Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Variasi Waktu Larutan Fiksasi Bouin terhadap Kualitas Pewarnaan Hematoksilin Eosin pada Jaringan Histologi Ginjal Mencit Pramesti, Titi; Nailufar, Yuyun; Rahmawati, Yeni
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i2.2708

Abstract

Tahap fiksasi adalah proses pengawetan jaringan untuk mempertahankan struktur jaringan sedekat mungkin sama seperti saat jaringan masih di dalam tubuh. Larutan fiksasi yang digunakan adalah larutan fiksasi bouin, memiliki keunggulan seperti kemampuan penetrasinya cepat ke dalam nukleus dan jaringan ikat akan terpulas dengan baik. Pewarna Hematoksilin Eosin merupakan pewarna histologi yang paling sering digunakan. Hematoksilin akan mewarnai inti menjadi biru sedangkan eosin akan mewarnai sitoplasma menjadi oranye. Mencit (Mus musculus) merupakan hewan yang paling sering digunakan untuk percobaan karena memiliki banyak keunggulan, ginjal mencit (Mus musculus) merupakan salah satu organ yang paling sering digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas pewarnaan pada inti sel, sitoplasma, dan keseragaman warna berdasarkan variasi waktu fiksasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental dengan desain penelitian eksperimental, dan random sampling untuk teknik pengambilan sampel. Penelitian ini telah mendapatkan izin etik dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Penelitian ini menunjukkan bahwa 24 jam adalah variasi waktu fiksasi terbaik karena menunjukkan inti dan sitoplasma yang jelas dan terwarnai dengan baik, dengan keseragaman warna pada jaringan merata. Hasil Uji Kruskal Wallis dan Uji Man Whitney menunjukkan adanya perbedaan kualitas pewarnaan dengan signifikan p= 0,002. Kesimpulan penelitian ini fiksasi selama 24 jam menggunakan larutan bouin merupakan pilihan waktu optimal.
Perbandingan Kualitas Hasil Pewarnaan Jaringan Menggunakan Larutan Sabun Cuci Piring Sebagai Agen Deparafinisasi Alternatif Alfaiz, Akhdaan Aqil Sidqi; Nailufar, Yuyun; Irfani, Farida Noor
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i1.2772

Abstract

Deparafinisasi merupakan tahap penting dalam pembuatan preparat histologi sebelum pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE), dengan tujuan menghilangkan parafin agar pewarnaan jaringan optimal. Xylol adalah agen deparafinisasi yang umum digunakan, namun bersifat karsinogenik, mudah terbakar, dan mahal, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman dan ekonomis. Sabun cuci piring mengandung surfaktan yang mampu melarutkan parafin, sehingga berpotensi digunakan sebagai agen alternatif. Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas pewarnaan jaringan menggunakan sabun cuci piring konsentrasi 1,5%, 3%, dan 4,5% terhadap xylol sebagai kontrol. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain post-test only control group. Sampel jaringan diproses menggunakan teknik histologi standar dan dilakukan deparafinisasi menggunakan xylol maupun sabun cuci piring. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 4,5% menghasilkan kualitas preparat terbaik setelah xylol, dengan skor 94,4%, sedangkan konsentrasi 1,5% dan 3% masing-masing memperoleh skor 88,9%. Semakin tinggi konsentrasi sabun cuci piring, semakin baik pula kualitas hasil pewarnaan. Oleh karena itu, sabun cuci piring konsentrasi 4,5% berpotensi sebagai agen deparafinisasi alternatif yang lebih aman dan efektif.
Variasi Konsentrasi Larutan Fiksasi Etanol Terhadap Kualitas Hasil Pewarnaan Hematoksilin Eosin pada Jaringan Histologi Ginjal Mencit Azizah, Muti'ah Nur; Nailufar, Yuyun; Rahmawati, Yeni
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i2.2828

Abstract

Fixation is a crucial step in the preparation of histology slides, working in maintaining the tissue structure in its original condition. This study aims to determine the effect of variations in the concentration of ethanol fixation solution on the quality of hematoxylin eosin (HE) staining results in mouse (Mus musculus) kidney histology tissue. This laboratory experimental study utilized three variations in ethanol concentrations (60%, 70%, 80%) and 10% Neutral Buffered Formalin (NBF) as a control, with a total of 24 mouse kidney slides. The quality of the preparations was assessed based on the parameters of nuclear color, cytoplasmic color, morphological integrity, color uniformity, and nuclear swelling. The results showed that fixation with 60% ethanol produced a preparation of poor quality, while 70% and 80% ethanol produced good quality, equivalent to the 10% NBE control. The Kruskal-Wallis and Mann-Whitney statistical tests showed a significant difference between the 60% ethanol group and the other groups (p < 0.05), but there was no significant difference between 70%, 80%, and 10% NBF. The conclusion of this study indicates that 70% and 80% ethanol have the potential to be effective and safer alternative fixatives compared to formalin. Keywords: Ethanol, Fixation, Hematoxylin and Eosin, Mouse Kidney
Gambaran Pengelolaan Limbah Laboratorium Patologi Anatomi di RSUD Panembahan Senopati Bantul Fauziah, Anis Putri; Rahmawati, Yeni; Nailufar, Yuyun
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.10958

Abstract

Laboratorium patologi anatomi menghasilkan limbah medis padat dan cair dapat membahayakan kesehatan manusia serta mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Pengelolaan limbah menjadi aspek penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang aman dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengelolaan limbah laboratorium patologi anatomi di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul dan membandingkannya dengan standar nasional berdasarkan Permenkes Nomor 18 Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada lima responden yang terdiri dari petugas Ahli Teknologi Laboratorium Medis, petugas kebersihan dan pengawas, serta observasi langsung pada lokasi laboratorium. Data dianalisis secara manual menggunakan metode deskriptif dan dibandingkan dengan ketentuan regulasi nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pengurangan dan pemilahan, pengangkutan internal serta penyimpanan sementara limbah telah dilakukan sesuai ketentuan. Pengolahan internal belum dilaksanakan secara optimal sesuai dengan metode non-insenerasi yang diarahkan dikarenakan langsung dikirim ke pihak ketiga. Secara keseluruhan, limbah laboratorium ini dikelola dengan baik. Namun, pengolahan internal masih perlu ditingkatkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sebagian besar aspek pengelolaan limbah telah sesuai regulasi, tetapi pengolahan internal perlu ditingkatkan agar sistem pengolahan limbah lebih komprehensif.
Analisis kemandirian belajar siswa dalam sistem pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid-19 di sekolah dasar Nailufar, Yuyun; Marmoah, Sri Marmoah; Hadiyah, Hadiyah Hadiyah
Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 1 (2021): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v9i1.49864

Abstract

Distance learning is a learning method used during the Covid-19 pandemic. In the learning process, teachers and students learn separately. The purpose of this study was to analyze student learning independence in the distance learning system during the Covid-19 pandemic. In this research, the research methodology uses descriptive qualitative, the subjects to be studied were the teachers and students of class VB SDN Dukuhan Kerten No. 58 Surakarta for the 2020/2021 school year with a total of 26 students.. Data collection techniques using observation, interviews, and questionnaires (questionnaires). The data validation used source and technique triangulation. Data analysis using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions.From the research results, learning independence includes 5 indicators, namely self-confidence, discipline, responsibility, initiative in learning, and not depending on others. The highest indicators of independence are responsibility, then confidence, discipline, initiative in learning and the last one is not dependent on others. Distance learning that is carried out should be able to develop learning independence and be able to overcome obstacles amid existing limitations.