Claim Missing Document
Check
Articles

Business Design Of LPPD Platform At Pt. Telekomunikasi Indonesia Tbk Directorate Of Digital Business Wiryatama, I Made Ardy; Chumaidiyah, Endang; Prambudia, Yudha
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Telkom Indonesia company's digital business directorate was developing digital solution applications. Among the tribes utilized as research objects is the smart city, which are solutions for the government named E-LPPD particularly in the implementation of government at the district, city, and provincial levels. E-LPPD aims to digitize the process to improvement. However, designing this business necessitates the study of various factors, including market factors, technical factors, and financial factors, which are covered in the business feasibility analysis and sensitivity analysis. The market analysis determines the estimated market demand for new, existing, and target markets. Business processes, company procedures, human resources, platform design in the form of prototype dashboards and mockups, and other components of information system design require technical considerations. In the financial element, which covers business feasibility study and sensitivity analysis, the net present value (NPV), payback period (PBP), and internal rate of return (IRR) are calculated (IRR). The company received an estimated market demand of 198 target markets throughout Indonesia. Based on the results, the business was viable, with a net present value (NPV) of Rp 216,231,494, an internal rate of return (IRR) of 18,8 percent, and a payback period (PBP) of 3 years and three months. Keyword—feasibility, sensitivity analysis, website design
Perancangan Usulan Model Bisnis Pada Raul Coffee Dengan Menggunakan Pendekatan Business Model Canvas Pratama, Muhammad Ilham; Aryani, Sinta; Prambudia, Yudha
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Raul Coffee merupakan kedai kopi yang berada di Kota Bandung. Permasalahan yang terjadi di Raul Coffee terdapat pada penurunan pendapatan, oleh karena itu dilakukan evaluasi model bisnis pada Raul Coffee dengan menggunakan pendekatan business model canvas. Pertama yang dilakukan adalah wawancara dengan owner dari Raul Coffee untuk mendapatkan model bisnis canvas eksisting, yang dimana terdapat permasalahan pada blok channels, key activities, key partnership, dan value proposition. Selanjutnya melakukan wawancara kepada konsumen dari Raul Coffee sebanyak 15 orang untuk mendapatkan customer profile. Kemudian yaitu menganalisis lingkungan bisnis dengan menggunakan data dari studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis peluang dan ancaman. Setelah mendapatkan data tersebut tahap keempat akan dilakukan analisis SWOT kemudian tahap kelima membuat value proposition canvas untuk mencocokan antara value map dengan customer profile pada Raul Coffee. Hasil dari perancangan model bisnis usulan pada Raul Coffee terdapat penambahan diciptakan menu bundling, diusulkan menambah supplier gelas plastik, diciptakan menu minuman baru, menjadikan dapat membawa makanan dari luar dan tagline : coffee and friends are the perfect blend, menambahkan shopee food, tiktok dan kolaborasi dengan brand makanan, dan cost structure yaitu untuk instagram dan tiktok ads, biaya pembuatan menu baru dan biaya kolaborasi.Kata kunci— raul coffee, business model canvas, customer profile, analisis lingkungan bisnis, SWOT
Perancangan Usulan Perbaikan Proses Bisnis Optik Cicendo Dengan Menggunakan Metode Business Process Improvement Dwilenda, Judith; Chumaidiyah, Endang; Prambudia, Yudha
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Optik Cicendo merupakan sebuah gerai kacamata yang berdiri sejak Agustus tahun 1971. Produk dari usaha ini, yaitu Frame dan lensa kacamata. Proses bisnis usaha ini masih tergolong belum optimal. Adapun cara dalam mengatasi masalah tersebut yaitu memperbaiki proses bisnisnya. Metode yang dilakukan dalam perbaikan proses bisnis ini adalah Business Process Improvement (BPI). Metode BPI berfokus untuk membantu suatu usaha menciptakan inovasi atau inisiatif baru demi meningkatkan performansi suatu proses bisnis eksisting. Tahapan dilakukan mulai dari pengumpulan data. Selanjutnya tahapan perancangan yang bertujuan untuk mendapatkan understanding about the process, dengan cara meneliti waktu siklus eksistingnya lalu mengelompokkan aktivitasnya berdasarkan RVA, BVA, dan NVA, yang disertai dengan menghitung EWS (Efisiensi Waktu Siklus) proses bisnis eksisting. Selanjutnya menyederhanakan aktivitas proses bisnis eksisting dengan streamlining. Selanjutnya, melakukan validasi untuk memastikan rancangan usulan tersebut sesuai dengan requirement usaha ini. Dilanjutkan dengan melakukan tahapan measurements and controls dengan menghitung EWS usulan. Didapatkan pengurangan aktivitas yang terjadi dari 12 aktivitas menjadi 10 aktivitas. Terjadi juga pengurangan total waktu siklus yang awalnya sebesar 118 menit berkurang menjadi sebesar 74,5 menit dengan peningkatan persentase EWS dari 65.25% menjadi sebesar 67.79%. Hal ini menunjukkan bahwa proses bisnis usulan layak untuk diterapkan karena terbukti lebih cepat dan efisien.Kata kunci— proses bisnis, business process improvement, waktu siklus
Perancangan Bisnis dan Kelayakan Pembukaan Fasilitas Produksi Konfeksi Adi Jaya Makmur di Daerah Bandung Raya Gunawan, Ahmad Izzan; Chumaidiyah, Endang; Prambudia, Yudha
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Konfeksi Adi Jaya Makmur (AJM) merupakan konfeksi berskala home industry yang menyediakan alat pelindung pekerja manufaktur seperti sarung tangan, masker, dan jasa pembuatan busana. Tempat produksi eksisting berlokasi di Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi berdiri sejak 2008. Kemampuan dalam memenuhi permintaan tidak diseimbangkan dengan tren permintaan karena kurangnya mesin dan tenaga kerja. Fasilitas produksi eksisting kesulitan menambah alat produksi serta area penyimpanan karena keterbatasan area produksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang usaha dan melakukan studi kelayakan fasilitas produksi baru berdasarkan aspek pasar, teknis, finansial, serta meninjau tingkat sensitivitas pembukaan fasilitas produksi baru Konfeksi AJM. Dalam proses perancangan dilakukan peninjauan melalui aspek pasar, aspek teknis dan operasional, serta aspek finansial. Pada aspek pasar dilakukan metode peramalan untuk mendapatkan permintaan pada tahun 2023 yang diproyeksikan hingga tahun 2027. Aspek teknis meninjau mengenai kebutuhan tenaga kerja, mesin, layout bangunan dan pemilihan lokasi menggunakan metode factor rating. Hasilnya tempat fasilitas baru terpilih berada di Kopo. Investasi layak dijalankan ditinjau dari aspek finansial. NPV untuk periode analisis selama 5 tahun sebesar Rp210.510.905,01 dapat dikatakan layak karena >0. Nilai IRR yaitu 22,52% > dari nilai MARR sebesar 8%. PBP selama 4,3 tahun atau empat tahun tiga bulan. Nilai BCR yaitu 1,21 > 1 artinya investasi menguntungkan.Kata kunci- perancangan bisnis, studi kelayakan, NPV, IRR, PBP, sensitivitas
Perancangan Unit Usaha baru pada CV. Amal sejati Prawira, Raegan Ammar; Hasun, Farda; Prambudia, Yudha
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-CV. Amal Sejati merupakan perusahaan yang bergerak dibidang penyediaan bahan bakar dengan membeli produk retail berupa bentuk usaha pertashop dari Pertamina, CV. Amal Sejati ingin meningkatkan pendapatan dan profit dengan membuka cabang baru yang berada di Koto Aur Malintang kabupaten pariaman. CV. Amal Sejati telah membuka 1 cabang pertashop yang berada di provisi Sumatera Barat yang khusus menjual bahan bakar pertamax. Dalam penelitian ini aspek pasar diteliti dengan menggunakan data jumlah kepadatan kendaraan bermotor dari BPS (Badan Pusat Statistik) mengenai jumlah kepadatan kendaraan bermotor yang ada di lokasi Pertashop eksisting serta jumlah penduduk di lokasi Pertashop yang baru. Data Pendapatan rata-rata penduduk juga didapatkan sebagai Indikator kondisi ekonomi pada lokasi Pertashop eksisting dan kondisi ekonomi pada lokasi Pertashop yang baru. Pada penelitian ini diperlukan Analisis Kelayakan serta pengukuran kelayakan usaha dengan menghitung nilai NPV, IRR, dan Payback Period. Sehingga didapatkan nilai NPV Rp 249,531,664.37 > 0 IRR sebesar 15.28% > MARR 7.25% dan Payback Period 6.48 tahun, maka pembukaan cabang baru Pertashop dapat dikatakan layak.Kata Kunci- CV. amal sejati, pengukuran kelayakan, NPV, IRR, PBP, analisis sensitivitas
Perancangan Usaha Gula Semut Secara Online dan Offline di Pondok Pesantren X Kabupaten Tasikmalaya Sukmawati, Enung Sri; Chumaidiyah, Endang; Prambudia, Yudha
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Unit usaha gula semut KHAS Pondok Pesantren X merupakan unit usaha binaan Bank Indonesia yang berencana melakukan perancangan usaha secara online dan offline. Hal ini dikarenakan Pondok Pesantren X belum mampu memproduksi gula semut secara rutin. Sebelum melakukan perancangan usaha ini, diperlukannya sebuah analisis atau studi kelayakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah usaha gula semut ini layak untuk dijalankan atau tidak. Metode yang digunakan untuk mengukur analisis kelayakan usaha gula semut ini adalah metode NPV, IRR, dan PBP. Terdapat 3 bahan baku yang dapat digunakan untuk menghasilkan gula semut ini, yaitu wedang, gula semut basah, dan gula cetak. Ketiga bahan tersebut nantinya akan dibandingkan satu sama lain dengan tujuan untuk menentukan bahan baku mana yang mengeluarkan lebih sedikit biaya dan lebih layak untuk dijadikan bahan baku gula semut KHAS. Dari hasil perhitungan pada aspek finansial, didapatkan bahwa nilai IRR bahan baku wedang adalah 22,54%, nilai IRR bahan baku gula semut adalah 12,52%, dan nilai IRR bahan baku gula adalah 21,70% > MARR (6%). Maka, dapat disimpulkan bahwa nilai IRR paling besar dan tertinggi adalah wedang yaitu 22,54%, dimana wedang akan digunakan seterusnya oleh Pondok Pesantren X sebagai bahan baku gula semut KHAS. Penggunaan bahan baku wedang juga sudah layak karena memiliki nilai NPV sebesar Rp 183.956.705 > 0, dan nilai PBP selama 4,17 tahun.Kata Kunci-perancangan usaha, PBP, IRR, NPV, perbandingan analisis kelayakan
Perancangan Strategi Promosi untuk Meningkatkan Volume Penjualan Produk Usaha Kecil dan Menengah Madu Hondee Fikriansyah, Muhammad Reyhan; Hadi, Rosad Ma'ali El; Prambudia, Yudha
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu Hondee merupakan suatu brand yang bergerak dalam sektor pertanian dengan bidang usaha pemungutan madu berdasarkan klasifikasi oleh Kementrian Investasi. Madu Hondee berdomisili di Kabupaten Bandung, Jawa Barat dengan menyediakan madu kemasan botol plastik. Beragam produk yang disediakan oleh Madu Hondee antara lain Madu Hutan (Apis Dorsata), Madu Sarang (Apis Cerana), dan Madu Klanceng (Trigona Spp.). Target market Madu Hondee adalah kalangan pria dan wanita yang sudah berumah tangga, dengan rentang usia 24-40 Tahun. Penjualan produk Madu Hondee dalam rentang waktu Januari hingga Desember 2021 mengalami fluktuasi, dan hanya di periode bulan April, Juli, dan Agustus 2021 saja yang melampaui target penjualan produk. Tugas Akhir ini menggunakan metode benchmarking untuk mengidentifikasi program bauran promosi serta Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai alat untuk menemukan solusi dalam proses benchmarking. Kriteria yang digunakan dalam pembuatan program bauran promosi, yakni advertising, direct marketing, digital/internet marketing, sales promotion, publicity/public relation, dan personal selling. Hasil dalam penelitian ini berupa rekomendasi perbaikan pada program bauran promosi yang dilakukan oleh Madu Hondee, yang merupakan pengembangan dari kondisi eksisting terhadap future performance berdasarkan proses benchmarking pada aktivitas bauran promosi yang sudah dilakukan oleh partner benchmark terpilih serta mendapat persetujuan dari stakeholder Madu Hondee.Kata Kunci— bauran promosi, madu, analytical hierarchy process, benchmarking
Analisis Kelayakan Pengadaan Toko Offline Kampoeng Radjoet di Daerah Binongjati Kota Bandung Zuhri, Aisyah Ahmad; Chumaidiyah , Endang; Prambudia, Yudha
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampoeng Radjoet merupakan toko yang menjualpakaian rajut secara offline dan online sejak akhir tahun 2019.Namun, hingga saat ini Kampoeng Radjoet belum memilikitoko offline milik pribadi, melainkan selama ini tokoKampoeng Radjoet masih bergabung dengan balai KampoengRadjoet Binongjati yang didalamnya terdapat beberapaaktivitas usaha. Seiring dengan pendapatan toko KampoengRadjoet yang terus meningkat dari tahun ke tahun, pemiliktoko Kampoeng Radjoet memutuskan untuk melakukanmemisahkan beberapa aktivitas usaha tersebut denganmelakukan pengadaan toko offline Kampoeng Radjoet.Sehingga, diperlukan analisis kelayakan mengenai investasitersebut untuk mengetahui apakah pengadaan toko offlineKampoeng Radjoet layak atau tidak untuk dijalankan. Analisiskelayakan dilakukan pada aspek pasar, aspek teknis, dan aspekfinansial. Berdasarkan perhitungan kelayakan, diperoleh nilaiNPV sebesar Rp1,007,906,818, IRR sebesar 28.80%, dan PBPsebesar 4.24 tahun. Kemudian setelah dilakukan perhitungansensitivitas, diketahui bahwa pengadaan toko offline KampoengRadjoet sensitif terhadap peningkatan biaya pengadaanproduk sebesar 3.74%, penurunan harga jual sebesar 3.02%,dan penurunan permintaan sebesar 13.40%. Selain itu,berdasarkan hasil perhitungan risiko, diperoleh persentaserisiko sebesar 10.52%, MARR sebesar 23.57%, NPV sebesarRp261,888,185 dan PBP sebesar 4.69. Dikarenakan nilai NPV> 0, IRR > MARR, dan PBP lebih kecil daripada periodeinvestasi, maka pengadaan toko offline Kampoeng Radjoetdapat dikatakan layak. Kata kunci— Analisis Kelayakan, NPV, IRR, PBP, SnalisisSensitivitas, Analisis Risiko
Evaluasi dan Perancangan Model Bisnis PT Sila Agri Inovasi dengan Metode Business Model Canvas (BMC) Nursidik , Fajar; Hasun, Farda; Prambudia , Yudha
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Sila Agri Inovasi merupakan perusahaanyang bergerak pada bidang manufaktur industri pengolahanteh dan telah berdiri sejak tahun 2018. Perusahaan inimenawarkan beberapa produk dan jasa seperti pure tea,artisan tea, dan jasa workshop untuk pelanggan yang tertarikbelajar lebih dalam mengenai teh. Pertumbuhan pendapatanyang dialami oleh PT Sila Agri Inovasi dari mulai berdirihingga sekarang melandai, hal ini disebabkan oleh beberapafaktor seperti engagement rate media sosial yang rendah,penjualan yang hanya berfokus pada pelanggan bisnis, sertabeban kerja karyawan yang berlebih. Untuk mengatasipermasalahan tersebut perlu dilakukan evaluasi danperbaikan model bisnis perusahaan. Salah satu cara dalammelakukan evaluasi dan perbaikan model bisnis dapatmenggunakan metode Business Model Canvas. Beberapa datayang diperlukan yaitu data model bisnis saat ini yangdiperoleh melalui observasi langsung serta wawancaradengan pihak perusahaan, data customer profile yangdidapat melalui wawancara kepada dua belas pelangganindividu dan bisnis, serta data lingkungan bisnis yangdidapatkan melalui studi literatur. Seluruh data tersebutdigunakan untuk melakukan analisis SWOT untukmerancang serta merumuskan strategi yang menjadi dasardalam perancangan model bisnis baru. Berdasarkan hasilperancangan model bisnis usulan, perbaikan yang menonjolterdapat pada blok channel serta revenue streams yaknipenambahan channel baru yaitu influencer serta pembukaanarus pendapatan baru yaitu penjualan merchandise untukmendukung pengalaman minum teh bagi pelanggan. Kata kunci— Business model canvas, PT Sila Agri Inovasi, teh artisan, model bisnis
Perancangan Usulan Model Bisnis Pada Tropical Orchid Farm Dengan Metode Model Business Canvas Alfares, Fabio; Aryani , Sinta; Prambudia, Yudha
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tropical Orchid Farm merupakan salah satupembudidaya tanaman anggrek yang berada di Kota Cimahididirikan pada tahun 2018, Permasalahan yang terjadi TropicalOrchid Farm adalah penurunan pendapatan yang disebabkanpenurunan penjualan, dilakukan evaluasi model bisnis denganmenggunakan metode Business Model Canvas, kecenderunganpenurunan penjualan yang terjadi, disebabkan olehpermasalahan pada sisi produksi, pemasaran, dan persaingandengan pesain lokal maupun produk import. dengan adanyapenelitian ini diharapkan dapat membantu Tropical OrchidFarm dalam memetakan model bisnis baru yang dapatmeningkatkan penjualan dan pendapatan perusahaankedepannya, tahap pertama yang dilakukan dalammengidentifikasi permasalahan adalah melakukan wawancaradengan pemilik bisnis untuk model bisnis eksisting, tahapanselanjutnya, perancangan model bisnis yang dilakukan denganmelakukan analisis SWOT untuk memahami kekuatan,kelemahan, peluang, dan tantangan apa saja yang ada padainternal maupun eksternal bisnis, selanjutnya dilakukanidentifikasi terkait Value Proposition Canvas melalui tahapantersebut, terdapat beberapa usulan untuk menyelesaikanpermasalahan yang ada, pada customer profile diciptakannyasegmen baru yaitu gedung perkantoran, developer perumahan,dan vendor pernikahan, pada customer relationshipditingkatkan layanan pertanyaan & informasi terkait anggrekserta diciptakannya program membership, pada channelsditingkatkan penggunaan Instagram, Tokopedia, Shoppe, dandiciptakannya Tiktok & Tiktokshop. Pada value propositiondiciptakannya inovasi produk baru, penambahan variasi warnapada anggrek dan inovasi kemasan baru, pada key actvivityditingkatkan pemasaran, penjualan, dan pembudidayaanproduk, pada key partners ditingkatkan supplier bahan baku,pada pekerja ditingkatkan keahliannya, pada revenue streamdiciptakan layanan penyewaan anggrek dan ditingkatkanpenjualan secara online, pada cost structure ditingkatkannyabiaya pemasaan digital. Usulan tersebut dapat dipertimbangkanoleh pemilik Tropical Orchid Farm untuk dapat meningkatkanpendapatan dan pertumbuhan bisnis kedepannya. Kata kunci— Pembudidayaan, Tanaman Hias,Anggrek, Business Model Canvas, Customer Profile