Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Dominan Perilaku Kecenderungan Menimbun Barang dalam Gaya Hidup yang Berkelanjutan dari Sudut Pandang SDG 12 Achmad Baihaqi Hasanuddin; Agustina Kusuma Dewi
CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/citrawira.v7i1.8183

Abstract

Penerapan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) 12 telah banyak dilakukan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai upaya, seperti mendaur ulang sampah serta menyimpan barang untuk digunakan kembali di masa depan. Namun, dalam praktiknya, niat tersebut sering dihadapkan pada permasalahan perilaku, khususnya kesulitan dalam mengelola barang yang disimpan, sehingga memicu penimbunan barang secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menggambarkan kecenderungan perilaku menimbun barang dalam konteks gaya hidup berkelanjutan dari sudut pandang SDG 12. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil analisis kuesioner Likert secara kualitatif menunjukkan bahwa faktor psikologis merupakan faktor dominan yang memengaruhi kecenderungan menimbun barang. Responden cenderung mempertahankan barang karena adanya persepsi nilai guna di masa depan dan keterikatan emosional, meskipun telah memiliki kesadaran yang tinggi terhadap prinsip konsumsi berkelanjutan SDG 12.
Developing “D-A-M-E Model” For Analyzing Multifaceted Creative Communication Process In Artificial Intelligences (AI) Era Agustina Kusuma Dewi; Adi Surahman
Kartala Virtual Studies Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/kvs.v5i1.293

Abstract

Abstract Complex layers of words—images in mixed media culture has changed social norms; also the communication process. The AI era has raised the cultural gap, changing the meaning of art and design in a historical context. Although, certain cases in popular culture break this pattern, offering a timeless aesthetic appeal that transcends generations. One of them is music video "70 Million" by Hold Your Horses!’s band (2011)—offering revolutionized conventional pop-rock music videos, inserting a new dimension into them—making art history education that is often seen as dry, bored, and uninteresting—become something carried fresh knowledge; even in parody. Using symbolic interpretive approach with textual analysis, this article analyse the iconic translation and its relevance context in the music video; this research also develops the D-A-M-E (Decoding–-Adaptation/Adoption & Modification—Encoding) Model as a theoretical framework. Becoming medium communication, song combined with the music video has the potential to become creative media that brings message timeless—closely related to ideology and the creator's vision. This music video breathes new life into art history, using collage as one style of its translation visual icon of art history—making it fresh, vibrant, challenging perceived banality—until now, in the AI era. Keywords: translational analysis, artificial intelligence, collage, iconic image, cultural banality, art history, media education