Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Teachers' construction of the constructivism approach in social studies learning at Semarang Junior High School Manurung, Nadya Tridrisna; Atmaja, Hamdan Tri; Priyanto, Agustinus Sugeng
Journal of Educational Social Studies Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v13i1.6621

Abstract

In Indonesian education, there has been a crisis of learning and a stagnation, combined with social studies teachers' incapacity to contextualize, apply, and meaningfully make relevant social studies instruction available to students.  The Ministry of Education, Culture, Research, and Technology is reviving learning in this regard through the Independent Curriculum, which has a foundation in constructivism. This study aims to identify and explain the social construction, planning and implementation of social studies teachers in using a constructivism  approach to social studies learning. This study uses qualitative methods. The result is that the social construction of teachers at SMPN 3 and 39 Semarang City is progressing well, but there is still room for improvement. This is evident in the poorly planned and executed social studies curriculum that uses a constructivism approach. Therefore, there are variations in the design and execution of the constructivism method in the classes taught by the two instructors, even though the social studies teachers' building of the approach in both schools is suitable and competent.
Pemberdayaan Masyarakat Pecinta Budaya di Desa Wisata Trayu, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal Nazahah, Afra Aisyah; Priyanto, Agustinus Sugeng
Unnes Civic Education Journal Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v9i1.4787

Abstract

Desa Wisata Trayu merupakan dampak dari adanya potensi desa yaitu potensi alam, potensi budaya, potensi buatan serta dampak dari dikeluarkannya Surat Keputusan Bupati Kendal yang meresmikan Desa Trayu menjadi Desa Wisata. Dengan berdirinya Desa Wisata Trayu upaya Pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang ada dan meningkatkan rasa cinta budaya. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya Pemberdayaan masyarakat cinta budaya Desa Wisata Trayu dan kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Latar penelitian di Desa Trayu Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal. Sumber data yang digunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Upaya Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan tahap penyadaran, tahap pengkapasitasan, dan tahap pemberian daya. Pada tahap penyadaran berupa sosialisasi, musyawarah, peresmian Desa Wisata Trayu. Pada tahap pengkapasitasan berupa pendampingan, pelatihan, peningkatan kapasitas, studi banding. Pada tahap pemberian daya upaya berupa penyediaan tempat berjualan, penyediaan wahana-wahana, pagelaran seni, festival kuliner, pasar rakyat, festival desa wisata. (2) Kendala yang dihadapi pada tahap penyadaran berupa persepsi masyarakat yang beragam. Pada tahap pengkapasitasan berupa dana. Pada tahap pemberian daya kendala berupa kurangnya kerja sama dan komitmen masyarakat yang masih rendah. Saran yang diberikan peneliti Pemerintah Desa Trayu melakukan inovasi kegiatan Pemberdayaan masyarakat, mencari investor, membuka relasi dengan pihak luar, masyarakat Desa Trayu menerapkan keterbukaan, berpartisipasi aktif, meningkatkan promosi wisata melalui media sosial agar hasil PAD Desa Wisata Trayu dapat menunjang kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Pembelajaran IPS dan Regulasi diri: Internalisasi Nilai Sosial untuk Harmoni keberagaman di SMP Singkawang Toni, Toni; Priyanto, Agustinus Sugeng
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 3 (2025): Edisi September 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2087

Abstract

Dewasa ini regulasi diri sangat penting untuk membentuk karakter siswa, dengan kemampuan regulasi diri siswa memiliki kepekaan terhadap semua hal di lingkungannya, kenyataan di lapangan regulasi diri belum banyak di praktekan oleh siswa, apalagi ditengah Masyarakat yang multikultur siswa ditungtut untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya untuk meminimalisir konflik antar etnis, golongan, agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan regulasi diri dalam pengembangan nilai-nilai sosial untuk mencapai kerukunan di SMP Negeri 1 Singkawang serta implikasinya terhadap ketahanan sosial budaya. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran IPS yang menekankan pemahaman keberagaman, dikombinasikan dengan pengembangan regulasi diri siswa, berkontribusi signifikan terhadap penguatan nilai-nilai sosial seperti toleransi, empati, dan saling menghormati. Temuan ini penting untuk memperkuat ketahanan sosial budaya bangsa melalui pendidikan kontekstual, terutama di daerah yang beragam seperti Singkawang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan kurikulum IPS yang lebih inklusif dan holistik, serta strategi pembelajaran yang mendorong regulasi diri siswa sebagai landasan hidup dalam masyarakat yang beragam.