Claim Missing Document
Check
Articles

POLA PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PULAU DOMPAK PERIODE 2005-2015 Hidayah, Ricky Try Noer; Putra, Risandi Dwirama; Jaya, Yales Veva; Suhana, Mario Putra
Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan dan panjang garis pantai di pulau Dompak Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengolahan citra dari 2 data citra Landsat 7 dan 8 bertipe level 1. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan koreksi radiometrik, koreksi atmosferik, koreksi pasang surut sehingga diperoleh data perubahan garis pantai. Selanjutnya analisis perubahan garis pantai pada tahun 2005-2015 dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Dari penelitian ini didapatkan bahwa pantai Pulau Dompak mengalami perubahan garis pantai baik sedimentasi maupun abrasi. Pada tahun 2005-2015 rata-rata perubahan garis pantai Pulau Dompak per tahun adalah abrasi dengan nilai 0.30 m. Dengan demikian pola perubahan garis pantai di Pulau Dompak adalah abrasi.
GLOBAL WARMING DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTERISTIK GELOMBANG LAUT DI PANTAI TIMUR PULAU BINTAN YANG DITINJAU DARI PERSPEKTIF KLIMATOLOGI Illona, Dea Jessi; Jaya, Yales Veva; Koenawan, Chandra Joei; Suhana, Mario Putra
Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The influence of global warming has impact on physics oceanographic conditions such as rising sea surface temperature (SST). Beside that, the increase of temperature will affect to climate change which also increase the global wind speed so it will has implied for future ocean wave height. In this study aims to determine the characteristics of ocean wave at the east coast Bintan Island. Hind casting of ocean wave start by processing sea surface wind by downloaded from European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF), data will be extracted through Ocean Data View (ODV) and analyzed by using wind rose. The characteristic of wind used for calculation effective fetch length for referred to Sverdrup Munk Bretschneider (SMB) method. Fluctuation of SST will be compared to ocean wave height. Result of this study showed that there were differences in the character of ocean waves on a small scale between 1985-1989 as the year that rising temperature have not yet assumed significantly and 2001-2005 temperature begin increase intensively. The pattern of ocean wave at the east coast Bintan Island effected by seasonal wind that moves periodically with the two highest wind speed from north and south, along with lowest speed is during the transition.
ANALISIS DIGITAL CITRA LANDSAT UNTUK DETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI TRIKORA KABUPATEN BINTAN Ichsan, Rafiqul M; Jaya, Yales Veva; Putra, Risandi Dwirama; Suhana, Mario Putra
Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trikora beach is a coastal area with a diverse set of potential in Bintan. Remote sensing is a technique of detection of an object with a high efficiency level. Information changes the shoreline is required to review the management of the territory. Research on probe coastline changes using Landsat satellite imagery with combine method of Single Band 5 Threshold and Band Ratio the calculate of changes the coastline by Digital Shorline Analysis System. Final results of calculation changes accretion of Trikora coastline caused by the influence of human activity such as infrastructure development and changes of the land function this occurs most obviously seen in the period of the year 1995-2005. The abrasion phenomena for the Trikora Beach caused by natural factors such as wave, changes in the pattern of currents, tidal variations and climate change, this happened during on 1990-1995 years.
KARAKTERISTIK SEDIMEN PANTAI TIMUR PULAU BINTAN ROVINSI KEPULAUAN RIAU Suhana, Mario Putra; Nurjaya, I Wayan; Natih, Nyoman Metta N.
Dinamika Maritim Vol 7 No 1 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 7 No. 1, August 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research carried out is one part of a series of researches concerning shoreline changes of east coast of Bintan Island during 2005-2014. In this part of the study analyzed the characteristics of coastal sediments of east coast of Bintan Island which is one of the factors that compose the beach profile. Analysis of sediment samples follows standard procedures of ASTM (American Society for Testing and Materials). The analysis results show that overall of sedimentary characteristics indicate the type of coastal sediment on east coast of Bintan Island is slightly gravelly sand.
KARAKTERISTIK SEBARAN MENEGAK DAN MELINTANG SUHU DAN SALINITAS PERAIRAN SELATAN JAWA Suhana, Mario Putra
Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

VARIABILITAS SPASIAL SUHU PERMUKAAN LAUT PULAU BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU PADA EMPAT MUSIM BERBEDA Zulfikar, Zulfikar; Jaya, Yales Veva; Pratomo, Arief; Putra, Risandi Dwirama; Suhana, Mario Putra
Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi suhu permukaan laut (SPL) dalam bidang perikanan memiliki peran yang sangat penting. Data SPL ECMWF sangat baik untuk melihat perubahan SPL secara berkala. Selain berpengaruh terhadap aktivitas metabolisme dan perkembangan suatu organisme suhu permukaan laut (SPL) merupakan faktor penting yang mempengaruhi dinamika iklim global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memetakan sebaran suhu permukaan laut di perairan Pulau Bintan. Metode penelitian ini menggunakan analisis suhu permukaan laut secara temporal berdasarkan fluktuasi SPL bulanan dan musiman dalam bentuk grafik deret waktu, dan analisis spasial berdasarkan visualisasi peta sebaran rata-rata SPL musiman. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi temporal SPL tahun 2015-2016 di perairan Pulau Bintan cenderung mengalami peningkatan. Variabilitas nilai SPL di perairan Pulau Bintan dipengaruhi oleh musim, SPL pada musim timur dan musim peralihan barat-timur cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan SPL pada musim barat dan musim peralihan timur-barat. Sebaran spasial SPL di perairan dekat pesisir cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan SPL di perairan jauh pesisir atau lepas pantai. Secara spasial, perairan dekat pesisir memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan perairan lepas pantai. Suhu permukaan laut di perairan Pulau Bintan juga cenderung mengalami fluktuasi berdasarkan musim. Pada musim peralihan barat-timur dan musim peralihan timur rata-rata suhu permukaan laut cenderung lebih tinggi dan sebaliknya pada musim barat dan musim peralihan timur-Barat rata-rata suhu permukaan laut cenderung mengalami penurunan.
KARAKTERISTIK GELOMBANG LAUT PANTAI TIMUR PULAU BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2005-2014 Suhana, Mario Putra; Nurjaya, I Wayan; Natih, Nyoman Metta
Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penting yang sangat mempengaruhi proses dinamika pantai adalah gelombang laut. Arus menyusur pantai (long-shore current) merupakan salah satu proses oseanografi fisik yang timbul akibat hempasan gelombang laut ketika menghantam pantai. Selain itu, proses sedimentasi juga merupakan salah satu proses oseanografi fisik yang disebabkan oleh gelombang laut. Melihat begitu besarnya peranan dan pengaruh gelombang laut terhadap segala dinamika yang terjadi di pantai, dirasa perlu untuk dilakukan sebuah kajian mengenai karakteristik gelombang laut di suatu perairan. Untuk menjawab tujuan penelitian ini, metode yang digunakan adalah menggunakan metode peramalan menggunakan data arah dan kecepatan angin. Data arah dan kecepatan angin yang digunakan merupakan data hasil publikasi BMKG Kota Tanjungpinang tahun 2005-2014. Selama tahun 2005-2014 perairan pantai timur Pulau Bintan dipengaruhi oleh angin yang bertiup dari arah utara dan selatan dengan frekuensi kejadian 22.48 % dan 20.97 %. Kecepatan angin yang bertiup dari arah utara berkisar antara 5.70-8.80 m/s sedangkan kecepatan angin yang bertiup dari arah selatan berkisar antara 3.60-5.70 m/s. Selain dari arah utara dan selatan, angin yang bertiup dari arah tenggara juga memiliki frekuensi kejadian yang cukup tinggi yaitu 18.85 % dengan kecepatan angin dominan berkisar antara 3.60-5.70 m/s. Tinggi gelombang laut harian yang terbentuk di perairan pantai timur Pulau Bintan yang disebabkan oleh angin selama tahun 2005-2014 berkisar antara 0.10-4.55 m dengan tinggi gelombang laut dominan berkisar antara 0.10-0.50 m, sedangkan periode gelombang laut berkisar antara 1.10-11.23 s. Tinggi gelombang laut maksimum yang terbentuk di perairan pantai timur Pulau Bintan umumnya terjadi pada puncak musim utara (Desember-Februari) dan musim selatan (Juni-Agustus) hal ini disebabkan oleh kecepatan angin yang bertiup di perairan pantai timur Pulau Bintan selama musim barat dan musim timur lebih tinggi dibandingkan dengan musim lainnya.
POLA DAN KARAKTERISTIK SEBARAN MEDAN MASSA, MEDAN TEKANAN DAN ARUS GEOSTROPIK PERAIRAN SELATAN JAWA Suhana, Mario Putra; Utama, Ferdy Gustian; Putra, Andry Purnama; Zibar, Zan; Paputungan, M. Sumiran; Erawan, M. Trial Fiar; Kolibongso, Duaitd
Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan selatan Jawa merupakan bagian dari perairan samudera Hindia yang memiliki arus besar yang disebut Arus Khatulistiwa Selatan (AKS) yang sepanjang tahun menuju ke arah barat dan menyebar dari barat laut Australia menuju sisi lain dari samudera Hindia. Dinamika oseanografi perairan timur Samudera Hindia sangat dipengaruhi oleh keterkaitan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sebaran menegak dan melintang medan massa, tekanan dan arus geostropik perairan selatan Jawa. Penelitian ini menggunakan data World Ocean Atlas (WOA) hasil penginderaan jarak jauh bulan Agustus tahun 2009. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan perairan selatan Jawa merupakan bagian dari perairan samudera Hindia yang memiliki arus besar yang disebut Arus Khatulistiwa Selatan (AKS) yang sepanjang tahun menuju ke arah barat dan menyebar dari barat laut Australia menuju sisi lain dari samudera Hindia. Apabila aliran AKS bergerak semakin cepat sepanjang pantai selatan Jawa-Sumbawa, maka akan mengakibatkan massa air akan menumpuk di belahan bumi selatan yang merupakan bagian sisi lepas pantai. Hal ini mengakibatkan bagian lepas pantai (yang menjauh dari pantai) memiliki kedalaman dinamik yang lebih tinggi dari bagian yang lebih dekat atau berada di sisi pantai, sehingga arus geostropik yang mengalir pada wilayah tersebut akan mengalir dan dibelokan ke arah barat.
Mangrove damage level in the waters of Berakit Village, Bintan Island, Indonesia Susiana Susiana; Mario Putra Suhana
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.517 KB) | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.3.2.73-79

Abstract

Mangrove forest or better known as mangrove forest is an ecosystem found in coastal waters and has an important ecological and economic role. This study aims to measure and determine the health status of mangrove forests that grow in the waters of Berakit, Bintan based on the level of tree density. The study was conducted in August to November 2019 which was conducted at twenty station points spread from the mainland to the coastal waters of Berakit. Field data collection was performed using the quadratic transect line method, 10x10 m2 plot was made along the transect line to measure the diameter of the tree at breast height (DBH) which has a trunk circumference for each mangrove tree at breast height of about 1.3 m. Mangrove health status based on the level of density of mangrove trees is included in the criteria of Good with Very Solid category. Rhizophora apiculata is a species of mangrove that grows well and has an important role in the waters of Berakit, Bintan island.
ANALISIS KERENTANAN PANTAI TIMUR PULAU BINTAN, PROVINSI KEPULAUAN RIAU MENGGUNAKAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM DAN METODE COASTAL VULNERABILITY INDEX Mario Putra Suhana; I Wayan Nurjaya; Nyoman Metta Natih
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 1 (2016): MEI 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13527.32 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.7.21-38

Abstract

Coastal vulnerability is a condition where there is an increased processes of damage in the coastal areas caused by a variety of factors such as human activity and natural factors such as impact of sea level rise, sea waves and longshore current which cause abrasion and sedimentation processes which is once indicator of pressure on coastal areas even though not always interpreted as the degradation of coastal areas. Coastal vulnerability analysis is very important to be done, by doing a study of the coastal areas condition in particular the study of the vulnerability of a coastal areas will ease in highlighted any sections of a coastal areas which judged having high level of vulnerability and what are the factors that result in the vulnerability of the coastal areas. The research of coastal vulnerability of east coast of Bintan Island was conducted in September-October 2015 with observing physical and oceanographic variables consisting of coastal geomorphology, beach slope, shoreline changes and annual average of sea wave height and tidal range. Coastal vulnerability analysis using coastal vulnerability index (CVI) method by giving a score to each of the variables used in accordance with the categories set by United States Geological Survey (USGS). The results of coastal vulnerability analysis showed coastal geomorphology and beach slope are a variables with a high to very high degree of vulnerability with the vulnerability score of each variables is 4.75 and 5 (score scale range from 1-5). Coastal vulnerability index of east coast of Bintan Island ranged from 3.16-3.54 with an average 3.33 which showed the level of vulnerability of east coast of Bintan Island is in low category.
Co-Authors Abdul Rahman Ritonga Aditya Hikmah Nugraha Aditya Hikmat Nugraha Agung Dhamar Syakti Ani Suryanti Arief Pratomo, Arief Asep Ma'mun Azizah Ramadani Chandra Joei Koenawan Desi Nurlianti Dony Apdillah Edo Edo Esty Kurniawati ESTY KURNIAWATI Fa'u, Yosepine Cinta Tyas Gusti Fadhliyah Idris Fahrianti, Anggun Safutri Falmi Yandri Hatmaja, Rahaden Bagas Herlanto Sihar Napitupulu Herlina Ika Ratnawati, Herlina Ika Hertyastuti, Putri Restu Heryoso Setiyono Hidayah, Ricky Try Noer Hidayah, Ricky Try Noer I Wayan Nurjaya Ibnu Kahfi Bachtiar Ichsan, Rafiqul M Ichsan, Rafiqul M Ika Anggraeni Illona, Dea Jessi Illona, Dea Jessi Ita Karlina Izzaturrahim, Muh. Hafizh Jaya, Yales Veva Jaya, Yales Veva Khairunnisa Khairunnisa Kolibongso, Duaitd Kurniawan, Rika Latifah, Laila Leica Febby Shafitri Lelalette, Johanis Dominggus M. Furqon Azis Ismail Ma'mun*, Asep Ma'mun, Asep Ma’mun, Asep Muhamad Muliadi Muhammad Abrar Muhammad Helmi Muhammad Trial Fiar Erawan Ni Wayan Purnama Sari Nur Anisa Nyoman M N Natih Oksto Ridho Sianturi Paputungan, Mohammad Sumiran Prista, Dahlia Mei Putra, Andry Purnama Putra, Andry Purnama Rahma Sarita Reski Putri Handayani Rika Anggraini Rika Anggraini Rikoh Manogar Siringoringo Rikoh Manogar Siringoringo Risandi Dwirama Putra Ritonga, Abdul Rahman Rochmady Rumapea, Meyliana Anastasya Ryanto, Fauzan Novan Sarmada, Iqbal Faiz Sarmada, Iqbal Faiz Satria Agust SATRIYAS ILYAS Septhi Dwi Nursyahnita Setiyadi, Johar Sinta Junia Wulandari Soedrajad Haryo Adji Sri Maharani Subekti Mujiasih T. Ersti Yulika Sari Tri Apriadi Tri Nur Cahyo Try Febrianto Ulfatul Syahara Utama, Ferdy Gustian Utama, Ferdy Gustian Widodo S Pranowo Wirayuhanto, Harish Yuni Sinta Pratiwi Zibar, Zan