Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Megaptera

Manajemen Pemberian Pakan Pada Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Di Balai Benih Ikan (BBI) Lewa, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur Mata, Thalita C.M.M.; Tangguda, Sartika; Valentine, Riris Yuli
JURNAL MEGAPTERA Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v1i1.11836

Abstract

Pakan adalah salah satu faktor utama yang harus diperhatikan untuk pertumbuhan ikan lele. Ketersediaan pakan dalam proses budidaya harus memperhatikan beberapa hal antara lain adalah jumlah, tepat waktu, berkesinambungan, memenuhi syarat gizi, mudah dicerna, dan disukai ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manajemen pemberian pakan yang tepat dalam menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan membandingkan 2 perlakuan, yaitu perlakuan A (FF 4 kali, FR 10%) dan perlakuan B (FF 3 kali, FR 8%). Penelitian dilakukan pada 6 Desember 2021 – 28 Januari 2022 di BBI Lewa, Sumba Timur, NTT. Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot mutlak, pertambahan panjang mutlak, SGR, EPP, FCR, dan SR. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan A menghasilkan pertambahan bobot mutlak (5,8 gram), pertambahan panjang mutlak (9,2 cm), SGR (16,5%), dan SR (91%) yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan B. Namun EPP dan FCR yang lebih baik diperoleh pada perlakuan B, yaitu 89,6% dan 1,0. Dengan demikian disimpulkan bahwa FF 4 kali dengan FR 10% memberikan hasil pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan FF 3 kali dengan FR 8%.Feed is one of the main factors that must be considered for the growth of catfish. Availability of feed in the cultivation must pay attention to several things, including the amount, on time, sustainable, meets nutritional requirements, is easy to digest, and likes fish. The purpose of this study was to determine the appropriate management of feeding in supporting the growth and survival of sangkuriang catfish. The method used in this research is descriptive method by comparing 2 treatments, treatment A (FF 4 times, FR 10%) and treatment B (FF 3 times, FR 8%). The research was conducted on December 6, 2021 – January 28, 2022 at BBI Lewa, East Sumba, NTT. Parameters observed were absolute weight gain, absolute length gain, SGR, EPP, FCR, and SR. The results showed that treatment A resulted in absolute weight gain (5.8 grams), absolute length gain (9.2 cm), SGR (16.5%), and SR (91%) which were higher than treatment B. However, EPP and FCR that better was obtained in treatment B, 89.6% and 1.0, respectively. It was concluded that 4 times FF with 10% FR gave better growth and survival results than 3 times FF with 8% FR.
Aplikasi Bioball Dalam Menurunkan Kadar Nitrit Pada Limbah Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Tangguda, Sartika; Serihollo, Lukas Giovani Gonzales; Usman, Zainal; Amalo, Pieter; Sinaga, Riris Yuli Valentine; Pratiwi, Rifqah; Kusuma, Ni Putu Dian; Hariyadi, Dimas Rizky; Timuneno, Melkias
JURNAL MEGAPTERA Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v4i1.15731

Abstract

Limbah pada budidaya Udang vaname (L. vannamei) mengandung sejumlah senyawa yang bersifat toksik, salah satunya adalah Nitrit (NO2 - ) yang bersifat tidak stabil dalam air. Penyaringan limbah sangat diperlukan sebelum dibuang ke perairan umum untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan, salah satu cara yang dilakukan yaitu aplikasi bioball sebagai media tumbuh mikroorganisme atau bakteri yang berperan sebagai bioremediasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis jumlah bioball yang efektif untuk menurunkan kadar nitrit pada limbah budidaya udang vaname serta mengetahui parameter kualitas air yang berperan dalam penguraian limbah tambak udang tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif untuk melihat pengaruh bioball dalam menurunkan kadar nitrit pada limbah tambak udang vaname. Penelitian ini diawali dengan menyalurkan air limbah hasil buangan kegiatan budidaya udang vaname ke dalam tandon penampungan. Kemudian pada masing-masing tandon penampungan dimasukkan filter biologis sesuai dengan rancangan, yaitu P1 (bioball sebanyak 2.000 buah), P2 (bioball sebanyak 3.000 buah), dan P3 (bioball sebanyak 4.000 buah). Parameter utama yang diamati adalah kadar nitrit, sedangkan parameter penunjang yang diamati terdiri dari kadar nitrat, fosfat, suhu, pH, salinitas, dan intensitas cahaya. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 (penggunaan bioball sebanyak 3.000 buah) menghasilkan kadar nitrit yang lebih rendah dibandingkan perlakuan P1 dan P3, yaitu 0.020 mg/L. Parameter kualitas air yang berpengaruh terhadap penguraian limbah tambak udang vaname dengan menggunakan bioball adalah suhu, pH, salinitas, intensitas cahaya, nitrat, dan fosfat. Pada penelitian selanjutnya perlu dilakukan penambahan naungan atau shelter pada tandon penampungan limbah sehingga suhu dan intensitas cahaya tidak terlalu tinggi dan dapat memaksimalkan kinerja filter biologis.Waste from Vaname Shrimp (L. vannamei) cultivation contains a number of toxic compounds, one of which is Nitrite (NO2 - ) which is unstable in water. Waste filtration is essential before being discharged into public waters to prevent environmental pollution, one way is to apply bioballs as a growing medium for microorganisms or bacteria that act as bioremediation. This study aims to analyze the number of bioballs that are effective in reducing nitrite levels in vaname shrimp cultivation waste and to determine the water quality parameters that play a role in the decomposition of shrimp pond waste. The method used in this study is a descriptive method to see the effect of bioballs in reducing nitrite levels in vaname shrimp pond waste. This study began by channeling wastewater from vaname shrimp cultivation activities into a storage tank. Then, a biological filter was inserted into each storage tank according to the design, namely P1 (2,000 bioballs), P2 (3,000 bioballs), and P3 (4,000 bioballs). The main parameters observed were nitrite levels, while the supporting parameters observed consisted of nitrate, phosphate, temperature, pH, salinity, and light intensity levels. The results showed that treatment P2 (using 3,000 bioballs) produced lower nitrite levels compared to treatments P1 and P3, which was 0.020 mg/L. Water quality parameters that affect the decomposition of vaname shrimp pond waste using bioballs are temperature, pH, salinity, light intensity, nitrate, and phosphate. In further research, it is necessary to add shade or shelter to the waste storage tank so that the temperature and light intensity are not too high and can maximize the performance of the biological filter.