Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PATOGENISITAS CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana (Bals.) PADA HAMA PASCAPANEN Hendrival, Hendrival; Batubara, Fazriani; Munauwar, Muhammad Muaz; Baidhawi, Baidhawi; Putri, Novita Pramahsari; Nurmasyitah, Nurmasyitah
Jurnal Agrotech Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i2.128

Abstract

Sitophilus oryzae dan Tribolium castaneum merupakan hama primer yang menyebabkan kerusakan kuantitas dan kualitas pada bahan pangan dan olahannya di penyimpanan. Pemanfaatan patogen serangga seperti cendawan entomopatogen mempunyai prospek yang baik untuk mengendalikan hama pascapanen. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas cendawan entomopatogen Beauveria bassiana yang menyebabkan infeksi dan mortalitas pada imago S. oryzae dan T. castaneum. Aplikasi suspensi cendawan entomopatogen B. bassiana pada imago S. oryzae dan T. castaneum dengan metode pencelupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan entomopatogen B. bassiana lebih efektif menyebabkan infeksi dan mortalitas pada imago S. oryzae dibandingkan imago T. castaneum. Mortalitas pada imago S. oryzae lebih tinggi terjadi pada dengan pengenceran 10-1 sebesar 91,67%, sedangkan pada imago T. castaneum hanya mencapai 75%. Nilai LT50 pada imago S. oryzae dan T. castaneum pada pengenceran 10-1 lebih singkat yaitu 8,46 dan 9,15 hari daripada pengenceran 10-3. Cendawan entomopatogen B. bassiana memiliki kemampuan untuk mengendalikan hama S. oryzae dan T. castaneum. Informasi ini memberikan prospek yang baik bagi pengendalian hayati pada hama pascapanen lainnya di penyimpanan
Kerentanan Relatif Beras Putih Terhadap Infestasi Hama Kumbang Bubuk Beras Mustikarani, Asri; Hendrival, Hendrival; Usnawiyah, Usnawiyah; Munauwar, Muhammad Muaz; Latifah, Latifah; Putri, Novita Pramahsari
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 20, No 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4052

Abstract

Beras termasuk komoditas pangan masyarakat Indonesia selain jagung dan sorgum. Hama kumbang bubuk termasuk penyebab kerusakan beras di penyimpanan. Kerentanan beras dipengaruhi oleh jumlah F1 dan median waktu perkembangan hama kumbang bubuk. Penelitian bertujuan menentukan kerentanan beras putih terhadap infestasi hama kumbang bubuk beras selama penyimpanan. Jenis beras putih yang digunakan terdiri dari berbagai varietas padi yaitu Ciherang, Mekongga, Cigeulis, Inpari 30, Inpari 32, 42, 44, dan Inpari Sidenuk. Pengujian kerentanan menggunakan metode tanpa uji pilihan. Variabel pengamatan meliputi jumlah F1, median waktu perkembangan, indeks kerentanan, dan susut berat beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan beras tersebut ditentukan oleh jumlah F1, median waktu perkembangan, dan persentase susut berat. Beras dari Varietas Ciherang dan Cieugelis tergolong moderat sampai rentan, sedangkan dari Varietas Inpari 30, 32, 42, 44, Inpari Sidenuk, dan Mekongga tergolong moderat terhadap infestasi S. oryzae selama penyimpanan.
Rekayasa Kehadiran Gulma Dan Dosis Pupuk Fosfor Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai Muaz Munauwar, Muhammad; Baidhawi, Baidhawi; Hendrival, Hendrival; Adnan, Adnan
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiangan gulma diberbagai waktu dan pengaruh pemberian beberapa taraf pupuk fosfor terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah penyiangan gulma 28 hari setelah tanam (HST), 42 HST, (28 dan 42) HST, dan terus menerus. Faktor kedua adalah pemberian pupuk fosfor 0 kg P2O5/ha, 25 kg P2O5/ha, 50 kg P2O5/ha dan 75 kg P2O5/ha. Enam belas kombinasi perlakuan yang didapat diulang sebanyak tiga kali, sehingga didapat empat puluh delapan unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengamatan 30 HST tanaman kedelai tertinggi terdapat pada penyiangan gulma (28 dan 42) HST dan penyiangan terus menerus, sedangkan ukuran tanaman kedelai terendah terdapat pada perlakuan penyiangan gulma 28 HST dan 42 HST. Umur berbunga tercepat terdapat pada 28 HST dan 42 HST, penyiangan gulma terus menerus menyebabkan kedelai menjadi paling akhir berbunga. Umur panen kedelai tercepat terjadi pada penyiangan gulma 28 HST dan 42 HST, sedangkan umur panen terlama terdapat pada perlakuan penyiangan gulma (28 dan 42) HST dan penyiangan gulma terus menerus. Berat biji per tanaman terendah terdapat pada penyiangan gulma 28 HST dan 42 HST, sedangkan berat biji tertinggi terdapat pada penyiangan gulma (28 dan 42) HST dan penyiangan gulma terus menerus.
PENGARUH VARIETAS DAN PEMUPUKAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL KEDELAI (Glycine max) Amin, Adnan; Munauwar, Muhammad Muaz; Bakar, Basri A; Aziz, Abdul; Ismail, Muhammad
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.4686

Abstract

Pengaruh varietas dan pemupukan fosfor terhadap pertumbuhan serta hasil kedelai (Glycine max). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah varietas kedelai (V) : Anjasmoro, Grobogan, Dena 1 dan Dena 2. Faktor kedua adalah pemberian pupuk fosfor : 0 kg P2O5/ha, 20 kg P2O5/ha, 40 kg P2O5/ha dan 60 kg P2O5/ha. Terdapat 16 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan varietas kedelai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi pada umur 15 dan 30 HST, ukuran tertinggi pada 15 dan 30 HST di jumpai pada varietas Dena 1. Varietas kedelai berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, umur berbunga tercepat terdapat pada varietas grobogan, varietas yang paling lama memunculkan bunga adalah dena 2. Varietas kedelai berpengaruh sangat nyata terhadap umur panen, umur panen tercepat adalah varietas grobogan dan umur panen terlama adalah varietas dena 2. Varietas kedelai berpengaruh sangat nyata terhadap berat 100 biji, varietas dena 2 memiliki berat tertinggi sedangkan berat terendah didapati pada varietas dena 1. Varietas kedelai berpengaruh sangat nyata terhadap berat biji pertanaman, berat biji pertanaman tertinggi terdapat pada varietas dena 2, sedangkan yang terendah terdapat pada varietas dena 1 dan grobogan.
Implementasi Algoritma K-Medoid pada Clustering Sayuran Unggulan di Kabupaten Aceh Utara Meiyanti, Rini; Munauwar, Muhammad Muaz; Fitria, Rahma; Aidilof, Hafizh Al Kautsar
TEKNIKA Vol. 19 No. 1 (2025): Teknika Januari 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14378546

Abstract

Klasterisasi tanaman pada kelompok tani adalah proses pengelompokan tanaman berdasarkan karakteristik tertentu, seperti jenis tanaman, musim tanam, atau lokasi geografis, dengan tujuan meningkatkan efisiensi produksi. Kelompok Tani KWT Meugah Raya masih belum mampu melebihi hasil produksi pertanian sayuran di Aceh Utara. Metode data mining dapat mengidentifikasi pola-pola menarik dalam kumpulan data, salah satunya adalah algoritma K-Medoids clustering yang mengelompokkan data berdasarkan kesamaan karakteristik. Cluster terbentuk dengan menghitung sejauh mana kedekatan antara medoid dan objek non-medoids. Data yang digunakan adalah data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021-2023 di Kabupaten Aceh Utara mengumpulkan data dari 5 kategori sayuran dan 4 variabel, meliputi luas panen, produksi, luas tanaman, dan luas penanaman baru. Melalui algoritma K-Medoids, hasil klastering sayuran unggulan menghasilkan pengelompokan potensi ke dalam 3 klaster, yaitu klaster rendah (C1), sedang (C2), dan tinggi (C3) dengan mengumpulkan macam-macam data sayuran yang ditanam oleh masyarakat setempat berupa cabai besar, kacang panjang, kangkung, terong dan tomat. Langkah berikutnya adalah Menentukan nilai titik pusat awal dengan menyusun data berdasarkan urutan dari yang terendah hingga tertinggi pada setiap data variabel, berdasarkan keseluruhan data yang tersedia. Berdasarkan hasil penelitian ini, metode K-Medoids terbukti sangat efektif dalam melakukan clustering pada data hasil panen tanaman hortikultura. Evaluasi kinerja algoritma dilakukan dengan memanfaatkan Davies-Bouldin Index (DBI) sebagai metode evaluasi, dilakukan pengukuran untuk menilai kualitas pengelompokan yang dihasilkan. Setelah proses evaluasi menggunakan DBI selesai, algoritma K-Medoids memperoleh nilai 0,5537744324187953.
Kerusakan Bulir Padi dan Keragaman Parasitoid Telur Hama Walang Sangit di Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Aceh: Damage of Rice Grains and Parasitoid Diversity of Rice Ear Bug Eggsin North Aceh Regency, Aceh Province Hendrival, Hendrival; Irham, Irham; Munauwar, Muhammad Muaz; Putri, Novita Pramahsari; Nurmasyitah, Nurmasyitah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rice ear bug is a potential pest that damages rice grains. This pest damages rice grains when they reach the flowering phase until they are ripe for harvest. Egg parasitoid species can control rice ear bugs in the early stages of life. The research aims to calculate the percentage of attacks by rice ear bugs and explore the diversity of their egg parasitoids in the lowland rice agroecosystem in North Aceh Regency, Aceh Province. Purposive random sampling was used to determine the sampling location. Observations and sampling were carried out based on the stages of rice grain maturity, namely milk stage of rice (63–70 days), yellow-ripe (71–77 days), full ripe (78–84 days), and harvest ripe (85–91 days). Egg sampling was carried out in each sample plot of 50 groups of eggs. The results showed that damage to rice grains at all stages of grain maturity was relatively light, namely 0.6–17.6%. There were two species of egg parasitoids found, namely Hadronotus leptocorisae (Scelionidae) and Ooencyrtus malayensis (Encyrtidae). The species diversity index was low, while the species evenness index was high. The H. leptocorisae species is one of the dominant egg parasitoids with parasitization levels reaching > 50% at the milky and yellow-ripe stages
Kerentanan Varietas Jagung Terhadap Sitophilus zeamais Motschulsky Hendrival, Hendrival; Mirzawati, Mirzawati; Dewi Safitri, Triana; Pramahsari Putri, Novita; Latifah, Latifah; Munauwar, Muhammad Muaz; baidhawi, baidhawi
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.19578

Abstract

Penelitian kerentanan relatif tujuh varietas jagung terhadap serangan kumbang jagung, Sitophilus zeamais Motschulsky dilakukan pada kondisi suhu 30-32 0C dan RH 70-75%. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap dengan tiga kali ulangan. Jumlah F1, median waktu perkembangan, indeks kerentanan, kerusakan, dan daya kecambah benih ditentukan setelah masa penyimpanan tiga bulan. Indeks kerentanan ditentukan menggunakan rumus Dobie dan varietas diklasifikasikan ke dalam kelompok kerentanan yang berbeda. Secara umum, Varietas Anoman, Lamuru, Bisma, Sukmaraga, Srikandi Kuning, dan Jakarin tergolong moderat, kecuali Varietas Provit A1 yang tergolong moderat-rentan terhadap hama S. zeamais. Jumlah F1 dan kerusakan benih memiliki hubungan positif dengan kerentanan varietas, median periode perkembangan median dan daya kecambah benih setelah infestasi memiliki hubungan negatif dengan kerentanan pada jagung.
TOKSISITAS TUNGGAL DAN CAMPURAN SERBUK DAUN PEPAYA DAN BIDURI TERHADAP KEONG MAS Hendrival Hendrival; Ami Safriyanur; Hafifah Hafifiah; Muhammad Muaz Munauwar; Baidhawi Baidhawi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.5537

Abstract

Keong mas atau Pomacea canaliculata (Lamarck) (Gastropoda: Ampullariidae) merupakan hama utama pada tanaman padi di Indonesia. Penggunaan serbuk daun pepaya (Carica papaya) dan biduri (Calotropis gigantea) dan dapat dijadikan sebagai moluskisida nabati alternatif untuk mengendalikan hama keong mas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui toksisitas tunggal dari serbuk daun pepaya dan biduri serta toksisitas campuran kedua serbuk tersebut pada dua macam perbandingan konsentrasi tehadap keong mas. Metode pengujian meliputi pengujian toksisitas secara tunggal dan campuran. Pengamatan mortalitas keong mas sejak 4–48 jam setelah aplikasi bahan moluskisida nabati. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi secara tunggal dan campuran dari serbuk daun pepaya dan serbuk daun biduri dapat menyebabkan kematian terhadap keong mas. Serbuk daun pepaya memiliki toksisitas lebih tinggi dibandingkan dengan serbuk daun biduri pada keong mas. Aplikasi campuran serbuk daun pepaya dan biduri lebih beracun dibandingkan aplikasi secara tunggal. Aplikasi campuran serbuk daun pepaya dan serbuk daun biduri dengan nisbah konsentrasi 2:1 lebih beracun dibandingkan dengan nisbah konsentrasi 1:2 terhadap hama keong mas. Berdasarkan indeks kombinasi diketahui bahwa campuran serbuk daun pepaya dan serbuk daun biduri dengan nisbah konsentrasi 1:2 dan 2:1 bersifat aditif, sinergistik lemah dan sinergistik kuat. Serbuk daun pepaya dan biduri serta campurannya berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai moluskisida nabati untuk mengendalikan keong mas
PEMANFAATAN TRICHODERMA SP PADA TANAMAN BAWANG MERAH DENGAN BENIH TRUE SHALLOT SEED (TSS) VARIETAS SANGREN DI DESA AWE KECAMATANSYAMTALIRA ARON KABUPATEN ACEH UTARA: Pertanian MUHAMMAD MUAZ MUNAUWAR; Nurmasyitoh, Nurmasyitoh; Sudirman, Sudirman; Hendrival, Hendrival
Jurnal Nauli Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jurnal nauli.v2i3.1147

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah dibudidayakan oleh petani secara intensif. Komoditas ini juga merupakan sumber pendapatan dan kesempatan kerja yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi wilayah. Karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, maka budidaya bawang merah telah menyebar di hampir semua provinsi di Indonesia. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini ialah untuk mengenalkan penggunaan Trichodermasp.dan Tanaman Bawang merah TSS(True Shallot Seed) dengan cara pembuatan demplot budidaya bawang merah di Desa Awe Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh, penerapan teknologi budidaya tersebut dapat menekan perkembangan penyakit pada bawang merah, disamping itu kegiatan ini juga merupakan bentuk partisipasi akademisi kampus dan penyuluh pertanian dalam penyediaan sumber pangan dan gizi keluarga.
Edukasi dan Pendampingan Program Pengendalian Hama Terpadu Bagi Kelompok Tani Padi Sawah Guna Peningkatan Produksi Hendrival, Hendrival; Baidhawi, Baidhawi; Latifah, Latifah; Munauwar, Muhammad Muaz; Putri, Novita Pramahsari
Surya Abdimas Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v9i3.5615

Abstract

Penurunan produksi padi disebabkan oleh gangguan hama seperti hama. Program pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi dan pendampingan program Pengendalian Hama Terpadu bagi kelompok tani berdampak terhadap penurunan kerusakan tanaman padi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu (1) Memberikan pengetahuan bagi petani dan penyuluh mitra berkaitan dengan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) serta peningkatan produktivitas usaha tani petani mitra. (2) Memberikan motivasi petani dan penyuluh tentang beragam teknologi pengendalian hama secara berkelompok sehingga pendapatan petani. (3) Membimbing petani dan penyluh tentang pemantauan dan pengambilan keputusan pengendalian hama serta pengenalan kombinasi teknologi pengendalian terhadap hama berdasarkan keadaan agroekosistem. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama sembilan bulan dari Agustus-September 2024 di desa Paya Gaboh, kecamatan Sawang, kabupaten Aceh Utara, dengan melibatkan secara langsung petani dan penyuluh. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan dua cara yaitu penyuluhan dan kegiatan percontohan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan dampak positif bagi kelompok tani padi sawah. Petani telah memiliki keterampilan dalam identifikasi, penanganan, dan pengendalian hama pada tanaman padi secara terpadu. Petani yang bergabung dalam kelompok tani sudah melakukan tindakan pengendalian secara lebih intensif, serta telah mengenal dan mengetahui ekologi dan umur tanaman padi yang rentan terhadap kerusakan oleh hama. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan kelompok tani tentang pengendalian terpadu pada hama diharapkan dapat mengatasi permasalahan budidayaya tanaman padi dan meningkatnya produksi padi.