kadar sel limfosit T sitotoksik (CD8+) belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bermaksud mengevaluasi ekstrak etanol rimpang E. rubroloba terhadap efek peningkatan fagositosis makrofag dan kadar CD8+ pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar. Sebanyak 24 ekor tikus dibagi enam kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok ekstrak dosis 200, 300, dan 400 mg/kg BB. Ekstrak diberikan secara oral selama tujuh hari, kemudian pada hari kedelapan hewan uji diinfeksi Staphylococcus aureus secara intraperitoneal. Aktivitas fagositosis diamati secara mikroskopik, sedangkan kadar CD8+ diukur menggunakan metode ELISA. Dosis 300 mg/kg BB menghasilkan peningkatan aktivitas fagositosis tertinggi sebesar 77,25% dan kadar CD8+ tertinggi sebesar 650,71 ng/mL, dengan perbedaan bermakna dibandingkan kontrol negatif (p<0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa rimpang E. rubroloba berpotensi dikembangkan sebagai kandidat imunostimulator alami.