Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Rute Distribusi Produk Frozen Untuk Meminimasi Biaya Transportasi dan Gas Emisi Pada PT. Sukanda Djaya Dengan Metode Algoritma Genetika Aulia Dihas Zahira; Erlangga Bayu Setyawan; Yudha Prambudia
Journal of Production, Enterprise, and Industrial Applications Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jpeia.v2i2.8719

Abstract

PT. Sukanda Djaya merupakan distributorproduk frozen dari perusahaan PT. Diamond Cold Storage yangmemproduksi produk seperti susu,yoghurt,daging, dan lainlain. Pendistribusian produk dilakukan pada 25 agen konsumendengan menggunakan empat unit kendaraan bermuatanmasing-masing 6,5 ton. Permasalahan yang terjadi adalahperusahaan tidak memiliki rute tetap untuk mendistribusikanproduk nya, yang berakibat adanya produk return dari agenkonsumen kembali ke depot dikarenakan kualitas produkmenurut saat tiba di agen konsumen. Permasalah tersebutterjadi karena lamanya waktu tempuh dikarenakan tidakadanya rute tetap.Pendistribusian produk frozen menggunakan trukberpendingin juga mempengaruhi konsumsi gas emisi yangdihasilkan, karena truk berpendingin menghasilkan 30% gasemisi CO2 lebih tinggi dibandingkan dengan truk biasa.Pengurangan biaya transportasi dan gas emisi dapat dilakukandengan menentukan rute usulan untuk proses distribusi yangefektif dan efisien. Berdasarkan masalah yang terjadi,dilakukan penentuan rute dengan menggunakan metodealgoritma genetika.Hasil yang diperoleh yaitu dengan adanya rute usulan yangdihasilkan menggunakan metode algoritma genetika terjadiminimasi biaya transportasi sebesar 79,35% dan tidak adanyaproduk return yang dihasilkan karena waktu tempuh setiapkendaraan tidak ada yang melebihi waktu shelf life produkyaitu 120 menit.
APLIKASI BIOCOMPOSTER UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH DAUN KERING MENJADI KOMPOS DAN PUPUK ORGANIK CAIR Prambudia, yudha; Yastica, Tiara Verita; Fidya Ayesha, Shifa Hanni; Gumilang, Wahyu Candra; Hisyam, Muhammad
Jurnal PkM MIFTEK Vol 6 No 2 (2025): Jurnal PkM Miftek
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/miftek/v.6-2.2465

Abstract

PPS GHD seluas 3,26 hektare menghasilkan sekitar 1.500 liter sampah dedaunan kering per hari akibat banyaknya pepohonan. Selama ini, pengelolaan dilakukan dengan pembakaran yang menimbulkan emisi karbon dioksida serta gangguan bagi masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menawarkan solusi melalui pengolahan dedaunan kering menjadi kompos sebagai alternatif ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk pemeliharaan tanaman di area PPS GHD maupun dipasarkan sebagai pupuk organik, sehingga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Implementasi dilakukan dengan penerapan sepuluh unit biokomposter berkapasitas 120 liter serta pelatihan penggunaan biokomposter dan pengembangan model bisnis kompos dan pupuk organik cair. Hasil kegiatan menunjukkan potensi signifikan dalam mengurangi volume sampah sekaligus membuka peluang ekonomi. Ke depan, PPS GHD berperan sebagai fasilitator program pelatihan pengolahan sampah organik dan sebagai penggerak penciptaan lapangan kerja baru di sektor pengelolaan limbah.
Design Of Wood Pellet Factory For Co-Firing Production Of Coal-Fired Power Plant In Tanjung Enim Muhammad Zaki; Endang Chumaidiyah; Yudha Prambudia
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 4 No. 12 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change is one of the leading causes that threaten life on Earth. Indonesia's efforts to overcome this problem are by signing the COP26 Coal to Clean Power Transition Statement or a statement on the transition from coal energy to clean energy. This commitment to clean energy is targeted to reach net zero emissions by 2060. The company wants to expand its business into the new and renewable energy (EBT) sector. Therefore, before the company develops its business to establish a wood pellet factory, it is necessary first to design the initial business and business feasibility, which includes aspects of feasibility analysis, including market aspects, technical aspects, environmental aspects, financial aspects, and sensitivity analysis to be able to determine whether this business development decision is feasible to run or not. The inflation rate is 3.27%, and the MARR value is 8%. Based on the feasibility calculation on the financial aspect, the establishment of a wood pellet factory is feasible with an NPV of Rp 29,393,458,729, IRR of 44.34%, PBP for 2.28 years, and BCR of 1.29. According to sensitivity analysis, the establishment of this wood pellet factory is sensitive to a decrease in product selling prices by 12.01%, sensitive to an increase in direct raw material costs by 41.57% and sensitive to an increase in raw material supply service costs by 51.46%.