Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal Physical Therapy UNISA

Pola komunikasi antara fisioterapis dengan orang tua terhadap tumbuh kembang balita di PUSKESMAS Cawas 2 Diyono, Diyono; Awanis, Almas; Trikusumaadi, Stefanus Khrismasagung
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 2 No. 2 (2022): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.069 KB) | DOI: 10.31101/jitu.2774

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pola komunikasi berpengaruh dalam proses terapi tumbuh kembang balita. Pada Balita, pola komunikasi antara fisioterapis dengan orang tua menjembatani pertukaran informasi yang baik dalam melakukan stimulasi bagi tumbuh kembang anak. Hal itu dipicu adanya kondisi yang berbeda pada setiap anak membuat  orang tua dan terapis mengalami kendala  saat melakukan kegiatan terapi. Melalui uji statistik, penelitian ini berhasil menyimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara intensitas komunikasi orang tua terhadap tumbuh kembang anak balita dalam proses terapi tumbuh kembang.
Hubungan derajat merokok terhadap kapasitas vital paru (KVP) pada lansia Pradana, Saka Dien; Diyono, Diyono; Amarseto, Binuko
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 4 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.3694

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan menikmati tembakau yang dibungkus rapi dalam gulungan kertas. KBBI sendiri mendefinisikannya sebagai kegiatan menghisap tembakau yang digulung dan dibungkus kertas. Sedangkan WHO menambahkan, seseorang baru bisa disebut perokok jika ia merokok setiap hari, minimal selama 6 bulan. Merokok dapat menyebabkan menurunnya Kapasitas Vital Paru (KVP). Dalam penelitian ini, tingkatan durasi merokok dan intensitas merokok diakumulasikan menggunakan Indeks Brinkman. Untuk setiap tingkat pajanan merokok dalam waktu yang lama, Forced Vital Capacity (FVC) secara signifikan lebih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan derajat merokok terhadap kapasitas vital paru lansia. Desain penelitian yang digunakan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria berjumlah 26 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuisioner kepada lansia yang mempunyai kebiasaan merokok disertai pengambilan nilai KVP menggunakan spirometri. Uji korelasi menggunakan Pearson Product Moment. Berdasarkan uji korelasi didapatkan nilai signifikansi 0.000 (p<0,05) dan nilai pearson correlation -.893 (p>0,05) yang artinya terdapat hubungan dengan arah negatif antara derajat merokok terhadap KVP pada lansia. Berdasarkan uji korelasi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan dengan arah negatif dimana semakin tinggi derajat merokok maka semakin rendah nilai KVP.
Tendon nerve gliding lebih efektif dibandingkan carpal bone mobilization untuk penurunan nyeri Carpal Tunnel Syndrome Da’ Lopez, Katharina Novitasari; Diyono, Diyono; Astriyana , Sevy
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.3759

Abstract

Gerakan berulang dalam waktu yang cukup lama, pekerjaan intensif, getaran, posisi pergelangan tangan yang salah, atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Carpal Tunnel Syndrome dapat mengakibatkan rasa sakit dan pembatasan aktivitas. Hal ini juga diperburuk kegiatan yang berulang dan kurangnya waktu henti. Untuk mengurangi intensitas nyeri maka diberikan Tendon and Nerve Gliding Exercise (TNGE) dan Carpal Bone Mobilization (CBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh TNGE dan CBM terhadap CTS pada penjahit. Jenis penelitian menggunakan desain two group pre-test post-test dengan populasi 40 penjahit home industry. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yang dimana memberikan perbandingan antara kedua intervensi, yaitu tendon and nerve gliding exercise dan carpal bone mobilization, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini uji satistic, didapatkan hasil perhitungan p-value 0,00<0,05 yang berarti ada penurunan nyeri menggunakan tendon and nerve gliding exercise dan carpal bone mobilization, hasil p value 0,00>0,05 ada perbedaan pengaruh tendon and nerve gliding exercise dan carpal bone mobilization terhadap carpal tunnel syndrome. Adanya penurunan nyeri antara TNGE dan CBM terhadap CTS pada Penjahit dan terdapat beda pengaruh antara TNGE dan CBM dengan  CTS terhadap nyeri.