Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kesulitan Belajar IPA Siswa pada Materi Usaha dan Pesawat Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari Putri, I Gusti Ayu Agung Intan Widyanti; Priyanka, Luh Mitha; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 1 (2024): JPPSI, April 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i1.77736

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kesulitan belajar IPA dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar IPA siswa pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari di SMP Negeri 4 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah 1 orang guru IPA kelas VIII dan 62 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja. Objek penelitian ini adalah kesulitan belajar siswa dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes, kuesioner, dan wawancara. Metode analisis data pada penelitian ini adalah dengan statistik deskriptif untuk menganalisis kesulitan belajar siswa, sedangkan analisis data faktor penyebab kesulitan belajar dilakukan dengan deskriptif kualitatif, serta melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sebanyak 32 siswa dengan persentase 51,61% terindikasi mengalami kesulitan belajar dengan kategori tinggi. Materi usaha dan pesawat sederhana dibagi beberapa indikator, indikator yang masuk kategori sulit adalah indikator menghitung jumlah katrol yang digunakan mengangkat beban pada katrol majemuk (68,95%) dan indikator menghitung keuntungan mekanis pesawat sederhana (63,71%), dengan bentuk kesulitan antara lain pemahaman konsep, penerapan rumus, literasi, penulisan simbol, dan kemampuan matematis; (2) faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar yang paling tinggi adalah dari faktor internal yaitu aspek intelegensi dengan rata-rata skor (3,15) dan minat dengan rata-rata skor (3,04), sedangkan dari faktor eksternal yaitu aspek lingkungan sekolah dengan rata-rata skor (5,33). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa SMP Negeri 4 Singaraja mengalami kesulitan belajar IPA khususnya pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Kesiapan Calon Guru IPA dalam Pengembangan Alat Peraga 3D berbasis Eco-Friendly melalui Project Based Blended Learning Erlina, Nia; I Wayan Sukra Warpala; Putu Prima Juniartina
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 2 (2023): JPPSI, Oktober 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan observasi lapangan yang mengindikasikan bahwa siswa perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai konsep-konsep sains serta keterampilan dalam menerapkannya dalam situasi nyata. Namun, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh siswa dalam proses pembelajaran IPA, termasuk kompleksitas materi dan kesulitan dalam memahaminya. Dalam upaya mengatasi kendala-kendala ini, pemanfaatan alat peraga 3D menjadi alternatif yang efektif. Selain itu, penting untuk mengembangkan alat peraga 3D ini dengan pendekatan biaya rendah, menggunakan bahan-bahan daur ulang yang juga bersahabat dengan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesiapan calon Guru IPA dalam membuat alat peraga 3D ramah lingkungan dengan menggunakan Project Based Blended Learning. Penelitian ini menggunakan teknik survei dalam hubungannya dengan eksperimen eksplorasi. Penelitian ini melibatkan 28 calon guru IPA yang sedang mengambil mata kuliah produksi media dan alat peraga pendidikan IPA. Data diambil menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Analisis data yang digunakan bersifat deskriptif, dengan pengelompokan berdasarkan karakteristik masing-masing. Temuan penelitian menunjukkan bahwa para calon guru IPA memiliki kesiapan untuk mengembangkan alat peraga 3D berbasis eco-friendly dan menerapkan pembelajaran proyek berbasis Blended Learning dalam pembelajaran IPA. Kesiapan ini tercermin pada: (1) Pemahaman konsep ESD (75,42%), (2) Kesiapan untuk mengembangkan alat peraga 3D berbasis eco-friendly (63,71%), (3) Penerapan pembelajaran berbasis proyek (76,84%), dan (4) Pengalaman dengan Blended Learning (70,71%). Penerapan model pembelajaran berorientasi proyek dan Blended Learning di institusi pendidikan tinggi menjadi saran yang dapat membantu calon guru dalam mengembangkan alat peraga 3D berbasis eco-friendly.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik IPA SMP Model Problem Based Learning Berorientasi Nilai Karakter Suryaningsih, Ni Kadek Melya; Sudiatmika, Anak Agung Istri Agung Rai; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 2 (2023): JPPSI, Oktober 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan (1) validitas, (2) tingkat kepraktisan oleh guru, (3) dan tingkat dari keterbacaan Lembar Kerja Peserta Didik IPA SMP Model Problem Based Learning Berorientasi Nilai Karakter. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) dengan menggunakan model ADDIE. Prosedur penelitian ini meliputi (1) tahap analisis (analyze), (2) tahap perancangan (design), (3) tahap pengembangan (development). Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket uji validasi, angket kepraktisan dan angket uji keterbacaan. Subjek penelitian ini meliputi subjek uji validasi yaitu 2 orang ahli Pendidikan IPA, subjek uji kepraktisan yang terdiri atas 5 orang guru IPA dan 10 orang peserta didik sebagai subjek uji keterbacaan. Tingkat validitas LKPD IPA memperoleh rata-rata skor 1,00 termasuk sangat valid. Uji kepraktisan oleh guru memperoleh skor 3,68 termasuk kategori sangat praktis. Hasil keterbacaan memperoleh skor 3,7 dengan kategori sangat terbaca. Berdasarkan hasil penilaian validitas, kepraktisan, dan keterbacaan LKPD IPA model Problem Based Learning berorientasi nilai karakter maka LKPD IPA ini dapat dilanjutkan ke tahap uji keefektifan. 
Analisis Kesiapan Belajar IPA Siswa Kelas VIII Pasca Pandemi Widiastuti, Ni Putu Winni; Selamet, Kompyang; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 2 (2023): JPPSI, Oktober 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesiapan belajar IPA dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar IPA siswa kelas VIII pasca pandemi di SMP Negeri 1 Amlapura. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif menggunakan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini seluruh siswa kelas VIII dengan jumlah siswa sebanyak 166 dan dua guru IPA sebagai sumber data. Teknik yang digunakan dalam mencari sampel yakni purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode penyebaran instrumen kuesioner, metode wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu selama di lapangan  terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan kemudian teknik setelah dilapangan menggunakan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Amlapura  yang pernah menjalani masa pembelajaran di pandemi, ketika kembali belajar tatap muka memiliki tingkat kesiapan belajar IPA pasca pandemi secara umum rata-rata dari keseluruhan indikator berada pada kriteria tinggi dengan persentase rata-ratanya 87,52%. (2) hasil wawancara menunjukan bahwa faktor yang mendukung kesiapan belajar siswa yakni (faktor internal) berupa suasana hati siswa dan adanya dukungan dari kondisi fisik, dan prestasi, sedangkan (faktor eksternal) berupa, dukungan,perhatian, dan fasilitas yang diberikan oleh orang tua. Faktor penghambat seperti keterbatasan kemampuan guru baik dari metode mengajar dan penggunaan fasilitas sekolah, masalah broken home, kondisi ekonomi keluarga serta kondisi sekolah berupa kenyamanan dan kelengkapan fasilitas sekolah. 
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa dalam Mata Kuliah Fisika Dasar Prodi S1 Pendidikan IPA Juniartina, Putu Prima; Nia Erlina
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 1 (2024): JPPSI, April 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i1.70388

Abstract

Tujuan penelitian ini menganalisis dan mendeskripsikan profil kemampuan pemecahan masalah factor-faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah mahasiswa semester 2 Prodi S1 Pendidikan IPA terhadap matakuliah fisika dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian mix methods. Subjek dalam penelitian ini adalah 14 mahasiswa yang diambil dengan teknik purposive sampling dari jumlah populasi sebanyak 29 mahasiswa. Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah dan faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan pemecahan masalah terhadap mata kuliah fisika dasar. Data mengenai profil kemampuan pemecahan masalah mahasiswa diperoleh menggunakan metode tes kemampuan pemecahan masalah, sedangkan data mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan pemecahan masalah diperoleh melalui kuesioner terbuka dan wawancara. Analisis data kemampuan pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif, sedangkan analisis data faktor yang memengaruhi kemampuan pemecahan masalah dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Profil kemampuan pemecahan masalah mahasiswa S1 Pendidikan IPA terhadap matakuliah Fisika Dasar tergolong sedang dengan persentase 65,8 %, (2) Faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah mahasiswa terhadap matakuliah Fisika Dasar terdiri atas factor internal yaitu intelegensi dan keingintahuan dan faktor eksternal yaitu metode mengajar dosen.
Analisis Kesulitan Belajar IPA Siswa pada Materi Usaha dan Pesawat Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari Putri, I Gusti Ayu Agung Intan Widyanti; Priyanka, Luh Mitha; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 1 (2024): JPPSI, April 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i1.77736

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kesulitan belajar IPA dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar IPA siswa pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari di SMP Negeri 4 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah 1 orang guru IPA kelas VIII dan 62 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja. Objek penelitian ini adalah kesulitan belajar siswa dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes, kuesioner, dan wawancara. Metode analisis data pada penelitian ini adalah dengan statistik deskriptif untuk menganalisis kesulitan belajar siswa, sedangkan analisis data faktor penyebab kesulitan belajar dilakukan dengan deskriptif kualitatif, serta melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sebanyak 32 siswa dengan persentase 51,61% terindikasi mengalami kesulitan belajar dengan kategori tinggi. Materi usaha dan pesawat sederhana dibagi beberapa indikator, indikator yang masuk kategori sulit adalah indikator menghitung jumlah katrol yang digunakan mengangkat beban pada katrol majemuk (68,95%) dan indikator menghitung keuntungan mekanis pesawat sederhana (63,71%), dengan bentuk kesulitan antara lain pemahaman konsep, penerapan rumus, literasi, penulisan simbol, dan kemampuan matematis; (2) faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar yang paling tinggi adalah dari faktor internal yaitu aspek intelegensi dengan rata-rata skor (3,15) dan minat dengan rata-rata skor (3,04), sedangkan dari faktor eksternal yaitu aspek lingkungan sekolah dengan rata-rata skor (5,33). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa SMP Negeri 4 Singaraja mengalami kesulitan belajar IPA khususnya pada materi usaha dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HIGHER ORDER THINKING SKILLS SISWA KELAS VIII SMP/MTs Hidayanti Azizul Rofiah N S; Rai Sujanem; Putu Prima Juniartina
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 13 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v13i3.71970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) antara siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan siswa yang dibelajarkan dengan model Direct Instruction (DI). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen. Desain penelitian pretest – posttest non equivalent control group design. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik sampling jenuh. Jumlah sampel sebanyak 43 siswa yang terdistribusi ke dalam dua kelas. Data HOTS siswa diperoleh melalui hasil pretest dan posttest siswa. Semua pengujian hipotesis dilakukan dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji normalitas dan homogenitas kedua kelompok > 0,05. Dengan demikian, data N-Gain score dinyatakan terdistribusi normal dan memiliki varians data homogen. Selanjutnya, hasil uji-t kemampuan HOTS siswa yaitu 0,000. Dengan demikian, data N-Gain score < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan HOTS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model PBL dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model DI.
Pengembangan Modul IPA Berorientasi Profil Pelajar Pancasila Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk Siswa SMP/MTs Dewi, Ni Putu Diah Loriana; Juniartina, Putu Prima; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Biotek Vol 12 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jb.v12i2.51588

Abstract

The teaching materials in the form of modules used by students in learning are not yet fully linked to the Pancasila Student Profile as required by the Merdeka curriculum. The research aimed to develop a science module oriented to the Pancasila Student Profile for junior high schools that is valid, practical, and readable, focusing on ecology and Indonesian biodiversity. The development of the research model chosen, namely 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate), because of time constraints, is limited to the development stage. Content, media, language, observations, and validity test subjects were each carried out by 2 expert validators from the Ganesha University of Education, and the practicality and readability test subjects involved 3 science teachers and 15 class VII students at SMPN 1 Sukasada. The research instruments are interview sheets, observations, and questionnaires. Characteristics of the science module, namely (1) The form of the science module is as a textbook in PDF and printed format. (2) Module activities use the Discovery Learning model. (3) The syntax of the Discovery Learning model in the module contains the Pancasila Student Profile dimensions. The results showed a validity test with calculations using the Gregory formula with a score of 1.00 in the very high validity category. Practicality and readability were assessed at 94% and 93%, respectively, demonstrating a high level of both attributes. Based on these results, it can be concluded that the Pancasila Student Profile-oriented science module that was developed meets the criteria of being very valid, very practical, and very readable, so it is worth continuing to the effectiveness testing stage.
ALAT PERAGA IPA SEDERHANA UNTUK GURU SMP DI KECAMATAN BANJAR Juniartina, Putu Prima; Devi, Ni Luh Pande Latria; Ratna Dewi, Ni Putu Sri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.044 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i2.21689

Abstract

Hasil observasi di SMP se-Kecamatan Banjar menunjukkan, SMP di kecamatan Banjar belum memiliki peralatan lab yang lengkap untuk praktikum karena keterbatasan biaya untuk pengadaan alat tersebut. Disisi lain mata pelajaran IPA menuntut adanya praktikum dalam proses pembelajaran. Sehingga tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan guru untuk membuat alat peraga IPA sederhana untuk guru SMP di kecamatan Banjar. Pelaksaan kegiatan dilakukan dengan memberikan pelatihan yang bertempat di SMP N 3 Banjar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pelatihan pembuatan alat peraga IPA sederhana. Hasil pelatihan menunjukkan: 1) peserta pelatihan sudah dapat membuat alat peraga IPA serta LKS untuk siswa, 2) peserta pelatihan dapat menggunakan alat peraga untuk membantu proses pembelajaran, 3) antusiasme peserta kegiatan sangat baik. Harapannya dari kegiatan ini dapat terus di aplikasikan secara berkelanjutan oleh peserta sehingga dapat meningkatkan proses pembelajaran IPA
Implementasi Bahan Ajar Mitigasi Bencana Alam Berbasis Masalah Kontekstual untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Mahasiswa Pujani, Ni Made; Sudewa, Putu Hari; Juniartina, Putu Prima; Marlinda, Ni Luh Putu Mery; Putra, Bartolomeus Kristi Brahmantia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 8 No. 1 (2025): JPPSI, April 2025
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v8i1.92340

Abstract

Penguasaan konsep tentang mitigasi bencana alam berperan penting bagi mahasiswa dalam upaya memberikan pengetahuan sebagai Tindakan preventif menghadapi risiko bencana alam di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bahan ajar Mitigasi Bencana Alam berbasis masalah kontekstual terhadap penguasaan konsep mahasiswa. Metode penelitian ini menyadur 4D Thiagarajan yang dibatasi pada tahap uji efektivitas produk terhadap penguasaan konsep mahasiswa.  Subyek penelitian ini adalah mahasiswa calon guru IPA Universitas Pendidikan Ganesha berjumlah 30 siswa. Desain penelitian ini menggunakan One Group Pretest-Posttest. Instrumen yang digunakan berupa tes penguasaan konsep mitigasi bencana alam yang telah melewati uji reliabilitas. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji lanjut Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0,05 untuk mengetahui signifikansi perbedaan sebelum dan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) penguasaan konsep mitigasi bencana alam mahasiswa menunjukkan peningkatan dengan nilai % gain sebesar 40% yang terkategori medium. 2) test penguasaan konsep mahasiswa di akhir perlakuan terklasifikasi pada terkategori baik; 3) hasil uji analisis Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan (p<0,05); Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahan ajar Mitigasi Bencana Alam berbasis masalah kontekstual dapat meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa