Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Kendala dalam Pelaksanaan Sistem Pembelajaran Moving Class pada Siswa Kelas XI SMAN 7 Padang Riva Fitri Kurnia; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 4 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i4.407

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sistem pembelajaran moving class yang baru diterapkan di SMAN 7 Padang pada tahun ajaran 2023/2024. Terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan sistem pembelajaran moving class di sekolah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu bagaimana pelaksanan sistem pembelajaran moving class di SMAN 7 Padang. Tujuan penelitian disini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan sistem pembelajaran moving class di SMAN 7 Padang. Teori yang di gunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori struktural fungsional oleh Talcot Parsons dengan skema AGIL. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling, kriteria dalam penelitian ini sudah diketahui oleh peneliti dengan pertimbangan informan yaitu anggota masyarakat SMAN 7 Padang yang paling mengetahui tentang masalah yang akan diteliti oleh peneliti dengan jumlah informan 15 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan secara tatap muka dan studi dokumentasi. Keabsahan data yang dilakukan dengan menggunakan triangulasi data sumber dan teknik. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis interaktif oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian berdasarkan wawancara dan observasi yang peneliti lakukan dengan pedoman yang telah dibuat serta ditujukan kepada wakil kurikulum, guru mata pelajaran moving class dan siswa siswi moving class terkait kendala dalam pelaksanaan sistem pembelajaran moving class di SMAN 7 Padang dapat disimpulkan bahwa masih terdapat kendala dalam pelaksanaan sistem pembelajaran moving class. Diantaranya ruang kelas belum sepenuhnya ditata sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu ruang kelas belum sepenuhnya ditata sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu, kelengkapan sarana dan prasarana yang masih belum terpenuhi secara menyeluruh, konsentrasi siswa terganggu, banyak siswa yang memilih untuk berlama-lama di luar kelas dibanding segera memasuki kelas tujuan.
Strategi Mewujudkan Gerakan Sekolah Sehat Jiwa di SMAN 1 Lareh Sago Halaban Annisa Nabila Sujarman; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 4 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i4.408

Abstract

Penelitian ini menjelaskan strategi mewujudkan sekolah sehat dengan fokus sehat jiwa di SMAN 1 Lareh Sago Halaban. Penelitian ini penting untuk diteliti karena sekolah ini merupakan satu-satunya Sekolah Menengah Atas di Kabupaten 50 Kota yang menjadi Sekolah Sehat, serta 20% anak di SMAN 1 Lareh Sago Halaban mengalami broken home yang berpengaruh kepada kesehatan jiwa mereka. Teori yang digunakan untuk menganalisis ialah teori struktural fungsional oleh Talcott Parson dengan skema AGIL. Metode penelitian yaitu kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan memakai teknik purposive sampling dengan jumlah informan 21 orang, dengan kriteria terlibat dalam program Gerakan Sekolah Sehat dengan fokus sehat jiwa. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan strategi Gerakan Sekolah Sehat Jiwa, terbagi menjadi dua bagian. Pertama, dalam proses pembelajaran, yaitu: 1) habituation dalam berdoa, 2) tinjauan perkembangan mental peserta didik, 3) pemetaan siswa sesuai kemampuan. Kedua, program inti sehat jiwa, yaitu: 1) pewajiban ekstrakurikuler, 2) pengoptimalisasi sosialisasi NAPZA, bullying, pemanfaatan internet, mental health, dan peran keluarga, 3) kerja sama dengan stakeholder, 4) pembentukan tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), 5) kampanye anti bullying, 6) mengaktifkan Pusat Konseling Kesehatan Remaja (PKKR). Strategi ini merupakan sebuah penyesuain yang selaras dengan tujuan program dengan melibatkan berbagai pihak, serta pemeliharaan pola agar program tetap berjalan dengan semestinya.
Efektivitas Metode SQ3R dalam Meningkatkan Higher Order Thinking Skill pada Mata Pelajaran Sosiologi Laili Ummatul Khairo; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 4 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i4.411

Abstract

Permasalahan yang sering dialami peserta didik kesulitan menganalisis informasi pada bacaan secara mendalam, sehingga peserta didik tidak dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode pembelajaran Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R) dalam meningkatkan kemampuan Higher Order Thinking Skill (HOTS) peserta didik fase F pada mata pelajaran Sosiologi di SMAN 1 Padang Ganting. Metode SQ3R dipilih karena mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami materi secara dan sistematis, sehingga diharapkan dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen tipe desain quasi eksperimen nonequivalent control group dengan populasi penelitian 65 peseta didik, terdiri atas kelas eksperimen F (32 peserta didik) dan kelas kontrol F4 (33 peserta didik). Teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling yaitu seluruh populasi menjadi sampel penelitian. Instrumen penelitian berupa 25 soal HOTS yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Hasil uji prasyarat dengan bantuan SPSS versi 16 menunjukkan seluruh data berdistribusi normal berdasarkan uji Kolmogrov Smirnov, dengan nilai signifikansi pre-test dan post-test kelas eksperimen sebesar 0,200 dan 0,200 dan kelas kontrol sebesar 0,200 dan 0,094 (Sig. > 0,05). Uji homogenitas varians menggunakan menggunakan Levene’s Statistic menunjukkan hasil homogen dengan nilai signifikansi sebesar 0,280 (Sig. > 0,05), setelah memenuhi uji prasyarat lalu dapat dilakukan analisis parametrik. Uji hipotesis menggunakan Independent t-Test menunjukkan nilai signifikan 0,000 (< 0,05), dengan rata-rata post-test kelas eksperimen 70,24 dan kontrol 49,94, menandakan adanya perbedaan signifikan. Hal ini dapat disimpulkan metode SQ3R efektif meningkatkan HOTS peseta didik dengan kemampuan peserta didik lebih baik dalam menganalisis (C4) dan mengevaluasi (C5). Metode ini direkomendasikan bagi guru guna menumbuhkan keterampilan analitis dan evaluatif, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan model pembelajaran berbasis literasi dalam Sosiologi.
Pengaruh Faktor Pendidikan Terhadap Struktur Pengangguran di Kota Padang: Perspektif Pendidikan Sosiologi Putri Rahma Dani; Niswani Rahmi; Delmira Syafrini; Nurlizawati Nurlizawati
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendidikan mempengaruhi pengangguran di Kota Padang. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena tingkat pendidikan memiliki kontribusi penting dalam menentukan bekal individu untuk memasuki dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk menggali informasi dan mendapatkan data yang valid terkait dengan masalah yang sedang diteliti, observasi dilakukan untuk mengamati langsung kondisi sosial informan, dan studi dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data dengan cara memotret situasi di lapangan. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah informan penelitian 3 informan yang terdiri dari masyarakat dengan kriteria informan individu yang berada di daerah observasi tersebut. Teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan pendidikan rendah lebih sulit mendapatkan pekerjaan. Selain itu, banyak lulusan bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan jurusan yang mereka pelajari. Hal ini menyebabkan persaingan kerja semakin ketat sehingga mendapatkan pekerjaan menjadi lebih sulit dan menunjukkan bahwa sistem pendidikan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, pendidikan perlu disesuaikan dengan perkembangan lapangan kerja, agar lulusan lebih siap dan angka pengangguran bisa berkurang.
Peningkatan Kemampuan Nagari Tanjung Pondok dalam Penggunaan Datafikasi Pendidikan Penunjang SDGs 2030 Junaidi Junaidi; Ika Sandra; Hendrik Heri Sandi; Nurlizawati Nurlizawati; Revitasari Revitasari; Fauzi Ramadhan; Rama Arya Kurniawan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1088

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah rencana global dalam mencapai kehidupan yang berkelanjutan seperti mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan terciptanya pendidikan berkualitas. Salah satu tujuan SDGs adalah memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil. Indonesia mendukung tujuan ini melalui agenda Pendidikan Berkualitas, yang memiliki urgensi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, kurangnya kecakapan perangkat Nagari dalam memanfaatkan teknologi menjadi kendala. Meski UU No. 6 tahun 2014 mengamanatkan penggunaan sistem informasi desa berbasis IT, ketidakmampuan perangkat Nagari mengancam pembangunan. Solusi dari permasalahan ini adalah internalisasi datafikasi kepada perangkat Nagari melalui program komprehensif yang dirancang tim pengabdian melalui PPNB yang bertempat di Nagari Tanjung Pondok Tapan, Kab Pesisir Selatan. Belum adanya penggunaan sistem informasi berbasis IT di Nagari Tanjung Pondok menjadi alasan tim melakukan pengabdian di Nagari tersebut. Datafikasi sendiri merupakan proses pengubahan informasi, kegiatan, dan aktivitas pendidikan menjadi data yang dapat diukur dan dianalisis. Hasil analisis ini akan dijadikan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pendidikan oleh pemerintah guna meningkatkan kualitas pendidikan. Sehingga tujuan dalam pengabdian ini adalah mengenalkan konsep datafikasi kepada perangkat Nagari Tanjung Pondok melalui sosialisasi dan pelatihan. Selain itu Pre-Post test juga digunakan dalam mengukur tingkat pemahaman perangkat Nagari sebelum dan setelah sosialisasi dilaksanakan. Hasil dari pre-post test di dapatkan persentase sebesar 71% peningkatan pemahaman datafikasi oleh perangkat Nagari. Ini mengindikasikan bahwa perangkat Nagari sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai datafikasi.
Pendampingan Penyusunan Modul P5 Pembelajaran Berdiferensiasi dan Asesmen pada Kurikulum Mardeka mewujudkan Quality Educations (SDGS) di SMA Negeri 1 Basa Ampek Balai Nurlizawati Nurlizawati; Junaidi Junaidi; Dendy Marta Putra
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1093

Abstract

Pada tahun ajaran 2023/2024, Kurikulum Merdeka ditetapkan sebagai kurikulum nasional untuk mengatasi learning loss selama pandemi Covid-19 dan memberikan kebebasan belajar yang lebih luas bagi peserta didik. SMA Negeri 1 Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan, meskipun berakreditasi B, telah menerapkan Kurikulum Merdeka sejak tahun ajaran 2022/2023. Sekolah ini belum menjadi sekolah penggerak, meski memiliki potensi dengan adanya dua guru penggerak dan dua pengajar praktik. Guru penggerak berperan dalam mengarahkan siswa untuk mengembangkan pemikiran kritis, kreativitas, dan mewujudkan profil pelajar Pancasila. Penguatan profil Pancasila diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler dan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). Studi dokumen dan wawancara menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 di SMA Negeri 1 Basa Ampek Balai masih menghadapi kendala, terutama dalam penilaian dan pelaksanaan. Penilaian hanya dilakukan di akhir proyek, mengabaikan penilaian proses. Seharusnya, penilaian melihat kemajuan setiap pertemuan. Modul P5 belum memberikan petunjuk yang jelas dalam materi, metode, dan penilaian, serta instrumen penilaian belum kontekstual dengan tema yang dilaksanakan. Kendala ini timbul karena beberapa guru belum memahami tujuan penerapan P5 dan belum mampu merancang modul proyek serta instrumen penilaian yang tepat. Pentingnya modul P5 yang berdiferensiasi dan instrumen penilaian yang tepat sangat perlu dipahami oleh guru, sehingga penilaian tidak hanya dilakukan di akhir proyek tanpa instrumen yang tepat. Maka dari itu, perlu peningkatan kompetensi guru dalam merancang instrumen penilaian P5 yang berdiferensiasi.
Pengaruh Model TPS Berbasis STEAM Melalui Media Poster terhadap Hasil Belajar Sosiologi Kelas XI Rizka Fadilla; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 1 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i1.421

Abstract

Hasil belajar pada kondisi saat ini masih lebih banyak diukur pada aspek kognitif. Namun, padahal hasil belajar seharusnya mencakup integrasi antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Keterbatasan tersebut salah satunya disebabkan oleh proses pembelajaran yang belum terstruktur secara optimal. Proses pembelajaran yang terencana dan sistematis, seperti penerapan pendekatan STEAM yang dipadukan dengan media pembelajaran poster, diyakini dapat membantu peserta didik dalam mempermudah proses belajar sehingga menghasilkan hasil belajar yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berbasis steam melalui media pembelajaran poster terhadap hasil belajar sosiologi di kelas XI Fase F SMAN 3 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivisme Vygotsky yang menekankan pembelajaran melalui interaksi sosial dan kolaborasi peserta didik dalam Zona Perkembangan Proksimal, sejalan dengan tahapan TPS dan pendekatan STEAM berbasis pemecahan masalah serta kreativitas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen rancangan The Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari kelas XI.F.7 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI.F.8 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui tes dan dokumentasi, dengan instrument penelitian berupa tes yang telah melalui uji coba, uji validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran. Teknik pengumpulan data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan Uji Prasyarat menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share berbasis STEAM melalui media poster berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar Sosiologi.
Dampak Kehadiran AI dalam Membentuk Perilaku Sosial Siswa SMA pada Proses Belajar Ihya Nabila; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 1 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i1.425

Abstract

Kehadiran Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran membawa perubahan tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga pada perilaku sosial siswa, namun sebagian besar penelitian sebelumnya lebih menyoroti dampak kognitif AI, sehingga pengaruhnya terhadap perilaku sosial siswa masih jarang dikaji. Artikel ini bertujuan untuk mengisi gap tersebut dengan menganalisis bagaimana penggunaan AI membentuk perilaku sosial siswa SMA melalui lima indikator: disiplin, kerja sama, menghargai, membantu, dan berbagi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di kelas XII F10 SMA Negeri 3 Padang. Teori kognitivisme Robert M. Gagné digunakan untuk memahami bagaimana stimulus teknologi diproses secara internal hingga menghasilkan perubahan perilaku sosial. Informan dipilih melalui purposive sampling yang melibatkan 16 siswa, guru Sosiologi, dan wali kelas (total 18 informan). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mendorong kedisiplinan siswa dalam menyelesaikan tugas, memperkuat kerja sama kelompok, meningkatkan kepedulian dalam membantu teman, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta memperluas budaya berbagi pengetahuan. Meski demikian, ditemukan kecenderungan sebagian siswa menjadi pasif akibat ketergantungan pada teknologi. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi AI perlu diarahkan secara bijak agar sejalan dengan kemandirian belajar dan interaksi sosial yang sehat dalam perilaku belajar siswa.
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Sosiologi Melalui Model STAD Berbantuan Card Sort Sesmi Hadilla; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 1 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i1.427

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 16 Padang. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa berada pada kategori kurang baik karena proses pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional yang berpusat pada guru sehingga siswa kurang terlibat aktif. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini bertujuan meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan media Card Sort yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, interaktif, dan menyenangkan. Penelitian ini berlandaskan teori Humanisme Maslow yang menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan belajar siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kurt Lewin yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data motivasi belajar siswa dikumpulkan melalui lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif untuk melihat perkembangan motivasi pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan media Card Sort. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, yang menunjukkan bahwa model pembelajaran ini mampu membangun keinginan siswa untuk mengikuti pembelajaran secara lebih aktif dan bersemangat. Dengan demikian, penerapan model tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dan menciptakan proses pembelajaran Sosiologi yang lebih bermakna.
Efektifitas Model PBL Melalui Media E-LKPD terhadap Keterampilan Kolaboratif Siswa Kelas XI Sosiologi Shafira Ananda; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 1 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i1.431

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya keterampilan kolaboratif siswa di kelas XI di SMA N 2 Lubuk Sikaping. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya siswa yang tidak sepenuhnya berkontribusi dalam pengerjaan tugas kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning melalui media E-LKPD berpengaruh terhadap keterampilan kolaboratif pada pembelajaran Sosiologi di Kelas XI Fase F SMA Negeri 2 Lubuk Sikaping. Teori belajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori humanistik yang dikembangkan oleh Carl Roger. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen desain Nonequivalent Control Group Design. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas XI Fase F di SMA N 2 Lubuk Sikaping. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI F 4 dan XI F 5. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan metode total sampling. Subjek dalam penelitian ini yaitu kelas XI. F 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI. F 4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket dengan teknik analisis data menggunakan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas, pengujian normalitas pada penelitian ini menggunakan Kolmogorov-Smirnov karena jumlah n (jumlah sampel) lebih dari 50 yaitu berjumlah 72 siswa, selanjutnya uji homogenitas dilakukan dengan uji Levene’s dan setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas data, maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis penelitian atau uji-t dengan taraf signifikansi 0,05. Teknik analisis data menggunakan uji-t menunjukkan adanya pengaruh dari penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) melalui media E-LKPD terhadap keterampilan kolaboratif siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan kolaboratif peserta didik pada kelas eksperimen, dimana terjadi peningkatan pada setiap indikator keterampilan kolaboratif.