Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

IDENTIFIKASI RESIDU PESTISIDA ORGANOFOSFAT DAN KARBAMAT PADA BUAH DAN SAYUR YANG DIJUAL DI PASAR BADUNG DESA DAUH PURI KANGIN DENPASAR BALI TAHUN 2019 Nyoman Sudarma; Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; Diah Prihatiningsih
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v4i1.1181

Abstract

Pestisida memiliki peranan penting dalam bidang pertanian.Jenis pestisida yang banyak digunakan adalah pestisida golongan organofosfat dan karbamat. Pestisida mengkontaminasi tanaman hasil pertanian berupa residu yang dapat terkonsumsi oleh konsumen. Residu pestisida tidak hanya menempel pada tanaman hasil pertanian, akan tetapi dapat diserap oleh akar dan batang dari tanah sehingga dapat terakumulasi pada umbi, batang, daun, dan buah. Residu pestisida dapat menyebabkan efek tidak langsung terhadap konsumen, akan tetapi dapat menimbulkan efek jangka panjang terhadap kesehatan, diantaranya gangguan syaraf dan metabolisme enzim.Pasar Badung merupakan pasar terbesar di Bali dan merupakan pusat perdagangan termasuk sayur dan buah yang didatangkan berbagai daerah baik dalam Bali maupun luar Bali. Mengingat sayur dan buah merupakan kebutuhan pangan masyarakat sehingga perlu dilakukan analisis terhadap residu pestisida yang menempel karena dapat mempengaruhi kesehatan bagi yang mengkonsumsinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi residu pestisida golongan organofosfat dan karbamat pada sayur dan buah yang dijual di pasar Badung sehingga kadarresidu pestisida dapat dibandingkan sesuai dengan Batas Maksimum Residu (BMR) yang diijinkan menurut SNI 7313:2008 mengenai Batas maksimum residu pestisida pada hasil pertanian. Sampel sayur dan buah yang diidentifikasi sebanyak 15 yaitu sawi hijau, sawi putih, brokoli, kembang kol, wortel, kacang panjang, bayam, buncis, tomat, pokcay, selada, lemon, kentang, apel, dan anggur. Identifikasi residu pestisida dilakukan dengan alat GC-MS. Berdasarkan hasil identifikasi, ke lima belas sampel sayur dan buah tidak ada mengandung pestisida baik golongan organofosfat maupun karbamat.Kepada masyarakat disarankan agar masyarakat tetap waspada dalam mengkonsumsi maupun mengolah sayur maupun buah.
Hubungan Kadar Glukosa Darah Dengan Bakteriuria Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas I Denpasar Barat Ray Clara Cendy Regina; Moh. Fairuz Abadi; Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v13i1.164

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a disease caused by high blood glucose levels. High glucose levels in DM patients are thought to be at risk of bacteriuria infection which can cause UTI’s. The purpose of this study was to determine the correlation between blood glucose levels and bacteriuria in Diabetes Mellitus (DM) sufferers at Puskesmas I West Denpasar. A descriptive correlational research with a cross-sectional approach was conducted using purposive sampling. The study utilized the urine culture method with a total sample of 30 participants. The results revealed that 33% of respondents with uncontrolled glucose levels (>145 mg/dL) had positive bacteriuria results, while 57% of respondents with controlled glucose levels (≤145 mg/dL) had negative bacteriuria results. The Kendall Tau-b statistical test showed a significant correlation (p-value = 0.000, <0.05) between blood glucose levels and bacteriuria. In conclusion, this study established a correlation between blood glucose levels and bacteriuria in Diabetes Mellitus (DM) sufferers at Puskesmas I West Denpasar.
PENYULUHAN BAHAYA LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) SERTA PENGENALAN PENGELOLAAN SPESIMEN URINE DALAM PEMERIKSAAN TIMBAL KEPADA SISWA-SISWI SMK KESEHATAN BALI MEDIKA DENPASAR Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; Anak Agung Istri Dalem Hana Yundari; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; I Nyoman Asdiwinata; Didik Prasetya
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 7: Juli 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polusi logam berat timbal (Pb) berkaitan dengan asap kendaraan. Organ tubuh yang menjadi sasaran keracunan timbal adalah sistem peredaran darah, sistem saraf, sistem saluran kemih, sistem reproduksi, sistem endokrin, dan jantung. Ekskresi timbal melalui urin sebanyak 75-80%. Urine merupakan sisa metabolisme tubuh yang dapat memberikan gambaran keadaan kesehatan tubuh kita. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang paling dianjurkan sebagai screening test keracunan timbal. Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar terhadap bahaya logam berta timbal serta memberikan pengenalan pengetahuan pada siswa terhadap pengelolaan spesimen urine dalam pemeriksaan logam berat timbal. Metode Pengabdian masyarakat dilakukan dengan ceramah, diskusi, dan percobaan pemeriksaan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan siswa terhadap bahaya logam berat timbal setelah dilakukannya penyuluhan, diketahui hasil kuesioner pada kategori baik sebanyak 94%, dan juga terjadi peningkatan pengetahuan siswa terhadap tahapan pengelolaan spesimen urine dalam pemeriksaan logam berat timbal setelah dilakukannya percobaan, dimana hasil kuesioner pada kategori baik mencapai 89%.
Pencegahan Anemia Dengan Edukasi Konsumsi Tablet Tambah Darah Dan Infused Water Prasetya, Didik; Putri, Ni Luh Nova Dilisca Dwi; Yundari, A.A Istri Dalem Hana; Puspawati, Ni Luh Putu Dewi; Asdiwinata, I Nyoman
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i2.477

Abstract

Permasalahan di bidang kesehatan merupakan masalah yang kompleks dan melibatkan masalah lain. Cara mengatasi masalah kesehatan tersebut tidak hanya berfokus pada kesehatan itu sendiri, akan tetapi pada semua aspek yang mempengaruhi kesehatan. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu usaha untuk mencapai derajat kesehatan yang baik. Peningkatan PHBS sangat diperlukan pada lingkungan pondok pesantren. Pondok pesantren yang sudah membiasakan pola PHBS memiliki beberapa indikator antara lain terjaganya kebersihan individu, tempat wudhu, air bersih, jamban sehat, kebersihan asrama, ruang belajar serta kepadatan penghuni asrama. Kegiatan ini dilakukan di pondok pesantren Hidayatullah Kota Denpasar yang bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan tentang penyakit kulit dan pencegahannya serta PHBS melalui edukasi. Tahapan yang dilakukan adalah ceramah, diskusi, pembagian paket PHBS, dan pengisian pre test dan post test. Hasil Pos test dari 40 santri menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kategori baik sebanyak 65%, cukup 35% dan kurang 2%. Setelah dilakukan kegiatan ini para santri mempunyai tambahan pengetahuan tentang penyakit kulit dan pencegahannya serta menerapkan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pondok pesantren.   Kata Kunci: Kebersihan lingkungan, kesehatan lingkungan, remaja sehat    
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KEWASPADAAN REMAJA MENGENAI KERACUNAN ALKOHOL DAN DETEKSINYA MELALUI PENGELOLAAN SAMPEL URINE SERTA PENGENALAN CATATAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; Made Wahyu Aditya; Ni Ketut Ayu Mirayanti; I Gusti Agung Ngurah Putra Pradnyantara
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 9: September 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i9.8652

Abstract

Alkohol adalah zat psikoaktif dengan sifat penghasil ketergantungan. Penggunaan alkohol menyebabkan beban sosial, ekonomi dan dampak terhadap kesehatan. Selain penyakit kronis yang mungkin berkembang, penggunaan alkohol juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kondisi kesehatan akut, seperti cedera, termasuk kecelakaan lalu lintas. Prevalensi populasi mengkonsumsi alkohol menunjukkan sebagian besar mulai kebiasaan ini sejak awal hingga pertengahan remaja. Survei nasional memperjelas bahwa penggunaan alkohol di kalangan remaja tersebar luas dan berbahaya, hampir tiga perempat remaja di sekolah menengah melaporkan pernah minum minuman beralkohol. Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja terhadap dampak bahaya konsumsi alkohol dan dapat mengenal deteksi alkohol melalui pengelolaan sampel urine secara kualitatif, tidak hanya itu dalam pengabdian mayarakat ini juga akan di kenalkan bagaimana cara melakukan pencatatan rekam medis hasil pemeriksaan kesehatan, sehingga pencatatan data hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di UKS dapat dilakukan dengan baik. Metode Pengabdian masyarakat dilakukan dengan ceramah, diskusi, dan percobaan pemeriksaan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan siswa terhadap bahaya minuman beralkohol, peningkatan pengetahuan siswa terhadap tahapan pengelolaan spesimen urine, dan peningkatan pengetahuan siswa terhadap pencatatan rekam medis elektronik.
IDENTIFIKASI KEBERADAAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTH PADA KUKU PEKERJA TEMPAT PENITIPAN HEWAN DI KOTA DENPASAR Idayani, Sri; Putri, Ni Luh Nova Dilisca Dwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i01.735

Abstract

Latar belakang: Penyakit menular yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan di Indonesia adalah cacingan. Jenis cacing Soil Transmitted Helminth (STH) yang sering menginfeksi adalah Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Trichuris trichiura (cacing cambuk), Necator americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing tambang). Hal ini disebabkan kebiasaan dan perilaku yang tidak bersih misalnya; tidak mencuci tangan sebelum makan, kuku tangan panjang dan tidak pernah memakai alas kaki jika sedang melakukan aktivitas sehingga kebersihan kurang diperhatikan. Salah satu tempat yang memungkinkan adanya penularan penyakit dari hewan ke manusia adalah tempat penitipan hewan. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran kecacingan Soil Transmitted Helminth (STH) pada kuku pekerja tempat penitipan hewan di Kota Denpasar. Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan mengidentifikasi telur cacing Soil Transmitted Helminth (STH) pada kuku dan wawancara menggunakan kuesioner tentang personal hygiene. Sampel kuku terdiri dari 30 sampel untuk pemeriksaan telur cacing Soil Transmitted Helminth (STH). Hasil: Hasil dari penelitian ini tidak ada pekerja tempat penitipan hewan yang terinfeksi telur cacing Soil Transmitted Helminth (STH). Pekerja tempat penitipan hewan lebih meningkatkan kesadaran menjaga personal hygiene dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja sehingga bisa mencegah infeksi kecacingan. Saran: Selain itu pihak pelayanan kesehatan setempat perlu memberikan edukasi tentang bahaya, penularan dan pencegahan tentang kecacingan dan memberikan obat cacing untuk pencegahan.
Perbedaan penanganan spesimen feses dengan penambahan etanol berbagai konsentrasi terhadap kualitas telur cacing Idayani, Sri; Putri, Ni Luh Nova Dilisca Dwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i02.1293

Abstract

Latar Belakang: Pemeriksaan feses merupakan gold standard untuk menegakan diagnosis infeksi yang disebabkan oleh cacing. Senyawa organik seperti etanol dan formalin adalah zat yang paling umum digunakan sebagai bahan pengawet sampel yang diambil dari lapangan. Alkohol (etanol) sering digunakan karena lebih efektif dalam mempertahankan morfologi sampel.Metode: Penelitian ini menggunakan desain true eksperimen, yaitu The Randomized Posttest Control Group Design dengan melakukan eksperimen terhadap cairan tubuh yaitu feses dengan memberikan perlakuan variasi penambahan etanol dengan konsentrasi 50%, 80% dan 96% dengan menggunakan metode pemeriksaan langsung (direct slide).Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ditemukan adanya perbedaan morfologi kualitas telur cacing dari bentuk dan lapisan dinding. Pada hasil uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney diperoleh nilai p-value < 0,05 yaitu 0,039 dan 0,023 yang berarti adanya perbedaan yang signifikan secara statistik kualitas telur cacing dengan penambahan etanol berbagai konsentrasi dan penggunaan etanol sebagai larutan tambahan memberikan efektivitas dalam menjaga kualitas feses dibandingkan tanpa etanol.Kesimpulan: Larutan etanol dengan berbagai konsentrasi mampu mempertahankan kualitas telur cacing berdasarkan morfologi bentuk dan lapisan dinding  telur.
Efektivitas Senyawa Antioksidan berbagai Tumbuhan Obat Sebagai Agen Hepatoprotektif terhadap Penyakit Hati akibat Alkohol Dwi Putri, Ni Luh Nova Dilisca; Manuaba, Ida Bagus Putra
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3642

Abstract

Penyakit hati akibat alkohol (Alcoholic Liver Disease, ALD) adalah salah satu penyebab utama kematian akibat konsumsi alkohol kronis. ALD ditandai dengan kerusakan progresif pada hati yang meliputi steatosis, hepatitis alkoholik, fibrosis, hingga sirosis. Penyebab utama kerusakan adalah stres oksidatif, inflamasi, dan disfungsi mitokondria yang dipicu oleh akumulasi acetaldehyde dan spesies oksigen reaktif (ROS). Berbagai senyawa antioksidan alami dari tumbuhan obat telah menunjukkan efek hepatoprotektif yang signifikan. Senyawa seperti flafonoid dari Moringa oleifera, gingerol dan shogaol dari Zingiber officinale, serta flavolignan dari Silybum marianum telah terbukti efektif mengurangi tingkat AST, ALT, dan MDA. Selain itu, senyawa ini mampu meningkatkan aktivitas enzim antioksidan seperti SOD dan glutathione, serta menghambat pelepasan sitokin inflamasi. Hasil histopatologi menunjukkan regenerasi jaringan hati dan stabilisasi struktur hepatosit. Penelitian ini menyoroti potensi terapi berbasis senyawa antioksidan alami sebagai solusi aman dan efektif untuk manajemen ALD. Dengan memanfaatkan sumber daya alami ini, pengembangan pengobatan berbasis tumbuhan dapat menawarkan alternatif yang lebih terjangkau dan minim efek samping.
IDENTIFIKASI KUALITAS MATA AIR SEBAGAI SUMBER AIR MINUM TANPA PENGOLAHAN DI DESA KUKUH, KECAMATAN MARGA, KABUPATEN TABANAN, BALI, TAHUN 2018: IDENTIFICATION THE QUALITY OF SPRINGS AS A SOURCE OF DRINKING WATER WITHOUT PROCESSING IN KUKUH VILLAGE, MARGA DISTRICT, TABANAN REGENCY, BALI, IN 2018 Putri, Ni Luh Nova Dilisca Dwi; Sudarma, Nyoman; Prihatiningsih, Diah
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.28

Abstract

Pendahuluan : Air merupakan sumber daya alam yang dilukan untuk hajat hidup orang banyak (Efendi, 2003). Berdasarkan . Men. Kes. No. 492/MENKES//IV/2010, bahwa air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa pengolahan memenuhi syarat kesehatan dapat langsung diminum. Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan terbagi menjadi 8 banjar dinas, salah satunya adalah banjar dinas Tatag yang menjadi pusat dalam pemanfaatan sumber mata air minum pada wilayah desa tersebut. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif tentang uji kelayakan kualitas air berdasarkan parameter kimia dan mikrobiologi dari sumber mata air di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Hasil: Hasil identifikasi kelayakan kualitas air minum yang telah dilakukan sebanyak tiga kali pengujian, yaitu pada bulan (Mei, Juli, September) pada tahun 2018 memberikan hasil: a). Pemeriksaan parameter kimia menunjukkan bahwa seluruh parameter yang diujikan berada pada standar yang dibolehkan, sedangkan b). Pemeriksaan parameter mikrobiologi menunjukkan hasil adanya kandungan bakteri Fecal coli pada sampel mata air dengan jumlah rata-rata 100 Fecal coli/100 mL. Diskusi : Berdasarkan hasil identifikasi pada parameter kimia menunjukkan bahwa hasil identifikasi parameter kimia telah sesuai dengan standar kualitas air minum, sedangkan parameter mikrobiologi belum memenuhi standar kualitas air minum disebabkan adanya kandungan bakteri Fecal coli pada sampel mata air dengan jumlah rata-rata 100 Fecal coli/100 mL. Kata Kunci : Kualitas mata air, Parameter Kimia, Parameter Mikrobiologi. ABSTRACT Introduction: Water is a natural resource needed for the livelihood of many people. Drinking water is water with or without processing that meet health requirements and can be drunk directly, this is based on . Men Kes No. 492/MENKES//IV/2010. Kukuh Village, Marga District, Tabanan Regency is divided into 8 banjar dinas, one of which is the Banjar Tagtag, which is the center of the utilization of drinking water sources in the village area. Method: The type of research used is a descriptive study of the feasibility of water quality based on chemical and microbiological parameters on water from a spring source in Kukuh Village, Marga District, Tabanan Regency. Results: The results of the identification of the feasibility of drinking water quality that has been carried out three times tn the month of May, July, and September. The results of the identification of chemical and microbiological parameters were : a). Chemical parameters, showed that all identified parameters are at the missible level. c). Microbiological parameters showed the results of Fecal coli contents in spring samples with and an average number of 100 Fecal coli/100 mL. Discussion: The results of the identification of chemical and microbiological parameters indicated that the identification of chemical parameters were in accordance with drinking water quality standards, while the microbiological parameters did not meet drinking water quality standards, because in the water sample there was the content of Fecal coli bacteria in the spring samples with and average number of 100 Fecal coli/100 mL. Keywords : Quality of Springs, Chemical Parameters, Bacteriological Parameters
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN PENGGUNAAN NAPZA JENIS AMPHETAMIN PADA MAHASISWA PERHOTELAN PERGURUAN TINGGI DI KOTA DENPASAR TAHUN 2019: THE RELATIONSHIP OF SMOKING BEHAVIOR WITH THE USE OF AMPHETAMIN TYPE OF DRUGS IN HIGHER EDUCATION HOSPITALITY STUDENTS IN DENPASAR 2019 Idayani, Sri; Putri, Ni Luh Nova Dilisca Dwi
Bali Medika Jurnal Vol 7 No 1 (2020): Bali Medika Jurnal Vol7 No 1 Juli 2020
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v7i1.124

Abstract

One of the factors that influence drug abuse is smoking. The risk of drug abuse tends to increase in someone who has the habit of smoking and drinking alcohol. Some of the driugs are Narcotics, Psychotropic and other dangerous Addictive Materials. One of the drugs is amphetamine. Amphetamine can be white, yellow or cocoa powder, or small crystalline white powder and can also be in the form of pharmaceutical preparations (tablets). This study aims to determine the relationship between smoking behavior with the use of drug type amphetamines in the urine of hospitality students at Denpasar City University in 2019. Smoking behavior was analyzed from interviews using questionnaires and the amphetamine content of urine was tested using the rapid diagnostic test method. The number of urine samples analyzed was 27 university hospitality students in the city of Denpasar. The results showed that the Chi-Square statistical test obtained p-value of no statistical data generated due to the use of constant type of amphetamine NAPZA. This means that there is no relationship between smoking behavior with the use of drug type amphetamines in the urine of hospitality students at Denpasar City University in 2019.