Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kerusakan Bulir Padi dan Keragaman Parasitoid Telur Hama Walang Sangit di Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Aceh: Damage of Rice Grains and Parasitoid Diversity of Rice Ear Bug Eggsin North Aceh Regency, Aceh Province Hendrival Hendrival; Irham Irham; Muhammad Muaz Munauwar; Novita Pramahsari Putri; Nurmasyitah Nurmasyitah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 2 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rice ear bug is a potential pest that damages rice grains. This pest damages rice grains when they reach the flowering phase until they are ripe for harvest. Egg parasitoid species can control rice ear bugs in the early stages of life. The research aims to calculate the percentage of attacks by rice ear bugs and explore the diversity of their egg parasitoids in the lowland rice agroecosystem in North Aceh Regency, Aceh Province. Purposive random sampling was used to determine the sampling location. Observations and sampling were carried out based on the stages of rice grain maturity, namely milk stage of rice (63–70 days), yellow-ripe (71–77 days), full ripe (78–84 days), and harvest ripe (85–91 days). Egg sampling was carried out in each sample plot of 50 groups of eggs. The results showed that damage to rice grains at all stages of grain maturity was relatively light, namely 0.6–17.6%. There were two species of egg parasitoids found, namely Hadronotus leptocorisae (Scelionidae) and Ooencyrtus malayensis (Encyrtidae). The species diversity index was low, while the species evenness index was high. The H. leptocorisae species is one of the dominant egg parasitoids with parasitization levels reaching > 50% at the milky and yellow-ripe stages
Efektivitas Waktu Penyiangan dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Gulma dan Produksi Tanaman Terung Ungu Varietas Antaboga (Solanum melongena L.) Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Baidhawi, Baidhawi; Munauwar, Muhammad Muaz; Hendrival, Hendrival; Latifah, Latifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil tanaman terung (Solanum melongena L.) salah satunya disebabkan oleh gulma. Salah satu cara mengatasi populasi gulma yaitu dengan cara waktu penyiangan dan penggunaan jarak tanam yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan gulma dan produksi tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Alue Bili, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, dari Desember hingga Maret 2025. Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama, yaitu waktu penyiangan, terdiri dari (H0) bersih total, (H1) 14, 28, dan 42 HST, dan (H2) 28 dan 42 HST. Faktor kedua yaitu jarak tanam (J1) 30 x 30 cm dan (J2) 40 x 30 cm. Parameter yang diamati berupa persentase penutupan gulma, berat kering gulma, tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah buah dan berat buah. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan waktu penyiangan secara tunggal berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering gulma umur 28 HST, persentase penutupan gulma pada semua umur pengamatan dan jumlah daun pada umur 35 HST, dan berpengaruh nyata pada peubah berat kering tanaman umur 42 HST dan tinggi tanaman pada umur 28 dan 35 HST. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan penyiangan 14, 28, dan 42 HST. Perlakuan jarak tanam tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada semua peubah yang diamati. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan waktu penyiangan dan jarak tanam pada semua peubah yang diamati.
Pengaruh Herbisida Tunggal Dan Campuran Terhadap Keragaman Komposisi Gulma Di Perkebunan Kelapa Sawit PTPN IV REGIONAL 1 Kebun Tanah Raja Kabupaten Serdang Bedagai Harianti1, Rizka Dwi; Munauwar, Muhammad Muaz; Putri, Novita Pramahsari; Hendrival, Hendrival; Baidhawi, Baidhawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh penggunaan herbisida tunggal dan campuran terhadap keragaman serta komposisi gulma di perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Afdeling III PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja, Kabupaten Serdang Bedagai. Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya kelapa sawit karena dapat mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis gulma, menganalisis tingkat dominansi dan keanekaragaman vegetasi gulma, serta membandingkan perbedaan jenis gulma antara penggunaan herbisida tunggal dan campuran. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik purposive sampling menggunakan metode kuadrat. Pengamatan dilakukan pada 30 plot berukuran 100 cm × 100 cm, masing-masing 15 plot pada lahan dengan herbisida tunggal dan 15 plot pada herbisida campuran. Variabel yang diamati meliputi jenis gulma, indeks dominansi, indeks kesamaan, indeks keanekaragaman (H’), dan indeks kemerataan (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kesamaan (IS) sebesar 37,03%, yang mengindikasikan bahwa komunitas gulma pada kedua perlakuan memiliki tingkat kesamaan yang rendah. Indeks keanekaragaman (H’) pada herbisida tunggal sebesar 1,92 dan pada herbisida campuran sebesar 2,21, yang menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang. Sementara itu, indeks kemerataan (E) sebesar 0,75 pada herbisida tunggal dan 0,83 pada herbisida campuran, yang berarti distribusi individu gulma relatif merata di kedua lokasi. Secara umum, penggunaan herbisida campuran cenderung menghasilkan keanekaragaman dan kemerataan gulma yang lebih tinggi dibandingkan herbisida tunggal