Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN DAN IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK OBJEK WISATA RIAM ANGAN TEMBAWANG KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK Pangaraya, Tiara Angel; Yuniarti, Erni; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.97961

Abstract

Objek Wisata Riam Angan Tembawang merupakan objek wisata alam yang terletak di Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Objek wisata memiliki daya tarik utama berupa keindahan alam yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Objek wisata ini mengalami peningkatan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ditemukan permasalahan seperti sampah yang berserakan akibat perilaku wisatawan serta potensi kerusakan vegetasi akibat aktivitas wisata, sehingga muncul tantangan dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan kunjungan dan pelestarian lingkungan agar objek wisata tetap lestari. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi karakteristik objek wisata menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan komponen atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas di objek wisata meliputi berenang/bermain air, berpiknik, dan berfoto, dengan fasilitas yang tersedia seperti area parkir, toilet, warung, ruang bilas, dan tempat sampah. Aksesibilitas menuju objek wisata sudah cukup baik, namun di beberapa titik jalan masih memerlukan perbaikan. Beberapa fasilitas seperti papan informasi, tempat sampah, dan toilet juga memerlukan perbaikan guna meningkatkan kenyamanan wisatawan. Kemudian diperlukan edukasi kepada wisatawan agar dapat menjaga kebersihan guna kelestarian objek wisata. Pengelolaan sumber daya alam dan fasilitas yang baik dapat meningkatkan kualitas pengalaman wisata serta mendukung pengembangan objek wisata secara berkelanjutan, sehingga Objek Wisata Riam Angan Tembawang dapat menjadi objek wisata yang menarik sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan melestarikan lingkungan sekitar.
KARAKTERISTIK JALUR PEJALAN KAKI DI KORIDOR JALAN HOS COKRO AMINOTO KOTA PONTIANAK Silmi, Putri Aghnia; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Yuniarti, Erni
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.67814

Abstract

Jalan HOS Cokro Aminoto merupakan jalan arteri sekunder yang berada pada Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota. Kelurahan tersebut termasuk ke dalam Pusat Pelayanan Kota (PPK) sehingga memiliki peranan penting dalam memberikan pelayanan ekonomi, sosial, dan/atau administrasi seluruh Kota Pontianak. Diperlukan adanya fasilitas-fasilitas yang dapat mendukung aktivitas di dalam kawasan tersebut. Salah satu fasilitas yang terdapat pada ruas jalan ini adalah jalur pejalan kaki berupa trotoar. Fasilitas ini ditujukan untuk menata kawasan menjadi lebih rapi dan ramah terhadap pejalan kaki serta dapat menunjang pergerakan yang terjadi di dalam kawasan tersebut. Namun, beberapa permasalahan seperti belum meratanya pembangunan, adanya pedagang kaki lima dan adanya kerusakan material jalur masih ditemukan pada beberapa ruas jalur pejalan kaki tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait kondisi eksisting dari jalur pejalan kaki yang ada pada Jalan HOS Cokro Aminoto Kota Pontianak sebagai langkah awal untuk melakukan penataan jalur pejalan kaki tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Temuan yang didapatkan dari analisis dari penelitian ini yaitu diketahui bahwa kawasan tersebut didominasi oleh kegiatan perdagangan dan jasa. Pada jalur tersebut masih ditemukan adanya kerusakan material jalur pejalan kaki serta belum tersedianya sarana yang memadai.
Analisis Perkembangan Kegiatan Perdagangan dan Jasa Pada Kelurahan Sungai Bangkong, Kota Pontianak Yulianti, Ayu Ayu; Pratiwi, Nana Novita; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.61444

Abstract

Kelurahan Sungai Bangkong merupakan salah satu wilayah di Kota Pontianak yang mengalami perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa sehingga ditetapkan sebagai bagian wilayah Sub Pusat Pelayanan Kota/Kawasan Perkotaan (SPPK) 2 dengan salah satu fungsinya sebagai pusat perdagangan skala kota. Perkembangan mulai terjadi pada tahun 2013 hingga saat ini yang ditandai dengan bertambahnya jumlah dan berkembangnya jenis usaha pada setiap tahunnya. Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa yang terjadi di Kelurahan Sungai Bangkong perlu diteliti untuk diketahui karakteristik perkembangannya berupa klasifikasi usaha, luas lahan, jenis bangunan usaha dan besaran perkembangan yang terjadi pada setiap koridor jalan dengan fungsi jalan arteri sekunder, jalan kolektor sekunder dan jalan lokal sekunder di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa pada Kelurahan Sungai Bangkong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis pemetaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perdagangan dan jasa di Kelurahan Sungai Bangkong pada tahun 2013 berjumlah 176 bangunan usaha sehingga masuk dalam kategori perkembangan sedang. Kemudian tahun 2017 bertambah menjadi 437 bangunan usaha dan tahun 2021 menjadi 845 bangunan usaha sehingga masuk dalam kategori perkembangan tinggi. Klasifikasi usaha tertinggi pada seluruh koridor jalan berdasarkan KBLI 2020 adalah perdagangan eceran. Adapun luasan lahan untuk bangunan usaha sebesar 14,61 Ha dengan jenis bangunan usaha berupa ruko, toko, warung dan toko modern. Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa yang terjadi di Kelurahan Sungai Bangkong dipengaruhi oleh fungsi jalan, dimana jumlah bangunan usaha tertinggi hingga terendah secara berurutan berada pada fungsi jalan arteri sekunder, jalan kolektor sekunder dan jalan lokal sekunder.
ANALISIS ASPEK FISIK YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KELURAHAN PARIT TOKAYA Cahyani, Maulidia Dwi; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.67813

Abstract

Fenomena perubahan lahan merupakan pergeseran fungsi lahan dari satu fungsi ke fungsi lainnya. Perubahan penggunaan lahan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor satu diantaranya yaitu faktor fisik yang berpengaruh terhadap aktivitas manusia. Kelurahan Parit Tokaya merupakan pusat pelayanan yang memiliki signifikansi ekonomi karena adanya pembangunan kawasan komersial Ayani Megamall. Selain itu, keberadaan kawasan perkantoran menjadi satu diantara faktor pendorong kelurahan ini berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisfaktor fisik yang berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan dengan metode analisis skoring. Variabel yang dianalisis meliputi status lahan, aksesibilitas, sarana, prasarana, dan kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan prasarana menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan dengan persentase 87,4%. Hal tersebut dikarenakan telah terlayaninya air bersih diseluruh wilayah penelitian serta ketersediaan jaringan listrik dan telekomunikasi. Ketersediaan sarana menjadi faktor kedua yang mempengaruhi perubahan lahan dengan persentase 82,8%. Hal ini dikarenakan ketersediaan fasilitas pendidikan baik sekolah dasar hingga perguruan tinggi, kawasan perkantoran, dan pusat perbelanjaan memberikan keuntungan bagi masyarakat. Selain sarana dan prasaran status kepemilikan lahan yang jelas juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap perubahan lahan dengan persentase 82%. Status lahan dengan kemudahan proses mengurus persetujuan bangunan gedung (PBG) berpengaruh dalam proses perubahan penggunaan lahan terutama perkembangan permukiman.
KAJIAN KARAKTERISTIK KEMANDIRIAN DESA SUNGAI RENGAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP Kamaria, Siti; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.63909

Abstract

Sungai Rengas Village has the status of an independent village with a Developing Village Index (IDM) value of 0.905. Sungai Rengas Village has the potential to be developed, but there are also problems that will become challenges in the future in maintaining the village's independent status, for this reason it is necessary to conduct a characteristic study to see the potential and problems that exist in Sungai Rengas Village. Thus, the purpose of this research is to identify the characteristics of the independence of Sungai Rengas Village with a qualitative approach, and descriptive analysis techniques. The results of the study show that Sungai Rengas Village has potential and problems from several aspects studied, namely geographical conditions with a fairly large area, but flooding still occurs in several village areas, the condition of the access road is good even though there are still access roads to other villages in damaged condition, overcrowding the population is relatively low, there are social and cultural activities, infrastructure is adequate although there are still problems in quantity and quality, economic productivity is supported by agriculture and plantations, but there are still constraints from supporting facilities and infrastructure, institutions have been formed but are still not active. Keywords: village, characteristics, independence
Faktor Non Fisik yang Mempengaruhi Ketertinggalan Daerah Kabupaten Landak Pratiwi, Nana Novita; Yuniarti, Erni; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Zubaidah, Zubaidah
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.3.279-295

Abstract

Kabupaten Landak sebagai salah satu daerah tertinggal dari 122 Kabupaten di Indonesia berimplikasi terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah. Selama lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak adalah sebesar 5,5%, artinya 0,1% lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan regional provinsi Kalimantan Barat. Selain faktor fisik, ketertinggalan Kabupaten Landak juga dipengaruhi oleh aspek non fisik. Oleh karena itu, dalam rangka mengurangi ketertinggalan daerah, selain kajian faktor fisik, juga diperlukan adanya analisis faktor non fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor non fisik yang mempengaruhi daerah tertinggal di Kabupaten Landak melalui analisis faktor. Berdasarkan analisis yang dilakukan, disimpulkan bahwa faktor non fisik yang berpengaruh terhadap ketertinggalan daerah di Kabupaten Landak terdiri dari 3 faktor, yaitu kondisi ekonomi, pemanfaatan teknologi dan kondisi sosial kelembagaan. Faktor kondisi ekonomi diantaranya adalah mata pencaharian yang bertumpu pada pertanian, lemahnya sturktur dan akses terhadap sumber permodalan, keterbatasan pasar dan gangguan ekonomi regional. Keempat sub faktor tersebut tergolong tinggi mempengaruhi tumbuhnya daerah tertinggal. Pada faktor pemanfaatan teknologi terdiri dari kemampuan teknologi rendah yang berpengaruh tinggi sedangkan pengelolaan tanah konvensional berpengaruh sedang. Sementara faktor sosial kelembagaan meliputi kesadaran masyarakat dan organisasi manajemen ekonomi yang rendah dengan kategori pengaruh tinggi sedangkan adat istiadat mengikat dan kebiasaan buruk masyarakat berpengaruh sedang.
ANALISIS KETIMPANGAN FISIK WILAYAH KABUPATEN SEKADAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Hernovianty, Firsta Rekayasa; Pratiwi, Nana Novita
Jurnal Teknik Sipil Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v21i1.48513

Abstract

Peningkatan fasilitas dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah secara merata. Pertumbuhan yang tidak seimbang dapat memicu ketimpangan pembangunan antar daerah. Kabupaten Sekadau terletak di antara Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sintang yang secara relatif "˜lebih berkembang"™. Kondisi ini menguntungkan bagi pengembangan wilayah karena pergerakan ekonomi kedua kabupaten tersebut akan melalui wilayah Kabupaten Sekadau. Namun, cakupan wilayah Kabupaten Sekadau yang luas memanjang dengan variasi kemiringan menjadi tantangan fisik dalam upaya pemerataan dan jangkauan pembangunan wilayah. Kondisi infrastruktur yang belum lengkap juga menyebabkan rendahnya aksesibilitas dan lambatnya pertumbuhan antar kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketimpangan wilayah di Kabupaten Sekadau berdasarkan aspek fisik. Pendekatan penelitian termasuk jenis kuantitatif dengan metode analisis skoring berdasarkan perbandingan antara jumlah ketersediaan dan jumlah kebutuhan sarana pendidikan, sarana kesehatan dan sarana perekonomian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan fisik wilayah Kabupaten Sekadau tergolong ketimpangan sedang dimana 57% kecamatan berada pada tingkat ketimpangan sedang, 29% kecamatan berada pada tingkat ketimpangan tinggi dan 14% kecamatan berada pada tingkat ketimpangan rendah. Kecamatan yang tergolong ketimpangan fisik sedang adalah Kecamatan Nanga Mahap, Sekadau Hulu, Belitang Hilir dan Belitang. Kecamatan yang tergolong ketimpangan fisik tinggi adalah Kecamatan Nanga Taman dan Belitang Hulu. Kecamatan yang tergolong ketimpangan fisik rendah adalah Kecamatan Sekadau Hilir.
MODEL PENGEMBANGAN KERJASAMA SUB REGIONAL SOSIAL EKONOMI MALAYSIA INDONESIA DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN WILAYAH PERBATASAN KALIMANTAN BARAT - SARAWAK Hernovianty, Firsta Rekayasa
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.101 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.18325

Abstract

Salah satukerjasama bilateral yang terjalinantara Indonesia-Malaysia adalah forum kerjasamaSosialEkonomi Malaysia-Indonesia (SosekMalindo). Perbatasan Kalbar "“ Sarawak sendiri merupakan pelopor Kerjasama Sosek Malindo yang dimulai sejak tahun 1985.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan kerjasama sosial ekonomi Malaysia Indonesia dalam rangka meningkatkan pembangunan wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Pendekatan studi yang digunakan adalah pendekatan evaluasi semu (pseudo evaluation) melalui wawancara, kuesioner, pengamatan, dokumen. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Kerangka Kerjasama Sosial Ekonomi Malaysia "“ Indonesia telah optimal dilaksanakan di kawasan perbatasan Kalimantan Barat "“ Sarawak. Hal ini ditunjukkan dengan adanya 33 program atau 94 % hasil kesepakatan sudah selesai dilaksanakan dan hanya 2 program atau 6 % masih dalam tahap pembangunan. Adapun bidang kerjasama yang paling dominan dikembangkan adalah bidang ekonomi melaluipembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi industri di masing-masing perbatasan Kalbar - Sarawak. Kata-kata kunci: kerjasama sub regional, pengembangan wilayah perbatasan, Kalimantan Barat
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KELURAHAN SUNGAI JAWI Syahreza, Yudistira; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Puryanti, Vetty
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.52351

Abstract

Kelurahan Sungai Jawi mengalami peningkatan jumlah penduduk dan ekonomi   sehingga menyebabkan perubahan lahan terus terjadi, namun dengan ketersediaan lahan yang terbatas menggeser pembangunan di pusat kota semakin bergerak ke arah yang lebih luas. Hal ini terjadi disebabkan oleh lokasi Kelurahan Sungai Jawi yang strategis dekat dengan pusat kota, namun pertumbuhan penduduk menyebabkan permintaan lahan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan lahan di Kelurahan Sungai Jawi. Pendekatan penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis overlay untuk melihat besaran luas lahan yang dianalisis pada tahun 2017-2019, dan 2019-2021. Output yang dihasilkan dari analisis ini adalah luas lahan dan persentase perubahan penggunaan lahan di Kelurahan Sungai Jawi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa besaran perubahan lahan tertinggi selama 5 tahun terakhir dari tahun 2017 hingga 2021 terdapat pada jenis penggunaan lahan permukiman seluas 81,01 Ha atau 11,54% dari seluruh luas lahan disusul dengan jenis penggunaan lahan perdagangan dan jasa sebesar 16,54 Ha atau 2,36%. Pembangunan terus terjadi kearah selatan menuju arah luar kota seperti di jalan (Jalan Ujung Pandang, Jalan Suka Mulya, Jalan Petani, dan Jalan Ampera). Hal ini sejalan dengan apa yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pergeseran perkembangan kota dari lahan non terbangun ke terbangun mengarah ke luar kota.Key Words: Kelurahan Sungai Jawi, penggunaan lahan, perubahan lahan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PERIKANAN DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP Setiawan, Bobby Feri; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Yuniarti, Erni
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.52352

Abstract

 Desa Sungai Kakap memiliki potensi yang besar di sektor perikanan dengan hasil laut yang melimpah. Sektor perikanan merupakan sektor yang memiliki peran penting pada perekonomian di Desa Sungai Kakap karena melimpahnya jumlah ikan tangkap, salah satunya cumi. Namun, terbatasnya fasilitas kegiatan perikanan menjadi permasalahan pemasukan ekonomi nelayan lokal itu sendiri. Sehingga peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengangkat nilai perekonomiannya dalam hal mengembangkan potensi perikanan. Tujuan penelitian ini ialah merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan potensi perikanan di Desa Sungai Kakap. Sasaran penelitian ini ada 2 yaitu mengidentifikasi gambaran umum wilayah Desa Sungai Kakap, dan menganalisis kebijakan pengembangan perikanan di Desa Sungai Kakap berdasarkan potensi dan permasalahan. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif fenomenologi yang menjelaskan secara deskriptif gambaran potensi dan permasalahan upaya pengembangan perikanan  di Desa Sungai Kakap. Fenomenologi merupakan pendekatan yang mengarah pada gambaran hidup suatu individu berupa cerita, perilaku, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dibutuhkan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengembangan potensi perikanan Desa Sungai Kakap yaitu perbaikan sistem akses pemasaran dan penyediaan sarana perikanan, pengembangan teknologi penangkapan ikan, pengembangan minat masyarakat dalam pembudidayaan ikan, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya perikanan, pelatihan pengolahan hasil olahan ikan serta peningkatan kelembagaan sektor perikanan. Kata kunci: kebijakan, pemberdayaan masyarakat, perikanan