Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Konsep Pendidik Ideal Perspektif Buya Hamka dalam Membangun Generasi Muslim Kontemporer Novitasari, Desi; Andini, Silvi
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2025): IQ (Ilmu Al-qur’an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Tarbiyah, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/pa9v7s71

Abstract

Pendidikan Islam di masa kini menghadapi tantangan yang semakin rumit, seperti laju perkembangan globalisasi yang cepat, masuknya teknologi digital, hingga munculnya krisis moral di kalangan generasi muda. Dalam situasi ini, peran pendidik sangat penting dalam membentuk generasi Muslim yang memiliki kepribadian, visi, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan kemajuan zaman. Artikel ini bertujuan untuk membahas konsep pendidik yang ideal menurut Buya Hamka, seorang tokoh cendekiawan, intelektual, dan penulis Muslim Indonesia dari abad ke-20, yang gagasan dan pemikirannya memberikan sumbangan besar terhadap perkembangan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yaitu melalui analisis terhadap karya-karya utama Buya Hamka, seperti Tafsir al-Azhar, Tasawuf Modern, dan Lembaga Budi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis konten dan hermeneutika. Penelitian menunjukkan bahwa menurut Buya Hamka, seorang pendidik yang ideal adalah sosok yang mampu menggabungkan aspek spiritual, moral, intelektual, dan sosial. Seorang pendidik tidak hanya berfungsi sebagai guru, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, dan penggerak peradaban yang didasari oleh prinsip monoteisme dan karakter yang baik. Gagasan ini tetap relevan hingga saat ini, terutama di tengah generasi modern yang sangat akrab dengan teknologi namun rentan terhadap kebingungan terhadap nilai-nilai kehidupan. Keberlanjutan ide Hamka terletak pada penekanannya terhadap pentingnya kejujuran, moral, serta penguasaan ilmu yang bisa diintegrasikan dengan kebutuhan pendidikan di masa kini. Artikel ini memberikan kontribusi dalam memperkaya pembahasan tentang pendidikan Islam dengan menegaskan bahwa pemikiran klasik masih bisa menjadi dasar dalam membentuk generasi Muslim yang memiliki akhlak yang baik di tengah perubahan zaman.
Analisis Kebutuhan e-Chemistry Magazine Berbasis STSE Berorientasi Self-Regulated Learning Novitasari, Desi; Suyanta, Suyanta
Jurnal Riset Pembelajaran Kimia Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Riset Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpk.v11i1.27188

Abstract

Pembelajaran elektrokimia di tingkat SMA sering dianggap sulit dan membosankan karena karakteristik materi yang abstrak, yang berdampak pada rendahnya motivasi serta kemandirian belajar (Self-Regulated Learning/SRL) siswa. Tantangan ini semakin kompleks di era digital, di mana siswa cenderung pasif dan bergantung pada jawaban instan dari kecerdasan buatan. Meskipun pendekatan Science, Technology, Society, and Environment (STSE) diketahui mampu meningkatkan relevansi pembelajaran, implementasinya di kelas masih sangat terbatas karena kurangnya media pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan e-Chemistry Magazine berbasis STSE yang berorientasi SRL untuk mengatasi permasalahan tersebut. Menggunakan metode survei eksploratif kualitatif, data dikumpulkan dari guru kimia di Yogyakarta dan dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa selain kesulitan visualisasi konsep mikroskopis, terdapat kesenjangan antara pengetahuan guru tentang isu STSE dan praktik pengajarannya. Responden secara mutlak membutuhkan media yang mengintegrasikan panduan praktikum mandiri, visualisasi interaktif, dan konten teknologi nyata. Disimpulkan bahwa pengembangan e-Chemistry Magazine adalah langkah strategis yang valid untuk menjembatani pemahaman konsep, melatih literasi sains, serta membangun kemandirian siswa dalam menghadapi tantangan belajar masa kini.