Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEBUTUHAN FASILITAS SOSIAL DI KECAMATAN SUNGAI RAYA BERDASARKAN TIPOLOGI WILAYAH Saragih, Fikri Harits Dien; Pratiwi, Nana Novita; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.88632

Abstract

Kecamatan Sungai Raya ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan termasuk pada Kawasan Metropolitan Pontianak (KMP) yang berhubungan langsung dengan Kota Pontianak. Dengan potensi lokasi dan fungsi yang strategis, Kecamatan Sungai Raya memiliki tarikan yang besar bagi penduduk perkotaan untuk bermukim pada wilayah ini. Dengan kondisi tersebut, menyebabkan Kecamatan Sungai Raya membutuhkan fasilitas sosial yang dapat mendukung seluruh kegiatan masyarakat dalam pemenuhan pendidikan dan kesehatan. Karakteristik wilayah dapat dilihat dari tipologi wilayah karena pengelompokkan tipologi wilayah berdasarkan karakteristik perkembangan wilayah dapat mempermudah dalam penyusunan rencana wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis   kebutuhan masyarakat Kecamatan Sungai Raya terhadap fasilitas sosial di Kecamatan Sungai Raya berdasarkan tipologi wilayah. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan mengacu pada Keputusan Menteri Kimpraswil 534/KPTS/M/2001 dan SNI 1733-03-2004. Fasilitas sosial yang dikaji ialah fasilitas pendidikan dan kesehatan. Hasil penelitian menemukan bahwa fasilitas pendidikan masih kurang pada jenjang Sekolah Menengah Umum/sederajat (SMU) sebanyak 2 unit, sedangkan fasilitas kesehatan sudah memenuhi standar bahkan berlebih. Puskesmas berlebih 2 unit dan Rumah Sakit berlebih 1 unit dibandingkan dengan standar kebutuhan perkotaan. Sehingga, perlu adanya peningkatan jumlah unit fasilitas pendidikan yang kurang dalam menunjang layanan fasilitas sosial di Kecamatan Sungai Raya.Kata Kunci: fasilitas sosial, Kecamatan Sungai Raya, layanan fasilitas.
DAYA TARIK OBJEK WISATA BISA CAMPING KECAMATAN SINGKAWANG SELATAN Kusumawardhani, Salsabilla; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Yuniarti, Erni
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.94751

Abstract

Bisa Camping merupakan objek wisata yang memiliki potensi dengan menawarkan berbagai macam atraksi yang dapat dilakukan oleh pengunjung. Objek wisata yang tergolong baru di Kota Singkawang ini menarik perhatian untuk wisatawan melakukan aktivitas wisata. Wisatawan yang tertarik akan sebuah destinasi tentunya akan dipengaruhi oleh daya tarik objek wisata tersebut. Tingginya kunjungan wisata menjadi sebuah objek wisata harus memiliki daya tariknya tersendiri sama halnya dengan objek wisata Bisa Camping. Penelitian ini mengidentifikasi daya tarik objek wisata Bisa Camping di Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, berdasarkan elemen citra destinasi yang meliputi atraksi, fasilitas, dan aksesibilitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata ini memiliki daya tarik unik melalui pemandangan alam, aktivitas berkemah, dan area piknik, serta fasilitas pendukung seperti kafe, area pemancingan, dan kolam renang. Aksesibilitas yang memadai serta citra positif berdasarkan persepsi pengunjung mendukung daya tarik wisata ini, menjadikannya destinasi yang potensial untuk dikunjungi wisatawan. Kesimpulannya, daya tarik Bisa Camping dipengaruhi secara signifikan oleh keindahan alam, fasilitas lengkap, dan aksesibilitas yang baik.
DAYA TARIK WISATA KAWASAN TUGU KHATULISTIWA KOTA PONTIANAK Alhazmi, Muhammad Ghaza; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Fitriani, Meta Indah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.87792

Abstract

Tugu Khatulistiwa Pontianak merupakan monumen yang menandai titik di mana garis khatulistiwa membelah bumi menjadi dua bagian sama besar, yaitu belahan bumi utara dan selatan, sebagai ikon unik pariwisata yang menandai garis khatulistiwa yang menawarkan daya tarik geografis khas dan fenomena alam menarik, seperti peristiwa kulminasi. Dengan meningkatkan promosi dan memperbaiki akses, potensi wisata Tugu Khatulistiwa yang sangat besar dapat terealisasi, menarik minat wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai daya tarik wisata Tugu Khatulitiwa, baik itu alam, budaya, sejarah, atau kegiatan khusus yang dapat menarik minat wisatawan. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi   lapangan melalui unsur atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Hasil observasi menunjukkan bahwa unsur atraksi, amenitas, dan aksesibilitas secara keseluruhan berada dalam kategori baik, meskipun terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Tugu Khatulistiwa memiliki potensi sebagai   pariwisata yang menarik, dengan nilai sejarah dan budaya yang kaya. Penambahan fasilitas seperti area istirahat, pusat informasi, dan kegiatan interaktif dapat secara signifikan meningkatkan pengalaman wisatawan.
Analisis Perkembangan Kegiatan Perdagangan dan Jasa Pada Kelurahan Sungai Bangkong, Kota Pontianak Yulianti, Ayu; Pratiwi, Nana Novita; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.60200

Abstract

Kelurahan Sungai Bangkong merupakan salah satu wilayah di Kota Pontianak yang mengalami perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa sehingga ditetapkan sebagai bagian wilayah Sub Pusat Pelayanan Kota/Kawasan Perkotaan (SPPK) 2 dengan salah satu fungsinya sebagai pusat perdagangan skala kota. Perkembangan mulai terjadi pada tahun 2013 hingga saat ini yang ditandai dengan bertambahnya jumlah dan berkembangnya jenis usaha pada setiap tahunnya. Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa yang terjadi di Kelurahan Sungai Bangkong perlu diteliti untuk diketahui karakteristik perkembangannya berupa klasifikasi usaha, luas lahan, jenis bangunan usaha dan besaran perkembangan yang terjadi pada setiap koridor jalan dengan fungsi jalan arteri sekunder, jalan kolektor sekunder dan jalan lokal sekunder di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa pada Kelurahan Sungai Bangkong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis pemetaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perdagangan dan jasa di Kelurahan Sungai Bangkong pada tahun 2013 berjumlah 176 bangunan usaha sehingga masuk dalam kategori perkembangan sedang. Kemudian tahun 2017 bertambah menjadi 437 bangunan usaha dan tahun 2021 menjadi 845 bangunan usaha sehingga masuk dalam kategori perkembangan tinggi. Klasifikasi usaha tertinggi pada seluruh koridor jalan berdasarkan KBLI 2020 adalah perdagangan eceran. Adapun luasan lahan untuk bangunan usaha sebesar 14,61 Ha dengan jenis bangunan usaha berupa ruko, toko, warung dan toko modern. Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa yang terjadi di Kelurahan Sungai Bangkong dipengaruhi oleh fungsi jalan, dimana jumlah bangunan usaha tertinggi hingga terendah secara berurutan berada pada fungsi jalan arteri sekunder, jalan kolektor sekunder dan jalan lokal sekunder.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI DI WILAYAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT STUDI KASUS: DESA GUNUNG TAMANG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Lamaya, Thania Tataneva; Pratiwi, Nana Novita; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.98987

Abstract

Desa Gunung Tamang merupakan salah satu desa di Kecamatan Sungai Raya yang merupakan lokasi pengembangan perkebunan kelapa sawit. Adanya perkembangan perkebunan tersebut memberikan perubahan pada penggunaan lahan, yaitu adanya konversi lahan hutan, semak, dan rawa menjadi perkebunan kelapa sawit yang kemudian berpengaruh terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap perubahan aspek sosial dan ekonomi sebagai dampak keberadaan perusahaan kelapa sawit di Desa Gunung Tamang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, kuesioner, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang ada di Desa Gunung Tamang memiliki persepsi positif terhadap perusahaan perkebunan kelapa sawit pada aspek ekonomi dan sosial. Pada kondisi sosial, 39% responden setuju yang menunjukkan adanya peningkatan terhadap keberadaan infrastruktur dan layanan sosial, tetapi kualitasnya masih terbatas. Pada kondisi ekonomi, 47% responden memberikan penilaian sangat setuju menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mengakui perkembangan ekonomi di wilayahnya, tetapi juga merasakan langsung manfaatnya, seperti peningkatan pendapatan, ketersediaan lapangan kerja, dan munculnya usaha-usaha baru.
Kajian Kondisi Eksisting Kawasan Taman Burung Kota Singkawang Rheinata, Alifasya Putri; Yuniarti, Erni; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.61709

Abstract

Taman Burung merupakan ruang terbuka publik berbentuk taman kota yang berfungsi secara ekologis sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata untuk masyarakat Kota Singkawang dan sekitarnya. Taman Burung merupakan taman di dalam kota yang berbatasan langsung dengan Sungai Singkawang. Taman Burung memiliki potensi dari segi lokasi yang strategis, yaitu berada di tengah kota, tepatnya di Jalan Merdeka. Seiring waktu, terdapat permasalahan yang terjadi pada kawasan taman, seperti fasilitas yang disalahgunakan masyarakat untuk berjualan, kurangnya fasilitas, dan lain-lain. Penataan kawasan Taman Burung perlu dilakukan untuk mengembangkan dan merevitalisasi fungsi awal dari Taman Burung. Oleh karena itu, langkah awal untuk melakukan penataan kawasan di Taman Burung adalah dengan mengkaji kondisi eksisting di Taman Burung. Mengkaji kawasan Taman Burung dilakukan dengan metode kualitatif, menggunakam teknik analisis deskriptif kualitatif menganalisis aspek keamanan, kebersihan, fasilitas penunjnag, vegetasi dan koridor. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kondisi Taman Burung saat ini aktif sebagai tempat berniaga yang dimulai dari sore hingga malam hari, banyak fasilitas yang kurang terawat dan rusak, serta masih belum memadai, kondisi taman yang terlihat kumuh, serta kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh PKL yang menjajakan dagangan di jalur pedestrian dan kebanyakan pengunjung memarkirkan kendaaran di badan jalan.
IDENTIFIKASI KONDISI SARANA DAN PRASARANA DAN PRASARANA POS LINTAS BATAS NEGARA (PLBN) ENTIKONG KABUPATEN SANGGAU Nurlihafiza, Maudyra Dwi; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Yuniarti, Erni
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.96614

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara lain memiliki kawasan strategis di wilayah perbatasan, salah satunya adalah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. PLBN Entikong merupakan gerbang utama penghubung antara Indonesia dan Malaysia memiliki peran penting untuk kegiatan ekonomi, sosial, dan lintas batas. Tingginya mobilitas masyarakat terutama saat periode libur panjang, sering terjadi lonjakan jumlah pelintas yang berdampak pada penurunan kualitas sarana dan prasarana PLBN Entikong. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sarana dan prasarana PLBN Entikong sebagai dasar dalam memberikan pelayanan optimal dan menunjang peran strategis PLBN sebagai pintu gerbang internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deksriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa PLBN Entikong terbagi menjadi zona inti dan zona penunjang. Kondisi sarana dan prasarana pada zona inti sudah tersedia dan digunakan dengan baik walaupun masih terdapat beberapa yang belum digunakan sebagaimana mestinya seperti x-ray. Namun, masih dibutuhkan perbaikan terhadap kerusakan gedung dan dilakukan pembaharuan. Pada zona penunjang, sarana dan prasarana sudah tersedia sebagaimana mestinya, namun sebagian besar masih belum digunakan, serta perlu dilakukan beberapa perbaikan dari kerusakan pada sarana dan prasarananya.
ANALISIS PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN SINGKAWANG UTARA KOTA SINGKAWANG Pratiwi, Ulfa Amalia; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.64021

Abstract

Kecamatan Singkawang Utara di Kota Singkawang memiliki laju pertumbuhan penduduk terbesar yaitu 3,38 persen. Meskipun Kecamatan Singkawang Utara memiliki lahan pertanian yang subur, namun kedekatannya dengan pusat kota menjadikannya salah satu kawasan yang diincar untuk pembangunan perumahan, yang dapat memaksa para petani meninggalkan sawah mereka dan mengalihkan lahan mereka untuk penggunaan lain. Tujuan dari studi kuantitatif ini adalah untuk mengkaji bagaimana pertumbuhan penduduk dan penggunaan lahan di Kecamatan Singkawang Utara. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis laju pertumbuhan penduduk dan analisis pemetaan untuk mengetahui jenis penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk di Kecamatan Singkawang Utara. Dari tahun 2015 hingga 2020, jumlah penduduk Kecamatan Singkawang Utara meningkat rata-rata per tahun sebesar 13,89 persen. Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, kebutuhan akan tanah juga meningkat. Dari tahun 2015 hingga 2020, lebih banyak lahan yang telah digunakan untuk pertanian di kecamatan ini daripada yang lainnya. Pada tahun 2015, perkebunan menempati lahan terbanyak dengan luas 2.795,3 hektare (ha) atau 34,17 persen, sedangkan pada tahun 2020 lahan sawah menempati lahan terbanyak dengan luas 5.486,24 hektare (ha) atau 66,28 persen.Kata Kunci: Lahan Pertanian, Penggunaan Lahan, Pertumbuhan Penduduk
IDENTIFIKASI TINGKAT KENYAMANAN PENGUNA JALUR SEPEDA DI JL. JEND. AHMAD YANI PONTIANAK Sudjana, Fardyllah Mentari; Wulandari, Agustiah Mentari; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.80489

Abstract

Penggunaan sepeda sebagai alat transportasi telah lama dilakukan. Seiring dengan perkembangan zaman penggunaan sepeda berubah fungsi sebagai sarana olahraga dan life style bagi masyarakat khususnya di perkotaan. Pontianak salah satu kota yang menganut konsep Kota Ramah Sepeda dengan mengembangkan fasilitas jalur sepeda yang nyaman dan aman bagi pengguna jalur sepeda. Hingga tahun 2018, Kota Pontianak telah memiliki 10 jalur sepeda dan memiliki jalur sepeda baru di Jl. Ahmad Yani. Akan tetapi, masih terdapat beberapa masalah dan kekurangan yang menganggu kenyamanan pengguna jalur sepeda. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan pengguna jalur sepeda di Jl. Jend. Ahmad Yani Kota Pontianak. Penelitian ini mengunakan metodologi kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan jawaban dari beberapa responden terkait kenyamanan jalur sepeda di Jl. Jend. Ahmad Yani Kota Pontianak. Berdasarkan hasil dari analisis tersebut diketahui jika jalur sepeda di Jl. Jend. Ahmad Yani Kota Pontianak sudah nyaman bagi pengguna jalur sepeda. Akan tetapi, masyarakat masih memiliki beberapa ketidaknyamanan pada aspek kurangnya rambu petunjuk jalur sepeda dan hambatan samping pada jalur sepeda yang memiliki kepadatan lalu lintas kendaraan bermotor yg cukup tinggi. Pemerintah perlu menambahkan beberapa rambu untuk jalur sepeda dan peremajaan fasilitas jalur sepeda yang telah tersedia
PREFERENSI MASYARAKAT DALAM MEMILIH RUMAH SAKIT PEMERINTAH DI KOTA PONTIANAK Fathana, Vidra Shinta; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.67756

Abstract

Rumah sakit berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan rumah sakit juga akan ikut bertambah. Hal ini dapat menimbulkan persaingan dalam industri kesehatan, khususnya antar rumah sakit swasta dan pemerintah. Kota Pontianak memiliki total rumah sakit sebanyak 14 rumah sakit. Rumah sakit yang ada dominan dimiliki oleh swasta dan hanya 5 rumah sakit yang dimiliki oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi masyarakat Kota Pontianak dalam memilih rumah sakit pemerintah, sehingga dapat diketahui pilihan rumah sakit dan penilaian pelayanan rumah sakit oleh masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik teknik analisis distribusi frekuensi dan skoring. Dari hasil analisis didapatkan bahwa seluruh rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah di Kota Pontianak sudah mendapatkan skor kesesuaian preferensi tinggi. Adapun Rumah Sakit Bhayangkara menjadi rumah sakit yang paling banyak dipilih dikarenakan rumah sakit ini mendapatkan penilaian kesesuaian preferensi tinggi atau memenuhi penilaian kepuasan responden lebih banyak dibandingkan rumah sakit lainnya, dengan hasil skor preferensi sebesar 2,17.