Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan antara personal hygiene dengan infeksi telur cacing usus (soil transmitted helminths) pada petani sayur di kabupaten gianyar: The relationship between personal hygiene and soil transmitted helminths in vegetable farmers in gianyar district Yani, Ida; Putri, Ni Luh Nova Dilisca Dwi; Abadi, M. Fairuz
Bali Medika Jurnal Vol 8 No 3 (2021): Special Issue Bali Medika Jurnal Vol 8 No 3 Oktober 2021
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v8i3.162

Abstract

Soil Transmitted Helminths (STH) are intestinal nematode worms that infect humans who ingest their eggs via the faecal-oral route. Soil Transmitted Helminths (STH) infection is transmitted through eggs and larvae found in human feces which then contaminate the soil in environmental areas that have poor sanitation. The impact caused by worms includes malnutrition, growth and development disorders and cognitive disorders in children, and in adults it can reduce work productivity. The incidence of worms is found mainly in people living in rural areas, especially farmers. STH transmission to vegetable farmers occurs through water and sludge used in vegetable cultivation. STH prevalence is supported by suitable natural conditions, personal hygiene and low environmental sanitation, especially in the vegetable farming environment. This study aims to determine the relationship between personal hygiene and intestinal worm egg infection (Soil Transmitted Helmint) vegetable farmers in Gianyar Regency. The type of research used in this study is a descriptive correlative study with a cross sectional study approach which aims to determine the relationship between personal hygiene and intestinal worm infection (Soil Transmitted Helmint) in vegetable farmers in Gianyar Regency. The results showed that the personal hygiene condition of vegetable farmers in Gianyar Regency was poor (83.3%) and the incidence of worm infection in vegetable farmers in Gianyar Regency was 20%. There is no relationship between personal hygiene personal hygiene with intestinal worm egg infections (Soil Transmitted Helmint) in vegetable farmers in Gianyar Regency (p-value> 0.05).
Hubungan Kadar Timbal Dalam Darah dengan Tekanan Darah pada Pekerja Bengkel Kendaraan di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar Tahun 2019: The Correlation of Blood Lead Levels and Blood Pressure in Vehicle Repair Shop Workers in Tampaksiring District, Gianyar Regency, 2019 dwi putri, ni luh nova dilisca; Idayani, Sri
Bali Medika Jurnal Vol 8 No 1 (2021): Edisi Khusus Bali Medika Jurnal Vol 8 No 1 Maret 2021
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v8i1.175

Abstract

Pollutant metals from vehicles with leaded gasoline can accumulate in the body, attack important organs, and even damage the quality of offspring. Lead poisoning (Pb) can be experienced by workshop workers through vehicle fumes that are being repaired. Chronic lead poisoning (Pb) most often is weakness, anorexia, miscarriage, tremors, weight loss, headaches and digestive tract symptoms. Lead entering the bloodstream can cause hypertension, this is because lead can lead to increased production of reactive oxygen species (ROS). This study aims to determine the relationship between the content of lead levels in blood with the occurrence of hypertension in workshop workers. Examination of blood lead levels is carried out using MPAES tools and blood pressure checks are carried out using digital tensimeter devices. The results showed that there was a correlation between blood lead levels and blood pressure in workshop workers in Gianyar Regency in 2019 with the bivariate Pearson correlation test producing sig. (2-tailed) of 0.008 <0.05 showed a correlation between variable levels of lead in blood with blood pressure (hypertension).
IDENTIFIKASI SIANIDA PADA SPESIMEN PLASMA BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG Ni Kadek Arik Puspayanti; Nyoman Sudarma; Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sianida dalam tubuh dapat menghambat fungsi pengangkutan oksigen dengan membentuk cyanohemoglobin. Sifatnya yang sangat beracun dan mudah masuk ke tubuh melalui inhalasi, konsumsi, atau kontak kulit, pemeriksaan kadar sianida (CN⁻) dan SCN⁻) dalam darah khususnya plasma menjadi sangat penting. Penanganan plasma adalah langkah kritikal dalam memastikan akurasi hasil pemeriksaan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan spesimen plasma darah pada suhu ruang (25°C) terhadap kadar sianida. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif pendekatan analitik. Sampel plasma yang mengandung standar sianida, disimpan dengan variasi waktu 0, 1, 2, 4, 8, dan 24 jam dan diukur kadar sianida dengan test kit untuk tiap waktu penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan selama waktu penyimpanan terjadi penurunan kadar sianida dalam plasma yaitu pada 0 jam kadar sianida sebesar 0,0400 ppm menurun sampai penyimpanan 24 jam menjadi 0,0167 ppm. Uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,01 (p<0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan kadar sianida plasma yang signifikan antar waktu 0 jam hingga 24 jam. Uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa penurunan siginifikan terjadi pada waktu penyimpanan 2 jam. Menurunnya kadar sianida plasma dierkuat dengan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif antara waktu penyimpanan dan kadar sianida (r = -0,918). Semakin lama plasma disimpan pada suhu ruang, semakin rendah kadar sianida yang terdeteksi. Penurunan kadar sianida disebabkan oleh degradasi kimia selama penyimpanan
IDENTIFIKASI ALKOHOL PADA URINE PEMINUM ARAK DENGAN VARIASI WAKTU PEMERIKSAAN MENGGUNAKAN METODE RAPID DIAGNOSTIC TEST Gede Rizki Indrawan Tebuana; Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; Sri Idayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi alkohol, terutama di kalangan remaja, menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan. Di Bali, arak sebagai minuman tradisional banyak dikonsumsi, dan peningkatan konsumsi alkohol di kalangan remaja menjadi perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar alkohol dalam urine peminum arak dengan variasi waktu pemeriksaan menggunakan metode kualitatif Rapid Diagnostic Test. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan melibatkan 20 remaja peminum arak dari Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Sampel urine diambil pada tiga waktu berbeda: 1 jam, 2 jam, dan 3 jam setelah konsumsi arak. Prosedur penelitian meliputi persiapan responden, pengambilan sampel urine, dan analisis kadar alkohol menggunakan Rapid Diagnostic Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 1 jam setelah konsumsi, hanya 5% sampel yang positif dengan kadar alkohol 0,04%. Pada 2 jam, 20% sampel menunjukkan hasil positif dengan kadar 0,08%. Puncak deteksi terjadi pada 3 jam setelah konsumsi, di mana 100% sampel menunjukkan hasil positif dengan kadar alkohol mencapai 0,30%. Uji Friedman menunjukkan perbedaan signifikan kadar alkohol antara ketiga waktu pemeriksaan (p < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar alkohol pada variasi waktu pemeriksaan urine yang optimal untuk mendeteksi alkohol adalah 3 jam setelah konsumsi, yang dapat memberikan informasi penting bagi praktik medis dan forensik.
Spiritual Leadership Enhances Caring Behaviour: The Mediating Role of Calling Candrawati, Sang Ayu Ketut; Sriani, Ni Kadek Ayu; Subhaktiyasa, Putu Gede; Andini, Ni Komang Sukra; Putri, Ni Luh Nova Dilisca Dwi; Citrawati, Ni Ketut; Andriany, Megah
Nurse Media Journal of Nursing Vol 14, No 2 (2024): (August 2024)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v14i2.58964

Abstract

Background: Caring behaviour is essential for patient health; however, it is often not practised optimally. Therefore, spiritually-based leadership is required to encourage this behaviour. Unfortunately, research investigating the ability of spiritual leadership to enhance caring behaviour through spiritual well-being is limited.Purpose: This study aimed to examine the impact of spiritual leadership and spiritual well-being in the form of calling and membership on caring behaviour.Methods: This study employed an explanatory quantitative design with a cross-sectional approach. One hundred fourteen inpatient nurses who provided comprehensive patient care were selected using a total sampling technique. Data were collected using the Spiritual Leadership Questionnaire and the Caring Behaviours Inventory. The analysis adopted partial least squares structural equation modelling (PLS-SEM) using a second-order reflective-formative model.Results: The findings demonstrate that spiritual leadership has a significant direct effect on caring behaviour (t=3.976, p=0.000), calling (t=4.672, p=0.000), and membership (t=2.845, p=0.005). However, the direct impact of membership on caring behaviour was insignificant (t=1.298, p=0.194). Calling proved to mediate the effects of spiritual leadership on caring behaviour (t=3.145, p=0.002), while membership could not function as a mediator (t=1.197, p=0.231).Conclusion: This study emphasizes the importance of spiritual leadership in nursing care, particularly in enhancing nurses’ caring behaviours. Healthcare organizations should implement training programs on spiritual leadership to encourage calling nurses to perform their duties with dedication. Developing nurse membership should be considered, but the main focus must be on strategies that strengthen nurses’ calling, as this is an essential factor in providing quality and empathetic care.
ANALISIS KADAR TIMBAL (PB) PADA URINE PEKERJA BENGKEL DI WILAYAH DENPASAR BARAT Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; Sri Idayani
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 6: Januari 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i6.670

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang menjadikan polusi logam berat seperti timbal merupakan salah satu masalah yang cukup serius. Timbal merupakan sumber pencemaran terbesar jika dilihat dari pencemaran udara ambient di beberapa lokasi-lokasi tertentu. Kendaraan bermotor merupakan sumber pencemaran timbal terbesar yaitu 100%. Paparan logam berat timbal jika masuk ke dalam tubuh maka dapat mengakibatkan terjadinya permasalahan kesehatan. Urine atau air kencing merupakan salah satu sisa metabolisme tubuh yang dapat memberikan gambaran keadaan kesehatan tubuh kita. Deteksi dini keracunan timbal dapat dilakukan dengan pemeriksaan urine secara kualitatif dengan menggunakan beberapa pereaksi kimia dengan melihat endapan yang terbentuk. Screening test dengan menggunakan pereaksi kimia tidak membutuhkan waktu yang lama dan hanya memerlukan sedikit volume urine dalam pemeriksaannya. Peneliti dalam kesempatan ini akan melakukan penelitian mengenai Analisis Kadar Timbal (Pb) Pada Urine Pekerja Bengkel di Wilayah Denpasar Tahun 2023. Pemeriksaan kadar timbal akan dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan beberapa pereaksi kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan timbal (Pb) pada urine petugas bengkel. Pada hasil analisis secara kualitatif dengan menggunakan pereaksi warna menunjukkan hasil bahwa seluruh sampel urine menunjukkan hasil tidak terbentuknya endapan, dan berdasarkan pengujian kuantitatif dengan menggunakan alat spektroskopi serapan atom
ANALISA KUALITATIF KANDUNGAN ALKOHOL PADA URINE SETELAH MENGKONSUMSI ARAK DALAM MENGETAHUI WAKTU PENGAMBILAN SAMPEL YANG TEPAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE REAKSI WARNA Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; Sri Idayani
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 12: Juli 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i12.887

Abstract

Alkohol dikategorikan ke dalam golongan stimulant yang merupakan bagian dari Narkotika Psikotropika dan Zat Aditif. Analisis alkohol dalam tubuh dapat ditentukan dengan menggunakan urine. Pemeriksaan alkohol dalam urine lebih akurat karena kadar alkohol dalam urine stabil. Preparasi sampel merupakan salah satu penentu keberhasilan analisis. Kesalahan pada tahap pra analitik memberikan kontribusi 61% dari total kesalahan hasil pemeriksaan laboratorium. Kesalahan pada tahapan pra analitik sangat berdampak terhadap hasil pemeriksaan. Maka dalam penelitian ini dilakukan analisa kandungan alkohol pada sampel urine dengan menggunakan variasi waktu analisis, untuk memperoleh waktu pengambilan sampel yang tepat. Dengan diperolehnya waktu pengambilan sampel yang tepat, maka hasil yang diperoleh dalam tahapan analitik dan pasca analitik akan mendapatkan hasil akurat. Metode reaksi warna K2Cr2O7 merupakan metode yang sederhana, cukup akurat, dan mudah dilakukan. Penelitian ini menggunakan pereaksi warna K2Cr2O7. Analisis kualitatif alkohol dalam sampel urine 10 responden yang mengkonsumsi arak menggunakan pereaksi K2Cr2O7 menunjukkan hasil pada urine 1 jam setelah konsumsi hasil uji positif sebanyak 6 sampel, hasil pada urine 2 jam setelah konsumsi hasil uji positif sebanyak 4 sampel, hasil pada urine 3 jam setelah konsumsi menunjukkan hasil positif sebanyak 1 sampel. Waktu analisis alkohol yang tepat pada sampel urine yaitu pada rentang 1 sampai 2 jam
Stability of Urine Glucose in Active-Smoking Adolescents with Delayed Examination Times Widiyanti, Ni Made Risa; Dwi Putri, Ni Luh Nova Dilisca; Ayu, Ni Ketut; Mirayanti, Mirayanti
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2025): November 2025
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v9i1.1973

Abstract

Urine glucose is one of the important parameters in early screening for glucose metabolism disorders. The presence of glucose in urine occurs when blood glucose levels exceed the renal threshold, causing it to be excreted in the urine. Adolescents with long-term smoking habits may develop insulin resistance, which increases the risk of glucosuria. This study aimed to describe the results of urine glucose examinations among active-smoking adolescents with delayed testing at 2, 4, and 6 hours at a storage temperature of 2–8°C in Private College X. This research employed a descriptive observational design. The samples consisted of 30 active-smoking adolescents whose urine specimens were examined using the dipstick method. The results showed that all urine samples were negative for glucose, even after a delay of up to 6 hours. No indicator color changes were observed on the test strips during the storage period. These findings may be related to stable glucose metabolism and an intact renal reabsorption threshold in adolescents.