Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENGEMBANGAN TAMAN AGROWISATA REKADENA DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP Bestari, Septia Eka; Yuniarti, Erni; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.65787

Abstract

Taman Agrowisata Rekadena merupakan objek wisata yang terletak di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap. Taman ini memiliki potensi pemandangan alam berupa perkebunan dan menawarkan beragam atraksi, mulai dari berkebun, piknik dan kemah, bersantai, berfoto, bermain sampan, memanah, memancing, outbond, serta menikmati kuliner dan produk makanan dari kelapa. Taman ini juga memiliki fasilitas yang cukup lengkap, yang terdiri dari tempat bersantai, spot foto, restoran, klinik, kamar mandi, dan mushola. Namun, taman ini memiliki beberapa permasalahan yang harus diatasi, seperti papan informasi yang kurang lengkap, belum memiliki fasilitas ramah disabilitas, perawatan fasilitas yang kurang optimal, serta kondisi jalan eksternal masih ada yang berlubang dan minim penerangan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan Taman Agrowisata Rekadena melalui analisis faktor internal dan eksternal yang berpengaruh bagi pengembangan taman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis SWOT. Hasil analisis matriks grand strategy Taman Agrowisata Rekadena terletak pada kuadran I dengan 9 rekomendasi strategi SO yang mengedepankan pengadaan kawasan khusus kegiatan agro, penataan internal dan perawatan terhadap tanaman, menekankan keunggulan dalam melakukan promosi, serta melakukan inovasi dalam membuat paket-paket wisata yang menarik.  
ANALISIS TIPOLOGI RTH PUBLIK DI KECAMATAN SINGKAWANG BARAT BERDASARKAN ZONA RTH Wardhani, Feby Kusuma; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.83996

Abstract

Kecamatan Singkawang Barat merupakan sistem Pusat Pelayanan Kota (PPK), artinya memiliki fungsi kawasan sebagai pusat kegiatan perkantoran, perdagangan dan jasa, pusat pelayanan umum baik pendidikan dan kesehatan, serta simpul transportasi darat. Selain itu, Kecamatan Singkawang Barat memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Kota Singkawang pada tahun 2022. Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah lahan yang terbatas dan tidak mengalami pertambahan luas sedangkan permintaan akan kebutuhan lahan untuk melayani berbagai aktivitas semakin bertambah. Hal ini, mendorong peralihan fungsi lahan terbuka menjadi terbangun. Adanya fenomena tersebut membawa dampak pada penurunan kualitas lingkungan sehingga menimbulkanbencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Secara eksisting, RTH Publik di Kecamatan Singkawang Barat pada tahun 2022 sebesar 5,56% artinya masih jauh untuk penyediaan RTH Publik sebesar 20%. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui ketersediaan dan sebaran RTHPublik di Kecamatan Singkawang Barat berdasarkan tipologi RTH. Penelitian ini mengacu pada Peraturan Menteri ATR/KBPN Nomor 14 Tahun 2022 dan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif metode analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan RTH Publik di Kecamatan Singkawang Barat berdasarkan tipologi RTH terbagi menjadi 3 klasifikasi yaitu rimba kota, tamankota, dan pemakaman. Hal tersebut diperoleh melalui komparasi kondisi eksisting dan RTRW Kota Singkawang tahun 2022. Adapun RTH Publik di Kecamatan Singkawang Barat tersebar pada 18 lokasi dan memiliki luas total sebesar 836.342 m2 atau berkontribusi terhadap Kota Singkawang sebesar 0,64%. Terdapat 1 lokasi RTH rimba kota yaitu berada di Kelurahan Pasiran, 6 lokasi RTH taman kota yang tersebar pada Kelurahan Pasiran dan Kelurahan Tengah, serta 11 lokasi RTH pemakaman yang tersebar pada seluruh kelurahan di Kecamatan Singkawang Barat.
IDENTIFIKASI KEPENDUDUKAN DAN KONDISI PERMASALAHAN AIR BERSIH DOMESTIK DI DESA PAWIS HILIR KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK Prihatiningsih, Angrila; Nurhidayati, Ely; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.71162

Abstract

Masyarakat desa Pawis Hilir Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak memiliki Karakteristik Kependudukan, Kondisi dan permasalahan sumber air bersih domestik yang beragam. Hal ini yang kemudian menjadi sasaran dari penelitian yang dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan memanfaatkan sumber-sumber data yang didapat melalu observasi, wawancara, kuisioner, dokumentasi, serta kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan karakteristik kependudukan desa mayoritas berjumlah lima jiwa dalam satu rumah dengan rata-rata pendidikan masyarakat adalah SMA (Sekolah Menengah Atas). Selain itu, mayoritas pekerjaan masyarakat adalah petani atau pekebun. Selain itu, pendapatan masyarakat mayoritas sebesar Rp. 1.000.000-2.000.000. Selanjutnya penelitian ini juga menunjukan Sumber air yang dimanfaatkan masyarakat Desa Pawis Hilir berasal dari Sungai Tapor Nabor, Bendungan Srijak, Bendungan Bedigok dan Air Hujan. Kondisi air yang dihasilkan oleh sumber air tersebut terbilang baik, hal ini dikarenakan sumber air tersebut memiliki kondisi jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Namun, masing-masing sumber air mengalami permasalahan, seperti adanya aktivitas PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) di aliran sungai, adanya lahan perkebunan sawit di sekitar sungai dan bendungan, kurangnya perawatan dan kerusakan pada saluran perpipaan bendungan serta berkurangnya aliran air yang keluar saat terjadinya musim kemarau.Kata Kunci: Desa Pawis Hilir, Kondisi Dan Permasalahan Sumber Air, Karakteristik Kependudukan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMILIHAN LOKASI PERDAGANGAN TANAMAN HIAS DI KOTA PONTIANAK Melenia, Yessy; Wulandari, Agustiah; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.82802

Abstract

Perdagangan tanaman hias merupakan sektor perdagangan yang berpotensi di Kota Pontianak. Wilayah penelitian berada di Jalan Parit Demang, Jalan Ampera dan Jalan Harapan Jaya Kota Pontianak. Wilayah tersebut merupakan wilayah konsentrasi perdagangan tanaman hias yang muncul akibat lokasi perdagangan sebelumnya mengalami penataan sehingga diperlukan wilayah baru untuk berjualan kembali. Lokasi perdagangan sebelumnya memiliki   berbagai masalah sehingga mempengaruhi produktivitas pedagang tanaman hias. Perencanaan yang tepat perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya perpindahan lokasi kembali. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk menjadi bahan pertimbangan pedagang tanaman hias dalam memilih lokasi perdagangan tanaman hias yang baru. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan lokasi perdagangan tanaman hias di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode analisis diskriminan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan lokasi perdagangan tanaman hias adalah kondisi jalan, bebas banjir, lalu lintas, jumlah pedagang, lingkungan sekitar dan kepemilikan lahan. Faktor pemilihan lokasi yang paling berpengaruh di Jalan Parit Demang adalah status kepemilikan lahan dan lalu lintas. Faktor yang paling berpengaruh di Jalan Ampera dan Jalan Harapan Jaya adalah lingkungan sekitar dan status kepemilikan lahan.
Analisis Kesesuaian Jalur Pedestrian Jalan Jendral Urip Sumoharjo Kota Pontianak Hernovianty, Firsta Rekayasa; Yuniarti, Erni; Silmi, Putri Aghnia
TATALOKA Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.4.294-311

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk perkotaan dapat menimbulkan peningkatan pergerakan untuk menjalankan aktivitas kehidupan. Hal ini perlu diimbangi dengan penyediaan fasilitas yang manusiawi dan ramah lingkungan, seperti jalur pedestrian. Kota Pontianak saat ini telah menyediakan jalur pedestrian di beberapa ruas jalan, salah satunya Jalan Jendral Urip Sumoharjo. Koridor jalan ini telah mengalami perkembangan khususnya pada aktivitas perdagangan dan jasa. Namun, jalur pedestrian pada jalan tersebut belum dilengkapi dengan fasilitas khusus penyandang disabilitas dan belum dibangun dengan material yang dapat meningkatkan nilai estetika. Selain itu, hambatan berupa adanya pedagang kaki lima yang berjualan pada jalur pedestrian tersebut dapat menyebabkan benturan antara aktivitas pejalan kaki dengan aktivitas lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan melakukan analisis kesesuaian jalur pedestrian Jalan Jendral Urip Sumoharjo Kota Pontianak dengan mengacu pada peraturan dan pedoman yang berlaku. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitif deskriptif dengan teknik analisis skoring untuk melihat kategori kesesuaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Jendral Urip Sumoharjo sudah disediakan jalur pedestrian di ruas kiri dan kanan jalan, namun masih ditemukan permasalahan fisik berupa kerusakan material dan kurang meratanya sarana pendukung pada jalur pedestrian. Tingkat kesesuaian jalur pedestrian Jalan Jendral Urip Sumoharjo termasuk ke dalam kategori kurang sesuai dengan nilai tiap ruas sebesar 37% pada ruas kiri dan 55% pada ruas kanan. Oleh karena itu, diperlukan adanya peningkatan kualitas berupa perbaikan pada jalur pedestrian yang mengalami kerusakan material dan perencanaan penyediaan sarana seperti jalur hijau, lampu penerangan, tempat sampah, tempat duduk, hingga jalur khusus penyandang disabilitas yang terintegrasi dengan jalur pedestrian yang telah ada.
KARAKTERISTIK PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KORIDOR JALAN DAYA NASIONAL KOTA PONTIANAK Kania, Dewi; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.85821

Abstract

Koridor Jalan Daya Nasional Kota Pontianak merupakan kawasan strategis yang berada di pusat kota dan dekat dengan Universitas Tanjungpura. Jalan ini memiliki status jalan kolektor sekunder yang berfungsi menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan kawasan sekunder ketiga. Seiring dengan meningkatnya sekitar telah memicu pertumbuhan pedagang kaki lima yang terletak di bahu jalan sehingga dapat menyebabkan kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik PKL di koridor Jalan Daya Nasional. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengolahan data observasi yang terbagi menjadi dua segmen jalan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 110 PKL yang terbagi menjadi dua segmen, dengan 69 pedagang di segmen pertama dan 41 pedagang di segmen kedua. PKL berlokasi di sepanjang badan jalan, tersebar secara linier mengikuti jaringan jalan, terutama di jalur sebelah kiri. PKL menerapkan pola pelayanan setengah menetap dan jenis dagangan mayoritas makanan serta minuman cepat saji. Sarana berjualan yang digunakan bervariasi, didominasi oleh gerobak, dengan ukuran yang berbeda-beda. PKL beroperasi sepanjang hari dengan waktu operasional dibagi menjadi pagi, siang, dan sore.
RUANG TERBUKA PUBLIK BAGI TUNANETRA BERDASARKAN STANDAR DI KOTA PONTIANAK Rikeyke, Fahmagatryane Quarylova; Wulandari, Agustiah; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.84726

Abstract

Ruang terbuka publik sudah seharusnya dapat dinikmati seluruh masyarakat di suatu daerah sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang diberikan oleh Pemerintah setempat, termasuk kelompok tunanetra. Ruang terbuka publik atau RTP wajib menyediakan sarana penunjang seperti guiding block atau pelandaian agar masyarakat berkebutuhan khusus seperti kelompok tunanetra dapat mengakses suatu ruang terbuka publik. Terdapat 14% kelompok tunanetra tersebar di Kota Pontianak yang harus dipenuhi kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ruang terbuka publik berdasarkan standar-standar yang mempertimbangkan tunanetra. Analisis penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif terhadap observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap ruang terbuka publik dan kelompok tunanetra bagaimana aksesibilitas ruang terbuka publik yaitu taman yang tersedia di Kota Pontianak berdasarkan standar-standar yang berlaku mengenai ruang terbuka publik yang mempertimbangkan kelompok tunanetra dalam perencanaannya. Analisis dalam penelitian ditentukan berdasarkan standar-standar yang berlaku di Indonesia dan Internasional berkaitan dengan pengadaan RTP yang mempertimbangkan kelompok tunanetra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTP yang mendekati pemenuhan standar RTP yang mempertimbangkan kelompok tunanetra adalah Taman Akcaya, Taman Digulis, Waterfront City Pontianak, dan Waterfront Bardan-Nadi Senghie.
KARAKTERISTIK PERDAGANGAN LINTAS BATAS INDONESIA-MALAYSIA (STUDI KASUS: KECAMATAN ENTIKONG, KABUPATEN SANGGAU) Darmanto, Prasdnya Dian Nugraha Putri; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.84535

Abstract

Negara Indonesia memiliki kondisi topografis perbatasan darat dengan Negara Malaysia pada Kecamatan Entikong dan Distrik Tebedu. Hal ini menjadikan Entikong berpotensi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dengan salah satu kegiatan, berupa perdagangan lintas batas. Keberadaan PLBN Entikong dan Pos Sempadan Tebedu sebagai jalur resmi perdagangan lintas batas kedua negara berhasil memberikan kemudahan terhadap pergerakan orang dan barang ke/dari Indonesia dan Malaysia. Kerja sama "Sosek Malindo" telah memicu terciptanya hubungan perdagangan antara Indonesia-Malaysia di dalam menjaga kesejahteraan masyarakat masing-masing kawasan perbatasan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik perdagangan lintas batas di Kecamatan Entikong. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik perdagangan lintas batas Entikong-Tebedu dapat dilihat dari adanya perbedaan dan persamaan. Perbedaan terlihat dari jenis-jenis barang yang diperdagangkan, jumlah pelaku perdagangan, mobilitas pedagang, serta jumlah pergerakan orang dan barang. Sedangkan persamaan terlihat dari jenis kegiatan perdagangan, jenis-jenis pedagang, ketentuan dan syarat perdagangan lintas batas. Karakteristik menyatakan bahwa pedagang individu dan kelompok, memanfaatkan alat tradisional untuk memperjualbelikan hasil pertanian, perkebunan, minuman dan makanan kemasan. Kawasan PLBN Entikong dan Pos Sempadan Tebedu menjadi lokasi utama perdagangan. Banyaknya jumlah pedagang telah didukung dengan adanya kemudahan ketentuan dan syarat perdagangan lintas batas.Kata Kunci: Entikong-Tebedu, Kawasan perbatasan, Perdagangan lintas batas  [Characteristics Of Indonesia-Malaysia Cross-Border Trade (Case Study: Entikong Sub-District, Sanggau District)] Indonesia has a topographical condition of land border with Malaysia in Entikong District and Tebedu District. This makes Entikong a potential centre of economic growth with one of the activities, cross-border trade. The existence of PLBN Entikong and Pos Sempadan Tebedu as official cross-border trade routes between the two countries has facilitated the movement of people and goods to/from Indonesia and Malaysia. The "˜Sosek Malindo"™ cooperation has triggered the creation of trade relations between Indonesia and Malaysia in maintaining the welfare of the people of each border region. The purpose of this study is to analyse the characteristics of cross-border trade in Entikong Sub-district. The research approach used is a qualitative case study approach with descriptive analysis techniques. The results showed that the characteristics of Entikong-Tebedu cross-border trade can be seen from the differences and similarities. Differences can be seen from the types of goods traded, the number of trade actors, the mobility of traders, and the number of movements of people and goods. Similarities can be seen in the types of trading activities, types of traders, and terms and conditions of cross-border trade. Characteristics suggest that individual and group traders utilise traditional tools to trade agricultural products, plantations, beverages and packaged foods. PLBN Entikong and Pos Sempadan Tebedu are the main locations for trade. The large number of traders has been supported by the ease of cross-border trade terms and conditions.Keyword: Entikong-Tebedu, Border area, Cross-border trade
KARAKTERISTIK TAMAN AUDITORIUM UNTAN SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK KOTA PONTIANAK libriani, anggi victonia; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76604

Abstract

Kecamatan Pontianak Tenggara dalam rencana pola ruang termasuk pemertahanan dan rehabilitasi Sub-Zona RTH-2, dimana Taman Auditorium UNTAN di peruntukan sebagai penunjang kawasan pendidikan yang dilengkapi dengan fasilitas seperti, lampu taman, bangku taman, area bermain anak dan fasilitas penunjang lainnya. Fungsi taman secara keseluruhan berperan penting sebagai ruang publik tempat interaksi bagi masyarakat. Mereka tidak hanya memberikan tempat untuk aktivitas fisik dan rekreasi, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu, berinteraksi, dan membangun hubungan sosial yang kuat. Keunikan Taman Auditoirum UNTAN dilengkapi dengan pernak-pernik dan diorama para atlet-atlet sepeda di Kalbar, yang pernah mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional yang bertujuan untuk mengenalkan atlet-atlet sepeda yang mengharumkan nama Provinsi Kal-Bar dan Indonesia. Namun terdapat permasalahan seperti mengundang PKL dan beberapa kegiatan ekonomi yang tidak teratur, kurangnya kapasitas parkir, dan kondisi toilet yang perlu perbaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik Taman Auditorium UNTAN sebagai Ruang terbuka publik Kota Pontianak. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ialah fasilitas, vegetasi, sosio demografi, pola penggunaan taman dan aktivitas di taman. Hasil penelitian ini menunjukkan Taman Auditorium UNTAN sudah memiliki berbagai fasilitas memadai seperti lampu penerangan, system informasi, vegetasi, jalan dalam dan luar taman, fasilitas pendukung, tempat sampah, tempat duduk dan parkir dalam taman. Taman tersebut memiliki beberapa aktivitas di taman seperti penyewaan, perdagangan, perbankan, PKL, Gedung auditorium UNTAN, dan UKM.
ANALISIS KEBUTUHAN PARKIR PADA KORIDOR JALAN M. YAMIN KOTA PONTIANAK Simare Mare, Renta; Wulandari, Agustiah; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.75314

Abstract

Kegiatan perdagangan dan jasa, pendidikan dan peribadatan di Koridor Jalan M. Yamin   berpotensi menimbulkan arus kendaraan keluar-masuk yang besar sehingga kawasan ini juga membutuhkan sarana parkir yang besar. Akan tetap koridor Jalan M. Yamin belum memiliki sarana parkir yang mampu menampung seluruh kebutuhan yang ditimbulkan kegiatannya, terlebih kegiatan parkirnya dilakukan secara on street atau parkir diatas badan jalan. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah "Menganalisis Kebutuhan Parkir Pada Koridor Jalan M. Yamin". Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menghitung kebutuhan Satuan Ruang Parkir (SRP) dan kapasitas parkirnya, sedangkan analisis deskriptif digunakan untuk melihat kondisi dan karakteristik parkir suatu kegiatan dengan kegiatan sekitarnya. Teknik analisis yang digunakan adalah identifikasi SRP menurut Pedoman Penyelenggaraan Fasilitas Parkir, perhitungan durasi parkir, kapasitas parkir, akumulasi parkir, turnover parking, dan indeks parkir. Hasil analisis menunjukkan dari 3 kawasan yang ada di Koridor Jalan M. Yamin, 2 diantaranya masih membutuhkan parkir tambahan. Dari hasil analisis menunjukkan kegiatan peribadatan dan perdagangan memerlukan tambahan parkir. Besarnya kebutuhan ini mendorong adanya pengembangan parkir baik secara on street maupun off street.