Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The Effect of Foot Bath Therapy With Warm Water and Salt on Blood Pressure in Hypertension Patients Nugraheni, Lisa Asri; Saelan, Saelan; Ardiani, Nurul Devi
Pena Medika : Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2023): PENA MEDIKA: JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v13i2.3492

Abstract

Hypertension or high blood pressure is a condition of abnormally increased blood pressure in the arteries (Harnani & Axmalia, 2021). Treatment of hypertension could be performed using non-pharmacological measures or naturally at a relatively low cost. Non-pharmacological treatments are therapeutic such as acupressure therapy, herbal therapy, aromatherapy, and hydrotherapy of warm water foot soaks (Santoso, et al 2021).  Foot bath therapy with warm water is a type of hydrotherapy to improve blood circulation, relax tight muscles, and provides warmness to the body. It is beneficial for blood pressure reduction therapy in hypertension sufferers. The research adopted a quantitative study using a pre-experimental design with a one-group pre-post-test design. The sampling used a non-probability sampling technique with 39 respondents. Data analysis operated the Wilcoxon test with a p-value = 0.000 (p-value <0.05). Thus, Ho was rejected, and Ha was accepted. The results revealed that the blood pressure in the pre-foot bath therapy of warm water and salt presented averaged 140 – 159 mmHg of 21 respondents (53.8%). The post-action of foot bath therapy of warm water with salt presented an average blood pressure of 140-159 mmHg of 21 respondents (53.8%). The Wilcoxon test concluded that foot bath therapy with warm water and salt had affected blood pressure in hypertensive patients in Joho Village of Mojolaban District.
Pengaruh Terapi Hipnopresure Terhadap Nyeri pada Post Operasi Sectio Caesarea di RS UNS Solo Pramesti, Diah Laras; Saelan, Saelan; Kusuma, Aria Nurahman Hendra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.12355

Abstract

ABSTRACT Pain is a major problem  among  postoperative patients.  In addition to pharmacological therapy, a complementary treatment may help relieve pain. Hypno- pressure is a nursing action consisting of hypnotherapy and acupressure that has the potential to reduce pain. This study aimed to determine the effectiveness of hypno-pressure on pain relief among post operative Sectio Caesarea patients. This was a one group pre and post with no control group quasi- experimental study conducted at Universitas Sebelas Maret Hospital. A sample of 16 post- surgery Sectio Caesarea patients were selected for this study. The dependent variable was pain. The independent variable was hypno-pressure. Pain was measured by visual analog scale (VAS). Mean difference before and after intervention was tested by paired t-test. Mean score of pain after intervention (Mean= 2.38; SD= 0.50) was lower than before intervention (Mean= 5.44; SD= 1.09), and it was statistically significant (p <0.001).  Hypnopressure is effective in reducing pain among post-surgery patients. Keywords: Pain, Hypnopressure, Post-Surgery Sectio Caesarea  ABSTRAK Nyeri merupakan masalah utama pada pasien pasca operasi. Selain terapi farmakologis, pengobatan komplementer dapat membantu meredakan nyeri. Hypno-pressure merupakan tindakan keperawatan yang terdiri dari hipnoterapi dan akupresur yang berpotensi mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hypnopressure dalam meredakan nyeri pada pasien pasca operasi Sectio Caesarea. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen satu kelompok sebelum dan sesudah tanpa kelompok kontrol yang dilakukan di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret. Sampel sebanyak 16 pasien pasca operasi Sectio Caesarea dipilih untuk penelitian ini. Variabel terikatnya adalah nyeri. Variabel bebasnya adalah hypnopressure. Nyeri diukur dengan skala analog visual (VAS). Perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah intervensi diuji dengan uji t berpasangan. Rerata skor nyeri setelah intervensi (Mean= 2.38; SD= 0.50) lebih rendah dibandingkan sebelum intervensi (Mean= 5.44; SD= 1.09), dan signifikan secara statistik (p <0.001). Hypnopressure efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien pasca operasi. Kata Kunci: Nyeri, Hypnopressure, Pasca Operasi Sectio Caesarea
THE EFFECT OF FRACTURE HANDLING SIMULATION THROUGH TV TUBE STREAMING ON STUDENT PREPAREDNESS IN HANDLING FRACTURES AT HIGH SCHOOL AL ISLAM 1 SURAKARTA Saputro, Sutiyo Dani; Afni, Anissa Cindy Nurul; Suroso, Heri; Saelan, Saelan; Kusumaningrum, Bintari Ratih
SYNTHESIS Global Health Journal Volume 1, Issue 1, 2023
Publisher : SYNTIFIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.514 KB) | DOI: 10.61543/syn.v1i1.12

Abstract

Background. Injuries from accidents in the school environment generally occur in the musculoskeletal system and must be treated quickly and appropriately. Injury will cause bleeding, bone deformity or disability and even death. Splint dressing relief can be performed by any trained layperson. One of the lay people trained at school is a student who has received basic emergency education. Improving fracture treatment in students can be done by online simulation using Streaming Tv Tube. The purpose of this study was to determine the effect of fracture handling simulation through TV Tube streaming on student preparedness in handling fractures Research Method. This type of research is a quantitative study using a Quasi-Experimental research design with a pre-post-test without control by providing a TV Tube streaming simulation intervention in one group without a comparison. The research sample was 43 students of SMA Al Islam 1 Surakarta. Data analysis was performed using the Wilcoxon test Findings. The results of the Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 so there was an effect of simulation on handling fractures through streaming TV tube on students' preparedness in handling fractures. Conclusion. There is a difference in students' preparedness in providing treatment for fractures before and after being given a fracture handling simulation intervention via TV Tube streaming. Before being given the intervention, it was shown that almost all respondents had almost ready preparedness, whereas after being given the intervention, most of the respondents had ready preparedness.
Edukasi Komunikasi SBAR Dalam Pelayanan Gawat Darurat Dan Kritis Untuk Meningkatkan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Lestari, Sri; Saelan, Saelan; Rizqie, Noerma Shovie; Priambodo, Galih
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/k0wajk65

Abstract

Keselamatan pasien merupakan isu global yang sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi tenaga kesehatan, khususnya dalam pelayanan gawat darurat yang memiliki tingkat kompleksitas dan risiko tinggi. Rendahnya pemahaman dan keterampilan komunikasi terstruktur pada calon perawat berpotensi meningkatkan kejadian miskomunikasi yang berdampak pada keselamatan pasien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas mahasiswa keperawatan sebagai mitra melalui pengembangan kemampuan komunikasi efektif berbasis metode SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) sebagai bagian dari upaya promotif–preventif keselamatan pasien. Kegiatan dilaksanakan pada 91 mahasiswa keperawatan angkatan 2023 menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi studi kasus, dan simulasi praktik SBAR yang kontekstual dengan situasi gawat darurat. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan dan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 82,08 menjadi 94,07 (peningkatan 14,61%) serta peningkatan proporsi peserta pada kategori “sangat baik” dari 48,35% menjadi 91,21%. Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini mendorong terbentuknya kesadaran kolektif peserta tentang pentingnya komunikasi terstruktur sebagai budaya keselamatan pasien. Pengabdian ini berkontribusi pada penguatan kapasitas mahasiswa keperawatan sebagai agen perubahan dalam menerapkan komunikasi efektif di lingkungan klinik, serta berpotensi mendukung terciptanya praktik pelayanan gawat darurat yang lebih aman dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Penguatan Perilaku Hidup Sehat melalui Edukasi Bahaya Merokok di Desa Nobowetan Kota Salatiga Saelan, Saelan; Rizky, Wahyu; Syukur, Bambang Abdul; Rakhmawati, Nur
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/d1pa9v42

Abstract

Perilaku merokok masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat yang berdampak terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular serta gangguan kesehatan anggota keluarga, terutama anak dan perempuan. Hasil pengkajian keperawatan komunitas di Desa Nobowetan RT 01/RW 05, Kelurahan Noborejo, Kota Salatiga menunjukkan bahwa sebesar 62,9% keluarga memiliki anggota yang merokok, dan sebagian besar perokok masih merokok di dalam rumah. Kondisi ini menempatkan keluarga dan lingkungan pada risiko tinggi paparan asap rokok serta memperkuat pola perilaku hidup tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan perilaku hidup sehat melalui edukasi bahaya merokok pada masyarakat Desa Nobowetan. Metode yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan komunitas yang meliputi tahap persiapan, pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi utama berupa edukasi kesehatan tentang dampak merokok terhadap kesehatan individu, keluarga, dan lingkungan, yang dilaksanakan pada pertemuan bapak-bapak dan karang taruna menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok, yang berdampak pada perubahan sikap dan komitmen kolektif untuk mengurangi kebiasaan merokok di dalam rumah, melindungi anggota keluarga dari paparan asap rokok, serta mendorong terciptanya lingkungan rumah tangga yang lebih sehat. Edukasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengendalikan faktor risiko kesehatan secara mandiri sebagai bagian dari penguatan perilaku hidup sehat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi bahaya merokok berbasis komunitas efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan kader kesehatan dan puskesmas setempat
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Manajemen Hipertensi untuk Meningkatkan Kepatuhan Terapi Saelan, Saelan; Oktiva, Yayuk Dwi; Hasnah, Kholifah; Prasetyo, Budi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vhd50428

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui kepatuhan terapi dan penerapan manajemen kesehatan yang tepat. Hasil pengkajian keperawatan komunitas di Desa Nobowetan, Kota Salatiga menunjukkan bahwa beberapa responden tidak melakukan pengobatan karena tidak merasakan gejala, serta sebagian lainnya sering putus obat dan hanya mengonsumsi obat ketika muncul keluhan seperti pusing, tegang di tengkuk, dan pandangan kabur. Dari 22 responden (22,7%) yang mengalami hipertensi, hanya 7 orang (7,2%) yang menjalani pengobatan secara rutin, dan seluruh responden yang tidak melakukan pengobatan memiliki tekanan darah tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui edukasi manajemen hipertensi guna meningkatkan kepatuhan terapi. Metode yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan komunitas melalui tahapan persiapan, pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi utama berupa edukasi kesehatan tentang pengertian hipertensi, faktor risiko, komplikasi, pentingnya kepatuhan minum obat, serta gaya hidup sehat, dengan metode ceramah interaktif dan diskusi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait manajemen hipertensi serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengobatan rutin. Edukasi manajemen hipertensi terbukti menjadi strategi efektif dalam mendukung peningkatan kepatuhan terapi dan penguatan perilaku kesehatan masyarakat.
Sharing Best Practices on the Implementation of Standard Inpatient Class (KRIS) and Bed Readiness in Hospitals: Indonesia-Malaysia Collaboration Rizky, Wahyu; Prasetyo, Budi; Azali, Lalu M. Panji; Saelan, Saelan; Dewi, Deshinta Arrova; Valentina, Amara; Fitriyani, Amelia Sofa; Agustina, Dea; Khasanah, Eka Uswatun; Oktavia, Fania
Eastasouth Journal of Effective Community Services Vol 4 No 03 (2026): Eastasouth Journal of Effective Community Services (EJECS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejecs.v4i03.494

Abstract

Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan kesiapan tempat tidur (bed readiness) merupakan upaya penting dalam meningkatkan mutu dan pemerataan layanan rumah sakit dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, literasi kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda, masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa melalui kegiatan Sharing Best Practices on the Implementation of Standard Inpatient Class (KRIS) and Bed Readiness in Hospital: Indonesia–Malaysia Collaboration. Kegiatan dilaksanakan pada siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta melalui metode edukasi partisipatif berupa ceramah interaktif, diskusi, dan pemaparan praktik terbaik dari Indonesia dan Malaysia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep KRIS, bed readiness, serta pentingnya standar pelayanan kesehatan, disertai antusiasme dan partisipasi aktif. Meskipun menghadapi keterbatasan waktu dan evaluasi kuantitatif, kegiatan ini berkontribusi positif dalam meningkatkan literasi kesehatan serta memperkuat kolaborasi internasional dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.
THE EFFECTIVENESS OF GALENIC CREAM OF DURIAN PEEL EXTRACT AND CHITOSAN FOR TREATMENT OF DIABETIC ULCERS Agustin, Wahyu Rima; Harti, Agnes Sri; Crisdian S, Hanugrah Ardya; Safitri, Wahyuningsih; Saputro, Sutiyo Dani; Saelan, Saelan
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 11, No 1 (2026): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v11i1.594

Abstract

Introduction: The chemical substance of durian peel (Durio zibethinus L.) is a polysaccharide polymer of D-galacturonic acid which is polar and anti-microbial. Chitosan is a derivative of chitin from the peels of Crustaceae animals, which is polycationic and antimicrobial; biodegradable, and biocompatible with animal tissues. Diabetic ulcers are chronic wounds due to neurological disorders and vascular disorders in the legs, causing tissue damage. The purpose of the study was to analyze the effectiveness of galenic preparations of durian peel extract and chitosan for the treatment of diabetic ulcers.Method: This research is experimental including testing the quality of 5% durian peel extract cream preparations; 2% chitosan, a mixture of both ratio = 1:1; 1:2 physically, chemically, microbiologically, and the rate of wound healing in test animals. Statistical data analysis of One Way Anova parametric test.Results:  The results showed that the preparation of galenic durian peel extract cream and chitosan and their combination ratio (1:1), (1:2) could be formulated and met the quality test of cream preparations physically, chemically, and microbiologically according to the requirements of BPOM No. 32 of 2019 and is effective for healing diabetic ulcers on the 8th day.Conclusions: The preparation of galenic durian peel extract cream and chitosan and their combination ratio (1:1), (1:2) can potentially be developed as a cream preparation for healing diabetic ulcers.
STATUS MENTAL EMOSIONAL MEMPUNYAI HUBUNGAN YANG ERAT DENGAN SUICIDE IDEATION PADA REMAJA TAHAP AKHIR Syolihan, Diyanah; Ambarwati, Leony Furinika Dian; Saelan, Saelan
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.661-669

Abstract

Remaja tahap akhir merupakan masa dimana individu mengalami perubahan dari masa anak-anak menuju periode dewasa dengan rentang usia 18-21 tahun dan diikuti dengan adanya perubahan baik dari segi fisik maupun psikologis yang cukup pesat dan dimasa ini kondisi mental individu kurang stabil. Kondisi ini rentan membuat remaja mengalami stress. Stress merupakan salah satu faktor psikologis dari suicide ideation. Stress pada remaja tahap akhir yang menjalani perkuliahan disebabkan beban di masa perkuliahan pada semester akhir dimana banyak tugas pada mahasiswa baik tugas akhir dan tugas praktik yang berjalan bersamaan, yang dimana apabila tidak bisa beradaptasi akan membuat remaja bisa mengarah pada suicide ideation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan terkait status mental emosional dengan suicide ideation pada remaja tahap akhir. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner Mental Health Inventory (MHI) dan Suicide Ideation Questionnaire (SIQ) Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian cross sectional. Jumlah populasi pada penelitian ini yaitu 195 mahasiswa, pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan total 50 responden. Analisa data menggunakan uji Kendall Tau. Hasil penelitian ini didapatkan status mental emosional dengan suicide ideation pada remaja tahap akhir dengan hasil nilai p-value 0.000 yang artinya terdapat hubungan antara status mental emosional dengan suicide ideation pada remaja tahap akhir.