Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pola Frekuensi Kebutuhan Air Irigasi pada beberapa Penggunaan Lahan dengan Teknologi Otomatisasi Monitoring Pengendalian Kelembaban Tanah berbasis Sensor Dielektrik Putri, Elsa Lolita; Fitriani, Nur; Hermawan, Bandi; Herman, Welly
Jurnal Solum Vol. 19 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsolum.19.2.53-61.2022

Abstract

Indonesia is an agrarian country and requires the development of improvements in soil productivity. The decline in soil productivity for agriculture is currently caused by several factors, namely land conversion to a decrease in the quantity of ground water. The actual frequency pattern of irrigation water needs with the application of dielectric sensor technology is carried out in cultivation in order to create efficiency in the provision of irrigation water. This research was conducted using a single factor experimental method with repeated measurements on three types of land use, namely land without vegetation, soil with grass vegetation, and soil with tomato cultivation. Measurements were carried out using an automated application of soil moisture monitoring based on dielectric technology with two measuring periods. Each measuring period consists of two weeks or fourteen days. Soil sample analysis was carried out at the Bengkulu University soil laboratory. The results of the observations were analyzed using variance (ANOVA) on the 5% F test table, the BNT test was carried out at the 5% level on data that had a significant effect. The results showed that the frequency of giving irrigation water on the 1st day to the 14th day in the 2 observation periods on the Bera land was the most common compared to the use of grass vegetated land and the use of tomato cultivation land, which was 5 times in the 1st and 4th periods. times in the 2nd period with 14 days each. Provision of irrigation water will stop automatically when the dielectrometer shows the field capacity so that it can show the frequency of giving different water to each field.Key words : Dielectric; Frequency; Irrigation water
Kombinasi Aplikasi Biochar dan Fungi Mikoriza Arbuskula Terhadap Jagung Manis Pada Entisol Herman, Welly; Zakaria, Edi; Nusantara, Abimanyu Dipo; Gusmara, Herry; Putri, Elsa Lolita
Jurnal Solum Vol. 19 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsolum.19.2.62-69.2022

Abstract

Entisols are sandy soils with P and K in form still fresh and cannot be absorbed by plants, thereby affecting plant growth and production. Therefore, it is necessary to add rice husk biochar and arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) to help provide nutrients to support the growth of sweet corn plants. The research was carried out from August to October 2020 in Beringin Raya Village, Bengkulu City with coordinates S03°45,434' E102°15,687'. The study used a completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor was the dose of rice husk biochar: 0, 5, and 10 tons ha-1 ; and the second factor was the AMF dose of 0, 5, and 10 g of propagule. The total 27 units was obtained from nine treatment combinations that was repeated three times. Each experimental unit consisted of 2 sample plants so that there were 54 polybags. Soil parameters observations were soil pH, CEC, organic C, nutrient levels of N, P, K and P uptake. Phosphor uptake was calculated based on the total dry weight of plants x nutrient content of P. The variables observed in plants were plant height, root length, plant dry weight (roots and stems), ear length, cob diameter, cob weight. The result was no interaction between rice husk biochar and AMF on growth, P uptake, and yield of sweet corn. Application 10 tons ha-1 of rice husk biochar of biochar and inoculation of 10 g of plant propagule-1 gave the best results on growth, P uptake, and yield of sweet corn.Keywords: Biochar: Entisols, Mycorrhizal
PENGARUH METODE PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH RUMAH TANGGA TERHADAP SERAPAN P DAN HASIL JAGUNG MANIS DI ENTISOLS salamah, umi; Putri, Masmoni Ade; Widiyono, Heru; Barchia, M Faiz; Herman, Welly
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 1 (2022): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) April 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i2.73

Abstract

Tanah entisol memiliki masalah terhadap sifat fisik dan kimianya. Sehingga membutuhkan pupuk organik cair dapat meningkatkan aktifitas biologi, kimia, dan fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pemberian pupuk organik cair limbah rumah tangga yang tepat terhadap serapan P dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays var saccharata sturt) pada tanah entisols. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Juli - September 2020 di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Perlakuan dalam penelitian ini adalah kombinasi dari metode aplikasi POC dan konsentrasi POC. Metode aplikasi POC meliputi disemprotkan ke daun, disiram ke tanah, serta disemprtokan ke daun dan disiram ke tanah, sedangan konsentrasi yang digunakan adalah 100 ml/L, 200 ml/L, 300 ml/L, dan 400 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode aplikasi POC yang disemprotkan ke daun dan tanah dengan konsetrasi 300 ml/L adalah yang paling tepat. Hal ini dapat dilihat dari P-jaringan tertinggi yaitu 0,40%, serapan P tertinggi yaitu 1,58 g, tinggi tanaman tertinggi yaitu setinggi 233,67 cm, bobot brangkasan kering terberat yaitu 395,90 g, diameter tongkol terbesar yaitu 67,20 mm, dan bobot tongkol berkelobot terberat yaitu 450,67 g. Namun hasilnya tidak berbeda nyata dengan aplikasi POC yang disemprotkan ke daun dengan konsentrasi 100 ml/L air. Hal ini dibuktikan pada nilai hasil tinggi tanaman 205,67 cm, diameter tongkol 61,88 mm dan bobot tongkol berkelobot 408,67 g. Sehingga aplikasi POC yang disemprotkan ke daun dengan konsentrasi 100 ml/L air lebih baik dari segi ekonomis dan efisiensi.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ANORGANIK (N, P, K) DAN PUPUK KASCING TERHADAP TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Rahmayuni, Erlina; Syadiyah, Tsasya Halimatu; Herman, Welly
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 2 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i2.4794

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pupuk anorganik (N, P, K) dan pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.). Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2024 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima dosis pupuk kascing (0, 50, 100, 150, dan 200 g/tanaman) dikombinasikan dengan pupuk anorganik 100% dan diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, diameter buah, panjang buah, jumlah buah, dan bobot buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kascing meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman terung. Dosis 200 g kascing per tanaman menghasilkan pertumbuhan terbaik, dengan tinggi tanaman rata-rata 71,20 cm, jumlah daun 57,47 helai, jumlah buah 6 buah, dan bobot buah rata-rata 109,71 g atau setara 3,13 ton/ha. Meskipun secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata, tren peningkatan berbagai parameter mengindikasikan adanya efek sinergis antara pupuk anorganik dan kascing dalam meningkatkan produktivitas tanaman serta kesuburan tanah pada lahan Oxisol. Kombinasi pupuk anorganik dan kascing direkomendasikan sebagai strategi pemupukan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura di lahan masam.
PENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KESEJAHTERAAN PETANI KOPI DESA RINDU HATI MELALUI OPTIMALISASI ALAT PENETUAN KADAR AIR BIJI KOPI BERBASIS TEKNOLOGI DIELEKTROMETER Hermawan, Bandi; Alnopri, Alnopri; Herman, Welly; Putri, Elsa Lolita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 7 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i7.2652-2657

Abstract

Pengabdian peningkatan produktivitas dan produktivitas kopi di Desa Rindu Hati melalui optimalisasi alat petani bertujuan tentang kadar air biji kopi berbasis teknologi dielektrometer yang dilakukan untuk melakukan koordinasi dan sosialisasi kopi dan koordinasi pengumpul kadar air biji kopi. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk menyebarkan informasi dalam kelompok tani dan pedagang pengumpul biji kopi. Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Rindu Hati Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu dengan khalayak sasaran kelompok tani simpang jernih dengan anggota kelompok berkumpul 20 orang dan pedagang pengumpul biji kopi.Pengabdian yang sesuai dengan koordinasi dan sosialisasi terhadap air kopi untuk meningkatkan produktivitas petani kopi. Target capaian dari kegiatan yang dilakukan adalah adanya peningkatan pemahaman kelompok tani simpang jernih tentang menentukan kadar air kopi. peningkatkan pemahaman petani kopi dan pedagang pengumpul biji kopi dalam menentukan kadar air biji kopi melalui pendeteksian kadar air berbasis teknologi dielektrometer.
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN RUMAH BIBIT PADA KELOMPOK WANITA TANI REZEKI BERSAMA DI KELURAHAN BERINGIN RAYA KOTA BENGKULU Herman, Welly; Adiprasetyo, Teguh; Hermawan, Bandi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.1991-1994

Abstract

Seedling house is a very important thing to support plant propagation in order to realize the Sustainable Food House Area (KRPL) program. Through this service activity, the service team tries to develop a simple nursery to support the program. The objectives of this activity are (1) to determine the potential for developing a nursery to create a sustainable food house area in the Beringin Raya Village, Bengkulu City and (2) to increase the ability of the Women Farmers Group (KWT) Sustenance Bersama in managing and developing seedling houses. The method used is a PRA (Participatory Rural Appraisal) approach which is implemented through outreach activities and direct practice in the field. The results of this service activity are fostering the spirit of KWT members in optimizing the use of seed houses that have been developed by the service team and increasing community understanding and skills in utilizing seed houses through nurseries of various types of plants. 
BIMBINGAN TEKNIS STANDARISASI PENGUKURAN KADAR AIR KOPI UNTUK MENINGKATKAN HARGA JUAL KOPI PETANI DI DESA ULAK BANDUNG PROVINSI BENGKULU Hermawan, Bandi; Alnopri, Alnopri; Herman, Welly; Lolita Putri, Elsa; Agustian, Indra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3326-3332

Abstract

Pengabdian masyarakat yang diterapkan adalah penggunaan alat pengukur kadar air biji-bijian termasuk kopi yang telah dikalibrasi agar memiliki akurasi yang tinggi.  Kalibrasi alat dilakukan agar nilai yang terbaca oleh alat dapat mendekati kadar air kopi biji sebenarnya yang ditetapkan melalui pengeringan dalam oven sehingga mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi khalayak sasaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap khalayak sasaran secara teknis akan pentingnya pengukuran kadar air kopi biji sebelum dilakukan penjualan dengan menggunakan alat pengukur kadar air. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah koordinasi, sosialisasi dan pelaksanaan kalibrasi alat pengukur kadar air. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Bersaudara yang berada di Dusun Napal Hijau, Desa Ulak Bandung, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur yang terletak sekitar 233 km arah selatan Kota Bengkulu.  Hasil dari kegiatan ini adalah adanya pemahaman, pengetahuan dan kesadaran khalayak sasaran dalam menjaga kualitas kopi biji menggunakan alat pengukur kadar air, guna memenuhi standar kadar air tingkat pedagang pengumpul kurang dari 20%.   
Peningkatan Produksi Tanaman Padi Hitam (Oryza sativa L. indica) Varietas Jeliteng dengan Pemberian Pupuk Silika Cair Erlina Rahmayuni; Ratna Sukmadewi; Kurniati Kurniati; Welly Herman
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5066

Abstract

Padi hitam (Oryza sativa L. indica) merupakan pangan lokal yang kaya antioksidan dan mengandung pigmen paling baik serta memiliki aroma dan rasa yang baik. Salah satu varietas padi hitam yang memiliki penampilan yang spesifik dan unik adalah varietas Jeliteng. Varietas ini memiliki potesi yang tinggi namun kemampuan untuk berproduksi masih rendah. Oleh karena itu dilakukan upaya untuk meningkatkan produksi dengan pupuk silika cair. Penelitian telah dilakukan pada tanah Jenis Andisol di Desa Cibunar, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 5 konsentrasi pupuk silika cair yang berbeda (0 ml/L air (kontrol), 5 ml/L air, 7,5 ml/L air, 10 ml/L air, dan 12,5 ml/L air). Masing-masing penelitian diulang 5 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sehinggan ada 75 tanaman. Pupuk silika cair diaplikasikan saat tanaman berumur 2 Minggu Setelah Tanam (MST), 4 MST. 6 MST dan 8 MST. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk silika cair memberikan respons positif terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang malai, dan jumlah gabah per malai namun tidak berbeda nyata diuji secara statistik. Penggunaan 10 ml/L air pupuk silika cair cenderung memberikan hasil yang lebih bagus dibandingkan dengan penggnaan konsentrasi lainnya baik pada parameter pertumbuhan maupun hasil tanaman. Pemberian pupuk silika cair dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman padi hitam varietas Jeliteng dengan konsetrasi 10 ml/L air. Kata Kunci: Andisol; Padi Hitam; Silika Cair AbstractBlack rice (Oryza sativa L. indica) is a local food that is rich in antioxidants and contains the best pigments and has a good aroma and taste. One of the black rice varieties that has a specific and unique appearance is the Jeliteng variety. This variety has high potential but the ability to produce is still low. Therefore, efforts are being made to increase production with liquid silica fertilizer. Research was carried out on Andisol type soil in Cibunar Village, Garut Regency, West Java. The research was structured using a Randomized Complete Group Design (RKLT) with 5 different concentrations of liquid silica fertilizer (0 ml/L water (control), 5 ml/L water, 7.5 ml/L water, 10 ml/L water, and 12 .5 ml/L water). Each study was repeated 5 times and each experimental unit consisted of 3 plants so there were 75 plants. Liquid silica fertilizer is applied when the plants are 2 weeks after planting (MST), 4 WAP. 6 MST and 8 MST. Research shows that application of liquid silica fertilizer provides a positive response to plant height, number of tillers, panicle length, and number of grains per panicle but there is no significant difference in statistical tests. Using 10 ml/L of liquid silica fertilizer water tends to give better results compared to using other concentrations both on growth parameters and plant yields. Providing liquid silica fertilizer can influence the growth and production of black rice plants of the Jeliteng variety with a concentration of 10 ml/L of water. 
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI BUDIDAYA RUMPUT ODOT BERBASIS PUPUK ORGANIK Welly Herman; Bambang Sulistyo; Bandi Hermawan; Leony Carvio Rahma Dianty; Nira Hayu Simbolon; Apriani Aspita Panjaitan; Reke Julita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.2958-2966

Abstract

Ketersediaan hijauan pakan secara berkelanjutan merupakan kebutuhan penting dalam mendukung produktivitas peternakan ruminansia skala rumah tangga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pengetahuan, keterampilan praktik, dan kemandirian anggota Kelompok Wanita Tani Rezeki Bersama dalam membudidayakan rumput odot dengan memanfaatkan pupuk organik berbahan lokal. Program dilaksanakan pada 16 Mei-21 Juni 2026 di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, dengan melibatkan 22 anggota kelompok. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat melalui identifikasi kebutuhan, penyuluhan, pelatihan praktik, pembangunan demoplot, pendampingan, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 45,8 sebelum kegiatan menjadi 84,0 setelah kegiatan, atau naik sebesar 38,2 poin. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan pupuk organik, pemilihan bahan tanam, penanaman, pemeliharaan, dan pengamatan pertumbuhan rumput odot pada demoplot. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik, pendampingan berkelanjutan, dan pemanfaatan sumber daya lokal dapat memperkuat pendidikan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kelompok dalam mengadopsi teknologi tepat guna secara mandiri dan berkelanjutan