Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Analisa Filler Nanomicro Graphene pada Campuran Beton dengan Variasi Faktor Air Semen Shalahuddin, Muhammad; Novan, Andre; Gussyafri, Gussyafri; Fakhri, Fakhri; Amri, Amun
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.252

Abstract

Kebutuhan material modern memerlukan komponen struktural dengan ketahanan dan kekuatan yang lebih baik. Informasi karakteristik beton lanjutan ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi few layer graphene dengan metode high-shear liquid exfoliation pada campuran beton. Preliminary penelitian pada mortal dilakukan dengan variasi graphene 2,5%; 5%; 7,5%; 10%; 12,5% dan 15% sebagai referensi awal dan hipotesa. Selanjutnya dengan referensi awal, dilakukan campuran beton dengan variasi graphene 2.5%, 5%, 7,5% dan 10% dengan spesimen beton ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm dan pengujian dilakukan setelah usia usia 28 hari. Kuat tekan maksimum terjadi pada penambahan graphene 5%, nilai kuat tekan lebih 36,31% dibandingkan beton tanpa graphene, nanomicro graphene tidak mempengaruhi berat isi beton juga tidak mempengaruhi kepadatan beton serta tidak mempengaruhi slump beton.
Pengaruh Perawatan Mortar Menggunakan Air Gambut Terhadap Kuat Tekan Mortar Pratama, Riski; Azhari, Azhari; Fakhri, Fakhri
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.220

Abstract

Mortar merupakan campuran dari semen, pasir, dan air yang banyak dipakai untuk pasangan bata, keramik, plesteran dan lain-lain. Bahan berbasis semen hidrolik memerlukan perawatan (curing) agar keberlangsungan proses hidrasinya terjaga. Perawatan sampel mortar dilakukan dengan cara merendam dalam air. Lahan gambut yang banyak kandungan air gambut di Propinsi Riau sangat luas, mencapai 4.043.602 hektar. Dipandang perlu meneliti pengaruh air gambut yang bersifat asam terhadap bahan konstruksi berupa beton maupun mortar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perawatan mortar menggunakan air gambut terhadap kuat tekan mortar. Sampel mortar berupa kubus bersisi 5 cm divariasikan dalam beberapa rasio semen terhadap pasir, masing-masing diuji saat umur 14 hari dan 28 hari. Sampel dirawat dengan merendam dalam air gambut lalu diuji kuat tekannya. Dibuat juga sampel mortar pembanding yang dirawat dengan air biasa/normal. Hasilnya menunjukkan adanya pengaruh paparan air gambut terhadap mortar, dimana pada perendaman dalam air gambut hasil kuat tekan mortar lebih rendah dibandingkan dengan perendaman dalam air biasa untuk semua variasi. Penurunan kuat tekan terbesar mencapai 35,71% pada mortar dengan rasio semen terhadap pasir 1 : 4, pada umur mortar 14 hari.
Pengaruh Penambahan Bestmittel Sebanyak 0,4% dan Pengurangan Air 10% Terhadap Kuat Tekan Beton Novan, Andre; Ermiyati, Ermiyati; Morena, Yenita; ‘Audah, Safridatul; Wahyuni, Widya; Gussyafri, Haji; Fakhri, Fakhri
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.310

Abstract

Salah satu aditif pada beton adalah Bestmittel dimana termasuk bahan tambah golongan type E (water reducing and accelerating admixture) yang berfungsi mempercepat pengerasan, mengurangi pemakaian air dan meningkatkan workability. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Bestmittel terhadap kuat tekan beton dan mengetahui persentase kenaikan kuat tekan beton normal terhadap kuat tekan beton Bestmittel dengan nilai koefisien menggunakan Peraturan Beton Indonesia (PBI 1971). Benda uji berbentuk silinder dan jumlah 30 buah, variasi umur pengujian beton yaitu 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Variasi dosis penambahan Bestmittel yang digunakan 0,4% dari jumlah semen, serta pengurangan jumlah air 10%. Hasil pengujian kuat tekan beton normal pada umur 28 hari sebesar 25,653 MPa dan kuat tekan beton Bestmittel sebesar 29,615 MPa. Persentase kuat tekan beton Bestmittel umur 14 hari sudah mencapai sebesar 96%. Berdasarkan nilai Koefesian PBI 1971 bahwa kuat tekan beton mencapai 100% jika umur beton 28 hari, sedangkan Beton menggunakan bahan tambah Bestmittel pada umur 21 hari dan 28 hari berturut-turut 105% dan 115%. Hal ini membuktikan bahwa dengan penambahan aditif Bestmittel 0,4% dan pengurangan jumlah air 10% meningkatkan kuat tekan beton, dan mempercepat proses pengerasan beton di umur muda dengan arti bahwa Bestmittel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan beton.