Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Genre Heldita Sumbung; Marufi Marufi; Salwah Salwah
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.507 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang melibatkan satu kelas dengan dua objek yaitu siswa lakilaki dan siswa perempuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dan minat belajar matematika siswa laki-laki dan siswa perempuan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII8 SMP Negeri 8 Palopo. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas siswa, tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket minat belajar matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah ui-t. Hasil penilitian ini menemukan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pepecahan masalah matematis antara siswa laki-laki dan siswa perempuan kelas VIII SMP Negeri 8 Palopo setelah diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievment Division (STAD), (2) tidak terdapat perbedaan peningkatan minat belajar matematika antara siswa laki-laki dan siswa perempuan setelah diajarkan dengan model pembelajaran tipe Student Team Achivment Division (STAD).
PROFESSIONAL COMPETENCE: MATHEMATICS CONTENT KNOWLEDGE MAHASISWA CALON GURU PADA MATA KULIAH ANALISIS KURIKULUM MATEMATIKA Salwah Salwah; Nur Wahidin Ashari; Fitriani A
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.458 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yaitu mengamati dan menganalisis fenomena-fenomena tertentu yang terjadi pada subjek yang diteliti. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mathematics content knowledge mahasiswa calon guru yang memprogram mata kuliah analisis kurikulum matematika. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun akademik 2019/2020, pada bulan Oktober-Desember 2019. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang memprogram mata kuliah analisis kurikulum matematika yaitu mahasiswa pada semester lima. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan dokumentasi. Pengetahuan konten matematika (mathematics content knowledge) yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah pengetahuan factual, pengetahuan konseptual, dan pengetahuan prosedural mahasiswa calon guru terhadap materi matematika yang diajarkannyaBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa tidak semua mahasiswa memiliki mathematics content knowledge yang baik. Setiap mahasiswa pasti memiliki kelemahan, apakah kelemahan dipengetahuan faktualnya, konseptualnya, atau dipengetahuan proseduralnya.
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DAN SELF EFFICACY SISWA Dian Safitri; Salwah Salwah; Ma'rufi Ma'rufi
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1756.682 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang melibatkan dua kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Palopo, dengan kriteria pengaruh antara lain: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, (2) self efficacy siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, (3) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional, (4) self efficacy siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik daripada self efficacy siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa (1) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berada pada kategori tinggi, (2) Self efficacy siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berada pada kategori baik, (3) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik dari pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional, (4) Tidak terdapat perbedaan self efficacy siswa antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan kriteria pengaruh pembelajaran dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, tetapi secara signifikan tidak berpengaruh terhadap self efficacy siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Palopo.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF DALAM MNINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP Alda Aliah; Salwah Salwah; Shindy Ekawati
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.549 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian nonequuivalen control group design yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran generatif dan model pembelajaran konvensional. Satuan eksperimen penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 10 Palopo yang ditentukan dengan teknik purposive sampling sehingga terpilih dua kelas. Kelas eksperimen yaitu kelas VII B di ajar dengan model pembelajaran generatif dan kelas kontrol di ajar dengan model pembelajaran konvensional. Data yang dikumpulkan terdiri atas data kemampuan berpikir reflektif matematis siswa, keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian adalah: (1) Kemampuan berpikir reflektif matematis siswa kelas VII SMP Negeri 10 Palopo sebelum di ajar dengan model pembelajaran generatif dan model pembelajaran konvensional berada pada kategori sangat rendah (2) Kemampuan berpikir reflektif matematis siswa kelas VII SMP Negeri 10 Palopo setelah diajar dengan model pembelajaran generatif dan model pembelajaran konvensional berada pada kategori tinggi (3) Kemampuan berpikir reflektif matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran generatif lebih baik daripada yang diajar dengan model pembelajaran konvensional.
DESKRIPSI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS AWAL SISWA DITINJAU DARI HABIT OF STRIVING FOR ACCURACY AND PRECISION Nunung Amalinda; Salwah Salwah
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.33 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan awal berpikir kritis matematis ditinjau dari Habit of Striving for Accuracy and Precision siswa SMP Negeri 2 Bua pada materi bangun ruang sisi datar. Subjek penelitian ini adalah 3 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Bua yang berkategori pengguna, pelajar dan pemula. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Penelitian ini juga digunakan instrumen pendukung yaitu; (1) tes kemampuan awal berpikir kritis matematis, (2) angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis kualitatif dimana peneliti melakukan reduksi terhadap data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis matematis awal siswa dengan kategori pengguna yaitu terletak pada indikator menginterpretasi dan mengevaluasi, kemampuan awal berpikir kritis matematis siswa dengan kategori pelajar yaitu terletak pada indikator menginterpretasi dan menganalisis, dan kemampuan awal berpikir kritis matematis siswa dengan kategori pemula yaitu terletak pada indikator menginterpretasi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP Lisa Ansari; Salwah Salwah; Shindy Ekawati
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.564 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group design yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan menerapkan model kooperatif tipe the power of two. Satuan eksperimen penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Palopo. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Purposive Sampling dan terpilih satu kelas eksperimen yaitu kelas VIII.F dan kelas VIII.E sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two dan kelas kontrol diajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu model pembelajaran discovery learnin. Hasil penelitian ini adalah (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMP Negari 1 Palopo sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two dan model pembelajaran konvensional berada pada kategori sangat rendah; (2) kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMP Negari 1 Palopo setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two berada pada kategori rendah dan model pembelajaran konvensional berada pada kategori sedang; (3) peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional; (4) tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two dan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional.
PENGARUH PENDEKATAN RIGOROUS MATHEMATICAL THINKING (RMT) UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP Miftahul Janna; Salwah Salwah
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.536 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menerapkan pendekatan pembelajaran Rigorous Mathematical Thinking. Satuan eksperimen penelitian ini adalah siswa kelas VIIa SMP Negeri 4 Lamasi yang ditentukan dengan teknik purposive sampling sehingga terpilihlah satu eskperimen yaitu kelas VIIa di ajar dengan pendekatan pembelajaran Rigorous Mathematical Thinking. Data yang dikumpulkan terdiri atas data kemampuan komunikasi, keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas siswa, dan angket respon siswa.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian adalah: (1) Kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 4 Lamasi sebelum diajar dengan menggunakan pendekatan Rigorous Mathematical Thinking berada pada kategori sangat rendah. (2) Kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 4 Lamasi setelah diajar dengan menggunakan pendekatan Rigorous Mathematical Thinking berada pada kategori tinggi. (3) Terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 4 Lamasi setelah diterapkan pendekatan Rigorous Mathematical Thinking.
MODEL PROBLEM BASED LEARNING MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII DITINJAU DARI HABIT OF STRIVING FOR ACCURACY AND PRECISION Nur Wahidin Ashari; Salwah Salwah; Kadek Widiani
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 tahun 2021
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.692 KB) | DOI: 10.30605/proximal.v4i1.505

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan pemahaman konsep matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui model Problem Based Learning dan siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui model konvensional ditinjau dari habit of striving for accuracy and precision, (2) peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui model problem based learning lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui model konvensional, (3) kualitas peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui problem based learning dan siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui model konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIIA dan VIIB SMP Negeri 3 Palopo, pada semester genap tahun ajaran 2019/2020. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII pada sekolah tersebut. Kemampuan kecakapan matematis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam memahami konsep dengan baik. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah Tes kemampuan pemahaman konsep matematis dan Angket Habits of Striving for Accuracy and Precision (HSAP). Teknik analisis data yang digunakan yaitu secara deskriptif dan inferensial dengan uji-t dan anova dua jalur. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) peningkatan pemahaman konsep matematis siswa kelas VII SMP Negeri 3 Palopo yang diajar dengan model pembelajaran PBL lebih baik daripada peningkatan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan model konvensional. Baik secara deskriptif maupun secara inferensial. (2) peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan menggunakan model PBL memiliki kualitas peningkatan yang dikategorikan tinggi, sedangkan kualitas peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis yang diajar dengan model konvensional dikategorikan sedang.
Deskripsi Creative Thinking pada Materi Segitiga dan Segi Empat ditinjau dari Stres Akademik Siswa Rika Nadila; Karmila Karmila; Salwah Salwah`
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Number 1
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.176 KB) | DOI: 10.53696/2964-867X.54

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan creative thinking pada materi segitiga dan segi empat ditinjau dari stres akademik siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Angkona yang terdiri dari 1 siswa dengan tingkat stres akademik kategori tinggi, 1 siswa dengan tingkat stres akademik kategori sedang dan 1 siswa dengan tingkat stres akademik kategori rendah. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Pada penelitian ini juga digunakan instrumen pendukung yaitu: 1) angket stres akademik, 2) tes creative thinking dan 3) pedoman wawancara. Hasil penelitian adalah: 1) siswa dengan stres akademik kategori tinggi (SAT) memiliki kemampuan creative thinking sesuai dengan hasil tes dan wawancara belum memenuhi ketiga indikator creative thinking kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan, 2) siswa dengan stres akademik kategori sedang (SAS) memiliki kemampuan creative thinking sesuai dengan hasil tes dan wawancara hanya menguasai 2 indikator yaitu kefasihan dan fleksibilitas sedangkan indikator kebaruan belum mampu dikuasai, 3) siswa dengan stres akademik kategori rendah (SAR) memiliki kemampuan creative thinking sesuai dengan hasil tes dan wawancara hanya menguasai 1 indikator yaitu kefasihan sedangkan indikator fleksibilitas dan kebaruan belum mampu dikuasai.
Analisis Proses Pemecahan Masalah Siswa Dalam Mensketsa Luas Daerah Di Bawah Kurva Nur Azizah; Salwah Salwah; Muhammad Ikram
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Number 1
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.293 KB) | DOI: 10.53696/2964-867X.56

Abstract

This study aims to analyze the problem solving process of high school students in sketching the integral area under the curve. This research was conducted at SMAN 6 Luwu Timur, South Sulawesi Province. The research method used in this method is a qualitative method using a descriptive approach. The conclusion in this study was that on the engagement indicator it was found that there were students who identified thoroughly and there were also students who only partially identified and there were also students who identified internally. As for the transformation-formulation indicator, it was found that there were students who made initial guesses by using the integral concept first and then guessed the critical points needed to sketch the graph. However, there are also students who make initial guesses by determining the critical points needed to draw the graph first and then in the next guess using the definite integral concept. However, there are also students who only make guesses by guessing critical points by utilizing the available information to sketch graphs. For the implementation indicators, it was found that there were students who formulated the graph first, then created the shaded area of ​​the graph, followed by the calculation phase. Then there are students who only finish at the graph formulation stage making shaded areas on the graph, but do not continue at the calculation phase.