Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Reducing Cognitive Bias of Pre-Service History Teachers through Augmented Reality Elfa Michellia Karima; Nurlizawati Nurlizawati; Firza Firza; Nur Fatah Abidin; Yusuf Ibrahim
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.8.1.2222

Abstract

Cognitive biases can be problematic and dangerous in history learning. This study aimed to identify the extent to which the independent variables of the case study method and augmented reality influence the dependent variables, as well as evaluate the strength and direction of the relationship between these variables in reducing the cognitive biases of pre-service history teachers. The method used is multiple linear regression to identify the extent to which the application of the case method and the use of augmented reality in learning affect the dependent variable under study. The results showed that augmented reality contributed to the understanding of the history of prospective pre-service history teachers more than the case study method. The effect of the case study method was 7.6% on historical knowledge, and augmented reality media had a 13.9% effect on historical experience. Lecturers can use augmented reality in learning for prospective pre-service history teachers to increase student understanding of history learning material and reduce cognitive biases. This research has implications for using technology and digitalization in history learning for prospective pre-service history teachers to understand history, conceptions, and past events and reduce bias. Understanding history is essential for prospective pre-service history teachers. Prospective pre-service history teachers must also understand a historical event broadly and from various perspectives. Technology-based learning in history learning is one of the right ways to avoid cognitive bias.
Pelatihan Pemandu Agrowisata Berbasis Sapta Pesona Untuk Peningkatan Kompetensi Pokdarwis Nagari Kampung Batu Dalam Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok Nurlizawati Nurlizawati; Mira Hasti Hasmira; Lia Amelia; Delmira Syafrini; Dendy Marta Putra
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i4.625

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kelompok sadar wisata dalam memandu wisata yang berbasis Sapta Pesona. Potensi agrowisata yang ada di Nagari Kampung Batu Dalam sangat potensial jika dikembangakan dengan baik. Salah satunya adalah dengan peran pemandu wisata yang kompeten akan memberikan nilai lebih bagi turis dalam mengedukasi turis untuk memahami potensi-potensi wisata di Nagari Kampung Batu Dalam. Masalah yang ada dimasyarakat Nagari Kampung Batu Dalam ini masih banyak lokasi-lokasi wisata yang belum terkelola dengan baik, padahal memiliki daya jual yang tinggi dari segi keindahan danau Talang, dan Kawasan hutan yang asri untuk wisatawan. Selain itu ini juga disebabkan oleh masyarakat Nagari Kampung Batu Dalam yang belum memiliki menyadari potensi ini. Seperti betapa pentingnya peran tourguide dalam mempromo wisata kepada turis, dengan pengenalan yang baik tentang wisata yang ada di Nagari Kampung Batu Dalam, akan menambah daya tarik wisataan ke Nagari Kampung Batu Dalam. Permasalahan ini memiliki solusi dengan cara menyadarkan masyarakat tentang betapa pentingnya Kawasan wisata di Nagari Kampung Batu Dalam dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Penerapan Program Kemitraan Masyarakat PKM dilakukan di Nagari Kampung Batu Dalam ini berupa memberikan edukasi terutama pada kelompok sadar wisata (Kopdarwis) agar masyarakat menajadi sadar terhadap potensi-potensi wisata yang mereka miliki. Metode pengumpulan data dalam pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan penyebaran angket. Motode pelaksanakan kegiatan ini pertama dengan sosialisasi peningkatan ketarmpilan menjadi tourguide dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada di Nagari Kampung Batu Dalam, kedua memberikan pelatihan pembuatan panduan tourguide yang professional pada kelompok sadar wisata (Kopdarwis). Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan pemahaman siswa dalam memahami potensi wisata yang ada di Nagari Kampung Batu Dalam.
Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Berbantuan Aplikasi Kahoot Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI SMA Negeri 6 Solok Safira, Nia; Nurlizawati, Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.208

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar di SMAN 6 Solok Selatan khususnya di kelas XI IPS I. Upaya yang tepat untuk mengatasi masalah hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw berbantuan aplikasi kahoot. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran sosiologi selama proses pembelajaran menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw berbantuan aplikasi kahoot. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan di lakukan pada kelas XI IPS I. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi, tes, wawancara dan dokumentasi yang dianalisis dengan membandingkan presentase ketuntasan belajar. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori konstruktivisme dari vygosky dan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Setelah penerapan model dan media tersebut meningkat pada siklus I sebesar 50,82%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 80,5%. Dengan demikian, data hasil peningkatan hasil belajar siswa akan dilihat melalui pretest dan posttest dari siklus 1 ke siklus 2 dalam 4 kali pertemuan. Setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw berbantuan aplikasi kahoot dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Berbasis Diferensiasi Terhadap Hasil Belajar Sosiologi Siswa Fase E di SMAN 1 Solok Selatan Yani, Aisah Firi; Nurlizawati, Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.209

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation berbasis diferensiasi siswa Fase E SMAN 1 Solok Selatan. Jenis penilitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasi eksperimen. Jenis rancangan yang digunakan Post Tes tanpa Pre Tes (Post Test Only Control Design). Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu model pembelajaran group investigation berbasis diferensiasi variabel terikat. Hasil belajar variabel bebas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 (kelas eksperimen dan kontrol masing-masing berjumlah 36 orang), yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dalam penelitian ini adalah hasil belajar sosiologi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan objektif dan analisis data pada penelitian ini adalah skor dari hasil tes siswa yang diperoleh dengan metode konvensional dan model pembelajaran group investigation berbasis berdiferensiasi. Hasil penelitian ini ada tiga. Pertama, hasil belajar Sosiologi siswa kelas Fase E Solok Selatan tanpa menggunakan model pembelajaran group investigation berbasis diferensiasi memperoleh nilai rata-rata 74 dengan kualifikasi 66-75% yaitu lebih dari cukup (LdC). Kedua, hasil belajar Sosiologi siswa kelas Fase E Solok Selatan menggunakan model pembelajaran group investigation berbasis difensiasi memperoleh nilai rata-rata 88 dengan kualifikasi 86-95% yaitu baik sekali (BS). Ketiga, berdasarkan uji-t yang dilakukan terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran group investigation berbasis difensiasi terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas Fase E SMAN 1 Solok Selatan thitung > t tabel (7,53>1,671) dengan demikian H1 diterima karena th > tt.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Ular Tangga dalam Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Sosiologi Fase E di SMA Negeri 8 Padang Rahmaddani, Silvina; Nurlizawati, Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.213

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar fase E di SMA Negeri 8 Padang pada mata pelajaran sosiologi. hal ini diduga disebabkan karena media pembelajaran yang kurang bervariasi dan model pembelajaran yang diterapkan juga masih menggunakan model pembelajaran konvensional dengan metode ceramah, sehingga membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Kondisi pembelajaran yang seperti ini menunjukan bahwa metode ceramah kurang efektif pada pembelajaran. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan ular tangga dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran sosiologi fase E di SMA Negeri 8 Padang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar observasi, tes, wawancara dan dokumentasi yang dianalisis dengan membandingkan presentase ketuntasan hasil belajar siswa fase E7. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kognitif Jean Piaget. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan ular tangga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan terjadi pada setiap siklus, peningkatan terjadi dari pra tindakan dengan hasil belajar siswa 50,28%, setelah dilakukannya siklus I meningkat menjasi 68,85%, namun belum mencapai nilai minimum pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan menjasi 77,42%. Sehingga dapat disimpulkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan ular tangga dapat meningkatkan hasil belajar siswa fase E7 di SMA Negeri 8 Padang Tahun ajaran 2023/2024 dengan menggunakan materi interaksi sosial.
Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning dengan Metode Debat Terhadap Kemampuan Critical Thinking dalam Pembelajaran Sosiologi di SMAN 12 Padang Revitasari, Revitasari; Nurlizawati, Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.220

Abstract

Pembelajaran sosiologi melibatkan studi tentang masyarakat, budaya dan interaksi sosial, dalam proses ini terdapat beragam prespektif dan teori yang berbeda. Critical thinking penting untuk dimiliki siswa karna dengan memiliki kemampuan critical thinking siswa dapat memahami perspektif-perspektif ini dengan lebih baik, mengevaluasi kelebihan dan kelemahan masing-masing, serta menyimpulkan secara kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning yang dikombinasikan dengan metode debat terhadap kemampuan critical thinking siswa dalam pembelajaran sosiologi di SMAN 12 Padang, yang dianalisis dengan menggunakan teori pembelajaran bermakna oleh David P. Ausubel. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen, dengan desain nonequivalent control group design. Teknik pengambilan data meliputi observasi, tes dan studi dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan critical thinking siswa di kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan metode debat. Peningkatan ini terlihat pada kelas eksperimen, di mana sebelum perlakuan rata-rata 46,66 meningkat menjadi 80,18 setelah diberi perlakuan. Peningkatan kemampuan critical thinking ini karena siswa tidak hanya belajar untuk menyerap informasi, tetapi juga menghubungkan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi tersebut secara bermakna.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantu Quizizz dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI IPS 2 SMAN 1 Lubuk Sikaping Rizani, Nurul Kartika; Nurlizawati, Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.226

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sosiologi di SMAN 1 Lubuk Sikaping khususnya kelas XI IPS 2. Upaya yang tepat untuk mengatasi masalah keaktifan belajar siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe teams games tournament berbantuan quizizz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Lubuk Sikaping pada pembelajaran sosiologi, dengan menerapkan cooperative learning tipe teams games tournament berbantuan quizizz tahun ajaran 2023/2024. Teori yang digunakan yakni teori kognitif belajar bermakna (meaningful learning) yang sejalan dengan judul penelitian dimana mengharapkan memberikan kebermaknaan dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajran yang baru dan interaktif. Penelitian ini termasuk penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Lubuk Sikaping, desain penelitiannya yakni Tindakan kelas dari Mc Taggart, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan model cooperative learning tipe teams games tournament berbantuan quizizz dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa di kelas. Setelah penerapan model dan media tersebut meningkat pada siklus I sebesar 40,61%. Kemudian pada siklus II meningkat menjadi 81,02%. Hasil penelitian ini mengkategorikan siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Lubuk Sikaping dengan penerapan model cooperative learning tipe teams games tournament berbantuan quizizz dikatakan tinggi.
Strategi SMA Negeri 3 Padang Mempertahankan Prestasi Akademik Peserta Didik Pada Sistem Zonasi PPDB Irvandi, Muhammad Fachri; Nurlizawati, Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.243

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti dalam melihat implementasi zonasi bertujuan untuk pemerataan pendidikan namun kebijakan ini berdampak kurang baik. Tujuan penelitian disini yaitu mendeskripsikan strategi SMA Negeri 3 Padang dalam mempertahankan prestasi akademik peserta didik pada sistem zonasi ppdb. Teori yang dipakai dalam penelitian ini yaitu Teori struktural-fungsional Talcott Parsons. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus intrinsik. Teknik pemilihan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 20 informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi non partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Keabsahan data yang dilakukan dengan cara triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rendahnya kualifikasi peserta didik dan terjadinya Culture gap guru dalam PBM membuat tersebut merupakan kesulitan yang dihadapi oleh guru dan sekolah. Oleh sebab itu, strategi yang digunakan untuk mempertahankan prestasi akademik peserta didik pada sistem zonasi PPDB, yaitu, (1) Study Club Sebagai Wadah meningkatkan prestasi akademik (2) Implementasi pembelajaran Reward dan Punisment(3) Pemberdayaan Guru (lokal karya, workshop, seminar, dan lainnya).
PERAN MAHASISWA KUKERTA UNIVERSITAS RIAU 2024 DALAM MEMAKSIMALKAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHA MIE BANDUNG OLEH IBU-IBU PKK DESA SEGOMENG Prasetyo, Jaka; Claudya, Ananta Eda; Nurlizawati, Nurlizawati; Husna , Nisa Ul; Foulo, Dastin; Fitri, Fathia Desiana; Yulianti, Ulva; Mardiah, Mardiah; Andrian, Dival Arif; Saputra, Ridwan; Suyanto, Suyanto
Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie Bandung merupakan produk kuliner yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui upaya kewirausahaan yang terstruktur. Di Desa Segomeng, ibu-ibu PKK berperan penting dalam mengelola usaha ini, namun keterbatasan dalam kompetensi kewirausahaan seringkali menjadi hambatan dalam peningkatan produktivitas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memaksimalkan kompetensi kewirausahaan ibu-ibu PKK melalui pelatihan yang berfokus pada manajemen usaha, inovasi produk, dan strategi pemasaran. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 6 dan 8 Agustus 2024 di Desa Segomeng, dengan metode yang meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, serta pelatihan praktis dalam pengolahan dan diversifikasi produk Mie Bandung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK lebih dari 80% dalam mengelola usaha Mie Bandung secara lebih efektif dan inovatif. Namun, tantangan dalam adaptasi terhadap proses baru dan kompleksitas diversifikasi produk tetap menjadi kendala yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Pembangunan Pariwisata di Sekitar Slum Area Perkotaan:Dari Marginalisasi Menuju Transformasi Delmira Syafrini; Nurlizawati Nurlizawati; Wirdanengsih Wirdanengsih; Bunga Dinda Permata
Jurnal Kawistara Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.78942

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pengembangan pariwisata yang dilakukan di sekitar kawasan Slum Area perkotaan, serta dampaknya terhadap transformasi kawasan dan komunitas lokal, dengan studi kasus kawasan pemukiman kumuh yang dihuni komunitas Nelayan di Pantai Purus Kota Padang. Hal ini menarik, karena kawasan di sekitar Pantai Purus dulunya diidentikkan dengan slum area yang dihuni oleh komunitas nelayan dengan streotipe yang negative, namun saat ini tumbuh menjadi lokasi pariwisata pantai andalan Kota Padang, bahkan nelayan menjadi bagian penting pembentuk dayatarik dan sense of place dalam pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan tipe studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati proses interaksi yang terjadi antara penduduk lokal dengan wisatawan, serta mengamati bagaimana mereka terlibat dalam berbagai aktivitas wisata. Sementara itu wawancara dilakukan dengan 22 informan, yang berasal dari berbagai kalangan, seperti pengambil kebijakan, komunitas yang tinggal di sekitar pantai, pedagang dan wisatawan  untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan pariwisata, yang berdampak pada transformasi kawasan dan komunitas yang tinggal di sekitar Pantai Purus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata telah mengubah kawasan ini, dari kawasan yang kumuh yang dihindari menjadi lokasi yang dikunjungi. Nelayan yang dulunya merasa menjadi kelompok yang menolak pembangunan pariwisata karena menjadi kelompok marginal, namun saat ini bertranformasi menjadi komunitas pendukung pariwisita. Pariwisata tidak hanya mengubah ruang dan fisik kawasan tetapi juga kehidupan sosial ekonomi dan budaya komunitas nelayan yang tinggal di sekitar kawasan.