Claim Missing Document
Check
Articles

Effect of Black Garlic Extract on Blood Glucose, Lipid Profile, and SGPT-SGOT of Wistar Rats Diabetes Mellitus Model Prihanti, Gita Sekar; Isnaini, Faradilla; Yudistia, Rieka; Faradilla, Alifa; Rahman, Masita
Majalah Kedokteran Bandung Vol 51, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.126 KB) | DOI: 10.15395/mkb.v51n2.1657

Abstract

Dyslipidemia is one of the complications of diabetes mellitus (DM) that can lead to elevated total cholesterol, TG, and LDL. Increased SGOT-SGPT indicates damage of hepatic cells. Black garlic extract (Allium sativum L.), which contains polyphenol, flavonoid, and anthocyanin is thought to improve blood glucose, lipid profile, and SGPT-SGOT in human. This study aimed to observe the effect of black garlic extract on blood glucose, lipid profile, and SGPT-SGOT of Wistar Rats Diabetes Mellitus Model. This study was held in 2017 at Biomedical Lab Medical Faculty of Muhammadiyah Malang University. This was a true experimental study with post test only control group design. The rats were assigned to a positive control group and 3 treatment groups consisting of 6 experimental animals each and treatment was given for 25 days. Blood glucose lipid profile, and SGPT-SGOT levels were measured by a spectrophotometer. Data were analyzed using one-way ANOVA, Post Hoc Bonferroni, and Linear Regression tests. Differences were between different groups of rats (p=0,000) with a significant difference seen between all treatment groups and the control group based on  the Post Hoc Bonferroni test results (p=0.000). Black garlic extract reduced blood sugar by 91.4%, total cholesterol by 79.1%, TG by 69.5%, LDL by  81.3%, SGPT by 91.4%, and SGOT by 70.6%. This effect is seen across doses starting from 1.5 mg/200gBW to the highest dose of 6 mg/200gBW. It can be concluded that Black garlic extract (Allium sativum L.) affects  blood glucose, lipid profile, SGPT, and SGOT positively in male wistar (Rattusnorvegicus) rats diabetes mellitus model by decreasing blood sugar, lipid profile, SGPT, and SGOT levels. Pengaruh Ekstrak Black Garlic (Allium sativum. L) Jenis  Solo Peroral terhadap Kadar GulaDarah, Profil Lipid, dan SGPT-SGOT padaTikusWistarJantan (Rattusnovergicus) Model Diabetes Melitus Dyslipidemia adalah salah satu komplikasi diabetes mellitus (DM) yang dapat berpengaruh terhadap peningkatan kolesterol total, trigliserid (TG), dan low-density lipoprotein (LDL). Peningkatan serum glutamic oksaloasetat transaminase (SGOT) dan serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) mengindikasikan kerusakan pada sel hepar. Ekstrak bawang putih hitam (Allium sativum L.) mengandung polifenol, flavonoid, dan anthocyanin yang dipercaya dapat memperbaiki gula darah, profil lipid, dan SGPT-SGOT pada manusia. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2017 di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang dan menggunakan desain eksperimental post test kelompok kontrol. Kelompok kontrol positif dan 3 kelompok perlakuan yang terdiri dari 6 hewan coba di setiap kelompok selama 25 hari. Gula darah, profil lipid, dan kadar SGPT-SGOT diukur menggunakan spektrofotometer. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah, uji Bonferroni post hoc, dan uji regresi linear. Uji ANOVA satu arah menunjukkan ada perbedaan antarkelompok perlakuan tikus (p=0,000). Hasil uji Bonferroni post hoc menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,000) di semua kelompok perlakuan dan kontrol. Bawang putih hitam berpengaruh 91,4% terhadap penurunan gula darah, 79,1% terhadap penurunan kolesterol total, 69,5% terhadap penurunan TG, 81,3% terhadap penurunan LDL, 91,4% terhadap kadar SGPT dan 70,6% terhadap kadar SGOT. Dosis yang memiliki efek yang signifikan sudah mulai terlihat pada dosis awal yaitu 1.5 mg/200 gBB sampai pada dosis tertinggi 6 mg/200 gBB. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak bawang putih hitam (Allium sativum L.) terbukti mempengaruhi kadar gula darah, profil lipid, dan SGPT-SGOT tikus Wistar jantan model diabetes mellitus (Rattusnorvegicus) yaitu menurunkan gula darah, profil lipid, dan SGPT-SGOT. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONED X Prihanti, Gita Sekar; A., Lista D.; R, Habibi; I., Arsinta I.; P., Hanggara S.; P., Galih R.; F., Sinta
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 14, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.376 KB) | DOI: 10.22219/sm.Vol14.SMUMM1.6644

Abstract

Latar Belakang: PHBS merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan kesehaatan. Faktorfaktoryang mempengaruhi perilaku hidup sehat yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin dan Faktor penguat. Laporantahunan pada tahun 2015 di puskesmas X, didapatkan data cakupan rumah tangga yang melakukan kegiatan Perilaku HidupBersih dan Sehat (PHBS) di wilayah kerja puskesmas poned X sekitar 48,2% masih belum mencapai target nasional padatahun 2014 sebesar 70%Metode: Desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling.Jumlah sampel 380 orang. Pelaksanaan penelitian dilakukan di 5 kelurahan di wilayah kerja puskesmas X. HasilPenelitian:Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan jumlah responden yang tidak berprilaku PHBS rumah tangga sebanyak227 orang (59.7%), sedangkan jumlah berprilaku PHBS rumah tangga sebanyak 153 orang (40.3%). Hasil analisis multivariateregresi logistik didapatkan hubungan yang signifikan antara usia dengan tingkat perilaku PHBS rumah tangga (p =0,003)serta tingkat pengetahuan dengan tingkat perilaku PHBS rumah tangga (p =0,000), dan tidak didapatkan hubungan yangsignifikan antara pendidikandengan tingkat perilaku PHBS rumah tangga(p = 0,206). Kesimpulan: Terdapat hubunganantara usia dan tingkat pengetahuan dengan perilaku PHBS rumah tangga, sedangkan tidak terdapat hubungan antarapendidikandengan perilaku PHBS rumah tangga.Kata Kunci : PHBS rumah tangga, usia, pengetahuan, pendidikan
HUBUNGAN SKALA KEPRIBADIAN MINESSOTA MULTIPHASIC PERSONALITY INVENTORY TEST-2 (MMPI-2) dengan IPK MAHASISWAKEDOKTERAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Margarini, Nur Aini Yunike Bahari; Prihanti, Gita Sekar; Suharto, dr
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 12, No 1 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.409 KB) | DOI: 10.22219/sm.v12i1.5264

Abstract

Kepribadian seorang mahasiswa terutama di bidang pendidikan dokter sangat berpengaruh terhadap cara menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa dengan baik. Oleh karena itu dilakukan teskepribadian.Salah satunyauntuk mengetahui kepribadiannya, berupa tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Skala Kepribadian Minessota Multiphasic Personality Inventory Test-2 (Mmpi-2) Dengan IPK Mahasiswa Kedokteran Semester 4 Fakultas KedokteranUniversitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 112 mahasiswa. Sumber data menggunakan data primer dan analisa data menggunakan uji spearman’s rho. Hasil uji spearman’s rho pada 10 skala kepribadian Minessota Multiphasic Personality Inventory Test-2 (MMPI-2) dengan IPK Mahasiswa Kedokteran menunjukkan seluruh nilai signifikansi lebih dari 0,05 sehingga tidak ada hubungan yang bermakna.Kata kunci : Skala MMPI-2, IPK, Mahasiswa Kedokteran
ANALISIS FAKTOR PEMILIHAN TEMPAT BERSALIN DI RUMAH SAKITPADA IBU HAMIL Prihanti, Gita Sekar; Rahmawan, Ekky Dwi; Wardhani, Lusiana Kusuma
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 13, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.241 KB) | DOI: 10.22219/sm.v13i2.5521

Abstract

Angka Kematian Ibu(AKI) merupakansalah satu indikator yang peka dalam menggambarkan kesejahteraan masyarakat di suatu negara (Kementerian Kesehatan RI, 2016). AKI dinilai mulai dari masa kehamilan, persalinan, dan nifas (Fitrayani dkk, 2015; Parenden RD dkk, 2016).Ibu hamil yang sudah mengalami tanda-tanda persalinan diberikan kebebasan untuk meminta pertolongan persalinan ke tenaga kesehatan yang menyediakan pelayanan persalinan, namun ibu hamil yang tinggal di daerah urban lebih memilih persalinan di fasilitas kesehatan yang modern yang lebih baik seperti di rumah sakit. (Baba K et al, 2016). Hal inipun tentunya disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi (Envuladu EA et al, 2013; Juley, 2014). Puskesmas XKota Y memiliki lima kelurahan yang meliputi, Bangsal, Betet, Blabak, Banaran, dan Pesantren. Sedangkan dari kelima kelurahan cakupan persalinan yang sangat rendah dari tahun ke tahun dimiliki oleh kelurahan Bangsal (Data Primer, 2016).Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tempat persalinan di kelurahan Bangsal wilayah kerja Puskesmas Pesantren periode Januari-Juli 2016.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang sudah melahirkan dalam kurun waktu Januari sampai dengan Juli 2016  yang bertempat tinggal di  kelurahan Bangsal yang terletak di wilayah kerja Puskesmas XKota Y.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode total sampling sebanyak 67 orang.Analisis ini menggunakan uji univariat, uji bivariat, multivariat serta uji regresi logistik. Dari uji multivariat didapatkan hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p value = 0,000), pekerjaan (p value = 0,002), ekonomi (p value = 0,000), dan umur (p value = 0,011) terhadap pemilihan tempat bersalin.Dari hasil uji multivariat, variabel yang paling berpengaruh terhadap pemilihan tempat bersalin adalah tingkat umur Ibu (OR = 0,027 dan p value = 0,003). Besarnya kekuatan hubungan dari tingkat umur Ibu terhadap pemilihan tempat bersalin pada penelitian ini dapat dilihat melalui besarnya R square sebanyak 84,2% sedangkan sisanya sebanyak 15,8% dapat dijelaskan oleh berbagai faktor lain. Sehingga terdapat pengaruh dan hubungan antara tingkat umur ibu terhadap pemilihan tempat bersalin di rumah sakit. Kata Kunci: pendidikan, pekerjaan, ekonomi, umur, pemilihan tempat bersalin, rumah sakit
The Effect Of Counseling On The Adherence Of Therapeutic Hypertension Patients Prihanti, Gita Sekar; Sari, Novi Puspita; Septiani, Nur Indah; Tobing, Laura Putri Risty L.; Adrian, Annisa Rahayu; Ayu, Nihayatuz Rahayu; Abidin, Muhammad Zainul; Farid, Husni Puspita
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.607 KB) | DOI: 10.22219/jk.v11i2.11943

Abstract

Failure of therapy is a result of bad adherence  medication. Non-adherence to therapy is a major factor that is suspected to result in uncontrolled blood pressure in hypertensive patients resulting in more serious complications. Therefore it is important to increase the adherence rate of treatment in patients with hypertension in the treatment process. For this reason, the need for interventions to improve  adherence  with several aspects that can be changed. This study uses One Group Pretest-Posttest Design using 100 samples. Data derived from questionnaires containing 25 items of adherence to therapy, 5 items of knowledge, 4 items of trust, 3 items of motivation, 10 items of family support with nonparametric statistical tests used were Mc Nemar test. Mc Nemar test results indicate that there is a significant difference between adherence at the pre-test and at the post-test after counseling with a significance value (p = 0,000). The results also showed that there was a difference in knowledge with a significance value (p = 0.001), motivation with a value (p = 0.031) and family support with a value (p = 0,000). The education with counseling about knowledge, trust, motivation and family support is effective in increasing compliance. There are other changeable factors such as lifestyle education, patient doctor relationships, and the use of smartphone applications for self-reported therapy can improve adherence in patients thereby minimizing therapy failure. Other educational methods that can be used besides counseling are counseling and dissemination of social media information.
The Effect Of Counseling On The Adherence Of Therapeutic Hypertension Patients Prihanti, Gita Sekar; Sari, Novi Puspita; Septiani, Nur Indah; Tobing, Laura Putri Risty L.; Adrian, Annisa Rahayu; Ayu, Nihayatuz Rahayu; Abidin, Muhammad Zainul; Farid, Husni Puspita
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.607 KB) | DOI: 10.22219/jk.v11i2.11943

Abstract

Failure of therapy is a result of bad adherence  medication. Non-adherence to therapy is a major factor that is suspected to result in uncontrolled blood pressure in hypertensive patients resulting in more serious complications. Therefore it is important to increase the adherence rate of treatment in patients with hypertension in the treatment process. For this reason, the need for interventions to improve  adherence  with several aspects that can be changed. This study uses One Group Pretest-Posttest Design using 100 samples. Data derived from questionnaires containing 25 items of adherence to therapy, 5 items of knowledge, 4 items of trust, 3 items of motivation, 10 items of family support with nonparametric statistical tests used were Mc Nemar test. Mc Nemar test results indicate that there is a significant difference between adherence at the pre-test and at the post-test after counseling with a significance value (p = 0,000). The results also showed that there was a difference in knowledge with a significance value (p = 0.001), motivation with a value (p = 0.031) and family support with a value (p = 0,000). The education with counseling about knowledge, trust, motivation and family support is effective in increasing compliance. There are other changeable factors such as lifestyle education, patient doctor relationships, and the use of smartphone applications for self-reported therapy can improve adherence in patients thereby minimizing therapy failure. Other educational methods that can be used besides counseling are counseling and dissemination of social media information.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU Sekar Prihanti1, Gita; ., Sulistiyawati; Rahmawati, Ina
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v11i2.4207

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah utama kesehatan secara global di dunia dan menyebabkan tingkat morbiditas pada jutaan orang setiap tahunnya. Provinsi Jawa Timur memiliki kasus TB terbanyak kedua pada tahun 2011 dengan kasus mencapai 41.404.Peningkatan infeksi TB tidak luput dari berbagai faktor, yaitu usia, jenis kelamin, status gizi, tingkat kebersihan, ventilasi, suhu, pencahayaan, kepadatan penghuni dan pendidikanTujuan:Mengetahui pengaruh faktor-faktor resiko tehadap kejadian tuberkulosis paru di wilayah Puskesmas Pesantren II Kota Kediri Metode: Menggunakan metode campuran antara kualitatif melalui Focused Group Discussion (FGD) dan kuantitatif,secara observasional analitik dengan desain studi case control. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Jumlah sampel kasus 33 orang dan sampel kontrol 33 orang.Hasil Penelitian: Hasil uji regresi logistik biner menunjukkan bahwa terdapat delapan variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kejadian TB paru, yaitu BMI (p = 0,002; OR = 8,785; CI = 1,153-66,93), tingkat pendidikan (p = 0,0026 OR = 2,944; CI = 0,183-47,29 ), riwayat imunisasi BCG (p = 0,001; OR = 0,048; CI =0,002-1,308), riwayat kontak dengan penderita TB (p = 0,004; OR = 13,269;CI = 0,737-238,96), ventilasi (p = 0,000; OR = 0,041; CI =0,001-1,432), kepadatan hunian (p = 0,000; OR = 0,113; CI 0,001-1,301), sumber air (p = 0,03; OR = 9,143; CI = 0,273-306,7), dan riwayat merokok (p = 0,000; OR = 11,706; CI = 0,746-183,66). Nilai adjusted R square menunjukkan bahwa faktor tersebut berpengaruh terhadap kejadian TB paru sebesar 85,9%. Sedangkan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian TB paru adalah BMI. Kesimpulan:Faktor resiko yang mempengaruhi tingkat kejadian TB meliputi BMI, tingkat pendidikan, riwayat imunisasi BCG, riwayat kontak dengan penderita TB, ventilasi, kepadatan hunian, sumber air dan riwayat merokok.Kata Kunci: TB paru, faktor resiko
ETIOLOGIC RESEARCH Gita Sekar Prihantini
Saintika Medika Vol. 6 No. 1 (2010): Januari 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v6i1.1015

Abstract

Seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, semakin banyak tantangan yang harus dihadapi khususnya dalam bidang epidemiologi klinik. Oleh karena itu dunia penelitian semakin dikembangkan untuk menjawab tantangan tersebut. Salah satu jenis penelitian yang popular adalah penelitian etiologi atau penelitian kausal. Dalam penelitian ini faktor confounding merupakan isu yang penting karena dapat mempengaruhi hasil penelitian. Faktor confounding berhubungan dengan determinan dan outcome membentuk sebuah segitiga. Faktor confounding harus dibedakan dengan faktor intermediet dan modifier. Diperlukan pengetahuan yang cukup untuk menentukan faktor confounding yang terlibat dan mungkin akan potensial muncul dalam penelitian serta untuk menganalisanya. Walau dapat dicegah, namun lebih baik faktor confounding diatasi melalui proses analisis agar dapat menambah wawasan penelitian dan menghindari bias penelitian.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN DENGAN GAYA BELAJAR MAHASISWA Gita Sekar Prihanti
Saintika Medika Vol. 10 No. 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v10i1.4150

Abstract

Latar belakang : Kepribadian adalah karakteristik unik seseorang yang mempengaruhi perilaku. Gaya belajar merupakan gambaran sikapdan perilaku yang menentukan cara kesukaan seseorang dalam belajar. Setiap individu memiliki gaya belajar masing-masing yang perludiketahui agar dapat mengoptimalkan proses dan hasil belajarnya. Dengan adanya pengaruh kepribadian terhadap perilaku seseorang, makadapat diasumsikan bahwa kepribadian dapat mempengaruhi gaya belajar yang merupakan gambaran sikap dan perilaku dalam belajar. Sampaisaat ini belum terdapat penelitian mengenai hubungan kepribadian dan gaya belajar. Di Fakultas Kedokteran Universitas MuhammadiyahMalang (FK UMM), belum pernah dilakukan identifikasi gaya belajar mahasiswa sehingga mahasiswa FK UMM tidak menyadari gayabelajar yang dimilikinya. Selain itu identifikasi kepribadian mahasiswa belum dilakukan secara rutin. Oleh karena itu penulis tertarikuntuk meneliti mengenai hubungan kepribadian dan gaya belajar mahasiswa di FK UMM.Metode : Desain penelitian ini adalah cross sectional dan melibatkan 480 mahasiswa dari seluruh semester di FK UMM sebagai responden.Tes kepribadian menggunakan Edward Personal Preference Schedule (EPPS) sedangkan gaya belajar menggunakan tipe Honey danMumford.Hasil : Dari analisis chi-square didapatkan kepribadian tidak berhubungan dengan gaya belajar mahasiswa (p>0,05). Karakteristiksosiodemografi yang berhubungan secara signifikan (p<0,05) dengan gaya belajar mahasiswa adalah jenis kelamin dan semester. Sedangkanusia dan asal SMU tidak berhubungan dengan gaya belajar (p>0,05)Kesimpulan : Kepribadian, usia dan asal SMU tidak berhubungan dengan gaya belajar sedangkan jenis kelamin dan semester berhubungandengan gaya belajar mahasiswa.Kata kunci: Kepribadian, Gaya belajar, sosiodemografi, usia, jenis kelamin, asal SMU, semester
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KELUARGA DAN POLA KONSUMSI PANGAN TERHADAP KEJADIAN GONDOK PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN PANDANSARI 02 KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Devita Ari Pratiwi; Gita Sekar Prihanti; Febri Endra Budi Setyawan
Saintika Medika Vol. 11 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v11i1.4195

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KELUARGA DAN POLA KONSUMSI PANHUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KELUARGA DAN POLA KONSUMSI PANGAN TERHADAP KEJADIAN GONDOK PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN PANDANSARI 02 KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG. Latar Belakang: Gondok saat ini masih menjadi masalah di Indonesia. Di Jawa Timur tahun 2003 terdapat 33% kecamatan kategori endemik. Kabupaten Malang pada tahun 2009 terdapat 24,00% termasuk daerah endemik. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi pembesaran kelenjar gondok yaitu tingkat pengetahuan keluarga, konsumsi makanan sumber yodium, konsumsi bahan goitrogenik, dan penggunaan garam beryodium. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dan pola konsumsi pangan dengan kejadian gondok pada anak usia sekolah di SDN Pandansari 2 kecamatan poncokusumo kabupaten Malang. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan Non Eksperimental dengan desain case-control study (retrospekstif). Sampel berjumlah 36 anak. Data diperoleh dari pemeriksaan palpasi, wawancara kuesioner kepada ibu dan metode food recall dan food frequency untuk anak. Penelitian ini  menggunakan analisis multivariat dengan uji statistik Regresi Logistik. Hasil: Pada kelompok gondok, ibu berpengetahuan kurang sebanyak 16 ibu (88.9%), sumber yodium rendah sebanyak 16 (88.9%), 13 anak (72,2%) mengonsumsi goitrogen tinggi dan 27 anak, 10 anak (55.6%) menggunakan garam yang memenuhi syarat. Pada kelompok non-gondok, ibu berpengetahuan kurang sebanyak 6 ibu (33.3%), konsumsi makanan sumber yodium rendah 5 anak (27.8%), 4 anak (22.2%) mengonsumsi bahan goitrogen tinggi, dan 13 anak (72.2%) menggunakan garam yang memenuhi syarat. Hasil Uji regresi logistik menunjukkan 3 variabel yang mempengaruhi, pengetahuan (p=0.045), makanan sumber yodium (p=0.009), bahan goitrogenik (p=0.029), sedangkan variabel garam (p=0.244) tidak termasuk faktor yang mempengaruhikejadian gondok. Dengan R square = 0.716. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga dan pola konsumsi sumber yodium dan goitrogenik terhadap kejadian gondok pada anak usia sekolah di SDN Pandansari2. Konsumsi garam tidak mempengaruhi kejadian gondok pada anak usia sekolah di SDN Pandansari 2 kecamatanPoncokusumo kabupaten Malang.
Co-Authors 'Aisy, Alberta Rohadatul ., Sulistiyawati A., Lista D. Abdullah, Mochamad Najib Aditya Hendra Sasmita Adrian, Annisa Rahayu Adzani, Nicky Novita Ailani, Achmad Fauzan Aldi Nurfahmi Alverina, Cindy Amira Tauhida An Nafi', Eki Yazid Anggraini Dwi Kurnia Annisa Rahayu Adrian Annisa Setyautami Anung Putri Illahika Ardi Findyartini, Ardi Ari Pratiwi, Devita Arsinta I. I. Axpreydasta, Egin Fergian Ayu, Nihayatuz Rahayu Azizah, Afaf Azzahrah, Miratunisa Carolina, Anastasyia Cha Cha Astrid Ghesa Cindy Alverina Cynthiana, Mutiara Vallentin Cynthiana, Mutiara Vallentin Debby Rosyida Desy Andari Devita Ari Pratiwi Diah Hermayanti Diah Hermayanti Diajeng Septi A Dian Yuliartha Lestari Diantha Soemantri dr Suharto Drestania, Zhenna Vinenzha Linda Ekky Dwi Rahmawan Eko Setyo Herwanto Eko Setyo Herwanto, Eko Setyo Elfahmi, Meuthia Quin Lathiefa Geraldine Enggar Ayu S F., Sinta Fadhila, Nadia Farah Faiz Zulkifli Faradilla, Alifa Farid, Husni Puspita Fauhan Yuliana Iskandar Febri Endra Budi Setyawan Firman Arief Firmansyah, Wildan Firmansyah, Wildan Fitriana, Yulanda Fujaya, Muhammad Yasirto Galih Bayu Prakoso Galih R. P. Genio Rachmadana Ghesa, Cha Cha Astrid Gusti Gandha Pandya Habibi R Hadiningtyas, Kartika Lintang Hadiyanti, Lisa Aprilia Hanggara S. P. Hanif, Achmad Hasna, Alifah Hidiana, Amalia Hiolda Lubvianda Oktavin Humaira, Azkia Akbari Husni Puspita Farid I., Arsinta I. Imaniah, Humairoh Nur Permata Ina Rahmawati Iqbal Margi S Irma Nur Sukmawati Irvia Widya Ramadani Iskandar, Muhamad Taufan Isnaini, Faradila Isnaini, Faradilla Jeanny Dwi Adriyanti Khusna, Nailil Kurniawan, Bagus Putra Kurniawan, Iga Karisma Laura Putri Risty L. Tobing Lilo, Atika Rachmania Lista D. A. Lucita Puspa Diastuti Lusiana Kusuma Wardhani Mabruukah, Laily Putri Mabruukah, Laily Putri Maisuri, Jeliny Bintan Margarini, Nur Aini Yunike Bahari Mariyah Giptiyah Masyithoh, Rizdianis Devi Masyithoh, Rizdianis Devi Mayrina, Hassita Wenda Mega Rahmawati, Mega Mia Puteri Rahayu Miskiyah, Zakiyatul Mochamad Bilal Mochamad Najib Abdullah Mufida, Umi Arof Arum Muhammad Furkan Muhammad Yasirto Fujaya Muhammad Zainul Abidin Muhammad Zainul Abidin, Muhammad Zainul Musa, Wellystianti Panca Ningrum Aprilia Nasrul Nasehati Nastiti, Tiara Andini Putri Natiq, Ikmalun Nihayatuz Rahayu Ayu Nilam Rizki Julianto Ningrum, Sri Setya Wahyu Novi Puspita Sari Nugroho, Muhammad Adin Nur Aini Yunike Bahari Margarini Nur Indah Septiani Nur’aini Fatmawati Oktavin, Hiolda Lubvianda P., Galih R. P., Hanggara S. Pandya, Gusti Gandha Prabandhari, Fitri Dwi Prakoso, Galih Bayu Pratiwi, Devita Ari Pratiwi, Devita Ari Purnama, Wahyu Dwi Qonita Prasta A R, Habibi Rabiatul Adawiyah Rachma Ferdiana Rachmadana, Genio Rahayu, Kartika Puji Rahayu, Mia Puteri Rahman, Masita Rahmawan, Ekky Dwi Rahmawati, Ina Ramadani, Irvia Widya Rayhana, Juwita Riswanda Imawan Rofwiun Rofwiun Ruby Riana Asparini Rusda, Azilu Falabiba Santoso, Shabrina Rahma Saputri, Dita Sulung Sarah Safrillia Sari, Nindya Puspita Sari, Nindya Puspita Sari, Novi Puspita Sekarwangi, Dwi Hutami Sekarwangi, Dwi Hutami Septiani, Nur Indah Seta, Anang Bayu Silvia Aruma Lestari Sinta F. Siti Dewi A Slavica Karajicic Suharto, dr Sulistiyawati . Susanti, Erika Yuli Susanti, Erika Yuli Swastika Dyah Permatasari Thontowi Djauhari Thontowi Djauhari Tiara Muslimawaty Tikha, Fidya Ainun Tira Anna Kasih Tita Wisata Tobing, Laura Putri Risty L. Tontowi, Maharani Tri Rahmat Basuki Ulil Amri Pramadani Umar Vincentas Giedraitis Wahyuningtias, Widya Wardhani, Lusiana Kusuma Wicaksono, Trio Rizal Wijayanti, Cici Cahya Wilyani, Dwi Wismananda, Ari Viandri Yudistia, Rieka Yulanda Fitriana Zatil Aqmar