Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Influence Of Service Quality On Patient Satisfaction At The Pupuk Kaltim Prima Sangatta Hospital Harmawati, Harmawati; M. Ramdan, Iwan; Sedionoto, Blego
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: This research highlights the importance of the quality of health services in hospitals to increase patient satisfaction. The research gap lies in the lack of understanding of the influence of each quality dimension on patient satisfaction, as well as the need to identify areas that need improvement to meet patient expectations. Objective: The objective is to analyze the impact of service quality dimensions and aims to identify which specific dimensions most significantly influence patient satisfaction and to provide insights that can help improve the quality of healthcare services offered by the hospital. Research Methods/ Implementation Methods : This study is a quantitative approach using a descriptive-analytical design with a cross-sectional survey. The study identifies independent variables (empathy, tangibility, assurance, reliability, and responsiveness) and a dependent variable (patient satisfaction). With a sample size of 85 respondents selected through proportional stratified random sampling, and using questionnaire, and statistical analyses, including univariate, bivariate, and multivariate tests. Results : The study's statistical tests demonstrated that all five quality dimensions significantly impact patient satisfaction simultaneously. The significance value of the F test = 0.000, which is below the threshold of 0.05. The calculated F value is 30.685, which is greater than the F table value of 2.33. Statistical tests showed the dimensions of Tangible/physical evidence (p = 0.000<0.05), assurance (p = 0.000<0.05), and responsiveness (p = 0.007<0.05) impacted substantially. Conclusion/Lesson Learned : The findings suggest that enhancing these service quality dimensions can lead to improved patient satisfaction, highlighting the importance of quality healthcare services in fostering patient trust and contentment.
PENGARUH SENAM ERGONOMIS TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DI PUSKESMAS SIULAK MUKAI KABUPATEN KERINCI Sandra, Rhona; Sari, Putri Minas; Morika, Honesty Diana; Harmawati, Harmawati; Marlinda, Roza
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i1.1842

Abstract

Penyakit asam urat semakin meningkat pada lansia di wilayah Puskesmas Siulak Mukai, KabupatenKerinci. Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu kualitas hidup dan produktivitaslansia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam ergonomis terhadap kadar asam uratpada lansia di Puskesmas Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci pada tahun 2022. Penelitian menggunakanrancangan eksperimen semu dengan desain pre-post test two groups design. Sampel penelitian 16 lansia,dengan 8 orang kelompok kontrol dan 8 orang kelompok intervensi, yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dianalisis dengan komputermenggunakan analisis univariat dan bivariat dengan Uji Independent dan Uji Dependent dengan SampleT-Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar asam urat kelompok kontrol adalah 8,525mg/dl dan 8,212 mg/dl untuk pre-test dan post-test, sedangkan rata-rata kadar asam urat kelompokintervensi 8,088 mg/dl dan 6,925 mg/dl untuk pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwasenam ergonomis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kadar asam urat pada kelompok intervensi.Disimpulkan bahwa senam ergonomis dapat menurunkan kadar asam urat pada lansia. Disarankan bahwaPuskesmas Siulak Mukai memberikan edukasi tentang terapi non-farmakologi, termasuk senamergonomis, dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin dan terjadwal bagi populasi lansia. Temuanpenelitian ini memberikan wawasan berharga bagi tenaga kesehatan dalam mengelola arthritis gout padalansia.Kata Kunci : Atrithis Gout, Lansia, Senam Ergonomis
Exploring confidence in boys' elementary dance education Anggraeni, Sri Wulan; Alpian, Yayan; Harmawati, Harmawati; Anggraeni, Winda
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 18, No 1: February 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v18i1.21121

Abstract

This study explored low self-confidence in elementary school male students and strategies to overcome it. This study used a qualitative descriptive approach, focusing on 18 fifth grade students. Data collection methods included interviews, classroom observations, and self-confidence questionnaires. Data analysis followed the Miles and Huberman model (data reduction, data presentation, and conclusion drawing). The results showed that most male students lacked confidence in solo dancing but were confident in groups. The inhibiting factors included lack of previous experience, discomfort in front of peers, fear of judgment, lack of support and encouragement, and lack of practice and preparation. To overcome these issues, inclusive learning strategies, support, and a supportive environment are essential. Eliminating gender stereotypes in dance education is also important. The implications of this study underscore the need to create a positive and inclusive environment for male students to develop their confidence and interest in dance. It is expected that their participation and involvement in arts activities at school will increase.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aplikasi INZTING Melalui Pendekatan ABCD untuk Mendukung Pencapaian SDGs 3 Ernawati, Ernawati; Arafah, Salmah; Dewiyanti, Dewiyanti; Sadli, Adi; Oktaviana, Dina; Sumarmi, Sumarmi; Risnah, Risnah; Harmawati, Harmawati; Patmawati, Patmawati
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6721

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, yang mengakibatkan tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Permasalahan ini menjadi isu penting karena berpengaruh terhadap kualitas generasi masa depan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan aplikasi INZTING (Ikhtiar MenZerokan Stunting) berbasis pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kegiatan ini menyasar dua kelompok utama, yaitu 23 ibu yang memiliki anak stunting dan 28 anggota kelompok dasawisma. Metode pelaksanaan mencakup edukasi interaktif dengan bantuan aplikasi digital. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test serta keaktifan peserta selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan signifikan, di mana pemahaman ibu mengenai stunting naik dari 52% menjadi 90%, sedangkan pemahaman kelompok dasawisma terkait penggunaan aplikasi INZTING meningkat dari 40% menjadi 95%. Materi yang berhasil dipahami antara lain pedoman gizi seimbang, tanda dan faktor penyebab stunting, serta dampak jangka panjangnya. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Pallantikang..
OPTIMIZATION OF Eucalyptus pellita F. Muell GROWTH USING ARBUSCULAR MYCORRHIZA FUNGI AND COFFEE HUSK COMPOST ON SUBSOIL MEDIA Harmawati, Harmawati; Syamsuddin Millang; Pembonan, Samuel; Prayudyaningsih, Retno
BIOTROPIA Vol. 32 No. 3 (2025): BIOTROPIA Vol. 32 No. 3 December 2025
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2025.32.3.2462

Abstract

HIGHLIGHTS- Mycorrhizal fungi and coffee compost boost tree seedling growth in poor subsoil- The method helps grow Eucalyptus faster for land restoration efforts.- Reduces the need for topsoil, promoting sustainable nursery practices.- An optimal mix of mycorrhizal fungi and compost supports robust Eucalyptus development.ABSTRACTArbuscular mycorrhizal fungi (AMF) and coffee husk compost are used to improve the physical and chemical conditions of the subsoil, enhancing plant growth. This study aimed to evaluate the response of plant growth and analyze the effect of AMF and coffee husk compost doses on optimal growth acceleration of Eucalyptus pellita seedlings in subsoil media. Seedlings were grown in subsoil with varying doses of AMF (0; 2.5; and 5 g/polybag) and coffee husk compost at different ratios (1 : 1; 2 : 1; and 3 : 1). AMF and coffee husk compost application significantly affected all parameters of seedling growth, including height, number of leaves, diameter, biomass, seedling quality index, and shoot/root ratio. Inoculation of AMF at a dose of 2.5 g/polybag and subsoil media enriched with coffee husk compost at a ratio of 2 : 1 was an efficient treatment to increase the seedling growth
Edukasi Reproduksi Terpadu untuk Mencegah Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja Putri SMKN 1 Takalar: Integrated Reproductive Education to Prevent Risky Sexual Behavior in Adolescent Girls at SMKN 1 Takalar Andani, Nur; Sumarmi, Sumarmi; Sutria, Eny; Risnah, Risnah; Harmawati, Harmawati
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.9

Abstract

Abstrak Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Kondisi ini dapat berdampak pada meningkatnya kasus kehamilan remaja, infeksi menular seksual, serta gangguan psikososial. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi reproduksi terpadu kepada remaja putri di SMKN 1 Takalar sebagai upaya preventif terhadap perilaku seksual berisiko. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi peran menggunakan media audiovisual yang menarik dan sesuai usia peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta perubahan sikap. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman remaja putri tentang kesehatan reproduksi, tanggung jawab moral, dan pentingnya menjaga perilaku seksual yang sehat sesuai nilai budaya dan agama. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi serta komitmen untuk menjadi agen edukasi bagi teman sebaya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi reproduksi terpadu yang berkelanjutan di lingkungan sekolah menengah kejuruan.  Kata kunci: Edukasi reproduksi, remaja putri, perilaku seksual berisiko, pencegahan Abstract Adolescent girls are a vulnerable group at risk of engaging in unsafe sexual behaviour due to limited knowledge and understanding of reproductive health. This condition can lead to increased cases of teenage pregnancy, sexually transmitted infections, and psychosocial problems. Therefore, this community service activity aimed to provide integrated reproductive education to female students at SMKN 1 Takalar as a preventive effort against risky sexual behaviour. The methods included interactive lectures, group discussions, and role-play simulations using age-appropriate audiovisual media. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments to measure improvements in knowledge and attitude changes. The results showed a significant increase in the participants’ understanding of reproductive health, moral responsibility, and the importance of maintaining healthy sexual behaviour consistent with cultural and religious values. Participants also demonstrated high enthusiasm and commitment to becoming peer educators. This activity is expected to serve as a sustainable model for integrated reproductive education in vocational high school environments.   Keywords: Reproductive education, adolescent girls, risky sexual behaviour, prevention
The Effect of Compensation and Emotional Intelligence on Civil Servants’ Performance through Motivation and Job Satisfaction at Sawerigading Hospital, Palopo Harmawati, Harmawati; Ansar, Ansar; Matalatta , Matalatta; Kurniawati, Kurniawati
Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Januari 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jumansi.v8i1.7970

Abstract

Latar belakang: Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada sektor pelayanan kesehatan publik, khususnya di rumah sakit daerah, masih menghadapi tantangan serius akibat ketidakseimbangan sistem kompensasi dan rendahnya pengelolaan kecerdasan emosional, yang berdampak pada motivasi pelayanan publik dan kepuasan kerja, sehingga berimplikasi langsung terhadap kualitas layanan dan efektivitas pencapaian tujuan organisasi, Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, melibatkan 210 Aparatur Sipil Negara di RSUD Sawerigading Kota Palopo sebagai responden, yang dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui perangkat lunak AMOS untuk menguji pengaruh kompensasi dan kecerdasan emosional terhadap kinerja ASN dengan mediasi motivasi pelayanan publik dan kepuasan kerja. Hasil penelitian:Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peningkatan motivasi pelayanan publik dan kepuasan kerja di RSUD Sawerigading Kota Palopo. Kesimpulan: kompensasi dan kecerdasan emosional berperan penting dalam meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara melalui penguatan motivasi pelayanan publik dan kepuasan kerja, sehingga pengelolaan kedua aspek tersebut menjadi strategi kunci dalam peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan organisasi sektor publik.
Promoting Clean and Healthy Living in Schools: A Pre-Experimental Study on Disease Prevention Nurlina, Nurlina; Aslinda, Aslinda; Harmawati, Harmawati; Nadeeya A’yn Mohamad Nor; Nathratul Ayeshah Binti Zulkifli; Ratna Mahmud; Abdul Halim
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 3 (2026): March 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i3.9064

Abstract

Introduction: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) includes practices such as handwashing with soap, maintaining personal and environmental hygiene, proper waste disposal, and consuming nutritious food. According to the World Health Organization (WHO, 2021), up to 60% of childhood diarrhea cases can be prevented through proper hand hygiene. The Indonesian Ministry of Health (2020) also reports that the PHBS program in schools significantly reduces the incidence of infectious diseases. This study aims to evaluate the effectiveness of a PHBS education program in promoting disease prevention and improving health behaviors among elementary school students. Methods: A pre-experimental design was used, involving 50 students from SDN Bawakaraeng III Makassar. Data were collected through pre- and post-intervention tests and observational checklists. The program, conducted over four days, with sessions on personal hygiene, environmental cleanliness, and healthy eating habits. Statistical analysis was performed using the Wilcoxon signed-rank test to compare pre- and post-test scores, and McNemar’s test was used to assess changes in students' health practices. Results: Pre-test results showed an average score of 65 (out of 100), while post-test results increased to an average score of 85, indicating a significant improvement of 20 points (p-value = 0.031) based on the Wilcoxon test. The improvement was greater among female students, with an average increase of 23 points, compared to male students, whose average increase was 17 points. Observations revealed that 50% of students did not know the correct handwashing steps before the intervention, which increased to 75% after the program. Additionally, students' adherence to PHBS practices improved significantly, rising from 50% to 70% (p-value = 0.013) as assessed by McNemar’s test. Conclusion: The findings demonstrate that the PHBS education program significantly improved students' awareness and practices regarding disease prevention, as evidenced by the measurable increases in knowledge and behavior change.