Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PANDANGAN MASYARAKAT SUKU BAJO TERHADAP PENDIDIKAN FORMAL DI DESA MAROBO, KECAMATAN MAROBO, KABUPATEN MUNA aus, Fari; Aso, La
Jurnal Penelitian Budaya Vol 7, No 2 (2022):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v7i2.35430

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pandangan masyarakat suku Bajo dan factor-faktor yang mempengaruhi rendahnya pendidikan formal pada masyarakat suku Bajo di Desa Marobo, Kecamatan Barobo, Kabupaten Muna terhadap pendidikan formal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Pendidikan kritis. Peneiltian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di desa Marobo, Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna. Sumber data dalam penelitian ini adalah berasal dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pandangan Masyarakat Suku Bajo yang ada di Desa Marobo, Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna terhadap pendidikan formal adalah bahwa laut merupakan sumber mata pencaharian mereka yang paling utama, olehnya itu mereka selalu menjaga laut dengan baik karena konsekuensinya adalah mendapat murkanya Tuhan (penguasa laut), menurut mereka untuk menjaga laut tidak membutuhkan sekolah yang tinggi cukup bermodalkan pengetahuan yang diajarkan oleh nenek moyang mereka secara turun temurun, dan anaknya berhenti untuk sekolah karena disekolah tidak diajarkan kepada mereka mengenai cara menangkap ikan, selain itu juga dipengaruhi oleh waktu sekolah terlalu pagi buat mereka sehingga anak-anak Bajo tidak dapat masuk sekolah karena pulang dari menangkap ikan bersama orang tuanya sudah siang. (2) Faktor yang mempengaruhi rendahnya pendidikan formal pada masyarakat Suku Bajo di Desa Marobo Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna, yaitu faktor eksternal dan faktor internal (a) faktor eksternal: Pertama, Rekrutmen tenaga pengajar tidak berbasis sumber daya lokal, Kedua, Jarak sekolah dengan tempat tinggal yang jauh, Ketiga, Kebijakan pemerintah. (b) faktor internal: pertama, Masalah Budaya atau Kultur Masyarakat kedua Faktor Ekonomi, ketiga, Ekspansi dan Mobilitas Masyarakat Terbatas.Kata Kunci : Pandangan masyarakat, suku Bajo, Pendidikan formal
KECENDERUNGAN ANAK-ANAK REMAJA LEBIH MEMILIH PERMAINAN MODERN DARI PADA PERMAINAN TRADISIONAL DI DESA GUALI, KECAMATAN KUSAMBI, KABUPATEN MUNA BARAT Aso, La; Jaya, Rahmat; Basri, La Ode Ali
Jurnal Penelitian Budaya Vol 7, No 2 (2022):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v7i2.35432

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kecenderungan anak-anak remaja lebih memilih permainan modern dari pada permainan tradisional di Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini dilakukan di Desa Guali, Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh dengan hasil wawancara mendalam kepada informan yang sudah ditentukan oleh peneliti untuk menjelaskan tentang tema penelitian.Adapun yang menjadi sumber data primer adalah anak-anak remaja serta orang tua anak remaja yang menjadi informan dalam penelitian ini. Sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari pengamatan atau melakukan observasi, selebihnya merupakan data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pengamatan terlibat (Participation Observation), Wawancara mendalam (Indepth Interview) dan Dokumentasi (Documentation). .Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menyusun satuan-satuan data yang dikumpul dari hasil pengamatan (Observasi) dan wawancara (Interview) serta dikumpulkan sesuai dengan golongannya, kemudian dilakukan analisis reduksi untuk mengevaluasi data yang kurang relevan, membuat abstraksi dan menyusun satuan-satuan data, melakukan kategorisasi data serta menyusun antar kategori data yang lainnya, sehingga dapat ditemukanmakna dan kesimpulannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan anak-anak remaja lebih memilih Permainan Modern dari pada Permainan Tradisional di Desa Guali, Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat adalah sebagai berikut: (1) Dorongan keinginan dan mudah dimainkan, (2) Dorongan untuk Mengembangkan bakat, dan (3) Menghilangkan rasa gengsi. Kata kunci: Kecenderungan, anak-anak remaja, permainan modern, permainan tradisional.
Penyuluhan Pencegahan Stunting Bagi Balita Melalui Pemanfaatan Pangan Lokal Aso, La; Sifatu, Wa Ode; Rulia, Wa Ode; Alamsyah
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi November 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i1.326

Abstract

Generasi penerus bangsa harus sehat sehingga akan menjadi generasi yang menunjang kesuksesan pembangunan bangsa. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan pangan lokal bergizi tinggi dalam mencegah stunting. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini mencakup ceramah dan diskusi interaktif. Sasaran utama adalah ibu-ibu rumah tangga, kader posyandu, kader KB, dan pengurus Dasawisma  yang berperan dalam mengatur pola makan Balita. Pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal dengan harga terjangkau bila dibandingkan dengan makanan olahan pabrik. Indikator keberhasilan penyuluhan dievaluasi dengan membandingkan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan. Hasil penyuluhan ini menunjukkan keberhasilan karena tingkat pengetahuan peserta meningkat menjadi cukup baik. Sebagai kesimpulan, penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Kelurahan Kambu mengenai stunting, pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak dan pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting.
THE REPRESENTATION OF WOMAN IN SUPERHERO MOVIE ENTITLED “BIRDS OF PREY” BY CATHY YAN Azi, Rahmawati; Nurmalasari, Fitriananingsih; Aso, La
Seshiski: Southeast Journal of Language and Literary Studies Vol 1 No 2 (2021): Volume 1, Issue 2, December 2021
Publisher : Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia, Komisariat Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53922/seshiski.v1i2.19

Abstract

This study aims to analyze the representation of woman in "Birds of Prey" movie. The problem in this study is how is woman represented in the superhero movie entitled “Birds of Prey”. The research method is the qualitative method. Power Feminism Theory from Naomi Wolf’s is used to analyze the data. This research analized therepresentation of woman in Birds of Prey movie by Cathy Yan. The data was collected through watching the movie, screenshotting, classifying, and previewing. This study found that women named Harley Quinn as the main character in the Birds of Prey movie is represented as a superpower Women. The characterization of a superpower can be denoted through; (1) emancipating herself from the domination of man, (2) enhancing her femininity as outstanding, (3) women as super heroin, (4) being free from Joker’s shadow. It is suggested that Birds of Prey tried to replace the man role as the dominant figure in the superhero genre films.
SEMANTIC CAUSATIVES USAGE IN FINDING NEMO 2003 MOVIE Sa'pang, Rosalina; Aso, La; Masri, Fina Amalia
Seshiski: Southeast Journal of Language and Literary Studies Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Issue 2, December 2023
Publisher : Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia, Komisariat Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53922/seshiski.v3i2.48

Abstract

The objective of this study is to describe how semantic causatives are used in Finding Nemo movie based on Shibatani’s theory. Semantic causative expresses a causal relationship between two occurrences or actions. This study used a qualitative descriptive type where the source of data in this study was Finding Nemo movie, while the data itself were the written utterances. The data were collected by searching and downloading the movie, transcribing the utterances of the dialog, and identifying the data. The data were analyzed by presenting, describing, interpreting and concluding the data. semantic causatives include state and action, transitivity, control, volition, affectedness, directness, intention, naturalness, and involvement. The result show, that the use of semantic causatives in Finding Nemo movie involve the causer and causee parameters, that is, directness, intention, naturalness, involvement, control, volition, affectedness, and also the verb parameters of state/action and transitivity. These parameters indicate the relationship between the cause and effect and causality in this movie. Semantic causative plays a significant role in shaping the narrative and character actions. Semantic causative is the relationship between cause and effect, and it is a fundamental storytelling element that helps drive the plot forward and create emotional engagement with the audience.
Edukasi Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional Sebagai Upaya Preservasi Pengetahuan Etnomedisin dan Peningkatan Kesehatan Masyarakat Aso, La; Lindayani, Lilik Rita; Sifatu, Wa Ode; Laxmi, Laxmi; Putri, Elsa Septiani; Sardila, Sardila; Aryanti, Niluh Eva
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.746

Abstract

Pembangunan kesehatan di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Bangsa Indonesia telah lama menggunakan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi masalah kesehatan. Pengetahuan ini perlu dilestarikan karena merupakan warisan budaya yang harus dijaga keberlanjutannya. Namun demikian, terdapat kekhawatiran apabila penyehat tradisional (hattra) di Indonesia tidak melakukan regenerasi pengetahuan etnomedisinnya, maka pengetahuan tersebut akan hilang. Selain itu, dalam perkembangannya sering dijumpai ketidaktepatan penggunaan obat tradisional karena kesalahan informasi maupun cara penggunaannya. Melalui artikel ini penulis menyajikan upaya yang telah dilakukan sebagai bentuk konservasi pengetahuan etnomedisin dan edukasi cara yang tepat dalam memanfaatkan tumbuhan obat tradisional kepada masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat di wilayah Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan diskusi interaktif. Sumber rujukan dari kegiatan edukasi yaitu dokumen resmi yang disusun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang disebut Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Hasil penyuluhan ini menunjukkan keberhasilan karena tingkat pengetahuan peserta meningkat dari skor rata-rata sebesar 72,5 menjadi 94,12 (30%). Kesimpulannya, masyarakat memahami bahwa tumbuhan obat tradisional dapat bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan bila dipergunakan secara tepat yaitu tepat dosis, cara dan waktu penggunaan serta pemilihan bahan ramuan yang sesuai dengan indikasi penggunaannya.