Claim Missing Document
Check
Articles

KLASIFIKASI RUANG TERBUKA HIJAU TAMAN LAYAK ANAK DI KOTA PONTIANAK Elvira Nadila Rizani; Agustiah Wulandari; Firsta Rekayasa Hernovianty
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.701 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36828

Abstract

Ruang terbuka hijau merupakan sarana yang disediakan oleh pemerintah kota untuk kepentingan umum dan milik umum, selain sebagai penghijauan kota serta sebagai lahan resapan air hujan. Ruang terbuka hijau memiliki fungsi spesifik yang sangat penting yaitu sebagai sarana interaksi sosial dan budaya masyarakat perkotaan. Penerapan konsep kota layak anak salah satunya pemenuhan fasilitas kegiatan kreatif dan rekreatif yang ramah anak dari klaster pendidikan, dimana taman salah satu fasilitas kreatif dan rekreatif. Tujuan penelitian ini untuk mengklasifikasi ruang terbuka hijau taman layak anak di Kota Pontianak. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh taman yang ada di Kota Pontianak. Teknik analisis pada penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi ruang terbuka hijau aktif di Kota Pontianak terdiri dari 10 taman yaitu 8 RTH lingkungan/permukiman dan 2 hutan kota. Klasifikasi taman layak anak di Kota Pontianak yang mempunyai kualitas baik terdiri dari 5 taman yaitu Taman Digulis, Taman Alun-Alun Kapuas, Taman Tugu Khatulistiwa, Taman Catur Ayani dan Taman Akcaya. Adapun variabel yang memiliki nilai tertinggi adalah variabel keselamatan dan kenyamanan. Kata Kunci: kota layak anak, Ruang Terbuka Hijau (RTH), taman layak anak
ANALISIS KETIMPANGAN EKONOMI WILAYAH KABUPATEN SEKADAU Dhea Adventia; Firsta Rekayasa Hernovianty; Nana Novita Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48279

Abstract

Ketimpangan  ekonomi  terjadi  sebagai  akibat  dari  tidak  meratanya  pertumbuhan  ekonomi  antar  daerah.  Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat tergolong kabupaten yang cukup tertinggal dibandingkan dengan kabupaten sekitar, yaitu Kabupaten Sintang dan Kabupaten Sanggau. Minimnya infrastruktur ekonomi, keterbatasan manajemen pasar dan rendahnya produktivitas menyebabkan kesenjangan ekonomi wilayah Kabupaten Sekadau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  ketimpangan  wilayah  di  Kabupaten  Sekadau  berdasarkan  aspek  ekonomi.  Pendekatan  kuantitatif merupakan  pendekatan  penelitian  yang  digunakan  dengan  analisis  skoring  untuk  melihat  ketimpangan  wilayah  di Kabupaten Sekadau berdasarkan aspek ekonomi yang terdiri dari produktivitas pertanian dan pendapatan masyarakat. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  ketimpangan  wilayah  di  Kabupaten  Sekadau  dari  kondisi  ekonomi  adalah ketimpangan  sedang.  Adapun  faktor  yang  mempengaruhi  ketimpangan  ekonomi  wilayah  Kabupaten  Sekadau  adalah pendapatan  masyarakat.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  tingkat  pendapatan  masyarakat  relatif  berada  di  kisaran  UMR Kabupaten Sekadau. Ketidakseimbangan sebaran aktivitas ekonomi yang cenderung cepat berkembang hanya di ibukota kabupaten menjadikan pertumbuhan ekonomi daerah pedalaman Kabupaten Sekadau semakin tertinggal.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK OBJEK WISATA AIR TERJUN BRUNYAU PERMAI DESA RIAM PIYANG KECAMATAN BUNUT HULU KABUPATEN KAPUAS HULU Vinsensius Teddy Sandria Pradana; Firsta Rekayasa Hernovianty; Erni Yuniarti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60127

Abstract

Air Terjun Brunyau Permai merupakan air terjun yang memiliki air yang jernih dan banyak memiliki tingkatan. Permasalahan pada objek wisata ini yaitu rendahnya terkait keselamatan dan keamanan wisatawan, tangga yang mudah licin dan berlumut, kamar mandi yang belum memadai, kurangnya ketersediaan air bersih dan tempat sampah. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi karakteristik Objek Wisata Air Terjun Brunyau Permai Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berfungsi untuk memberikan gambaran terhadap obyek yang diteliti berdasarakan  aspek daya tarik, sarana dan prasarana, aksesibilitas dan kelembagaan. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa, aspek daya tarik sangat beragam dan memilki keunikan seperti air terjun yang bertingkat, flora dan fauna hutan yang langka, spot foto yang menarik, bermain air dan berekreasi serta dapat membeli makanan khas Kabupaten Kapuas Hulu. Sarana dan prasarana terdapat jalur tracking, pondok, loket masuk 1 dan 2, area duduk, jembatan gantung, parkiran mobil dan motor, gapura, toilet dan warung. Aksesibilitas mudah dijangkau karena terdapat jalan utama lintas Kabupaten dan jalan masuk menuju objek wisata. Kelembagaan yang mengelola wisata ini terdiri dari Kelompok Pengelola Pariwisata, Pemerintah Desa, Masyarakat dan Dinas Kepemudaan dan Pariwisata. Dari ke empat aspek, terdapat dua aspek berpotensi untuk dipertahanakan dan ditingkatkan yaitu aspek daya tarik dan kelembagaan. Disisi lain aspek sarana dan prasarana, serta aksesibilitas merupakan aspek yang masih terdapat beberapa permasalahan yang harus diperbaiki, ditingkatkan dan dikembangkan.
ANALISIS LUASAN DAN KLASIFIKASI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT Yanur Ramadhan; Firsta Rekayasa Hernovianty; Agustiah Wulandari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48337

Abstract

Ruang2Terbuka2Hijau seharusnya mampu untuk menwadahi aktivitas kesosialan masyarakat dan juga untuk memnciptakan fungsi rekreatif, edukatif serta mempunyai peran positif untuk lingkungan sekitar. Upaya yang dilakukan untuk lebih memfokuskan keberadaan RTH publik di Kecamatan Pontianak Barat ini. Inti pembahasan dari penelitian ini ditujukan untuk Analisis RTH publik secara kuantitatif mengacu pada metode analisis GIS. Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik Kecamatan Pontianak Barat meliputi taman, pemakaman, jalur hijau dan hutan kota. Hasil penelitian diketahui untuk ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik Kecamatan Pontianak Barat pada kondisi eksisting memiliki luas 123, 791 Ha atau 7,3% dari luas Kecamatan Pontianak Barat. Ruang terbuka hijau publik terbagi atas beberapa klasifikasinya yaitu hutan kota  sebesar 116,49 Ha, Taman sebesar 0,91 Ha, jalur hijau yaitu sebesar 0,895 Ha dan taman pemakaman umum yaitu sebesar  5,493 Ha.  Dari persentase hasil perhitungan di atas bahwa RTH2publik2masih kurang dari standar RTH publik sebesar 20%, perlunya mengevaluasi kesesuaian RTH publik khususnya di Kecamatan Pontianak Barat. Proses dalam melakukan pengembangan RTH publik kedepannya dari hasil analisis harus memperhatikan rencana yang sudah termuat dalam RTRW Kota Pontianak tahun 2013-2033.Kata Kunci : Klasifikasi RTH, Luasan, RTH publik
STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI WILAYAH PESISIR DI KECAMATAN MEMPAWAH HILIR KABUPATEN MEMPAWAH Kasih Anggarini; Nana Novita Pratiwi; Firsta Rekayasa Hernovianty
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.121 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36883

Abstract

Kecamatan Mempawah Hilir memiliki letak geografis yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna dan berpotensi wilayah untuk pengembangan wilayah pesisir sebagai penunjang ekonomi masyarakat setempat. Kecamatan Mempawah Hilir memiliki kegiatan perikanan tangkap dan budidaya, namun pengolahan hasil sumberdaya tersebut masih minim. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan guna mengetahui strategi apa yang tepat bagi ekonomi wilayah pesisir di Kecamatan Mempawah Hilir. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif asosiatif menggunakan metode LQ dan SWOT. Faktor internal wilayah pesisir Kecamatan Mempawah Hilir yang memiliki potensi perikanan tangkap dan budidaya, namun terdapat kelemahan dalam pemanfaatan hasil sumberdaya tersebut tergolong rendah.Faktor eksternal wilayah pesisir Kecamatan Mempawah Hilir memiliki peluang geografis yang mempengaruhi kegiatan didalam wilayah, namun terdapat pula ancaman lingkungan yang mempengaruhi wilayah tersebut. Hasil metode SWOT menunjukkan bahwa strategi pengembangan ekonomi wilayah pesisir di Kecamatan Mempawah Hilir terletak pada Kuadran I dengan skor sumbu X 0,66 dan Y 0,63 yakni menggunakan strategi S–O dengan pengembangan industri pengolahan perikanan berbasis masyarakat. Kata kunci: ekonomi wilayah, sektor perikanan, wilayah pesisir
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK WISATA RIAM ENSILING DI DESA LUMUT KECAMATAN TOBA KABUPATEN SANGGAU Nurfidya Assyifa; Erni Yuniarti; Firsta Rekayasa Hernovianty
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48289

Abstract

Kabupaten Sanggau adalah salah satu daerah di Kalimantan Barat yang memiliki banyak objek wisata alam riam tersebar di beberapa kecamatan, salah satunya yaitu Riam Ensiling yang terletak di Desa Lumut, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Riam Ensiling memiliki air yang jernih dan dingin sehingga banyak dikunjungi oleh wisatawan selain karena letaknya yang dekat dengan ibu kota serta memiliki akses yang cukup mudah untuk dijangkau. Namun, lokasinya yang berada di area hutan lindung menyebabkan kawasan tersebut cukup rimbun dan rawan terhadap gangguan hewan liar dan tanaman beracun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan karakteristik kawasan wisata Riam Ensiling yang terdiri dari atraksi atau daya tarik, aksesibilitas, infrastruktur, amenitas atau fasilitas pelayanan, keramahtamahan oleh penduduk sekitar dan pengelola wisata, dan kelembagaan yang mengatur tentang pengelolaan dan pengembangan kawasan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif hasil observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kawasan wisata Riam Ensiling merupakan kawasan wisata alam dengan daya tarik utama berupa air terjun dengan arus yang cukup tenang. Berdasarkan enam komponen yang digunakan, komponen yang paling menjual dari kawasan wisata Riam Ensiling yaitu daya tarik dan aksesibilitasnya yang mudah dan terjangkau. Sedangkan komponen yang dianggap cukup menghambat perkembangan kawasan wisata Riam Ensiling yaitu kelembagaan. Pengelolaan kawasan yang hanya mengandalkan pengetahuan masyarakat sekitar dinilai kurang memadai dalam memaksimalkan pengembangan kawasan wisata Riam Ensiling.Kata kunci: karakteristik, Riam Ensiling, wisata alam
ANALISIS KLASIFIKASI DAN TIPOLOGI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI IBUKOTA KABUPATEN KUBU RAYA Fajriati Lestari; Firsta Rekayasa Hernovianty; Ely Nurhidayati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57706

Abstract

Konsep pembangunan kawasan perkotaan berkelanjutan bertujuan meningkatkan kulitas lingkungan hidup perkotaan. Pemenuhan kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH) adalah satu dari berbagai upaya yang dilakukan untuk mewujudkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, khususnya RTH Publik di kawasan perkotaan. Dewasa ini, ketersediaan RTH Publik di Kabupaten Kubu Raya belum teridentifikasi khususnya di Kecamatan Sungai Raya yang merupakan Ibukota Kabupaten Kubu Raya. Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian yaitu menganalisis ketersediaan RTH Publik berdasarkan klasifikasi dan tipologi melalui observasi lapangan dan analisis citra digital. Adapun pendekatan penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode teknik analisis berupa analisis spasial dan metode deskriptif kualitatif yang merujuk pada PERMEN PU No. 5 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Berdasarkan hasil analisis, RTH Publik di Ibukota Kabupaten Kubu Raya memiliki luas sebesar 1.295.417 m2 atau sekitar 0,192% dari luas Ibukota Kabupaten Kubu Raya. RTH Publik tersebut terbagi ke dalam 3 jenis klasifikasi dengan luasan yang berbeda sebagai berikut; Taman dan Hutan Kota sebesar 546.419 m2, Jalur Hijau Jalan sebesar 74.932 m2, serta Fungsi Tertentu sebesar 674.066 m2. Berdasarkan identifikasi, kebutuhan RTH Publik di Ibukota Kabupaten Kubu Raya masih terbilang sangat besar sehingga diperlukan kerja sama antar pihak terkait seperti pemerintah, masyarakat hingga akademisi untuk mewujudkan ketersediaan RTH Publik di Ibukota Kabupaten Kubu Raya.Key Words: klasifikasi, tipologi,ruang terbuka hijau publik
Identifikasi Karakteristik Kawasan Ekowisata Mangrove Kuala Kota Singkawang Queentera Cantika Arasanda; Erni Yuniarti; Firsta Rekayasa Hernovianty
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.61491

Abstract

The geographical condition of Singkawang City located in a coastal area provides opportunities for the development of natural potential. One of them is the development of conservation-based coastal ecotourism through mangroves. However, the development of coastal ecotourism also has several problems. One of coastal ecotourism's threats is the hydro-oceanographic process factors that can erode the surface of the beach floor, human activities such as near the coast, taking natural coastal protectors, converting mangroves into massive fish ponds and logging mangroves. However, in Kuala Subdistrict, West Singkawang District, there is a mangrove forest that is developed by the community through POKDARWIS Pesona Kuala Pesisir. It's just that in its implementation, there are still some problems causing the development of ecotourism is not fully optimized. Through this research, the author focuses on tourism objects in the Kuala Mangrove Ecotourism Area spatially with descriptive analysis. The results of the identification research on tourism objects, the characteristics of the Kuala Mangrove Ecotourism Area consist of four object substances, facilities, objects of attraction, accessibility, and land cover.
ANALISIS DAYA TARIK DAN CITRA DESTINASI TAMAN AGROWISATA REKADENA, KECAMATAN SUNGAI KAKAP, KABUPATEN KUBU RAYA Bestari, Septia; Yuniarti, Erni; Hernovianty, Firsta Rekayasa
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i1.72587

Abstract

Taman Agrowisata Rekadena tergolong sebagai objek wisata minat khusus yang menawarkan pemandangan alam perkebunan di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh pengunjung selama berada di taman ini terdiri dari berkebun, piknik, kemah, bersantai, berfoto, memancing, bermain sampan, memanah, dan menikmati kuliner khas Indonesia dengan kegiatan yang menjadi potensi unggulan yaitu outbond. Disamping potensi tersebut, taman ini juga memiliki permasalahan seperti belum memiliki souvenir, atraksi agro yang kurang diminati, terdapat fasilitas yang kurang terawat, dan tidak ramah disabilitas. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengidentifikasi daya tarik dan citra destinasi Taman Agrowisata Rekadena. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lapangan untuk mengidentifikasi daya tarik dan penyebaran kuisioner kepada pengunjung untuk mengidentifikasi citra destinasi. Hasil identifikasi daya tarik menunjukkan bahwa taman ini memiliki cukup fasilitas dan pengunjung dapat melakukan kegiatan berkebun, piknik dan kemah, bersantai, berfoto, bermain sampan, memanah, memancing, outbond, serta menikmati kuliner dan produk makanan dari kelapa. Hasil identifikasi citra destinasi juga menunjukkan unsur atraksi sebagai kegiatan yang paling menonjol, yaitu outbond, bersantai, menikmati makanan, dan berfoto. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam pengembangan Taman Agrowisata Rekadena sehingga tidak hanya berdasarkan dari sudut pandang peneliti, melainkan juga dari kebutuhan pengunjung sebagai unsur penting objek wisata.  
KARAKTERISTIK RUANG PUBLIK RAMAH ANAK DI KOTA PONTIANAK Simbolon, Yumna Azzah; Wulandari, Agustiah; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.70140

Abstract

Kota Pontianak sudah memiliki tiga taman yang ditetapkan sebagai ruang publik terbuka ramah anak yaitu Taman Alun Kapuas, Taman Digulis, dan Taman Catur. Ruang publik ramah anak merupakan salah satu fasilitas yang dibutuhkan anak untuk memenuhi kebutuhan ruang yang menstimulasi proses tumbuh kembangnya, sehingga harus memiliki komponen atau fasilitas yang dapat memadai. Namun, masih terdapat permasalahan yang terlihat pada taman tersebut seperti adanya sampah berserakan, pencemaran asap rokok, dan kurangnya fasilitas pendukung. Hal ini mengindikasikan perlunya memperhatikan penerapan konsep ruang publik ramah anak di Kota Pontianak termasuk melihat kondisi dari ruang publik tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ruang publik ramah anak di Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data lalu dideskripsikan hasil analisis data tersebut. Hasil penelitian ini diperoleh Taman Alun Kapuas sudah baik dalam keamanan, namun masih kurang dalam memiliki fasilitas bergerak aktif anak yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Taman Catur sudah memiliki berbagai permainan dan papan informasi yang menarik dan beragam, namun Taman Catur hanya memiliki pagar berupa vegetasi, sehingga masih kurang dalam memberikan keselamatan. Taman Digulis sudah memiliki beragam alat bermain yang mendukung aktivitas bergerak aktif anak, namun masih kurang dalam penyediaan fasilitas berlindung yang nyaman terutama saat kondisi hujan.Key Words: karakteristik, kota layak anak, ruang publik ramah anak