Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Teachers' construction of the constructivism approach in social studies learning at Semarang Junior High School Manurung, Nadya Tridrisna; Atmaja, Hamdan Tri; Priyanto, Agustinus Sugeng
Journal of Educational Social Studies Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v13i1.6621

Abstract

In Indonesian education, there has been a crisis of learning and a stagnation, combined with social studies teachers' incapacity to contextualize, apply, and meaningfully make relevant social studies instruction available to students.  The Ministry of Education, Culture, Research, and Technology is reviving learning in this regard through the Independent Curriculum, which has a foundation in constructivism. This study aims to identify and explain the social construction, planning and implementation of social studies teachers in using a constructivism  approach to social studies learning. This study uses qualitative methods. The result is that the social construction of teachers at SMPN 3 and 39 Semarang City is progressing well, but there is still room for improvement. This is evident in the poorly planned and executed social studies curriculum that uses a constructivism approach. Therefore, there are variations in the design and execution of the constructivism method in the classes taught by the two instructors, even though the social studies teachers' building of the approach in both schools is suitable and competent.
Pemberdayaan Masyarakat Pecinta Budaya di Desa Wisata Trayu, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal Nazahah, Afra Aisyah; Priyanto, Agustinus Sugeng
Unnes Civic Education Journal Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v9i1.4787

Abstract

Desa Wisata Trayu merupakan dampak dari adanya potensi desa yaitu potensi alam, potensi budaya, potensi buatan serta dampak dari dikeluarkannya Surat Keputusan Bupati Kendal yang meresmikan Desa Trayu menjadi Desa Wisata. Dengan berdirinya Desa Wisata Trayu upaya Pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang ada dan meningkatkan rasa cinta budaya. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya Pemberdayaan masyarakat cinta budaya Desa Wisata Trayu dan kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Latar penelitian di Desa Trayu Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal. Sumber data yang digunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Upaya Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan tahap penyadaran, tahap pengkapasitasan, dan tahap pemberian daya. Pada tahap penyadaran berupa sosialisasi, musyawarah, peresmian Desa Wisata Trayu. Pada tahap pengkapasitasan berupa pendampingan, pelatihan, peningkatan kapasitas, studi banding. Pada tahap pemberian daya upaya berupa penyediaan tempat berjualan, penyediaan wahana-wahana, pagelaran seni, festival kuliner, pasar rakyat, festival desa wisata. (2) Kendala yang dihadapi pada tahap penyadaran berupa persepsi masyarakat yang beragam. Pada tahap pengkapasitasan berupa dana. Pada tahap pemberian daya kendala berupa kurangnya kerja sama dan komitmen masyarakat yang masih rendah. Saran yang diberikan peneliti Pemerintah Desa Trayu melakukan inovasi kegiatan Pemberdayaan masyarakat, mencari investor, membuka relasi dengan pihak luar, masyarakat Desa Trayu menerapkan keterbukaan, berpartisipasi aktif, meningkatkan promosi wisata melalui media sosial agar hasil PAD Desa Wisata Trayu dapat menunjang kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Pembelajaran IPS dan Regulasi diri: Internalisasi Nilai Sosial untuk Harmoni keberagaman di SMP Singkawang Toni, Toni; Priyanto, Agustinus Sugeng
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 3 (2025): Edisi September 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2087

Abstract

Dewasa ini regulasi diri sangat penting untuk membentuk karakter siswa, dengan kemampuan regulasi diri siswa memiliki kepekaan terhadap semua hal di lingkungannya, kenyataan di lapangan regulasi diri belum banyak di praktekan oleh siswa, apalagi ditengah Masyarakat yang multikultur siswa ditungtut untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya untuk meminimalisir konflik antar etnis, golongan, agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan regulasi diri dalam pengembangan nilai-nilai sosial untuk mencapai kerukunan di SMP Negeri 1 Singkawang serta implikasinya terhadap ketahanan sosial budaya. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran IPS yang menekankan pemahaman keberagaman, dikombinasikan dengan pengembangan regulasi diri siswa, berkontribusi signifikan terhadap penguatan nilai-nilai sosial seperti toleransi, empati, dan saling menghormati. Temuan ini penting untuk memperkuat ketahanan sosial budaya bangsa melalui pendidikan kontekstual, terutama di daerah yang beragam seperti Singkawang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan kurikulum IPS yang lebih inklusif dan holistik, serta strategi pembelajaran yang mendorong regulasi diri siswa sebagai landasan hidup dalam masyarakat yang beragam.
Strengthening the Values of Dandangan Tradition among Youth in Kudus Regency Based on Local Wisdom Kholiq, Jamaludin Abdul; Prajanti, Sucihatiningsih Dian Wisika; Priyanto, Agustinus Sugeng
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v14i2.23241

Abstract

Globalization and modernization impact the shifting lifestyle of the youth, moving them further away from local wisdom values. This research aims to analyze the local wisdom values contained in the Dandangan Tradition in Kudus Regency, analyze how the youth in Kudus Regency interpret the Dandangan Tradition, and analyze the implementation strategies for strengthening the values of the Dandangan Tradition among the youth in Kudus Regency. This research applies a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and document review. To ensure the validity of the data, source triangulation techniques were used, while the data analysis process included stages of collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The research findings reveal that: 1) The Dandangan tradition contains various local wisdom values, which include religious, cultural, economic, and social values. 2) The youth in Kudus Regency interpret the Dandangan Tradition as seeking blessings from Sunan Kudus, an opportunity to earn income, and entertainment. 3) The strategy for implementing the strengthening of Dandangan Tradition values among the youth in Kudus Regency includes introducing it from childhood, social media, and holding night markets. This research is beneficial as a guide for the preservation of local culture by the youth.
Developing Card-Based Spinning Wheel Media via Team Game Tournaments to Enhance Student Learning Activities Widiawati, Riesti; Setyowati, Dewi Liesnoor; Priyanto, Agustinus Sugeng
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v14i2.30666

Abstract

The learning process in the 21st century required students to develop critical thinking, collaboration, communication, and creativity skills, which must be supported by creative and innovative learning approaches and tools. This study aims to develop card-based spinning wheel media using the Teams Games Tournament (TGT) model, and to analyze the implementation of the media, students’ learning activities, and the practicality of the media. The media consisted of a physical spinning wheel equipped with six types of thematic question cards based on social studies aspects, namely: red cards (punishment), green cards (reward), yellow cards (economics), blue cards (history), purple cards (geography and civic education), and orange cards (sociology). This study employed a research and development (R&D) method using the ADDIE development model. During the media development process, the feasibility of the media was evaluated by content experts, media experts, and practitioners to ensure the quality and effectiveness of the developed product. The findings demonstrated that students’ learning activities on the topic of nationalistic values through the TGT model improved significantly. This was evidenced by classroom VIII students’ learning activity observation results, which reached 93.53% in the “very active” category. Student learning outcomes also met the minimum competency criteria, with an average score of 93.53%. Therefore, the findings indicated that the developement card-based spinning wheel media was both feasible and practical for use in social studies learning to enhance students’ learning activities.
Persepsi Mahasiswi Universitas Negeri Semarang terhadap Globalisasi: Studi Kasus Masuknya Barang Impor Prameswari, Evany Sofia; Priyanto, Agustinus Sugeng; Wijayanti, Tutik
Konstruksi Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/konstruksisosial.v5i3.3921

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi mahasiswi Universitas Negeri Semarang (UNNES) terhadap globalisasi dan dampaknya terhadap masuknya barang impor. Menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods) dengan desain kuesioner dan wawancara mendalam, studi ini membedah bagaimana mahasiswi sebagai representasi konsumen perempuan di negara berkembang memposisikan diri di tengah arus pasar global. Penelitian ini mengungkap temuan utama yaitu sikap adaptif-defensif sebagai bentuk pengambilan keputusan. Sikap adaptif tercermin dari keterbukaan terhadap kemajuan teknologi dan kualitas produk global demi peningkatan kapasitas intelektual serta kemandirian ekonomi yang selaras dengan perspektif feminisme liberal. Secara bersamaan muncul sikap defensif yang dimanifestasikan melalui kesadaran kritis untuk membatasi konsumsi barang impor guna melindungi kedaulatan ekonomi lokal, sejalan dengan kekhawatiran feminisme marxis dan post kolonial. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan mengungkap kontradiksi antara kecenderungan impulsif dengan tanggung jawab intelektual mahasiswi terhadap ketahanan ekonomi nasional. Temuan ini memberikan kontribusi pada literatur globalisasi ekonomi dengan mengonstruksi profil mahasiswi sebagai aktor ekonomi yang berdaya dan mampu memilih secara bijak.
The Partisipasi Karang Taruna Arsal dalam Tata Kelola Basecamp Pendakian Gunung Telomoyo Putri, Diandra Malindo; Priyanto, Agustinus Sugeng
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2620

Abstract

Pengelolaan basecamp pendakian gunung berbasis masyarakat menjadi isu strategis seiring meningkatnya aktivitas wisata alam dan tuntutan tata kelola yang berkelanjutan. Keterlibatan pemuda desa menjadi elemen penting dalam memastikan pengelolaan yang partisipatif, akuntabel, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi Karang Taruna Arsal dalam tata kelola Basecamp Pendakian Gunung Telomoyo di Desa Tolokan, Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan informan yang meliputi pengurus Karang Taruna Arsal, perangkat desa, masyarakat sekitar, dan pendaki. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang Taruna Arsal terlibat secara substantif dalam seluruh tahapan tata kelola basecamp, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, hingga evaluasi. Partisipasi yang terbangun tidak bersifat simbolik, melainkan diwujudkan dalam keterlibatan nyata dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan operasional. Tata kelola berbasis komunitas ini mampu berjalan efektif meskipun dengan keterbatasan sumber daya dan belum optimalnya dukungan kelembagaan formal. Temuan ini menegaskan pentingnya peran organisasi kepemudaan desa sebagai aktor utama dalam mewujudkan tata kelola wisata alam berbasis masyarakat yang berkelanjutan.