Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

The Relationship of Perceived Stigma Among PLHIV with Utilization of Care Support and Treatment (CST) Services in Solo Plus Peer Support Group Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah; Larasati, Dwi Intan
Jurnal Kesehatan Vol 17, No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v17i2.4100

Abstract

Introduction: Care, support and treatment (CST) services are among the services needed by PLHIV. This service can improve the quality of life of PLHIV, but there are still PLHIV who do not use the service regularly. The aim of this research is to analyze the relationship between perceived stigma and utilization of CST services. Method: This type of research was quantitative, namely analytical observational (cross sectional). This research was conducted at the Solo Plus Surakarta Peer Support Group with a total sample of 110 PLHIV taken using exhaustive sampling technique. The independent variable was perceived stigma and the dependent variable is utilization of CST services. The instrument for measuring perceptions of stigma used the Berger HIV Stigma Scale while utilization of CST services was measured using a questionnaire that looks at behavior in the last six months. Data analysis was carried out using Fisher Exact. Results: Perceived stigma was related to the use of CST services among PLHIV. The perception of stigma that is most often felt by PLHIV is the perception of stigma about PLHIV themselves (self-stigma), where PLHIV feel afraid that other people will not accept them if they know their status. PLHIV also feel that they are not well because there is HIV in their body. If self-stigma is not handled, it will affect the quality of life of PLHIV. Conclusion: One way to reduce self-stigma is for PLHIV to regularly participate in Peer Support Groups. At the Peer Support Group, massive discussions can also be held regarding efforts to improve the quality of life of PLHIV.   Pendahuluan: Layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan (CST) merupakan salah satu layanan yang dibutuhkan oleh ODHA. Layanan ini dapat meningkatkan kualitas hidup ODHA, namun masih terdapat ODHA yang tidak memanfaatkan layanan tersebut secara rutin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara stigma yang dirasakan dengan pemanfaatan layanan CST. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yaitu analitik observasional (cross sectional). Penelitian ini dilakukan di Kelompok Dukungan Sebaya Solo Plus Surakarta dengan jumlah sampel 110 ODHA yang diambil dengan menggunakan teknik exhaustive sampling. Variabel bebas adalah stigma yang dirasakan dan variabel terikat adalah pemanfaatan layanan CST. Instrumen pengukuran persepsi stigma menggunakan Berger HIV Stigma Scale sedangkan pemanfaatan layanan CST diukur menggunakan kuesioner yang melihat perilaku dalam enam bulan terakhir. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Fisher Exact. Hasil: Stigma yang dirasakan berhubungan dengan pemanfaatan layanan CST pada ODHA. Persepsi stigma yang paling sering dirasakan oleh ODHA adalah persepsi stigma terhadap ODHA itu sendiri (self-stigma), dimana ODHA merasa takut orang lain tidak akan menerima mereka jika mengetahui status mereka. ODHA juga merasa dirinya tidak sehat karena terdapat HIV di dalam tubuhnya. Apabila self-stigma tidak ditangani, maka akan mempengaruhi kualitas hidup ODHA. Kesimpulan: Salah satu cara untuk mengurangi self-stigma adalah ODHA secara rutin mengikuti Kelompok Dukungan Sebaya. Di Kelompok Dukungan Sebaya juga dapat dilakukan diskusi secara masif terkait upaya peningkatan kualitas hidup ODHA.
The Relationship between Service Quality and Participant Satisfaction Level in Adolescent Reproductive Health Socialization Activities Conducted by PIK-R in Surakarta Meisya, Melly; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i1.7154

Abstract

Pendahuluan: Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani masalah kesehatan pada remaja yaitu melalui sosialisasi Program PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaja). Salah satu faktor yang mempengaruhi remaja untuk mengikuti kegiatan sosialisasi kesehatan adalah mutu pelayanan dan kepuasan terhadap pelayanan. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan peserta kegiatan sosialisasi PIK-R di Kota Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan model deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2023 di Kota Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan proporsional random sampling, dan variabel bebas dalam penelitian ini adalah mutu pelayanan dan variabel terikatnya adalah tingkat kepuasan. Hasil: Hasil penelitian tentang mutu pelayanan diperoleh melalui uji statistik dengan nilai p-value Chi-square = 0,001 atau < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan peserta. Separuh responden menilai kualitas pelayanan kurang baik dan kurang puas terhadap kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh PIK-R. Kesimpulan: Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa remaja kurang puas terhadap pelayanan PIK-R berdasarkan aspek prosedur sosialisasi dan aspek keandalan. Dengan demikian, Dinas Kesehatan Surakarta diharapkan dapat memperketat kegiatan monitoring dan evaluasi program PIK-R, dan disarankan kepada penyelenggara PIK-R untuk meninjau kembali jadwal sosialisasi agar lebih terstruktur.     Introduction: Efforts made by the government to deal with health problems in adolescents are through the socialization of the PIK-R Program (Youth Counseling Information Center). One factor that influences adolescents to participate in health socialization activities is the quality of service and satisfaction with the service. For this reason, this study aims to analyze the relationship between service quality and the level of satisfaction of participants in PIK-R socialization activities in Surakarta City. Method: This type of research is quantitative research with a descriptive-analytic model and cross-sectional approach. This research was conducted in September 2023 in Surakarta City. Sampling is done by using proportional random sampling, and the independent variable in this study is the quality of service and the dependent variable is the level of satisfaction. Result: The results of research on service quality were obtained through statistical tests with Chi-square p-value = 0.001 or <0.05, which means that there is a relationship between service quality and participant satisfaction level. Half of the respondents considered the quality of service to be poor and were less satisfied with the socialization activities organized by PIK-R. Conclusion: This study can conclude that adolescents are less satisfied with PIK-R services based on aspects of socialization procedures and reliability aspects. Thus, the Surakarta Health Office is expected to tighten the monitoring and evaluation activities of the PIK-R program, and PIK-R organizers are advised to review the socialization schedule to be more structured.
Factors Associated with Compliance in Iron Tablet Consumption among Adolescent Girls Anggita, Galuh Cahya Ayu; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i3.11048

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap anemia, sementara tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah masih rendah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metode potong lintang (cross-sectional). Sampel sebanyak 147 remaja putri dari empat sekolah di wilayah kerja Puskesmas Kartasura dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah adalah persepsi kerentanan (p-value = 0.009; OR = 2.594; 95% CI: 1.264–5.323). Hal ini berarti bahwa remaja putri dengan persepsi kerentanan yang tinggi memiliki peluang 2,594 kali lebih besar untuk patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) dibandingkan dengan remaja yang memiliki persepsi kerentanan rendah. Kesimpulan: Penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara persepsi kerentanan dan persepsi hambatan dengan tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi suplemen zat besi.   Background: Adolescent girls are a group that is vulnerable to anemia, while the level of compliance with iron tablet consumption is still low. Therefore, the purpose of this research is to identify factors that influence the level of compliance of adolescent girls in consuming iron tablets. Method: This research uses an analytical observational design using a cross-sectional method. A sample of 147 adolescent girls from four schools in the working area of the Kartasura Community Health Center was selected using a proportional random sampling technique. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability and then analyzed using a logistic regression test. Results: The results of this research revealed that the main factor related to compliance in iron tablet consumption is perceived susceptibility (p-value = 0.009; OR = 2.594; 95% CI: 1.264–5.323). This means that adolescent girls with a high perception of susceptibility are 2.594 times more likely to comply with consuming iron tablets (IBT) than adolescents with a low perception of susceptibility. Conclusion: This study reveals a statistically significant relationship between perceived susceptibility and perceived barriers, as well as the degree of compliance among female adolescents who take iron supplements.
Co-Authors Adib, Abdul Alichwan, Muhamad Almayda, Mutiara Bahi Amanda, Mutiara Sabta Ananda, Afara Tri Anggita, Galuh Cahya Ayu Anisa Catur Wijayanti Anny Fauziyah Arif Pristianto Arifin, Muhammad Alexandria Husen Athaya, Muhamad Rivandi Augustine, Venanda Clariza Ayu Khoirotul Umaroh Az-Zahra, Qoonitah Brilliyanti, Aulia Suffah Cahya, Annisa Dewi Devi Usdiana Rosyidah Dewangga, Mahendra Wahyu Dian Purworini Dwi Astuti Dwinita, Diah Ahdianingsih Endang Nur Widiyaningsih Fadillah, Muhamad Faiz Fauzia, Zenitha Nururriski Fauziana, Eny Fitroh, Zavier Ferodova Al Had, Fairus El Hafizhah, Nur Hibatullah, Afif Iqbal Ilmuddin, Fathul Wahid Imron Santoso, Faturohit Rois Inayati , Nurul Latifatul Inayati, Nurul Latifatul Indriyana, Rizka Amalia Isnaini Herawati Izzatul Arifah Kamilatunnuha, Fathya Rahma Kurniawati, Nurdika Kusumawati , Yuli Laili, Ramadani Nur Larasati, Dwi Intan Lintang Kusuma, Devinta Livia, Wardhatul Madona, Ade Maghfiroh, Ilmia Nur Mayang Widya Saputri Meisya, Melly Meyzwari, Fioriska Putri Muhamad Taufik Hidayat Mutiara Anggraeni Muzakhi, Mika Tata Nabila, Khansa Nuriashinta Nabila, Nurjihan Luthfia Nabilla, Nur Jihan Luthfia Nafian, Imas NAJMII, MUHAMMAD FIROOS ‘ALLAM Nugroho, Purwo Setiyo Nurcahyanti, Lisetya Maya Nurhayani Okti Sri Purwanti Paramita, Evi Kusuma Pertiwi, Nanda Hani Nur Pinandhita, Pradhana Satria Pratiwi, Handini Pratiwi, Puspita Intan Priska, Maria Alna Rahmawati Setyaningrum Raniawati, Ruri Arifah Nor Ratri, Yoka Risma Mustika Retno Sintowati - Riandini Aisyah Rini, Novyanti Setiyo Rochmadina Suci Bestari Rudisty, Bunga Cintantya Sadiah, Halima Tus Samiyem, Samiyem Sandrana, Sabrina Cantika Putri Santosa, Talitha Ulima Santoso, Faturohit Rois Imron Santoso, Talitha Ulima Saputra, Oktavian Reno Saputri, Mayang Widya Sawitri, Riski Resti Setiyaningrum, Zulia Setiyaningsih, Rita Setyawati, Anisa Seviani, Kiky Firda Shofiana, Friska Siddiq, Muhammad Nizar Siti Soekiswati Soleha, Azza Rhohidatus Sri Utami Sri Wahyuni Suwadi, Fatrisya Fia Syifa, Asy Tasya Aulianisa Hidayat Tolibin, Restu Triwulandani Triasari, Ana Trijaya Trijaya Trijaya Ulvana, Sukma Utomo, Hasbi Dwi Widyantoro, Claristha Kristya Winarko, Julian Bramantya Wisnu Sri Hertinjung Wulansih, Rahmaniati Yuli Kusumawati Zahran, Muhammad Irfan Zakiyya, Anisa Hasna