Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Manajemen Strategi Blue Ocean Di LPI PG-RA Al-Muttaqin Tasikmalaya Fitriyah, Nur; Nurfaizah, Nurfaizah
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2022.22-08

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah banyaknya Lembaga Pendidikan yang bersaing demi mendapatkan konsumen atau siswa untuk bisa masuk ke lembaganya masing-masing sehingga dibutuhkan suatu strategi untuk bisa merekrut banyak siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran proses manajemen strategi yang terjadi di LPI PG-RA Al-Muttaqin Tasikmalaya dalam mengembangkan sekolah yang mengalami kenaikan peminat. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif ini akan menganalisis manajemen strategi dalam pengembangan Lembaga Pendidikan islam dengan perspektif Blue Ocean Strategy, yang mencakup tentang syarat perumusan dan fokusnya dalam perspektif BOS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa LPI PG-RA Al-Muttaqin telah memenuhi syarat Blue Ocean Strategy; yakni: fokus pada kurva lembaganya, divergensi (gerak menjauh dari persaingan), serta memilki slogan yang bagus (Sekolah Para Juara). LPI Al-Muttaqin telah melakukan tahapan perumusan strategy serta mengimplementasikan nya menurut perspektif Blue Ocean Strategy yakni telah melakukan prinsip Eliminate, reduce, raise dan prinsip create.
RESPON PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN MENTIMUN MINI (Cucumis sativus L.) TERHADAP LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI GIBERELIN Rahmatika, Widyana; Irawati, Titik; Putri Ayu C, Deva; D Andayani, Retno; Fitriyah, Nur; Mardiana, Yushi; SU, Pamuji
Innofarm : Jurnal Inovasi Petanian Vol 27 No 2 (2025): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v28i2.13350

Abstract

The demand for baby cucumbers for fresh and processed consumption requires fast-growing, uniform, and vigorous seeds from the early stages. According to data from the Ministry of Agriculture (2022), cucumber consumption in 2019 was 2,019 kg/capita/year, increasing to 2,190 kg/capita/year in 2020 and 2,297 kg/capita/year in 2021 (Alim AA, 2024). This demand will continue to grow as Indonesia's population increases. The success of this initial phase is greatly influenced by seed quality and pre-planting pretreatment techniques, such as soaking seeds in a gibberellin solution to accelerate germination and improve early growth. Soaking time and concentration are factors that can accelerate germination. The purpose of this study was to determine the interaction between soaking time and gibberellin concentration; to determine the appropriate soaking time and concentration for breaking the dormancy of baby cucumber seeds. The research design used was a factorial RAK with two factors: soaking time (3, 6, and 9 hours) and gibberellin concentration (100, 150, and 200 ppm). Thus, there were 9 treatment combinations, each repeated 3 times, resulting in 27 experimental units, each consisting of 20 seeds. To determine the treatment being tested, the data were analyzed using ANOVA. If the treatment had a significant effect, the Least Significant Difference Test was carried out. The results of the study showed that there was no interaction between treatments; an effect of gibberellin concentration on germination power and plant length; and an effect of soaking time on germination power, sprout length, plant length, and number of leaves. Keywords: Baby Cucumber; Concentration; Gibberellin; Soaking.
PEMULIHAN LINGKUNGAN PESISIR MELALUI SOSIALISASI DAN REHABILITASI MANGROVE Saifullah, Asep; Andayani, Retno Dwi; Fitriyah, Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Hutan mangrove merupakan hutan yang dapat ditemui di wilayah pesisir yang selalu terkena pasang surut air laut. Hutan mangrove dapat terdegradasi akibat aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan menjadi perkebunan. Desa Tanjung Lajau, mengalami degradasi ekosistem mangrove yang serius, intruksi air laut menyebabkan perkebunan kelapa menjadi rusak dan mengancam pencaharian masyarakat. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, maka dari itu dilakukanya pemulihan ekosistem mangrove. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat lokal tentang pentingnya ekosistem mangrove sehingga dapat berpartisipasi dalam kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove. Kegiatan ini melibatkan 35 warga Desa Tanjung Lajau terdiri dari kelompok masyarakat, pemerintah desa dan masyarakat lokal sebagai mitra bersama dengan tim BRGM. Pelaksanaan meliputi: perencanaan, sosialisasi, penanaman dan evaluasi melalui pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 20% dari nilai rata-rata pretest 53% menjadi 73%. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan kegiatan dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta masyarakat mampu mengimplementasikan teknik rehabilitasi secara mandiri.Abstract: Mangrove forests are coastal forests that are constantly exposed by tidal seawater. Mangrove forests can degrade due to human activities, such as land conversion for plantations. Tanjung Lajau Village is experiencing severe mangrove ecosystem degradation, where seawater intrusion has damaged coconut plantations and threatened the livelihoods of local communities. This alarming issue necessitates mangrove ecosystem restoration efforts. The primary objective of this initiative is to enhance local community awareness of the importance of mangrove ecosystems, enabling their active participation in rehabilitation efforts. The program engaged 35 residents of Tanjung Lajau Village, including community groups, village government representatives, and local residents, in collaboration with the BRGM team. The implementation process involved planning, socialization, planting, and evaluation through pretests and posttests to assess participants' understanding. The results indicated a 20% increase in comprehension, with the average pretest score rising from 53% to 73%. This increase reflects the success of activities in increasing knowledge and understanding and the community's ability to implement rehabilitation techniques independently.
Respon Agronomis Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Terhadap Variasi Jenis Pupuk Kandang dan Tingkat Pemupukan Fosfat: Respon Agronomis Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Terhadap Variasi Jenis Pupuk Kandang dan Tingkat Pemupukan Fosfat Fitriyah, Nur; Soenyoto, Edy; Rahmatika, Widyana; Ramadhan, Akbar
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol 26 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v26i1.6224

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) menempati posisi ketiga sebagai sumber pangan kacang-kacangan terpenting di Indonesia dan berpotensi dikembangkan pada berbagai agroekosistem. Produktivitas kacang hijau di tingkat petani masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh pengelolaan hara yang belum optimal, khususnya penggunaan pupuk organik dan pupuk fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) terhadap pemberian macam pupuk kandang dan dosis pupuk fosfat. Penelitian dilaksanakan di Desa Punjul, Kabupaten Kediri, pada bulan Desember 2024 sampai Maret 2025, dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor, faktor pertama adalah macam pupuk kandang (K1: pupuk kandang sapi, K2: pupuk kandang kambing, K3: pupuk kandang ayam) dan faktor kedua adalah dosis pupuk fosfat SP-36 (P1: 100 kg/ha, P2: 200 kg/ha, P3: 300 kg/ha). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya interaksi aritara macam pupuk kandang dan dosis pupuk fosfat pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang produktif. Perlakuan pupuk kandang berpengaruh nyata pada jumlah polong, bobot polong basah, dan bobot biji kering per tanaman. Sementara itu, perlakuan dosis pupuk fosfat SP-36 berpengaruh nyata pada bobot biji kering per tanaman, dan bobot 100 biji per petak.