Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Literature Review: Comparison of the Quality of Papanicolaou, Giemsa, and May-Grunwald Giemsa Staining in Pleural Effusion Specimens Nurhaliza, Winarti; Rahmawati, Yeni; Nailufar, Yuyun
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan (Oktober 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v12i2.882

Abstract

Pleural effusion is a pathological condition characterized by fluid accumulation in the pleural cavity, which can occur due to infection, malignancy, or systemic disorders such as congestive heart failure. Cytological examination is an effective diagnostic method for detecting abnormal cells and malignancy in pleural effusion by reviewing the quality of staining results. This study aims to analyze and compare the staining quality of Papanicolaou, Giemsa, and May Grunwald Giemsa in pleural effusion cytology examination. The literature review results included 8 journals that met the inclusion criteria. These journals were obtained from the Google Scholar, PubMed, and Publish or Perish databases using the PICO search method and then selected based on inclusion and exclusion criteria using the PRISMA flow diagram. The results of the literature review showed that the Papanicolaou method provided clearer contrast between the nucleus and cytoplasm with a good background, Giemsa displayed cell morphology but the background was less clean, while May-Grunwald Giemsa showed stable staining results and good cell detail.
Variasi Konsentrasi Neutral Buffer Formalin Pada Proses Fiksasi Jaringan Histologi Ginjal Mencit Kayni, Ika Mareta Nur; Nailufar, Yuyun; Rahmawati, Yeni
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i1.2685

Abstract

Neutral Buffer Formalin 10% is commonly used to fix tissue whose structure will be observed. The observation is carried out to diagnose the disease. Poor fixation results will affect further tissue processing. The right concentration and fixation time will also produce quality tissue preparations and the right diagnosis. This study determined the quality of the hematoxylin-eosin staining results in the mouse kidney fixation process with variations in NBF concentrations of 5%, 10%, 15%, and 20%. This research method is observational by fixing the mouse kidney organ in NBF with concentrations of 5%, 10%, 15%, and 20% for 24 hours at room temperature. The results of the study are in the form of scores, which are then processed using the Kruskal-Wallis Test. Based on the total scoring results, NBF 10% is the best concentration. The result of the Kruskal-Wallis test is p ≤ 0.05, which means there is a significant difference, and the Posthoc test result is that the NBF concentration of 15% is a concentration that has no significant difference with the control. While NBF 5% and 20% have significant differences from the NBF 10% control. Thus, NBF 10% is the best concentration, and NBF 15% has better assessment results than NBF 5% and 20%. Keywords: Fixation, Neutral Buffer Formalin, Hematoxylin Eosin
Identifikasi Telur Cacing Soil Transmitted Helminths (STH) Pada Pengrajin Genteng di Kelurahan Sidoluhur Godean Yogyakarta Saputra, Diki; Putri, Novita Eka; Nailufar, Yuyun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecacingan merupakan penyakit yang disebabkan karena masuknya parasit seperti telur atau cacing didalam tubuh manusia yang ditularkan dengan melalui makanan, minuman, dan infiltrasi kulit dengan tanah sebagai media penularannya. Jenis cacing yang sering ditemukan dan dapat menyebabkan infeksi yaitu jenis cacing golongan Soil Transmitted Helminthes (STH), yang penularan membutuhkan tanah sebagai tempat untuk mencapai stadium yang infektif. Salah satu pekerjaan yang sangat erat kaitannya dengan infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) pengraji genteng. Kebiasaan pengrajin genteng saat bekerja yang kadang tidak memperhatikan kelengkapan APD dan personal hygine sehingga dapat memberikan resiko terinfeksi cacing melalui penetrasi kulit dengan adanya kontak langsung dengan tanah liat. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi kontaminasi jenis cacing STH pada feses pengrajin genteng di Kelurahan Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode Penelitian ini yaitu merupakan penelitian eksperimen.
Gambaran Profil Hematologi dan Hasil Tubex Pada Penderita Demam Tifoid di RSUD Tuanku Rao Kabupaten Pasaman Sumatra Barat Fauzi, Riski; Rahmawati, Yeni; Nailufar, Yuyun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri Salmonella typhi mengakibatkan demam tifoid yakni infeksi sistemik akut yang menyerang kantong empedu, kelenjar limfe gastrointestinal, beserta sistem retikuloendotelial. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran profil hematologi dan hasil tubex pada penderita demam tifoid RSUD Tuanku Rao Kabupaten Pasaman Sumatra Barat. Jenis penelitian yang dilakukan dengan desain deskriptif kuantitatif secara cross sectional, penelitian dilaksanakan melalui penerapan data sekunder di RSUD Tuanku Rao Kabupaten Pasaman Sumatra Barat pada rentang waktu Januari 2023 – April 2024. Hasil penelitian penderita demam tifoid berdasarkan jenis kelamin didapatkan lebih tinggi pada wanita sebanyak 58% di bandingkan laki-laki 42%. Berdasarkan kategori usia didapatkan lebih tinggi pada usia dewasa 42%, pada anak - anak 14%, remaja 20%, pada lansia 24%. Hasil positif tubex sebagian besar didapatkan +4 sebanyak 66%, dan +6 sebanyak 34%. Hasil profil hematologi diperoleh rata – rata jumlah leukosit penderita demam tifoid 9.366/µL, rata – rata jumlah eritrosit penderita demam tifoid adalah 4,72 juta sel/mm, rata – rata jumlah trombosit penderita demam tifoid 229.720/mm³, rata – rata jumlah hemoglobin adalah 12,8 mg/dl. Kasus demam tifoid banyak terjadi pada perempuan yaitu sebanyak 29 orang (58%), Kasus demam tifoid yang terdapat pada RSUD Tuanku Rao Kabupaten Pasaman Sumatera Barat banyak terjadi pada usia dewasa 42%, hasil Tubex +4 66%, dan +6 34%, dengan rata - rata jumlah profil hematologi penderita demam tifoid masuk dalam rentang normal yaitu leukosit 9.336/µL, eritrosit 4,72 juta sel/mm3, trombosit 229.720/mm3, hemoglobin 12,8 mg/dl.
LITERATURE REVIEW PERBANDINGAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KELOR DAN PEGAGAN TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES febriana, debi sulisti; Nailufar, Yuyun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30207

Abstract

Jerawat merupakan penyakit peradangan kronik pada unit polisebasea terdiri atas berbagai bentuk kelainan kulit seperti: komedo, nodul, papul, pustul dan jaringan parut. Jerawat muncul karena hiperkeratinisasi abnormal serta produksi sebum berlebihan dihasilkan kelenjar sebasea. Jerawat disebabkan oleh bakteri yang bernama Propionibacterium acnes. Jerawat dapat diobati dengan antibiotik. Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang akan memberikan efek samping bagi tubuh. Pengobatan alternatif lain dari tanaman obat seperti daun kelor dan daun pegagan yang dipercaya berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak kelor dan daun pegagan terhadap bakteri Propionibacterium acnes, mengidentifikasi senyawa aktif di dalam daun kelor dan daun pegagan. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review. Ekstrak daun kelor dan daun pegagan dapat menghambat pertumbuhan beberapa bakteri gram positif dan gram negatif. Pertumbuhan bakteri yang paling banyak dihambat oleh ekstrak kelor dan daun pegagan adalah bakteri Propionibacterium acnes. Daun kelor dan daun pegagan mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Disimpulkan bahwa ekstrak daun kelor dan pegagan berpotensi sebagai antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Senyawa aktif yang dapat memberikan efek antibakteri pada ekstrak kelor merah dan daun pegagan antara lain flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid, fenol dan triterpenoid.  
IDENTIFIKASI INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA KUKU TANGAN PETUGAS SAMPAH ALUN-ALUN KIDUL YOGYAKARTA ketrina, karen; Nailufar, Yuyun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30268

Abstract

Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) menjadi masalah kesehatan yang masih sering ditemukan di lingkungan masyarakat. Jenis Soil Transmitted Helminths yang paling banyak menginfeksi manusia yaitu Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan Hook worm. Petugas sampah merupakan pekerja yang sering berada dilingkungan yang kotor dan melakukan kontak langsung dengan sampah sehingga petugas sampah lebih rentan terpapar infeksi cacing jenis STH. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH) pada kuku tangan petugas sampah di wilayah Alun-alun Kidul Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik melalui pendekatan eksperimen. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan sampling total berjumlah 12 responden. Adapun teknik pemeriksaan sampel penelitian menggunakan metode sedimentasi atau pengendapan dengan larutan NaOH 0,25%. Hasil pemeriksaan menunjukkan negatif infeksi cacing Soil Transmitted Helminths (STH) pada kuku tangan petugas sampah. Kemudian pemeriksaan penyebaran jenis telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH) pada kuku tangan petugas sampah ditemukan hasil Ascaris lumbricoides (0%), Trichuris trichiura (0%), Ancylostoma duodenale (0%), dan Necator americanus (0%) atau tidak ditemukan jenis telur cacing Soil Transmitted Helmints (STH) pada kuku tangan petugas sampah di wilayah Alun-alun Kidul Yogyakarta. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi infeksi dan tidak ditemukan penyebaran jenis telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH) pada kuku tangan petugas sampah di wilayah Alun-alun Kidul Yogyakarta.
Pendidikan, Penyakit Kronis dengan Perilaku Perawatan Pra Konsepsi di Kabupaten Kudus Nailufar, Yuyun; Hidayah, Noor; Suwarto, Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20666

Abstract

Preconception care is a strategic step to prepare for a healthy pregnancy and reduce the risk of complications for the mother and fetus. This study aims to analyze the relationship between education level and chronic diseases with preconception care behavior among women of childbearing age (WUS) in Kudus Regency. The study design used a quantitative approach with a survey method. A sample of 100 WUS was determined using the Slovin formula and purposive sampling technique based on certain criteria, such as marital status and pregnancy plans. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability, and analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed no significant relationship between education level (p = 0.336) and chronic diseases (p = 0.441) with preconception care behavior. Although descriptively there was a trend of better preconception behavior in women with higher education and without chronic diseases, the relationship was not statistically significant. These findings indicate that education and chronic diseases are not the sole determinants of preconception behavior, so it is necessary to consider other factors such as family support, access to information, and health services. This study recommends the need for a holistic approach in promoting preconception care to improve pregnancy readiness at the community level.
Exploring Coconut Oil as a Green Substitute for Xylene in Histology Clearing: A Thorough Literature Review on Enhanced Quality Descriptions Kharomah, Intan Fadhila; Nailufar, Yuyun
Journal of Public Health Sciences Vol. 3 No. 01 (2024): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/jphs.v3i01.446

Abstract

Coconut oil, derived from tropical plants, contains steroid compounds, tocopherols, and tocotrienols that can replace alcohol in tissue preparations. These substances are then substituted with solutions that bind effectively to paraffin. The primary objective of this study is to evaluate the quality of histology preparations using natural ingredients, specifically coconut oil and xylene, as alternatives in the clearing process. Utilizing the literature review method, we accessed research journals from Google Scholar and Pubmed databases, focusing on PICO keywords within 2013-2022. The findings indicate that coconut oil can efficiently clear tissue preparations, allowing paraffin to permeate the tissue's pores. This, in turn, enhances the visibility of cellular structures such as the nucleus and cytoplasm when observed under a microscope. The study highlights coconut oil as a credible substitute for xylene, recognizing its ability to produce high-quality histology preparations. Its adoption as an alternative to xylene is attributed to its eco-friendly composition and non-toxic properties, positioning it as a promising choice for advancing histological techniques.
PANDANGAN FILSAFAT AGAMA TERHADAP PROSES MANUSIA MENCARI UANG UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUPNYA Nailufar, Yuyun; Aliyah, Jun; Simanjuntak, Nensy Megawati; Huda, Nuril
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34375

Abstract

Pengetahuan, filsafat dan agama adalah tiga aspek yang membimbing manusia dalam mencapai tujuan hidupnya. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan menciptakan keterhubungan antara individu dan menyebabkan adanya aliran barang dan jasa dalam perekonomian. Uang memiliki fungsi ganda sebagai alat tukar dan sebagai standar ukuran nilai. Dalam bidang filsafat agama, uang seharusnya memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi uang dan kekayaan secara teoritis dan mengaitkannya dengan perspektif filosofis keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai pendekatan utama.
PENGABDIAN MAHASISWA FTIK UIN K.H ABDURRAHMAN WAHID MELALUI PRAKTIK MENGAJAR BERBASIS LESSON STUDY DI MTS WAHID HASYIM WARUNGASEM BATANG Chonitsa, Ana; Chorida Adila, Amma; Indah Parwati, Putri; Ferdiansyah, Mochammad; Nailufar, Yuyun; Lestari, Dewi; Setyo Asih, Rismania; Kumalasari, Novi; Larasati
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v1i1.20

Abstract

Mahasiswa merupakan agen yang turut serta beperan penting dalam menyukseskan implementasi tri dharma perguruan Tinggi. Peran sebagai mahasiswa secara langsung baik segi teori dan praktik dibutuhkan oleh masyarakat. Pengabdian mahasiswa FTIK UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas profesional para mahasiswa sebagai calon guru dimasa depan. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukan bahwa praktik mengajar berbasis lesson study menunjang para mahasiswa supaya terlibat langsung dalam pengabdian kepada masyarakat setempat melalui bangku pendidikan. Implementasi pengabdian mahasiswa melalui praktik mengajar berbasis lesson study terdiri dari tiga tahapan dengan tujuannya masing-masing. Pertama tahap plan bertujuan supaya guru model mempersiapkan dan merancang modul ajar yang berkualitas. Kedua, tahap do bertujuan agar guru model bisa melaksanakan tahap plan secara maksimal yang didampingi observer. Ketiga, tahap see bertujuan untuk merefleksikan tahap do atau bentuk perbaikan melalui catatan obsever. Berbagai bentuk media dan model pembelajaran yang menarik dapat melatih siswa berkemampuan critikal thinking, creativity, collaboration dan communication