Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SUMIKOLAH

Pendampingan Anak Tunanetra SLB PGRI Kamal Agustin, Yunanda Cucu Pratama; Harsiwi, Nova Estu
DIDASCO Vol 1 No 2 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendampingan dan pembelajaran anak tunanetra di SLB PGRI Kamal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan paradigma yang digunakan adalah paradigma Definisi Sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran di SLB PGRI Kamal dilakukan dengan pendekatan khusus sesuai dengan kebutuhan anak tunanetra. Guru menggunakan metode pembelajaran ceramah dan media pembelajaran konkret, serta melibatkan penggunaan indera lain sebagai pengganti penglihatan. Kendati demikian, terdapat beberapa hambatan dalam pendidikan anak tunanetra, seperti kurangnya alat penunjang dan media pembelajaran yang lengkap, serta kurangnya dukungan orang tua dalam mendampingi anak saat mengerjakan tugas rumah. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pendampingan dan pembelajaran anak tunanetra di SLB PGRI Kamal, dengan harapan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendampingan yang lebih efektif dan mendukung, serta membantu anak-anak tunanetra mencapai prestasi akademik yang sesuai, mengembangkan potensi mereka, dan memiliki kemandirian yang cukup dalam kehidupan sehari-hari.
Analisis Pola Komunikasi pada Anak Berkebutuhan Khusus (Tunarungu) di SLB Ayodya Tulada Rustamaji, Eka Aprilia; Harsiwi, Nova Estu
DIDASCO Vol 2 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tunarungu adalah anak yang memiliki gangguan pendengaran yang mengakibatkan anak tersebut kurang mampu mendengar, mulai dari tindakan ringan sampai berat yang diklasifikasikan sebagai tuli dan kurang dengar. Pola komunikasi pada anak tunarungu terbagi menjadi 3 yakni komunikasi verbal, nonverbal, dan total. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi pada anak berkebutuhan khusus (tunarungu) di SLB Ayodya Tulada. Subjek penelitian adalah guru serta siswa dengan jenjang SD dari SLB Ayodya Tulada pada tahun akademik 2023/2024. Penelitian dilakukan di SLB Ayodya Tulada yang terletak di Jalan Bulak Banteng Suropati Vb/143, Bulak Banteng, Kec. Kenjeran. Penelitian berlangsung pada hari Kamis tanggal 30 Mei 2024. Proses komunikasi secara verbal yang dilakukan anak tunarungu dalam proses pembelajaran di dalam kelas, saat praktek, maupun saat di luar kelas merupakan bentuk komunikasi yang jarang dilakukan oleh siswa khususnya dalam bentuk komunikasi lisan. Proses komunikasi non verbal yang dilakukan menggunakan bahasa isyarat dan pengguaan gerak wajah. Sedangkan komunikasi total dilakukan apabila dalam satu percakapan terdapat siswa tunarungu ringan, sedang, dan berat agar semua siswa dapat menangkap semua informasi yang diberikan oleh guru. Terdapat hambatan dalam kegiatan belajar mengajar ataupun di luar kegiatan belajar mengajar yakni hambatan semantik, psikologis, dan fisiologis.
Peran Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Melukis Anak Tunagrahita di SLB Karya Bhakti Annaurotin, Luthfi; Harsiwi, Nova Estu
DIDASCO Vol 2 No 2 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan keterampilan melukis anak tunagrahita di SLB Karya Bhakti. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SLB Karya Bhakti yang terletak di Jl. Sidoyoso Wetan Lebar No. 14, RT. 005/RW. 12 Simokerto, Surabaya, Jawa Timur. Subjek penelitian adalah guru dan siswa tunagrahita SLB Karya Bhakti. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan wawancara semi-terstruktur untuk mendapatkan informasi. Dalam mengembangkan keterampilan melukis anak tunagrahita guru berperan penting sebagai inspirator, peran guru sebagai inspirator dapat memberikan ide-ide baru kepada anak tunagrahita. Guru juga berperan sebagai fasilitator, sebagai fasilitator guru dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung untuk mengeksplorasi kreativitas anak tunagrahita. Guru berperan sebagai motivator, sebagai motivator guru harus memastikan bahwa setiap anak merasa didukung dan didorong untuk mengembangkan keterampilan melukis. Guru berperan sebagai organisator, dalam peran ini guru merancang program pembelajaran yang terstruktur dan terencana untuk anak tunagrahita dalam mengembangkat bakat melukis. Guru berperan sebagai supervisor, sebagai supervisor guru berperan mengawasi dan memandu dalam proses mengembangkan keterampilan melukis anak tunagrahita. Dengan menggunakan peran ini secara efektif, guru tidak hanya membantu anak tunagrahita mengembangkan keterampilan teknis dalam melukis, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh dan membangun kepercayaan diri yang kuat.