Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EFEKTIVITAS SELF COMPASSION WRITING PADA PEREMPUAN KORBAN BODY SHAMING Muchsin, Nailah Ramadhani; Murdiana, Sitti
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.11105

Abstract

Abstrak Body shaming yang terjadi pada perempuan dapat berdampak negatif pada psikologis dan mengakibatkan rendahnya self compassion. Self compassion perlu dimiliki oleh perempuan korban body shaming agar mendapatkan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas self compassion writing dalam meningkatkan self compassion pada perempuan korban body shaming. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling dengan beberapa kriteria. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 16 orang yang dibagi ke dalam dua kelompok yaitu 8 partisipan kelompok eksperimen dan 8 partisipan kelompok kontrol. Desain penelitian yang diguakan adalah two group pretest-posttest design. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Mann Whitney dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi self compassion writing efektif dalam meningkatkan self compassion perempuan korban body shaming. Partisipan kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor self compassion setelah menerima intervensi self compassion writing selama 3 hari. Implikasi penelitian ini yaitu bagi perempuan yang menjadi korban body shaming dan memiliki self compassion yang rendah hasil penelitian ini dapat memberikan sebuah solusi untuk meningkatkan self compassion pada diri mereka.  Kata Kunci: Body Shaming, Perempuan, Self Compassion Writing   AbstractBody shaming that occurs in women can have a negative psychological impact and result in low self-compassion. Self compassion needs to be owned by women who are victims of body shaming in order to get psychological well-being. This study aims to examine the effectiveness of self-compassion writing in increasing self-compassion among women victims of body shaming. The sampling technique uses incidental sampling technique with several criteria. There were 16 participants in this study who were divided into two groups, namely 8 participants in the experimental group and 8 participants in the control group. The research design used was a two group pretest-posttest design. The data analysis technique used is the Mann Whitney test and the Wilcoxon test. The results showed that the self-compassion writing intervention was effective in increasing the self-compassion of women victims of body shaming. The experimental group participants experienced an increase in self-compassion scores after receiving the self-compassion writing intervention for 3 days. The implication of this research is that for women who are victims of body shaming and have low self-compassion, the results of this study can provide a solution to increase their self-compassion. Keywords: Body Shaming, Self Compassion Writing, Women
Enhancing Forgiveness in Bullying Victims: The Effectiveness of Self-Compassion Training Using Ho'oponopono Techniques Mutmainna, Nurul; Murdiana, Sitti
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i4.15150

Abstract

Bullying that occurs can affect individual mental health, namely stress, anxiety, difficulty socializing, trauma, depression, withdrawal and even suicide. This causes a feeling of revenge and has not forgiven all the bullying incidents that have occurred. The research design used a pretest-posttest control group design. This study aims to see the effectiveness of self-compassion through the hoponopono technique in increasing forgiveness in individual victims of bullying. Sampling was carried out using accidental sampling, the sample in this study amounted to 16 people who were divided into the experimental group and the control group. The instruments used were the multidimensional peer-victimization scale for participant screening and the heartland forgiveness scale.  The results of data analysis showed that the mean rank in the experimental group was 12.00 while in the control group the mean rank was 5.00. Asymp.Sig value. (1-tailed) of 0.002 indicates that p = 0.002 <0.05 which means that there is a significant difference in the level of forgiveness in the experimental group and the control group. The Wilcoxon test shows that the data values in the control group show the Asymp.Sig value. (2-tailed) shows 0.012 which means the p value <0.05 so that there are differences in the level of forgiveness before and after the hoponopono training. From the results of the data analysis, it can be concluded that self-compassion training through hoponopono can increase forgiveness in victims of bullying. Based on this, hoponopono can be applied in everyday life to increase forgiveness.Perundungan yang terjadi dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental individu yaitu stress, kecemasan, sulit bersosialisasi, trauma, depresi, menarik diri bahkan hingga bunuh diri. Hal tersebut diakibatkan adanya dendam dan belum memaafkan seluruh peristiwa perundungan yang pernah terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas self-compassion melaui teknik hoponopono terhadap peningkatan pemaafan pada individu korban perundungan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Ada pun pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan accidental sampling, sampel pada penelitian ini berjumlah 16 orang yang dibagi kedalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah multidimensional peer-victimization scale untuk skrining partisipan dan heartland forgiveness scale. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki mean rank sebesar 12,00, sedangkan kelompok kontrol hanya 5,00. Nilai Asymp. Sig. (1-tailed) sebesar 0,002 (p = 0,002 < 0,05) menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat pemaafan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji Wilcoxon pada kelompok kontrol menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,012 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat pemaafan sebelum dan sesudah pelatihan Ho'oponopono. Berdasarkan hasil tersebut, pelatihan self-compassion melalui Ho'oponopono terbukti efektif dalam meningkatkan pemaafan pada korban perundungan. Oleh karena itu, Ho'oponopono dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan memaafkan.
Gaya Kelekatan dan Kesepian pada Mahasiswa Perantau Ummah, Annisa Khairun; Murdiana, Sitti
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 5, No 1 (2024): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v5i1.23314

Abstract

Mahasiswa perantau dituntut untuk beradaptasi dan membentuk hubungan sosial yang baru setelah meninggalkan kampung halaman dan keluarga. Kegagalan mebentuk relasi baru dengan cepat akan menyebabkan mereka merasakan kesepian. Kesepian sendiri merupakan bentuk respon psikologis dari hilangnya figur kelekatan individu terhadap seseorang yang selalu ada saat dibutuhkan. Kelekatan masa bayi terus berlanjut dan tidak berubah dalam hubungan sosial ketika dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kelekatan terhadap kesepian pada mahasiswa perantau di Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini mengambil 300 subjek dari mahasiswa perantau di Universitas Negeri Makassar dengan metode accidental sampling. Data dikumpulkan melalui Relationship Style Questionnaire (RSQ) untuk mengukur kelekatan dan UCLA Loneliness Scale Version 3 untuk mengukur kesepian. Analisa data mengunnakan uji regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh preoccupied, dismissing, dan fearful attachment terhadap kesepian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi evaluasi mahasiswa perantau untuk lebih berani membangun hubungan sosial yang lebih baik.
Marital Conflict Resolution and Influencing Factors (Studies on Married Women in Makassar) Murdiana, Sitti; Agustiani, Hendriati
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2015: Proceeding ISETH (International Conference on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2399

Abstract

Despite the fact that conflict is an undeniable part in marriage life, yet it could be a serious threat for it. In addition, it may bring negative impact for an individual life, both personal and social life, particularly for the children involved in the marital conflict. This study aimed to determine the factors which influence marital conflict resolution. This study involved 107 married women as the respondents with specific age of 10-40 years old. The source of data was the questionnaire in the form of open-ended questions. It was classified based on the similarity of answer. The result showed that there were two primary factor groups which were evidenced to influence marital conflict resolution, namely internal and external factors. Internal factors consisted of emotion regulation, attachment, and trait. Meanwhile the external factors were the children and family factors.
PKM Program Intervensi Psikologis Berbasis Self-Love untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mental Anggota PERTUNI Sulsel Ismail, Ismalandari; Murdiana, Sitti; Istiqamah, St. Hadjar Nurul
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak –Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mental anggota DPD PERTUNI Sulawesi Selatan melalui intervensi psikologis berbasis self-love. Permasalahan utama yang dihadapi anggota PERTUNI adalah rendahnya penerimaan diri dan kepercayaan diri akibat stigma sosial dan keterbatasan fisik. Program ini dirancang menggunakan pendekatan pelatihan empat sesi, yaitu pemahaman kesejahteraan mental, pengenalan konsep self-love, praktik aplikasi self-love, dan evaluasi diri. Metode pelaksanaan mencakup pre-test dan post-test menggunakan skala SUDS (Subjective Units of Distress Scale). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kondisi psikologis peserta setelah pelatihan, ditandai dengan perubahan skor SUDS ke arah kondisi netral dan meningkatnya ekspresi positif terhadap diri sendiri. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam praktik afirmasi positif dan tepuk tangan self-love. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi berbasis self-love efektif dalam menumbuhkan perasaan berharga dan kebahagiaan pada penyandang tunanetra.Kata kunci: self-love, kesejahteraan mental, penyandang tunanetra, intervensi psikologis
Kesehatan Mental Emosional dan Penyelesaian Konflik Perkawinan Pada Pasangan Menikah di Kota Makassar Murdiana, Sitti; Ismail, Ismalandari; Djoeddawi, Siti Naga Uleng Purnama Sari; Haq, Izzul
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 5, No 2 (2025): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v5i2.81267

Abstract

Abstrak. Pada umumnya pernikahan tidak selalu bahagia dan berjalan normal seperti yang diharapkan. Kenyataannya pada sehari-hari akan terdapat perbedaan pendapat, tantangan finansial, konflik kecil hingga besar yang dapat mengakibatkan perceraian jika tidak diselesaikan dengan baik. Sehingga setiap pasangan menikah membutuhkan penyelesaian konflik perkawinan sebagai fondasi untuk mempertahankan stabilitas rumah tangga. Namun ternyata salah satu hal yang mempengaruhi penyelesaian konflik perkawinan yaitu kondisi kesehatan mental emosional pada pasangan menikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara penyelesaian konflik perkawinan dilihat dari kondisi kesehatan mental emosional pada pasangan menikah di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan skala General Health Questionnaire (GHQ-12) dan skala Penyelesaian Konflik Perkawinan (PKP-26) yang terbagi menjadi dua dimensi yaitu konstruktif dan destruktif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan angket untuk mengumpulkan data. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 105 orang dewasa berusia 24 – 56 tahun berdomisili di Kota Makassar. Data yang terkumpul kemudian dilakukan uji analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan SmartPLS 3.29. Hasil penelitian menemukan nilai path coefficients antara GHQ dan Konstruktif PKP yaitu -0,631 yang berarti terdapat pengaruh negatif dan kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa ketika kondisi kesehatan mental memburuk, berarti semakin menurun pula penyelesaian konflik konstruktif (positif) pada pasangan menikah. Sedangkan nilai path coefficients antara GHQ dan Destruktif PKP yaitu 0,646 yang berarti terdapat pengaruh positif dan kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin kondisi kesehatan mental memburuk, maka semakin tinggi penyelesaian konflik destruktif (negatif). Kesimpulannya yaitu semakin tinggi skor GHQ berarti kondisi kesehatan mental bermasalah, maka semakin rendah konstruktif PKP, dan semakin tinggi destruktif PKP. Penelitian ini diharapkan mampu memberi edukasi pasangan menikah untuk menjaga kesehatan mental emosional agar lebih baik dalam menyelesaikan konflik perkawinan. Kata Kunci: Kesehatan mental emosional, Penyelesaian konflik perkawinan, Pasangan menikah.
Tingkat Kecemasan Mahasiswa: Kajian Deskriptif Berdasarkan Faktor Demografis dan Lingkungan Tempat Tinggal Ismail, Ismalandari; Murdiana, Sitti; Kusuma, Perdana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perbedaan tingkat kecemasan mahasiswa berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat semester, dan status tempat tinggal. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian dilakukan pada 94 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar yang mengisi instrumen DASS-21 subskala kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan mahasiswa berada pada variasi kategori, dengan proporsi terbesar pada kategori sangat berat (28,7%). Perbedaan kecemasan terlihat jelas pada kelompok demografis tertentu, di mana mahasiswa usia 19–20 tahun, perempuan, mahasiswa semester 3–4, dan mereka yang tinggal bersama keluarga maupun kos/asrama menunjukkan tingkat kecemasan lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor perkembangan, tuntutan akademik, dan konteks sosial berperan dalam munculnya kecemasan. Penelitian ini menegaskan perlunya dukungan psikologis berbasis kampus dan intervensi preventif untuk kelompok mahasiswa yang lebih rentan.