Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pelatihan pembuatan produk teh herbal olahan toga pada UMKM di lingkungan ‘Aisyiyah Kota Malang Dewajani, Heny; Susanti, Ari; Hakim, Arif Rahman; Takwanto, Anang; Wulan, Dyah Ratna; Hidayati, Mutia Dewi
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): November
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i4.2744

Abstract

UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perekonomian nasional. Di Kota Malang, ibu-ibu pelaku UMKM sering menghadapi ketidakpastian pendapatan, dengan kebanyakan masih menjalankan usaha kecil di tingkat rumah tangga. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) dari Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang berupaya memberikan solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memberikan informasi terkait manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta peranannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk cara pembuatannya dalam skala industri rumah tangga. Kegiatan ini berupa demonstrasi dan sesi tanya jawab, yang mencerminkan dukungan nyata dari pihak kampus terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil pre dan post-test sebanyak 70% mitra menunjukkan kesetujuannya terhadap peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mereka sebagai Solusi atas permasalahan yang terjadi. Selain itu, diharapkan setelah kegiatan ini selesai maka kelompok ibu-ibu pelaku UMKM di lingkungan ‘Aisyiyah Kota Malang dapat menjadi produsen Teh TOGA berkualitas dan menjadikan produksi Teh TOGA sebagai usaha yang potensial di masa depan.
Characterization of Bio-Oil and Bio-Asphalt Produced Through Catalytic Pyrolysis of Different Biomass Feedstocks Dewajani, Heny; Irfin, Zakijah; Iswara, M. Agung Indra; Ramadhana, Rucita; Wahyudi, Moch. Ikhsan; Riris, Farikhatul Iza
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v9i2.7610

Abstract

Asphalt is an aggregate binder in road pavement construction derived from the residue of the petroleum fractionation process, a non-renewable natural resource. Reliance on petroleum asphalt leads to resource scarcity and increased production costs. One alternative to reduce this dependence is the use of bio-asphalt substitutes, which utilize renewable natural resources derived from biomass. The abundance of biomass such as coconut shells, sawdust, and coffee husk in East Java, Indonesia, makes it a promising resource for bio-asphalt synthesis. This study analyzes the effect of biomass types and catalyst mass ratios on the characteristics of bio-asphalt from bio-oil pyrolysis and its mixture with petroleum asphalt, specifically the penetration (pen) 60/70. The research stages include biomass preparation, zeolite catalyst activation, biomass pyrolysis into bio-oil, evaporation into bio-asphalt, and mixture analysis. Optimal characteristics were achieved using a 6% w/w coconut shell biomass catalyst, resulting in a bio-oil yield of 47.27% and a density of 1.060 g/mL. The bio-asphalt yield was 3.41% when mixed with petroleum asphalt pen 60/70. The bio-asphalt exhibited a penetration value of 66.35, a softening point of 52°C, and a density of 1.042 g/cm³, in accordance with the Indonesian National Standard (SNI) 8135:2015.
Pendampingan teknis kepada kelompok PKK RT 05 RW 07 Bunulrejo Malang dalam rangka pembuatan VCO skala industri rumahan Dani, Agus; Susanti, Ari; Mufid, Mufid; Suharti, Profiyanti Hermien; Dewajani, Heny
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v7i3.2182

Abstract

VCO adalah hasil pengolahan buah kelapa yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan berbagai produk sabun, sampo, kosmetik, serta untuk dikonsumsi secara langsung. Warga RT 05 RW 07 Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang mempunyai pendapatan tidak menentu, didominasi sebagai pedagang kecil skala rumahan, jasa sebagai asisten rumah tangga, dan buruh bangunan, sebagai dampak panjang dari masa pandemi Covid-19 yang masih mempengaruhi sumber pendapatan warga. Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Jurusan Teknik Kimia Polinema memberikan alternatif solusi dalam meningkatkan sumber pendapatan warga dengan cara melakukan pendampingan teknis yakni menyampaikan informasi tentang apa itu VCO dan pentingnya dalam kehidupan manusia serta metode pembuatannya dalam skala industri rumahan. Tim PPM melakukan demonstrasi dan warga yang menjadi peserta PPM juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung sesuai tahapan pembuatan VCO. Kegiatan PPM ini merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat kampus dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sejalan dengan visi dan misi Politeknik Negeri Malang.
Pembuatan Bioplastik Berbahan Dasar Pati Bonggol Jagung dengan Penambahan Ekstrak Jahe, Jeruk Nipis, dan Cengkeh Sebagai Antioksidan Dewajani, Heny; Rachmawati, Diana; Nabilla, Cicik Berkah; Noviantia, Fikrotun Tazkiyah
Eksergi Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i3.12797

Abstract

Pengembangan bioplastik sebagai kemasan merupakan solusi alternatif dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Kemasan bioplastik dengan penambahan minyak atsiri sebagai antioksidan dapat menghambat terjadinya oksidasi sehingga dapat meningkatkan daya simpan suatu produk. Pati digunakan pada penelitian ini sebagai matriks penyusun bioplastik yang berasal dari bonggol jagung dengan penambahan gliserol sebagai plasticizer dan carboxymetyl cellulose (CMC) sebagai filler serta ekstrak jahe, jeruk nipis dan cengkeh sebagai zat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi ekstrak jahe, jeruk nipis dan cengkeh terhadap sifat kuat tarik, sifat water absorption, sifat biodegradabilitas, dan pengaplikasiannya pada buah dan sayur. Proses pembuatan bioplastik dilakukan menggunakan metode casting yaitu dengan melarutkan pati bonggol jagung dalam aquades dan dipanaskan pada suhu 70°C, kemudian ditambahkan ekstrak jahe, jeruk nipis dan cengkeh dengan variabel 0 (tanpa antioksidan), 5, 10 dan15% dari volume pati dengan penambahan gliserol dan CMC sampai homogen. Selanjutnya larutan dituang dalam cetakan dan dikeringkan. Dari hasil pengujian bioplastik diperoleh nilai water absorption, biodegradabilitas, kuat tarik yang paling baik yaitu pada penambahan ekstrak jahe 15% yaitu sebesar 26,02 %, 96,31%, 11,96 Mpa. Sedangkan untuk kemampuan antioksidan yang baik dengan penambahan ekstrak cengkeh 15% yang memiliki nilai IC50 sebesar 31,21 ppm. 
PELATIHAN OPTIMALISASI TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PRODUK MINUMAN HERBAL BAGI PENGGERAK DASAWISMA BANDUNGREJOSARI MALANG Dewajani, Heny; Novika Dewi, Ernia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4707-4713

Abstract

Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bahan dasar minuman herbal menawarkan potensi besar dalam menciptakan produk yang bermanfaat bagi kesehatan serta memiliki nilai jual tinggi. TOGA banyak ditanam di pekarangan rumah masyarakat seperti kunyit, serai, jahe, dan lemon namun masih minim pemanfaatannya. Minuman herbal berbahan dasar TOGA memiliki manfaat diantaranya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memelihara saluran pencernaan, dan meningkatkan metabolisme tubuh. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada ibu-ibu penggerak dasawisma “Anggrek 5” Kel. Bandungrejosari, Kec. Sukun, Malang dalam pemanfaatan dan pengolahan TOGA sebagai bahan baku minuman herbal. Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah yakni penjelasan tentang manfaat TOGA, cara pembuatan minuman herbal, metode pengeringan bahan dan pengemasan produk, diikuti dengan demonstrasi pembuatan minuman herbal. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa dengan penanganan yang tepat, TOGA tidak hanya menjadi bumbu dapur keluarga, namun dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan finansial keluarga bagi peserta serta mensosialisasikan gaya hidup sehat keluarga dengan minuman herbal. 
EVALUASI KINERJA ROTARY DRYER PADA INDUSTRI PUPUK NPK DENGAN KAPASITAS 800 TON/HARI Septiaji, Imam Aldi; Dewajani, Heny
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.82

Abstract

Pengeringan merupakan salah satu proses penting dalam industri pembuatan pupuk, tidak terkecuali pupuk NPK, pupuk NPK dengan kadar air tinggi menyebabkan nilai jual pupuk rendah dan berdampak bagi tanaman.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja rotary dryer pada industri pupuk NPK dengan kapasitas 800 ton/hari. Rotary dryer dilengkapi dengan lifter dan burner, lifter merupakan komponen pencurah yang terdapat didalam rotary dryer yang berfungsi mendistribusikan bahan secara merata sedangkan burner merupakan sumber panas yang dihasilkan untuk di kontakkan dengan bahan yang tercurah dari lifter. Agar efisiensi dapat dicapai dengan baik metode perbandingan data aktual hendaknya mendekati data desain, dengan menghitung neraca panas kita dapat mengevaluasi kinerja rotary dryer dalam kapasitas 800 ton/hari secara optimal, data aktual menunjukan adanya perbedaan signifikan karena adanya beberapa faktor yaitu panas yang hilang saat proses dan kondisi lifter yang berkarat, sehingga optimalisasi proses perlu dilakukan seperti perawatan yang berkala terutama pada sistem pemanas serta kondisi lifter yang baik agar pengeringan memenuhi target yang diharapkan yaitu kadar air kurang dari 2%.
STUDI LITERATUR: STABILITAS MUTU DAN PERHITUNGAN KINETIKA REAKSI PENURUNAN KADAR IODIUM PADA GARAM Tobing, Chalista Octavianty Lumban; Dewajani, Heny
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.137

Abstract

Garam adalah salah satu bahan pelengkap masakan yang digunakan oleh seluruh orang di dunia. Di Indonesia kebutuhan garam dipenuhi oleh berbagai perusahaan swasta dan perusahaan negara. PT. Garam (Persero) adalah satu – satu perusahaan milik negara yang bergerak dalam industri manufacture garam. Iodium memiliki peran penting untuk membentukan hormon tiroksin yang berperan dalam metabolisme tubuh. Kestabilan kadar iodium dalam garam dapat turun selama proses pendistribusian, penyimpanan, dan pemasakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju reaksi penurunan kadar iodium, maksimum waktu penyimpanan garan, dan stabilitas mutu garam. Kondisi penyimpanan garam yang paling baik adalah dalam wadah berbahan kaca, berwarna gelap atau jauh dari cahaya matahari langsung, tertutup, dan disimpan pada suhu ruang antara 25℃ - 30℃. Proses pemasakan dapat menurunkan kadar iodium pada garam sebesar ±12,855%. Kadar Ca dan Mg pada garam menurun selama proses penyimpanan, namun kadar air pada garam meningkat. Kadar NaCl pada garam harus ≥97% agar kadar pengotornya semakin rendah, dan garam memiliki kualitas yang baik. Berdasarkan hasil perhitungan, laju reaksi penurunan kadar ioidum pada garam adalah 0,08312 ppm/hari dan waktu maksimum penyimpanan garam adalah 16 bulan.
PENINGKATAN KUALITAS GONDORUKEM DENGAN PENAMBAHAN CHELATING AGENT DAN ADSORBEN PADA PROSES PENGOLAHAN GETAH KARET (PINUS MERKUSII) DI PT. PERHUTANI ANUGERAH KIMIA Hidayat, Rahmad Abubakar Nur; Nugroho, Satrio; Dewajani, Heny; Yuni, Aris
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.255

Abstract

Gondorukem merupakan hasil getah yang disadap dari pohon pinus. Untuk meningkatkan harga jual gondorukem maka sebelum dijual ke pasaran getah pinus akan mengalami proses pemurnian. Oleh karenanya diperlukan perbaikan proses pemurnian dan pencucian getah karet sebagai bahan baku dengan cara penambahan bahan yang bersifat adsorbing dan de-chelating yaitu Zeolit dan EDTA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi EDTA, zeolit dan campuran EDTA-zeolit terhadap sifat fisik-kimia gondorukem. Tahapan pemurnian yaitu pencucian larutan getah dengan asam oksalat, kemudian penambahan konsentrasi zeolit 1%, 2%, 3% 4% EDTA 0,3%, 0,6%, 0,9%, 1,2% dan campuran zeolit 1, 2, 3, 4% dan EDTA 0,3, 0,6, 0,9, 1,2% dari massa getah. Lalu dilakukan distilasi untuk mendapatkan hasil gondorukem, kemudian dilakukan analisa kualitas produk. Analisa yang dilakukan adalah uji warna gardner, uji titik lunak, dan uji kadar asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan waktu hanya berpengaruh nyata terhadap warna, titik lunak dan bilangan asam gondorukem yang dihasilkan. Penambahan EDTA dengan konsentrasi 0,6% titik lunak yang dihasilkan berkisar antara 78°C – 88°C dengan bilangan asam berkisar antara 184,2 mg KOH/g – 201,65 mg KOH/g. Lamanya waktu berpengaruh terhadap titik lunak dan bilangan asam sedangkan variasi konsentrasi EDTA berpengaruh pada warna yang dihasilkan.
PENGARUH WAKTU PENGADUKAN DAN PERSENTASE PENAMBAHAN NaOH PADA PROSES TREATING PERTASOL CA DI PPSDM MIGAS CEPU Saida, Rizqy Ianatus; Agustin, Tiara Retsa Putri; Dewajani, Heny; Kusuma, Rieza Mahendra
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.322

Abstract

Pertasol CA merupakan salah satu produk dari PPSDM Cepu yang digunakan sebagai solvent dalam berbagai industri seperti industri cat, varnish, tinta, dan ban. Produksi pertasol CA terus meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan dari konsumen PPSDM Migas Cepu. Permasalahan yang dihadapi pada produksi CA adalah adanya kandungan sulfur yang mempengaruhi mutu produk pertasol karena dapat menimbulkan korosi, menurunkan mutu produk, bau tidak enak saat pembakaran dan penurunan stabilitas pada penyimpanan. Untuk menghilangkan sulfur ini maka dilakukan proses caustic treating menggunakan NaOH sebagai pengikat sulfur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh waktu pengadukan dan persentase penambahan NaOH pada proses treating untuk meningkatkan kualitas pertasol CA. Variasi yang digunakan yaitu waktu pengadukan (15 menit, 30 menit dan 45 menit) dan persentase penambahan NaOH (5%, 10%, 15%, dan 20%) . Parameter uji pada penelitian ini antara lain uji densitas, uji warna, doctor test, analisis aromatic content, analisis copper strip corrosion, uji distilasi, dan analisis sulfur content. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah penurunan kadar sulfur sebesar 33.90% dari kadar sulfur awal 151.9 ppm dengan persentase penambahan NaOH terbaik sebesar 20% dan waktu pengadukan 15 menit. Dari hasil uji didapatkan densitas sebesar 750.4 kg/m3, uji warna +30, distilasi dengan suhu 58°C - 165°C, doctor test negatif, kandungan aromatik sebesar 16%, analisis copper strip corrosion nomor 1, dan sulfur content sebesar 100.4 ppm.
SELEKSI BAHAN BAKU DAN PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI PABRIK SHOWER GEL DENGAN PENAMBAHAN MINYAK SAKURA (ESSENTIAL OIL CHERRY BLOSSOMS) Putri, Rossa Oliviana; Dewajani, Heny
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.491

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan sehari-hari. Salah satu kebutuhan sehari-hari yang mengalami peningkatan permintaan adalah sabun. Terdapat beberapa jenis sabun mandi yakni sabun mandi batang, sabun mandi cair, dan shower gel. Salah satu perbedaan sabun mandi cair dan shower gel berada dalam penggunaan jenis minyak sebagai bahan baku utamanya. Sabun mandi cair menggunakan minyak kelapa murni (VCO) sedangkan shower gel menggunakan pencampuran surfaktan, betaine, dan air sebagai bahan baku utamanya. Seleksi bahan baku dan penentuan kapasitas produksi harus dilakukan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pada umumnya essential oil digunakan sebagai aromaterapi dalam berbagai produk seperti produk kecantikan, personal care. Manfaat yang dihasilkan dari essential oil adalah memberikan relaksasi dan sensasi menenangkan saat pemakaian produk. Bunga Sakura atau Japanese cherry blossoms mempunyai khasiat yang tinggi antioksidan yang membantu membersihkan atau menangkal radikal bebas yang merusak kulit. Penambahan essential oil sakura pada shower gel memiliki keunggulan karena dapat memberikan efek relaksasi dan aroma yang menyegarkan. Perhitungan kapasitas pertumbuhan rata-rata pertahun pada proses produksi sabun mandi cair dilakukan untuk menentukan kapasitas produksi. Penggunaan data ekspor dan impor pada tahun 2014-2020 untuk men dapatkan hasil perkiraan 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi shower gel dengan penambahan essential oil sakura yang akan didirikan pada tahun 2024 di Karawang, Jawa Barat adalah sebesar 75.000 ton/tahun.