Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GOOGLE EARTH UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR SPASIAL SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMAN 2 PADANG PANJANG Yurni Suasti; Nelly
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Progres
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26587

Abstract

This study aims to determine the application of the use of google earth media to improve students' spatial thinking skills and to determine the effect of using google earth media to improve students' spatial thinking skills at SMAN 2 Padang Panjang. The research method used in this study is the Quasi Experiment Method with the research design of Nonequivalent Control Group Design. Sampling was done by Random Sampling technique. The samples in this study were X.1 class students as the experimental class given the Google Earth application learning media treatment and X.2 class as the control class given the Microsoft Power Point learning media treatment. Data collection uses multiple-choice pretest and posttest instruments that have been tested for validity, reliability, and observation. The results of this study are that there is an effect of Google Earth Learning Media on the spatial thinking ability of students in class X.1 SMA N 2 Padang Panjang, the average posttest of the experimental class is 84.59 and the control class is 70.73. Data analysis using the paired Sample T-Test test from the calculated data obtained a significance level (Sig.) of 0.001 because the significance is smaller than 0.005 (0.001 <0.005), then Ho is rejected and Ha is accepted.
Beyond Glycemia: Independent Hemodynamic and Metabolic Drivers of Incident Diabetic Kidney Disease in a 5-Year Prospective Indonesian Primary Care Cohort Juliana; Nelly
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 10 No. 1 (2026): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v10i1.1490

Abstract

Background: The relative contributions of hyperglycemia, hypertension, and metabolic adiposity to the progression of diabetic kidney disease (DKD) are debated, particularly in Southeast Asian populations and in the context of modern polypharmacy. We aimed to prospectively quantify the independent impact of glycemic burden, hemodynamic stress, and central adiposity on the 5-year incidence of DKD in an Indonesian primary care cohort. Methods: We conducted a 5-year, multi-center, prospective cohort study at 25 primary care clinics in Indonesia. We randomly sampled and enrolled 1,250 T2DM patients without pre-existing DKD (eGFR > 60 mL/min/1.73m² and normoalbuminuria). The primary composite outcome was incident DKD, defined as persistent albuminuria (ACR ≥ 30 mg/g on 2 of 3 occasions) or a sustained eGFR decline of ≥ 30%. Baseline predictors included HbA1c, Systolic Blood Pressure (SBP), and Waist-to-Height Ratio (WHtR). Multivariable Cox proportional-hazards models were used to estimate Hazard Ratios (HRs), adjusting for demographics, baseline eGFR, and baseline use of RAAS inhibitors (RAASi) and SGLT2 inhibitors. Results: Of 1,250 participants, 980 (78.4%) completed the 5-year follow-up. Over a median 4.9 years, 215 participants (21.9%) developed the composite DKD outcome. In the fully-adjusted multivariable Cox model, all three pathways were strong, independent predictors of incident DKD. The standardized HR for SBP (per 1-SD increase) was 1.68 (95% CI: 1.40–2.01; p<0.001), for HbA1c (per 1-SD increase) was 1.45 (95% CI: 1.22–1.73; p<0.001), and for WHtR (per 1-SD increase) was 1.39 (95% CI: 1.18–1.65; p<0.001). Conclusion: In this prospective primary care cohort, hemodynamic stress (SBP), glycemic burden (HbA1c), and metabolic adiposity (WHtR) were all independent, potent drivers of incident DKD, even after controlling for the use of protective cardio-renal medications. These findings confirm that a multi-pillar strategy, aggressively targeting blood pressure, glucose, and weight/metabolic health simultaneously, is essential for DKD prevention.
Rancang Bangun Arsitektur Jaringan Kampus Kognitif dan Tangguh Berbasis SDN dan Kontrol Akses Kontekstual Berbasis IoT Nelly; Fauzin, Ihsan; Taqwim, Ahmad Ahsani; Husain
CORISINDO 2025 Vol. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional CORISINDO 2025
Publisher : CORISINDO 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/corisindo.v1.5308

Abstract

Transformasi digital di lingkungan kampus menuntut adanya arsitektur jaringan yang adaptif, aman, dan mudah dikelola. Pendekatan konvensional sering kali tidak mampu memenuhi kebutuhan ini secara efisien. Penelitian ini mengusulkan rancangan arsitektur jaringan kampus berbasis Software-Defined Networking (SDN) yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) dan sistem kontrol akses berbasis konteks. SDN memungkinkan manajemen jaringan yang terpusat dan fleksibel, sementara IoT menyediakan data kontekstual secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan akses yang adaptif. Sistem kontrol akses kontekstual diterapkan untuk meningkatkan keamanan dengan memperhitungkan variabel seperti lokasi, waktu, dan profil pengguna. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa arsitektur ini dapat meningkatkan kinerja jaringan, skalabilitas, dan keamanan secara signifikan dalam lingkungan kampus digital yang dinamis.
Masa Depan Pembelajaran Bagaimana Jaringan Syaraf Tiruan Membentuk Pendidikan Nelly; Fauzin, Ihsan; Priyanto, Dadang
CORISINDO 2025 Vol. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional CORISINDO 2025
Publisher : CORISINDO 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/corisindo.v1.5351

Abstract

Di tengah tuntutan akan pembelajaran yang lebih personal dan adaptif, sistem pendidikan konvensional masih menghadapi kendala dalam menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan individu siswa. Meskipun teknologi kecerdasan buatan seperti Jaringan Syaraf Tiruan (JST) telah berkembang pesat, pemanfaatannya dalam bidang pendidikan masih terbatas, serta menimbulkan kekhawatiran terkait interpretabilitas sistem dan kesiapan infrastruktur pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana JST dapat membentuk masa depan pembelajaran melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi ilmiah terpilih sejak tahun 2020. Metode ini melibatkan analisis terhadap 15 sumber referensi terbuka, mencakup jurnal, prosiding konferensi, dan tesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan JST secara efektif meningkatkan kualitas pembelajaran adaptif, mempersonalisasi konten, dan meningkatkan hasil belajar hingga 20%. Selain itu, pendekatan neural-symbolic turut meningkatkan transparansi dan kepercayaan pengguna terhadap sistem. Penelitian ini menyimpulkan bahwa JST memiliki potensi besar dalam merevolusi pendidikan, namun implementasinya membutuhkan dukungan kebijakan, pelatihan pendidik, serta perlindungan data untuk menjamin keberlanjutan dan etika penggunaannya.
PENERAPAN TERAPI Virgin Coconut Oil (VCO) DALAM MENGURANGI MILIARIA (BIANG KERINGAT) PADA ANAK Fazrina, Afrilia; Putri, Risqina; Destari, Popi Lya; Mairoel; Nelly
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.223

Abstract

Miliaria (biang keringat) adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh produksi keringat berlebihan akibat penyumbatan saluran kelenjar keringat. Kondisi ini menyebar ke wajah, dada, lipatan kulit, punggung, anggota tubuh yang tertutup pakaian, serta telapak tangan dan kaki, disertai rasa terbakar dan gatal. Sekitar 80% kasus miliaria di dunia terjadi pada anak-anak, dengan 65% terjadi pada bayi. Prevalensi miliaria di Indonesia mencapai 49,6%, umumnya terjadi pada bayi, terutama di kota-kota besar. Miliaria menempati peringkat ke-7 dari 10 penyakit kulit yang terjadi pada bayi dan balita. Prevalensi penyakit kulit ini tercatat sebesar 6,8% di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Virgin Coconut Oil (VCO) dalam mengurangi miliaria (biang keringat) pada anak. Metode penelitian ini adalahdeskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua orang anak dengan miliaria berusia 0-12 tahun yang sesuai dengan kriteria inklusi. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Terapi VCO diberikan selama 5 hari berturut-turut dengan dibubuhkan dibagian yang terdapat tanda miliaria. Sebelum dilakukan intervensi, Subjek I mengalami bintik-bintik merah, sensasi terbakar, dan gatal, sedangkan Subjek II mengalami bintik- bintik merah yang menyebar, gatal, terbakar, dan nanah. Setelah intervensi, kondisi kedua subjek membaik, bintik-bintik dan gatal menghilang, dan nanah berkurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi VCO efektif dalam mengurangi biang keringat pada anak-anak dan dapat digunakan sebagai pilihan intervensi non-farmakologis.
Model Integratif Risiko Operasional dan Risiko Pasar pada Industri Limbah Plastik: Tinjauan Sistematis Perspektif Rekayasa dan Ekonomi Yana, Syaifuddin; Nelly; Fahmi, Ijal; Rahmi; Radhiana; Ramadhani, Veli
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri daur ulang plastik memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi sirkular, namun menghadapi berbagai risiko yang memengaruhi keberlanjutan industri. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji model integratif risiko operasional dan risiko pasar dalam industri daur ulang plastik melalui pendekatan review literatur dan analisis naratif dari perspektif rekayasa dan ekonomi. Risiko operasional berkaitan dengan ketidakstabilan pasokan bahan baku, keterbatasan teknologi, serta inefisiensi proses produksi, sedangkan risiko pasar berkaitan dengan fluktuasi harga, ketidakpastian permintaan, dan rendahnya daya saing produk daur ulang. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua jenis risiko tersebut saling berhubungan dan memengaruhi kinerja industri secara keseluruhan. Selain itu, sebagian besar penelitian terdahulu masih membahas aspek teknis dan ekonomi secara terpisah, sehingga belum mampu menjelaskan hubungan integratif antar risiko secara komprehensif. Oleh karena itu, artikel ini menawarkan pendekatan integratif yang menghubungkan perspektif rekayasa dan ekonomi sebagai dasar dalam pengelolaan risiko industri daur ulang plastik yang lebih adaptif dan berkelanjutan.