Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

COMPARISON OF THE ACCURACY OF MANUAL CEPHALOMETRY RADIOGRAPHIC MEASUREMENTS AND WEB-BASED DIGITAL SOFTWARE Puspitasari, Yustisia; Oemar Mattalitti, Sitti Fadhilah; Novawaty, Eva; Roeswahjuni, Neny
Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : FKG ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v9i1.18864

Abstract

Background: Determining anatomical landmarks - in the cranium, maxilla and mandible - as well as measuring skeletal and dental angles on cephalometric radiographs are supporting examinations that determine important diagnoses in orthodontic treatment. Traditionally, cephalometric analysis has been performed by tracing radiographic landmarks on acetate overlays and measuring linear and angular variables using protractor. However, despite its widespread use in orthodontics, the technique is time consuming and has several drawbacks, including a high risk of error in tracing, landmark identification, and measurement. Objective: to evaluate the difference of cephalometric measurements using manual and digital technique. Method: pre-treatment cephalometric digital radiographs of 40 patients were traced manually and digitally using WebCeph Ver. 1.0.0 computer software program by the same investigator. A total of 8 anatomical landmarks were located and five angular measurements based on Steiner Analysis were measured. Independent t-tests and Mann-Whitney tests were used to compare the difference of manual and digital measurements. Result: the p-values for SNA, SNB, ANB, I-NA, I-NB were greater than 0.05 (p>0.05). Conclusion: There were no significant difference between manual and digital tracing cephalometric technique using WebCeph for SNA, SNB, ANB, I-NA and I-NB Keywords: Cephalometric measurement, Digital cephalometric analysis, Steiner Analysis, Tracing cephalometry, WebCeph
Hubungan Penilaian Persepsi Estetika Oral dan Profil Wajah berdasarkan Oral Aesthetic Subjective Index Scale (OASIS) dan Analisis Jaringan Lunak Steiner Puspitasari, Yustisia; Arifin, Nur Fadhillah; Lestari, Ayu
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 6 No. 01 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v6i01.138

Abstract

Pendahuluan: Penampilan wajah merupakan satu hal yang penting dalam kehidupan manusia dan tidak lepas dari konteks penilaian persepsi estetika. Profil wajah merupakan salah satu cara untuk menilai penampilan wajah seseorang dengan melakukan analisis terhadap jaringan lunak ataupun jaringan keras pada wajah seseorang. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada hubungan penilaian persepsi estetika oral dengan keadaan profil wajah menggunakan Oral Aesthetic Subjective Index Scale (OASIS) dan analisis jaringan lunak Steiner. Bahan dan Metode: Metode yang digunakan adalah Cross Sectional dengan desain penelitian deskriptif analitik. Sampel pada penelitian adalah pasien yang melakukan perawatan ortodonti di Klinik Praja Rinra Care sebanyak 40 sampel. Hasil: 90% responden dengan kategori persepsi estetika oral buruk dan 10% memiliki persepsi estetika oral baik. Profil wajah berdasarkan analisis jaringan lunak Steiner diperoleh hasil profil wajah protrusive sebanyak 90% dan profil wajah seimbang sebanyak 10%. Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan hasil p-value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara persepsi estetika oral dengan profil wajah.
The Relationship Between the Perception of Fixed Orthodontic Appliance Usage and Interest in Malocclusion Treatment Among Students Puspitasari, Yustisia; Chotimah, Chusnul; Salim, Andi Nur Annisa
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 10 No 3 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v10i3.1778

Abstract

Orthodontic care needs are increasing and also vary; in addition to the demand need for maintenance, there are socioeconomic factors and the availability of maintenance services. Perceptions regarding the use of simplified orthodontic devices from aesthetic aspects are generally the primary motivation of patients to carry out malocclusion treatment. In orthodontic treatment, perception can be seen from the aesthetic and functional aspects. Orthodontic comes from the word ortho, which in Greek means normal, straight, or correct, while dontos means teeth. Background Orthodontic care is the need to improve the health of the oral cavity, oral cavity function, and personal appearance. The success of orthodontic care not only depends on the ability and technique used but is influenced by the interest and motivation factors of the patient himself/herself. Most individuals who carry out orthodontic care are usually driven by personal care related to appearance and aesthetics. Most malocclusion has an effect on a person's self-image. Therefore, orthodontic treatments must be able to improve the individual aesthetic. The research objective is to find out the correlation between the perception of the use of simplified orthodontic devices and the interest in Malocclusion Care for FKG students of the Universitas Muslim Indonesia. This research was descriptive quantitative research using cross-sectional data. The statistical test used was the Chi-Square test. The sample in this study consisted of 121 samples. Data analysis was tested using a chi-square test with a degree of meaning α = 0.05. The statistical analysis results show that the value of P 0.419 then HA is unaccepted, which means there is no correlation between the perception of the use of Orthodontic device and interest in the treatment of malocclusion. There is no correlation between the perception of using the Orthodontic Device and Malocclusion Care in FKG students of the Universitas Muslim Indonesia.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GIGI IMPAKSI MOLAR KETIGA RAHANG BAWAH DENGAN MOTIVASI ODONTEKTOMI Wijaya, Muhammad Fajrin; Asmah, Nur; Asmara, Aditya H.; Puspitasari, Yustisia; Musdalifa, Annisa Cikal
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2024.008.02.4

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui melalui pengalaman manusia dan pengetahuan tumbuh sesuai dengan proses pengalaman. Gigi impaksi merupakan gigi yang tidak tumbuh ke dalam lengkung gigi selama pertumbuhan normal atau gigi yang tidak erupsi seluruhnya, sebagian karena tertutup oleh tulang atau jaringan lunak atau keduanya. Gigi impaksi dapat menyebabkan rasa sakit atau nyeri pada kepala dan rahang. Gigi molar ketiga yang mengalami impaksi dapat mengganggu fungsi pengunyahan dan seringkali menyebabkan berbagai komplikasi. Masyarakat di sarankan untuk memiliki pengetahuan tentang pertumbuhan gigi molar ketiga sehingga dapat mengantisipasi apa yang harus dilakukan jika mengalami gigi impaksi. Motivasi adalah keadaan individu yang dapat merespon keinginan untuk melakukan tindakan tertentu. Motivasi untuk melakukan perawatan gigi dapat dipengaruhi oleh sikap, perilaku dan pengetahuan tentang gigi. Bahan dan Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan jenis deskriptif korelatif, desain penelitian cross sectional. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi spearman. Hasil: Berdasarkan hasil uji korelasi rank spearman didapatkan Nilai p-value sebesar 0.000 yang lebih kecil daripada 0.05 (p-value<0.05) menunjukkan terdapat hubungan korelasi yang signifikan antara pengetahuan dengan motivasi. Pembahasan: Pengetahuan responden yang baik dapat memberikan motivasi yang baik untuk melakukan odontektomi. Odontektomi bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit yang dialami responden akibat gigi impaksi molar ketiga. Kesimpulan: Pada hasil penelitian ini menunjukkan terdapatnya hubungan mengenai tingkat pengetahuan gigi impaksi molar ketiga rahang bawah dengan motivasi odontektomi. Rekomendasi: Mengembangkan penelitian ini lebih lanjut dengan metode, sampel dan teknik pengumpulan data yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang akurat
Upaya Pencegahan Early Childhood Caries sebagai Salah Satu Faktor Penyebab Stunting dengan Edukasi Perilaku Makan dan Pelatihan Teknik Menyikat Gigi di Desa Paddinging Kecamatan Febriany, Mila; Puspitasari, Yustisia; Pamewa, Kurniaty; Salim, Yulita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian makan merupakan salah satu faktor predisposisi perkembangan Early Childhood Caries yang umumnya terjadi pada usia anak prasekolah. Masa perkembangan anak mengalami peningkatan yang pesat pada usia 0-5 tahun, yang disebut fase “Golden Age”. Pada masa ini, kita dapat mendeteksi adanya kelainan tumbuh kembang anak yang meliputi aspek fisik, psikologi, dan sosial. Makanan memberikan nutrisi serta energi yang penting untuk kesehatan manusia. Korelasi antara zat gizi, makanan, dan pola makan memiliki implikasi terhadap pencegahan dan perkembangan penyakit kronis. Salah satu aspek psikologi yang dapat dipantau oleh orang tua adalah adanya gangguan perilaku makan. Diet dan nutrisi yang diberikan orang tua berpengaruh pada cara dan sikap orang tua terhadap pemberian makanan. Kesadaran tentang perilaku makan anak bermanifestasi pada karies anak usia dini dapat menjadi faktor penyebab gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari. Selain pola makan, teknik dan pembiasaan menyikat gigi turut berkontribusi dalam perkembangan karies anak. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan tehnik penyuluhan langsung tentang perilaku makan menggunakan LCD diikuti pelatihan tehnik menyikat gigi. Kesimpulan pengabdian ini yakni pentingnya edukasi perilaku makan dan pelatihan teknik menyikat gigi yang berkasinambungan untuk ibu dan anak. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan perilaku makan pada ibu, peningkatan pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi pada balita dan anak-anak, pencegahan terjadinya ECC pada anak-anak dengan pemberian topical application fluor, bantuan sikat dan pasta gigi pada masyarakat, serta penyerahan media penyuluhan di kantor Desa Paddinging. Kata kunci: early childhood caries, topical application fluor, stunting, diet, perilaku makan Feeding behaviour during growing stage of children is one of the predisposing factors for the development of early childhood caries which generally occurs in preschool children. The period of child development experiences a rapid increase at the age of 0-5 years, which is called the "Golden Age" phase. At this time, we can detect abnormalities in children's growth and development which include physical, psychological and social aspects. Food provides nutrients and energy that are important for human health. The correlation between nutrients, food, and diet has implications for the prevention and development of chronic disease. One psychological aspect that parents can monitor is the presence of eating disorders. The diet and nutrition provided by parents influences the way and attitudes of parents towards providing food. Awareness of children's eating behavior manifested in early childhood caries can be a factor causing disruption to children's growth and development later in life. Apart from diet, toothbrushing techniques and habits also contribute to the development of children's caries. Dental Health Education (DHE) was performed regarding the role of feeding behaviour in children and demonstrating several toothbrusing technique for different stage of children’s age. Tooth brushing technique were also implemented by the mothers of the kids. The preschooler children were also received dental examination and topical application fluor. The conclusion of this service is the importance of education on eating behavior and training in sustainable tooth brushing techniques for mothers and children. Keyword: early childhood caries, topical application fluor, stunting, feeding behaviour, diet
The Relationship Between the Perception of Fixed Orthodontic Appliance Usage and Interest in Malocclusion Treatment Among Students Puspitasari, Yustisia; Chotimah, Chusnul; Salim, Andi Nur Annisa
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 10 No 3 (2024): Bahasa Inggris
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v10i3.1778

Abstract

Orthodontic care needs are increasing and also vary; in addition to the demand need for maintenance, there are socioeconomic factors and the availability of maintenance services. Perceptions regarding the use of simplified orthodontic devices from aesthetic aspects are generally the primary motivation of patients to carry out malocclusion treatment. In orthodontic treatment, perception can be seen from the aesthetic and functional aspects. Orthodontic comes from the word ortho, which in Greek means normal, straight, or correct, while dontos means teeth. Background Orthodontic care is the need to improve the health of the oral cavity, oral cavity function, and personal appearance. The success of orthodontic care not only depends on the ability and technique used but is influenced by the interest and motivation factors of the patient himself/herself. Most individuals who carry out orthodontic care are usually driven by personal care related to appearance and aesthetics. Most malocclusion has an effect on a person's self-image. Therefore, orthodontic treatments must be able to improve the individual aesthetic. The research objective is to find out the correlation between the perception of the use of simplified orthodontic devices and the interest in Malocclusion Care for FKG students of the Universitas Muslim Indonesia. This research was descriptive quantitative research using cross-sectional data. The statistical test used was the Chi-Square test. The sample in this study consisted of 121 samples. Data analysis was tested using a chi-square test with a degree of meaning α = 0.05. The statistical analysis results show that the value of P 0.419 then HA is unaccepted, which means there is no correlation between the perception of the use of Orthodontic device and interest in the treatment of malocclusion. There is no correlation between the perception of using the Orthodontic Device and Malocclusion Care in FKG students of the Universitas Muslim Indonesia.
Penyuluhan dan Perawatan Ortodonti Interseptif pada Anak Didik SDN Bontojai Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa Puspitasari, Yustisia; Lestari, Nurasisa; Febriany, Mila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) maloklusi adalah hubungan abnormal antara gigi dari kedua lengkung rahang. Maloklusi dapat mengakibatkan hambatan bagi penderita seperti gangguan fungsi fisik, tempat akumulasi sisa makanan sehingga rentan terhadap terjadinya penyakit karies dan periodontal. Penyebab maloklusi diantaranya adalah faktor genetik, proses tumbuh kembang yang tidak sesuai, kebiasaan buruk anak, malnutrisi dan persistensi gigi sulung. Selain itu maloklusi juga bisa disebabkan karena kurangnya pengetahuan anak-anak, orang tua dan wali murid di sekolah dalam hal menjaga kesehatan gigi dan mulut. Peran gigi sulung pada masa gigi sulung sangat besar pada tumbuh kembang anak, diantaranya: membantu proses bicara, mastikasi, estetika wajah dan menjaga ruang erupsi gigi permanen. Namun, gigi sulung yang tidak kunjung tanggal di saat gigi permanennya sedang atau sudah erupsi juga dapat menyebabkan malposisi gigi pengganti dan menjadi penyebab maloklusi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan pada anak didik dan guru mengenai peran dan fungsi gigi sulung; pembagian sikat gigi dan menyikat gigi bersama; perawatan ortodonti interseptif dengan melakukan pencabutan gigi sulung yang mengalami persistensi. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, sebanyak 78,7% siswa/i SDN Bontojai mendapatkan pemeriksaan gigi, 14,6% anak didik SDN mendapatkan perawatan pencabutan gigi sulung yang mengalami persistensi, serta penyerahan media penyuluhan dan bantuan sikat gigi kepada pihak sekolah.