Claim Missing Document
Check
Articles

Design Of Wood Pellet Factory For Co-Firing Production Of Coal-Fired Power Plant In Tanjung Enim Muhammad Zaki; Endang Chumaidiyah; Yudha Prambudia
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 12 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change is one of the leading causes that threaten life on Earth. Indonesia's efforts to overcome this problem are by signing the COP26 Coal to Clean Power Transition Statement or a statement on the transition from coal energy to clean energy. This commitment to clean energy is targeted to reach net zero emissions by 2060. The company wants to expand its business into the new and renewable energy (EBT) sector. Therefore, before the company develops its business to establish a wood pellet factory, it is necessary first to design the initial business and business feasibility, which includes aspects of feasibility analysis, including market aspects, technical aspects, environmental aspects, financial aspects, and sensitivity analysis to be able to determine whether this business development decision is feasible to run or not. The inflation rate is 3.27%, and the MARR value is 8%. Based on the feasibility calculation on the financial aspect, the establishment of a wood pellet factory is feasible with an NPV of Rp 29,393,458,729, IRR of 44.34%, PBP for 2.28 years, and BCR of 1.29. According to sensitivity analysis, the establishment of this wood pellet factory is sensitive to a decrease in product selling prices by 12.01%, sensitive to an increase in direct raw material costs by 41.57% and sensitive to an increase in raw material supply service costs by 51.46%.
Pemberdayaan Kampung Adat Cireundeu melalui Inovasi Motif Batik Berbasis Budaya dan AI Dewi Shintya Pratiwi; Yudha Prambudia
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.29805

Abstract

Kampung Adat Cireundeu memiliki potensi budaya yang belum teroptimalkan karena tingkat wawasan dan keterampilan warga dalam menciptakan motif batik khas Cireundeu masih rendah. Akibatnya, kain batik yang digunakan pada acara adat masih bergantung pada produk batik dari kampung adat lain. Hal ini mengurangi otentisitas simbolik identitas budaya lokal Cireundeu karena representasi visual batik tidak lahir dari nilai-nilai budaya Cireundeu sendiri. Selain itu, atraksi wisata yang ada hanya berupa musik, tari, dan olahan singkong, sehingga dapat menurunkan daya tarik desa dalam jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan warga dalam memenuhi kebutuhan kain, penguatan identitas visual Cireundeu, dan diversifikasi atraksi wisata. Target tersebut dapat dicapai melalui program intervensi partisipatif dimana peserta dilatih secara intensif melalui pelatihan teknik stilasi dan penggunaan Artificial Intelligence untuk penciptaan motif batik, teknik batik dan sistem produksi. Hasil program meliputi tiga motif dan prototipe batik serta diversifikasi atraksi wisata. Metode pendekatan Participatory Action Research dilaksanakan dalam 5 tahapan kegiatan. Program  ini berhasil memberikan dampak nyata pada mitra dimana pada aspek pengetahuan terjadi peningkatan sebesar 104,5% sedangkan keterampilan sebesar 82%. Peningkatan tersebut membuktikan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta sehingga menjadi lebih berdaya dalam membangun desa wisata secara berkelanjutan. Kampung Adat Cireundeu memiliki potensi budaya yang belum teroptimalkan karena tingkat wawasan dan keterampilan warga dalam menciptakan motif batik khas Cireundeu masih rendah. Akibatnya, kain batik yang digunakan pada acara adat masih bergantung pada produk batik dari kampung adat lain. Hal ini mengurangi otentisitas simbolik identitas budaya lokal Cireundeu karena representasi visual batik tidak lahir dari nilai-nilai budaya Cireundeu sendiri. Selain itu, atraksi wisata yang ada hanya berupa musik, tari, dan olahan singkong, sehingga dapat menurunkan daya tarik desa dalam jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan warga dalam memenuhi kebutuhan kain, penguatan identitas visual Cireundeu, dan diversifikasi atraksi wisata. Target tersebut dapat dicapai melalui program intervensi partisipatif dimana peserta dilatih secara intensif melalui pelatihan teknik stilasi dan penggunaan Artificial Intelligence untuk penciptaan motif batik, teknik batik dan sistem produksi. Hasil program meliputi tiga motif dan prototipe batik serta diversifikasi atraksi wisata. Metode pendekatan Participatory Action Research dilaksanakan dalam 5 tahapan kegiatan. Program  ini berhasil memberikan dampak nyata pada mitra dimana pada aspek pengetahuan terjadi peningkatan sebesar 104,5% sedangkan keterampilan sebesar 82%. Peningkatan tersebut membuktikan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta sehingga menjadi lebih berdaya dalam membangun desa wisata secara berkelanjutan.
Dynamic System Analysis of Vannamei Shrimp Supply Chain: Evaluation of Distribution Delays in Cold Chain Logistics at Exporting Companies Nurhijriani Kasim; Yudha Prambudia; Iphov Kumala Sriwana
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 7 No. 4 (2025): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v7i4.7694

Abstract

Vannamei shrimp is one of Indonesia's leading export commodities that relies heavily on the efficiency of cold chain logistics to maintain product quality during shipping. Purpose: This study aims to analyze the factors causing distribution delays in the vannamei shrimp supply chain at a seafood exporting company in Makassar, South Sulawesi, and evaluate their impact on product quality, return rates, and export prices. Methods: The method used is the System Thinking and System Dynamics approach, by building a dynamic system model using Vensim software. Data were obtained through literature studies, interviews, field observations, and historical distribution data for 2023. Results: The results show that an average distribution delay of 12–18 hours causes an increase in temperature during transportation by 2–3°C, resulting in a decrease in shrimp quality and an increase in return rates of up to 7% of total monthly exports. Through simulations of improvement scenarios, the model shows that optimizing the criteria for export-worthy shrimp and increasing the efficiency of distribution rates can reduce the number of damaged shrimp and increase export volume. Model validation tests with a MAPE value of 5.16% indicate a good match between the simulation results and actual conditions in the field. Implications: This research is expected to be a reference for exporting companies in designing strategies to improve cold chain logistics to increase the competitiveness of Indonesian shrimp products in the international market.