Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Improve terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XII IPS di MAN Sibolga Tahun Pembelajaran 2022/2023 Nurhafifah Rahmi; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 2 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v2i2.98

Abstract

Penelitian ini dilataar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik, kurangnya varian model pembelajaran, kurangnya minat belajar peserta didik menyebabkan mudah merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran dan peserta didik berperan sebagai pendengar sehingga penguasaan terhadap materi yang diberikan sangat terbatas yang berdampak rendahnya hasil belajar peserta didik. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran improve terhadap hasil belajar peserta didik kelas XII IPS di MAN Sibolga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar menurut Bruner. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimental design. Adapun design dalam penelitian ini adalah design one gruop pretest dan posttest. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling, dilakukan secara mengambil undian kelas dan kelas yang terpilih jadi sampel penelitian adalah kelas XII IPS. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal tes berupa pretest dan posttest sebagai alat pengukuran dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan nilai rata-rata antara hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran improve memperoleh nilai sebesar 84,09 sedangkan perolehan nilai rata-rata hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran konvensional memperoleh nilai 63,86. Setelah dilakukan uji hipotesis berbantuan SPSS versi 23 maka diperoleh nilai signifikan 0,07 > nilai signifikan 5% = 0,05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh model pembelajaran improve terhadap hasil belajar peserta didik kelas XII IPS 2 MAN Sibolga Tahun Pembelajaran 2022/ 2023.
Adaptasi Guru Sosiologi Sekolah Penggerak di Kota Padang Terhadap Kurikulum Merdeka Annisa Rahma Dani; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 2 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v2i2.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagamaina proses adaptasi guru terhahap kurikulum merdeka. Latar belakang penelitian ini dilihat dari adanya perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka. Perubahan yang terjadi yaitu RPP diganti menjadi modul ajar, diterapkannya profil pelajar pancasila, diadakannya projek sekolah dan kemampuan siswa sudah dibedakan berdasarkan hasil tes diagnostic dan IQ. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2,3,7,9 dan 15 Padang. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori A, G, I, L oleh Talcoot Parsons.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik dalam pemilihan informan adalah purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 14 orang informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yang digunakan adalah teknik tringulasi, pengecekan data kembali dengan teknik yang berbeda sehingga mendapatkan data yang valid. Teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 2,3,7,9 dan 15 Padang. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan guru dalam beradaptasi dengan kurikulum merdeka sudah mulai banyak guru yang bisa menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran berdiferensiasi yang sudah diterapkan oleh guru adalah pada pengerjaan tugas, guru memberikan kebebasan kepada siswa dalam pengerjaan tugas. Guru sudah tidak lagi menyamaratakan kemampuan siswa karena siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Kemampuan ini bisa kita lihat melalui tes diagnostic dan tes IQ untuk yang non kognitifnya. Media pembelajaran yang digunakan guru sudah mulai bervariasi, guru sudah menggunakan ppt dan penampilan video dalam proses belajar mengajar.
Objektivitas Penilaian Guru Pamong Pada Kompetensi Mahasiswa PLK Sosiologi 2021/2022 Universitas Negeri Padang di Kota Padang Dinda Mellnia E; Nurlizawati Nurlizawati; Delmira Syafrini
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 2 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v2i2.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis objektivitas guru pamong dalam memeberikan penilaian pada mahasiswa PLK sosiologi 2021/2022 Universitas Negeri Padang Di Kota Padang. Peneliti tertarik melakukan penelitian ini dikarenakan masalah objektivitas penilaian guru pamong pada mahasiswa PLK ini menjadi permasalahan yang terjadi setiap periode PLK dilaksanakan, hingga hal tersebut membuat proses penilaian kepada mahasiswa PLK ini menjadi tidak objektif karena guru pamong melakukan penilaian yang timpang tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa PLK hingga akhirnya hal ini mempengaruhi objektivitas penilaian guru pamong pada kompetensi mahasiswa PLK sosiologi 2021/2022. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan tipe studi kasus, pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan 7 orang informan yaitu guru pamong sosiologi, 5 orang mahasiswa PLK. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan secara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Lokasi penelitian di SMAN 1 Padang, SMAN 2 Padang, SMAN 5 Padang, SMAN 7 Padang, SMA Pembangunan Laboratorium UNP, SMA Pertiwi 1 Padang. Hasil penelitian ini menunjukan objektivitas penilaian yang dilakukan oleh guru pamong ketika memberikan penilaian pada mahasiswa PLK sosiologi 2021/2022 dapat dikatakan timpang karena guru pamong melakukan penilaian tidak sesusai dengan kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa PLK yang artinya penilaian yang dilakukan guru pamong tersebut mempengaruhi objektivitas. Dilihat dari 3 aspek dan 5 faktor penilaian yang di lakukan oleh guru pamong yaitu aspek profesional yang meliputi; 2 faktor yaitu: Pemberian nilai PLK didasarkan keterlibatan membantu merancang perangkat pembelajaran guru pamong, penilaian dilakukan oleh mahasiswa bersangkutan. Aspek emosional dan keperibadian yang meliputi; Rasa simpati dan empati guru pamong dalam memberikan penilaian, sikap patuh dan kedisiplinan mahasiswa mempengaruhi penilaian, toleransi terhadap kesalahan sebagai proses belajar serta aspek sosial.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mewujudkan Merdeka Belajar Pada Pembelajaran Sosiologi Nurlizawati Nurlizawati; Dendy Marta Putra; Eka Asih Febriani; Ike Sylvia; Junaidi Junaidi
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v10i1.21695

Abstract

The change of the 2013 curriculum into a “merdeka” curriculum is an unavoidable policy. In West Sumatra there are 36 schools that serve as “penggerak” schools. The “penggerak” schools are a pilot in implementing the curriculum merdeka. The merdeka curriculum emphasizes the thinking of KH Dewantara ing roso sung tulodo, which is a teaching and learning process that must facilitate students to grow according to their nature. In the Merdeka curriculum, this is known as differentiated learning. The implementation of differentiated learning encounters several obstacles, both from teachers as facilitators and students as subjects in education, therefore the authors are interested in researching the application of differentiated learning in realizing independent learning. The method used in this research is qualitative research with data collection techniques through interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is the interactive analysis technique by Miles and Hubermans. The results of this study indicate that differentiated learning can be done using varied learning models, varied learning media and assessment techniques based on students' learning styles.
Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dengan Metode Mind mapping Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi Muhammad Fachrul F; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 3 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v2i3.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dengan metode mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 4 SMAN 9 Mandau. Instrument penelitian ini yaitu pedoman observasi, lembar observasi dan soal pretest dan postest. Indikator keberhasilanhasil belajar yaitu tingkat ketuntasan minimal (KKM 73). Teknik analisis data berupa data kuantitatif (pretest dan postest) dan data kualitatif (wawancara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran think pair share dengan metode mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi, hal ini dapat dilihat pada peningkatan hasil belajar siswa pada pertemuan pertama, tingkat ketuntasan meningkat dari 56% menjadi 65%, dan pada pertemuan kedua, meningkat dari 82% menjadi 86%. Penelitian ini menggunakan teori David P.Ausubel yaitu belajar bermakna.
Pelaksanaan Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Kelas XI IIS Pada Mata Pelajaran Sosiologi SMAN 1 Tanjung Mutiara Safira Safira; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 3 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v2i3.150

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI IIS 1 SMAN I Tanjung Mutiara pada mata pelajaran Sosiologi. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI IIS 1 dengan pelaksanaan penggunaan model pembelajaran Guided Inquiry pada materi Konflik sosial. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 1 SMAN 1 Tanjung Mutiara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes dan panduan observasi untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa . Teknik analisa yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori konstruktivisme. Hasil penelitian pelaksanaan penggunaan model pembelajaran guided inquiry dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal tersebut dibuktikkan dengan meningkatnya hasil rata-rata persentase kemampuan berpikir kritis siswa. Yaitu pada kondisi awal rata-rata hasil persentase kemampuan berpikir kritis siswa yaitu sebesar 63,12 dan setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model guided inquiry pada siklus I rata-rata skor persentase kemampuan berpikir kritis siswa meningkat mencapai angka 75,8, yang artinya terjadinya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 12,68% . Setelah penelitian dilanjutkan ke siklus II kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dengan rata-rata persentase 90,0 yang artinya terjadinya peningkatan 14,2% sehingga menjadikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IIS 1 SMAN 1 Tanjung Mutiara termasuk ketagori baik.
Reducing Cognitive Bias of Pre-Service History Teachers through Augmented Reality Elfa Michellia Karima; Nurlizawati Nurlizawati; Firza Firza; Nur Fatah Abidin; Yusuf Ibrahim
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.8.1.2222

Abstract

Cognitive biases can be problematic and dangerous in history learning. This study aimed to identify the extent to which the independent variables of the case study method and augmented reality influence the dependent variables, as well as evaluate the strength and direction of the relationship between these variables in reducing the cognitive biases of pre-service history teachers. The method used is multiple linear regression to identify the extent to which the application of the case method and the use of augmented reality in learning affect the dependent variable under study. The results showed that augmented reality contributed to the understanding of the history of prospective pre-service history teachers more than the case study method. The effect of the case study method was 7.6% on historical knowledge, and augmented reality media had a 13.9% effect on historical experience. Lecturers can use augmented reality in learning for prospective pre-service history teachers to increase student understanding of history learning material and reduce cognitive biases. This research has implications for using technology and digitalization in history learning for prospective pre-service history teachers to understand history, conceptions, and past events and reduce bias. Understanding history is essential for prospective pre-service history teachers. Prospective pre-service history teachers must also understand a historical event broadly and from various perspectives. Technology-based learning in history learning is one of the right ways to avoid cognitive bias.
Pelatihan Pemandu Agrowisata Berbasis Sapta Pesona Untuk Peningkatan Kompetensi Pokdarwis Nagari Kampung Batu Dalam Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok Nurlizawati Nurlizawati; Mira Hasti Hasmira; Lia Amelia; Delmira Syafrini; Dendy Marta Putra
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i4.625

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kelompok sadar wisata dalam memandu wisata yang berbasis Sapta Pesona. Potensi agrowisata yang ada di Nagari Kampung Batu Dalam sangat potensial jika dikembangakan dengan baik. Salah satunya adalah dengan peran pemandu wisata yang kompeten akan memberikan nilai lebih bagi turis dalam mengedukasi turis untuk memahami potensi-potensi wisata di Nagari Kampung Batu Dalam. Masalah yang ada dimasyarakat Nagari Kampung Batu Dalam ini masih banyak lokasi-lokasi wisata yang belum terkelola dengan baik, padahal memiliki daya jual yang tinggi dari segi keindahan danau Talang, dan Kawasan hutan yang asri untuk wisatawan. Selain itu ini juga disebabkan oleh masyarakat Nagari Kampung Batu Dalam yang belum memiliki menyadari potensi ini. Seperti betapa pentingnya peran tourguide dalam mempromo wisata kepada turis, dengan pengenalan yang baik tentang wisata yang ada di Nagari Kampung Batu Dalam, akan menambah daya tarik wisataan ke Nagari Kampung Batu Dalam. Permasalahan ini memiliki solusi dengan cara menyadarkan masyarakat tentang betapa pentingnya Kawasan wisata di Nagari Kampung Batu Dalam dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Penerapan Program Kemitraan Masyarakat PKM dilakukan di Nagari Kampung Batu Dalam ini berupa memberikan edukasi terutama pada kelompok sadar wisata (Kopdarwis) agar masyarakat menajadi sadar terhadap potensi-potensi wisata yang mereka miliki. Metode pengumpulan data dalam pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan penyebaran angket. Motode pelaksanakan kegiatan ini pertama dengan sosialisasi peningkatan ketarmpilan menjadi tourguide dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada di Nagari Kampung Batu Dalam, kedua memberikan pelatihan pembuatan panduan tourguide yang professional pada kelompok sadar wisata (Kopdarwis). Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan pemahaman siswa dalam memahami potensi wisata yang ada di Nagari Kampung Batu Dalam.
Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema Suara Demokrasi Untuk Membentuk Keterampilan Bernalar Kritis Siswa di SMA Negeri 3 Pariaman Windi Yuni Lestari; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 4 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v2i4.172

Abstract

Penelitian ini menarik dilakukan karena dari pelaksanaan proyek suara demokrasi dapat membentuk keterampilan bernalar kritis siswa agar sesuai dengan profil pelajar pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penerapan profil proyek suara demokrasi untuk membentuk keterampilan bernalar kritis siswa di SMA Negeri 3 Pariaman. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian adalah siswa, guru pembimbing proyek suara demokrasi, guru koordinator P5 dan wakil kurikulum SMA Negeri 3 Pariaman. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara yang dilakukan secara tatap muka dan melalui chatingan aplikasi whatsapp karena informan tidak berada di lokasi penelitian, dan dokumentasi. Keabsahan data yang dilakukan dengan triagulasi data. Teknis analisis data yang dirujuk melalui pemikiran Miles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori behavioristic menurut Skinner yang menjelaskan bahwa untuk melihat karakter seseorang dapat dilakukan melalui pengamatan dan pengujian bukan berasal dari hipotesis semata. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) tema suara demokrasi untuk membentuk keterampilan bernalar kritis siswa di SMA Negeri 3 pariaman, maka diperoleh kesimpulan bahwa implementasi proyek suara demokrasi di SMA Negeri 3 pariaman sudah berjalan dengan baik dan tujuan untuk membentuk keterampilan bernalar kritis siswa sudah lumayan tercapai. Untuk membentuk keterampilan bernalar kritis siswa maka diadakan kegiatan proyek yang dibagi dalam tiga tahap yaitu: tahap pengenalan, tahap kontekstual dan tahap aksi. Dari kegiatan tersebut siswa dituntut untuk bernalar kritis terhadap informasi yang didapat dan mendiskusikannya dengan peserta proyek suara demokrasi, hal ini membuat siswa merasa tidak malu dan dapat menyampaikan pendapatnya didepan umum. Selain keberhasilan proyek suara demokrasi ini terdapat kendala-kendala selama kegiatan berlangsung baik dari segi waktu yang tidak cukup, pemateri maupun fasilitas yang disediakan.
Pengaruh Model Snowball Throwing terhadap Keaktifan Belajar Siswa Kelas X MIPA 5 SMAN 4 Padang Tahun Pembelajaran 2022/2023 Yulia Agustina; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 4 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v2i4.176

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah, kurangya variasi model pelmbelajaran yang digunakan menyebabkan timbulnya rasa bosan siswa dalam melngikuti pembelajaran dan siswa hanya berperan sebagai pendengar saja sehingga penguasaan materi yang diberikan sangat terbatas sehingga menyebabkan rendahnya tingkat keaktifan belajar siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Snowball Throwing berbasis Quizizz terhadap keaktifan belajar siswa kelas X MIPA 5 SMAN 4 Padang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kognitif belajar bermakna David Ausubel. Dimana teori ini menjelaskan tentang belajar bermakna (meaningful learning) teori ini sejalan dengan judul penelitian dimana mengharapkan memberikan kebermaknaan dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang baru dan interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus. Model penelitian menggunakan model penelitian MC Taggart yang yang terdiri empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan reflelksi. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas X MIPA 5 SMAN 4 Padang tahun pelajaran 2022/2023 delngan jumlah siswa 36 siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitaif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, lembar observasi serta dokumentasi. Analisis data kuantitatif dari penelitian ini diperoleh dari lembar observasi guna untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Snowball Throwing berbasis quizizz terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas X MIPA 5 SMA 4 Padang dengan menggunakan rumus. Hasil pelnelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat melningkatkan keaktifan siswa. Peningkatan terjadi pada setiap siklus mengalami peningkatan sebesar dari pra siklus keaktifan belajar siswa hanya 14,27%, setelah di lakukan siklus I meningkat Menjadi 39,07% namun belum mencapai nilai minimum dan pada siklus II keaktifan belajar siswa meningkat menjadi 76,75%. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran Snowball Throwing dapat melningkatkan keaktifan belajar siswa kelas X MIPA 5 SMAN 4 Padang tahun ajaran 2022/2023.