Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS STABILITAS TRANSIENT SECARA PROBABILITAS PADA SISTEM INTERKONEKSI JAWA BALI 500 KV DENGAN METODE SIMULASI MONTE CARLO Yoga Candra Setyawan; Hadi Suyono; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Permasalahan dalam analisis sistem tenaga listrik saat ini sangatlah sulit jika dilakukan dengan memakai metode tradisional dikarenakan sistemnya yang telah kompleks, khususnya mengenai permasalahan stabilitas, keandalan, dan perencanaan sistem tenaga listrik. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengevaluasi stabilitas transien dalam sistem tenaga listrik secara probabilitas. Ketidakpastian beban dan waktu kerja relai memegang peranan penting dalam studi stabilitas transien. Simulasi dilakukan menggunakan metode Monte-Carlo, yaitu metode yang menggunakan sampel acak pada variabel beban dan waktu kerja relai. Simulasi diterapkan pada sistem tenaga listrik Jawa-Bali 500 kV. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak MATLAB. Kesimpulan dari penulisan skripsi ini adalah sistem masih dalam kondisi baik karena sudut rotor tetap stabil ketika dilakukan simulasi sesuai dengan peraturan jaringan listrik yang terdapat pada ESDM 2007. Diperoleh juga kesimpulan bahwa saluran nomer 5, yaitu saluran yang menghubungkan antara bus 4 dengan bus 18, adalah saluran yang paling rawan apabila terjadi gangguan 3 fasa ke tanah dibandingkan dengan saluran lainnya.Kata kunci— stabilitas, transien, monte carlo
Komputasi Paralel Integral Definit Rangkap Tiga dengan Metode Monte Carlo di Cluster Bewoulf Muhammad Zulhaj Aliyansyah; Mahfudz Shidiq; Muhammad Aswin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.983 KB)

Abstract

Komputasi paralel adalah proses pengoperasian aritmatikatau logik terhadap bilangan-bilangan yang sejenis secarabersamaan pada prosesor majemuk. Cluster Beowulfmengimplementasikan sistem komputasi paralel denganperangkat komputer comsumer-grade dengan perangkatlunak berlisensi free/open-source.Komputasi integral dengan metode Monte Carlo bersifatpleasingly parallel sehingga dapat dengan sankildiimplementasikan pada cluster Beowulf.Ketelitian dan kecepatan komputasi integral rangkap tigadengan metode Monte Carlo dibandingkan dengan metodebalok, di mana metode Monte Carlo memiliki ketelitianyang lebih baik namun dengan kecepatan yang lebihlambat.Kecepatan komputasi paralel integral rangkap tigametode Monte Carlo berbanding lurus dengan cacah prosesyang berjalan paralel iika cacah proses tidak melebihi cacahcore.Kesangkilan penggunaan energi sistem komputasi paralelcenderung konstan pada cluster dengan spesifikasi nodeyang homogen dan menurun saat terdapat node denganspesifikasi yang inferior.Kata Kunci—cluster Beowulf, integral numerik, integralrangkap tiga, komputasi paralel, metode Monte Carlo.
Penentuan jumlah Optimal Transformator Daya penurun Tegangan Cadangan Menggunakan Metode Distribusi Poisson Pujo Utomo; Mahfudz Shidiq; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peralatan-peralatan tenaga listrik seperti generator, transformator, kabel transmisi, pmt, dll memiliki rata- rata laju kegagalan selama berlangsungnya kehidupan peralatan tersebut [3]. Dalam Sistem kelistrikan konsep keandalan secara umum berhubungan dengan eksistensi keberadaan. Keberadaan suatu peralatan cadangan sangat dibutuhkan sebagai salah satu cara alternafif untuk tetap menjaga sistem operasi walaupun peralatan utama mengalami kegagalan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menentukan jumlah optimal transformator cadangan 150/20 kV dan 70/20 kV yang dibutuhkan pada PT. PLN APP Malang dengan kapasitas transformator terpasang berturut turut adalah 30 unit dan 23 unit. Dengan laju kegagalan per tahun berdasarkan perhitungan IEEE C.57.11-1986 dan waktu perbaikan 1 tahun. Dengan menggunakan metode distribusi poisson berdasarkan kriteria keandalan dan MTBF atau waktu rata-rata transformator beroperasi hingga terjadi kegagalan serta dengan menggunakan metode nilai ekonomi dapat ditentukan jumlah optimal transformator cadangan yang dibutuhkan oleh PT PLN APP Malang. Kata kunci :  Transformator, Laju kegagalan ,  metode distribusi poisson ABSTRACT Electrical equipment such as generator, transformer, line transmission, circuit breaker, etc has a failure rate that varies over the life of that unit. In electrical system, reliability concepts generally related to existence of the equipment. Existence of spare equpment is very needed as an alternatif ways to keep the operating system even the main equipment fail. The purpose of this research is to compute and get the optimal number of spare transformers, 150/20 kV and 70/20 kV  in PT. PLN APP Malang, with the capacity of installed transformers respectively 30 unit and 23 unit. With failure rate based on IEEE C.57.11-1986  and procurement rate 1 year. By using Poisson distribution method which modeled as reliabity and MTBF or average time that transformers operate till fail and also using statistical economic concept the optimal number of spare transformers which needed by PT PLN APP Malang  can be determined Key words : Transformers, failure rate , Poisson distribution Method
PENJERNIHAN AIR MENGGUNAKAN PEMBANGKITAN TEGANGAN TINGGI MULTI ELEKTRODA DAN MULTI CELAH UNTUK MENGOPTIMALKAN PEMBANGKITAN GAS OZON Danang Aji Nugroho; Mochammad Dhofir; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLaju pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah meyebabkan kebutuhan air bersih terus meningkat.Diperlukan berbagai solusi agar tingkat ketersediaan air bersih dapat terus memenuhi kebutuhan. Salah satu caramendapatkan air bersih adalah dengan melakukan pengolahan air menggunakan ozon. Ozon tidak sajadigunakan sebagai disinfektan tetapi beberapa manfaat ozon telah digunakan untuk menghilangkan kontaminanyang dapat dioksidasi di dalam air. Ozon dapat dihasilkan dengan beberapa cara yaitu secara elektrolisis,kimiawi, termal atau fotokimia, serta melalui peluahan muatan listrik. Prinsip peluahan muatan listrik adalahdengan melewatkan udara atau oksigen ke sebuah ruang di antara elektroda-elektroda bertegangan tinggi AC.Ruang pembentukan ozon dapat berbentuk tabung dan plat. Peluahan muatan listrik pada ruang pembentukanozon akan memicu terjadinya ionisasi berupa benturan elektron dan gas oksigen pada udara sehinggamenghasilkan ion-ion oksigen. Reaksi antara ion-ion oksigen dan gas oksigen lainnya akan menghasilkan gasozon. Gas ozon yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk penjernihan air. Pada penelitian ini akan diamatipengaruh tegangan tinggi, debit aliran udara dan jumlah pasang elektroda terhadap efektivitas dalam penjernihanair. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar tegangan maka semakin efektif penjernihan air,semakin besar debit aliran udara maka semakin tidak efektif penjernihan air, dan penerapan multi elektroda lebihefektif dalam penjernihan air.Kata kunci: ozon, peluahan muatan listrik, ionisasi, tegangan tinggi, debit aliran udara, multi elektroda,penjernihan air.ABSTRACTThe rate of population growth and regional development causes the need for water clean continue to increase.Various solutions are needed so that the level of clean water availability can continue to meet needs. One way toget clean water is to treat water using ozone. Ozone is not only used as a disinfectant but several benefits ofozone have been used to remove contaminants that can be oxidized in water. Ozone can be produced in severalways, namely electrolysis, chemically, thermally or photochemically, as well as through electric discharge. Theprinciple of electric discharge is to pass air or oxygen into a space between the high-voltage AC electrodes. Theozone chamber can be in the form of tubes and plates. The discharge of electricity in the ozone chamber willtrigger ionization in the form of a collision of electrons and oxygen gas in the air to produce oxygen ions. Thereaction between oxygen ions and other oxygen gases will produce ozone gas. The ozone gas produced will beused for water purification. In this study, the effect of high voltage, air flow rate and the number of electrodepairs will be observed on the effectiveness of water purification. The results showed that the greater the voltage,the more effective the water purification was, the greater the air flow rate, the less effective the waterpurification was, and the application of multi-electrodes was more effective in water purification.Keywords: ozone, electric discharge, ionization, high voltage, air flow rate, multi electrodes, water purification.
PERENCANAAN DAN ANALISIS SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI DI PERUMAHAN GREENSTONE CITY KOTA MALANG Muhammad Fikri Utomo; Hery Purnomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perencanaan sistem jaringan distribusi primer dan sekunder di perumahan Greenstone City Kota Malang. Pada jaringan primer digunakan saluran udara tegangan menengah (SUTM) dan pada jaringan sekunder digunakan saluran kabel tegangan rendah (SKTR). Kemudian dilakukan simulasi aliran daya dengan software ETAP 12.6 untuk mengetahui besar jatuh tegangan dan rugi daya pada jaringan. Besar kebutuhan daya terpasang yaitu 637 kVA dan menggunakan tiga buah trafo dengan kapasitas 250 kVA. Pada jaringan SUTM digunakan tiang sepanjang 12 meter dengan GSW, kabel AAAC dengan luas penampang 16 mm2 atau AAAC-S dengan luas penampang 35 mm2, isolator dengan tipe pin post dan long rod, lightning arrester dengan rating UA = 24 kV kelas = 5 kA, dan fuse cut out dengan rating 10 T untuk arus minimal dan 12,5 K,T untuk arus maksimal. Pada jaringan SKTR digunakan penghantar NYY sebesar 1x185 mm2 dan NYFGbY dengan luas penampang 4x95 mm2 dan 4x50 mm2, no fuse breaker dengan rating KHA sebesar 500 A, NH-Fuse sebesar 16 A dan 10 A, penghantar pembumian sebesar 50 mm2, dan elektroda pembumian dengan tahanan insumo sebesar 36,02 Ω atau pipa galvanis sebesar 30,8 Ω. Hasil jatuh tegangan sudah memenuhi standar PT. PLN (Persero) yaitu tidak melebihi dari -10% pada setiap panel dan total hasil rugi daya saat beban dasar pada jaringan trafo 1 sebesar 1008 watt , jaringan trafo 2 sebesar 1008 watt, dan jaringan trafo 3 sebesar 625 watt dan pada saat beban puncak total rugi daya pada jaringan trafo 1 sebesar 6002 watt, jaringan trafo 2 sebesar 7009 watt, dan jaringan trafo 3 sebesar 3752 watt. Kata Kunci: SUTM, SKTR, jatuh tegangan, rugi daya ABSTRACT This study discusses the planning of primary and secondary distribution network systems in Greenstone City Malang City housing. In the primary network medium voltage air lines (SUTM) are used and in the secondary network low voltage cable lines (SKTR) are used. Then the power flow simulation is performed with ETAP 12.6 software to determine the voltage drop and power loss in the network. The installed power requirement is 637 kVA and uses three transformers with a capacity of 250 kVA. In the SUTM network, 12 meters of poles are used with GSW, AAAC cables with 16 mm2 cross-sectional area or AAAC-S with 35 mm2 cross-sectional areas, insulators with post and long rod pin types, lightning arresters with UA rating = 24 kV class = 5 kA, and fuse cut outs with a rating of 10 T for minimal current and 12.5 K, T for maximum current. The SKTR network uses NYY conductors of 1x185 mm2 and NYFGbY with cross-sectional areas of 4x95 mm2 and 4x50 mm2, no fuse breakers with a KHA rating of 500 A, NH-Fuse of 16 A and 10 A, an earth conductor of 50 mm2, and earthing electrodes with insumo resistance of 36.02 Ω or galvanized pipe of 30.8 Ω. The result of voltage drop meets the standards of PT. PLN (Persero), ie not exceeding -10% on each panel and the total result of power loss when the base load on transformer 1 network is 1008 watts, transformer 2 network is 1008 watts, and transformer 3 network is 625 watts and when peak load  total loss power in transformer network 1 is 6002 watts, transformer network 2 is 7009 watts,and  transformer 3 network is 3752 watts. Keywords: SUTM, SKTR, voltage drop, power loss.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN DISTRIBUTED GENERATION TERHADAP KOORDINASI RELE ARUS LEBIH DAN PENUTUP BALIK OTOMATIS (RECLOSER) Erwin Hery Setiyawan; Hadi Suyono; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distributed Generation saat ini merupakan solusi untuk energi terbarukan. Namun Penempatan distributed generation pada sebuah jaringan distribusi, akan sangat berpengaruh pada nilai arus gangguan yang muncul saat terjadi gangguan  hubung singkat. Hal ini akan berimbas pada evaluasi setting rele proteksi di area penempatan distributed generation tersebut. Distributed generation yang digunakan adalah wind turbine dan Micro Hydro. Penyambungan Distributed Generation pada penyulang Pujon dapat menyebabkan kenaikan arus hubung singkat, yaitu arus hubung singkat tiga fasa penyulang Pujon sebelum tersambung Distributed Generation terbesar adalah 5932,6 A dan yang terkecil adalah 576,899 A. dan untuk arus gangguan hubung singkat dua fasa terbesar adalah 4194,98 A dan yang terkecil adalah 407,929 A. Sedangkan arus hubung singkat tiga fasa penyulang Pujon setelah tersambung Distributed Generation (Micro Hydro dan Wind Turbine) terbesar adalah 5977,68 A dan yang terkecil adalah 621,823 A. dan untuk arus gangguan hubung singkat dua fasa terbesar adalah 4239,189 A dan yang terkecil adalah 452, 215A. Penyetelan recloser dan rele arus lebih pada sisi penyulang dan masukan 20 kV mengalami perubahan seting waktu koordinasi karena adanya kenaikan arus gangguan hubung singkat yang diakibatkan adanya penambahan Distributed Generation (Micro Hydro dan Wind Turbine). Semakin besar arus gangguan hubung singkat, maka waktu kerja rele semakin cepat. Hal ini dikarenakan rele akan cepat bereaksi terhadap arus gangguan yang besar untuk mengirim sinyal ke PMT untuk trip Kata kunci: Distributed Generation, Arus gangguan hubung singkat, rele arus lebih, recloser..
ANALISIS EVALUASI PENINGKATAN KAPASITAS PEMBANGKIT PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) DESA ANDUNGBIRU KECAMATAN TIRIS KABUPATEN PROBOLINGGO Muhammad Edwinsyah Redho; Teguh Utomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit listrik memilki peranan dalam laju pertumbuhan ekonomi di indonesia. Namun pada pertumubuhan ekonomi yang pesat sekarang masih terdapat beberapa wilayah di indonesia yang belum terjangkau listrik oleh PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara). Salah satu solusi dari masalah tersebut adalah pembangunan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) pada wilayah yang memilki potensi air yang  melimpah, salah satunya adalah pada PLTMH Andungbiru kecamatan Tiris kabupaten Probolinggo. Semenjak awal pembangunan PLTMH telah mengalami beberapa perubahan seiring dengan bertambahnya kebutuhan beban  sehingga mendorong pihak pengelola melakukan peningkatan kapasitas pembangkit. Berdasarkan perubahan yang dilakukan perlu dilakukan evaluasi pada PLTMH. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada unit I dan II mengalami peningkatan daya nyata berturut turut sebesar 76,043% dan 30,889%. Berdasarkan standar yang berlaku pada IMIDAP (Integrated Microhydro Development and Application Program) 2009, pada komponen sipil dan mekanikal elektrikal pada PLTMH masih perlu dilakukan perbaikan  pada beberapa komponen sipil. Kata kunci : PLTMH, Evaluasi, Daya Nyata.   ABSTRACT                     Power plants have a role in the rate of economic growth in Indonesia. However, in the rapid economic growth there are still some areas in Indonesia that have not been reached by PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara). One solution of the problem is the development of PLTMH (Micro Hydro Power Plant) in areas with abundant water potential exist in PLTMH Andungbiru Tiris sub-district, Probolinggo regency. Since the beginning of the development of PLTMH has undergone several changes along with the increasing needs of the load so as too urge the manager to increase the capacity of the plant. Based on the changes made need to be evaluated at PLTMH. Based on the evaluation conducted on unit I and II experienced significant increase in real power by 76.043% and 30.889% respectively. Based on the applicable standards on IMIDAP (Integrated Microhydro Development and Application Program) 2009, the civil and mechanical components of electrical at PLTMH still need improvement on some civil components.Keywords: PLTMH, Evaluation, Real Power.
ANALISIS JATUH TEGANGAN DAN PENEMPATAN KAPASITOR OPTIMAL PADA PENYULANG ATTAQWA 20 kV GARDU INDUK BEKASI Reza Aliansyah; Mahfudz Shidiq; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 6 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan beban pada sistem distribusi semakin meningkat terus - menerus dan hal ini diikuti dengan peningkatan permintaan suplai daya reaktif. Jika suatu jaringan tidak memiliki sumber daya reaktif di daerah sekitar beban maka semua kebutuhan beban reaktifnya dipikul oleh generator sehingga akan mengalir arus reaktif pada jaringan yang mengakibatkan drop tegangan. Optimal Capacitor Placement (OCP) merupakan salah satu metode yang menjadi sebuah solusi untuk menyelesaikan permasalahan jatuh tegangan dan susut daya pada sebuah sistem ketenagalistrikan. Permasalahan ini merujuk pada penyulang Attaqwa GI Bekasi yang memiliki panjang saluran hampir 111 kms dengan 78 trafo distribusi. Untuk menentukan ukuran dan letak optimal bank kapasitor padasistem distribusi radial terlebih dahulu dilakukan analisa aliran daya dimana hasil aliran daya merupakan input pada proses OCP genetic algorithm (GA). Pada penelitian ini akan dilakukan optimasi penempatan dan ukuran kapasitor bank pada sistem distribusi dengan skenario pembebananexisting dan skenario pembebanan sebesar 80% kapasitas trafo distribusi. Hasil aliran daya skenario pembebanan existing menunjukkan kondisi sistem penyulang masih dalam keadaan baik dimana nilai jatuh tegangan masih dalam batas standar (-10% dan +5%), sedangkan untuk skenario pembebanan trafo sebesar 80% mengalami jatuh tegangan dibawah batas standar pada 35 bus sehingga dilakukan proses optimasi OCP metode GA dengan bantuan ETAP 12.6 yang menghasilkan kompensasi penempatan kapasitor sebanyak 11 kapasitor pada 9 bus dengan ukuran 400 kVAR tiap kapasitornya serta berhasil memperbaiki profil tegangan tiap bus sesuai batas standar dan memperbaiki rugi dayamenjadi 507,1 kW dan 453,6 kVAR.Kata kunci: Jatuh Tegangan, Analisis Aliran Daya, Optimal Capacitor Placement (OCP),Genetic Algortihm (GA), ETAP 12.6.ABSTRACTLoad growth in distribution system increase steadily and is followed by increased demand for reactivepower supply. If a network does not have a reactive power source in around load area then all theneeds of reactive load borne by the generator so that reactive current will flow to the networkresulting in decreased voltage drop. Optimal Capacitor Placement (OCP) is one of method thatbecomes a solution to solve the problem of voltage drop and power loss in an electrical system. Thisproblem refers to feeder Attaqwa of GI Bekasi that has 111 kms length of distribution line with 78distribution transformer. To set the rating and the optimal position of bank capacitor in the radialdistribution system, an analysis of power flow should be done first where the output of power flow willbe the input to the genetic algorithm OCP process. In this reseacrh, the optimation of rating andlocation of capacitor bank into distribution system will be done with the existing loading scenario and80% loading capacity of distribution transformer. The result of power flow with the exisintg laodingscenario shows that the condition of feeder system still in the good condition where the voltage dropvalue still within the standard limits (-10% and +5%), while the result for the second loadingscenario shows that there are voltage drop value under the limits on 35 buses in system so that theOCP process with the GA method carried out wilth help of ETAP 12.6 which resulted incompensation for the placement of 11 capacitors on 9 buses with a size of 400 kVAR for eachcapacitor and succeeded in improving the voltage profile of each bus according to standard limitsand improving power losses to 507.1 kW and 453, 6 kVAR.Keywords: Voltage Drop, Power Flow Analysis, Optimal Capacitor Placement (OCP), GeneticAlgortihm (GA), ETAP 12.6.
STUDI ISOLASI MINYAK RANDU DENGAN PENAMBAHAN FENOL DALAM MEDAN LISTRIK HOMOGEN DAN NON-HOMOGEN Frengky Adi Lestari; Moch. Dhofir; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi adalah pemisah antar peralatan bertegangan dengan tidak bertegangan. Salah satu isolasi yang dibahas pada penelitian ini yaitu isolasi cair, karena isolasi cair memiliki fungsi sebagai proteksi, pendingin dan self charging(dapat memperbaiki diri) ketika terjadi pelepasan muatan. Isolasi dari minyak randu di uji secara fisis. Sifat fisis yang akan di uji meliputi arus konduksi, arus bocor, tegangan tembus, dan efisiensi medan listrik. Pengujian arus konduksi dilakukan dengan menggunakan pengukuran tegangan tinggi bolak-balik (DC) sedangkan arus bocor dan tegangan tembus dilakukan dengan menggunakan pengukuran tegangan tinggi (AC). Arus konduksi difungsikan untuk mengetahui tahanan isolasi yang meliputi resistivitas. Sedangkan nilai permitivitas minyak randu diuji langsung dengan menggunakan multimeter, hal ini difungsikan untuk mengetahui nilai kapasitansi pada minyak randu sehingga nilai permitivitas minyak randu dapat diketahui. Serta arus bocor digunakan untuk megetahui besarnya arus yang mengalir pada minyak randu pada berbagai elektroda dan tegangan tembus digunakan untuk mengetahui kekuatan dielektrik dari minyak randu. Untuk nilai standart tegangan tembus yaitu ≥ 30 kV sesuai SPLN 1982 49-1 pada jarak sela 2,5 mm. Untuk susunan elektroda yang digunakan di dalam pengujian medan homogen (elektroda standart, bola-bola) dan non-homogen (jarum-piring). Dan Distribusi medan listrik homogen dan non-homogen dilakukan dengan menggunakan FEMM 4.2. Untuk dianalisis efisiensi dari medan listrik homogen yang ≤ 1, Dan medan non-homogen < 1.Kata Kunci – Isolasi cair, arus konduksi, arus bocor, tegangan tembus, FEMM
PENATAAN ULANG JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN RENDAH PADA PLTMH BAYU KIDUL KABUPATEN BANYUWANGI Muhamad Andre Agesa; Teguh Utomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan kualitas listrik yang ada di dusun Lider desa Sumberarum yang lebih baik dari sebelumnya maka perlu dilakukan penataan ulang jaringan untuk mendapatkan jatuh tegangan yang lebih kecil. Kualitas listrik yang ingin dicapai adalah jatuh tegangan yang seminimal mungkin pada pelanggan dengan mengikuti standar PLN yaitu dengan nilai jatuh tegangan maksimum yang diizinkan sebesar 10% dari tegangan nominal 220V. Oleh karena itu sangat diperlukan suatu penataan ulang jaringan yang memperhatikan nilai teknis yang berdasarkan pada PUIL 2000 dan standar PLN. Anallisis rugi daya dan jatuh tegangan dilakukan dengan Metode Gauss Seidel Zbus untuk jaringan radial. Nilai yang diamati adalah jatuh tegangan dan rugi daya pada setiap saluran. Tegangan pada titik terjauh dijaga agar jatuh tegangannya tidak melebihi standar dari PLN yaitu sebesar 10%. Penataan jaringan dilakukan dengan mengganti ukuran konduktor ke ukuran lebih besar agar didapatkan impedansi yang lebih kecil. Dari hasil perhitungan potensi sumber daya air yang masih dapat dibangkitkan oleh PLTMH Bayu Kidul diperoleh sebesar 37,597 kW. Dan pada hasil penataan ulang didapatkan analisis perhitungan pada jatuh tegangan maksimum yang terjadi yaitu sebesar 4,63% pada jaringan PLTMH Bayu Kidul yang baru, dengan rugi daya total yang terjadi pada saluran adalah 400,8476Watt. Data tersebut menunjukan kualitas listrik yang disalurkan oleh jaringan listrik baru meningkat, mengingat pada saluran lama jatuh tegangan maksimum mencapai 14,75 %, dengan rugi daya pada saluran hingga 1325,7764Watt. Kata kunci: PLTMH, Jaringan Listrik, Jatuh Tegangan, Rugi Daya, Metode Gauss Seidel Zbus.
Co-Authors Agam Rido Priawan Aji Rizky Hakim Alfian Nur Ferdianzah Allatib, Arohid Anargya Widyatma Anshar Affandy Arizky Erwinsyah Hariyanto Arkan Pradipta Avif Septian Imandyan Ayyub Setiyoso Bintang Mufti Z. E. Brilian Mukti Alnajib Danang Aji Nugroho Daniel Kristo Mula Lambok Pangaribuan David Heryana Dedy Alfilianto Dhofir, Mochammad Dian Kartika Fitriana H. Dicky Indratama Dimas Hariyo Kuncoro Dinda Oki Prabawanti Dwi Cahya Ramadhan Dwi Indra Kusumah Edi Setiawan Erwin Hery Setiyawan Esti Hardiyanti Fery Praditama Fikri, Zakkiyul Fitriana Suhartati Frandicahya P., Akhmad Frengky Adi Lestari Friska Bakti Novella Gagah Pratama Putra Galuh Indra Permadi Genheart Giovanno Daniel King Sitanggang Hadi Suyono Hari Santoso Harry Soekotjo Dachlan Hendro Sulaksono Hery Purnomo Ibnu Sabilli ILYAS FATIH RAMADHAN Imam Sabilil Haque Indratama, Dicky Indri Kusuma Dewi Ivandri S. U. Duka Jiwandono, Ferdian Ade Kalvin Lentino Khairudin Syah Lalu Akbar Pandu Willian Liky Saputra Mulia Lunde Ardhenta M. Fauzan Edy Purnomo M. Rif’an Ma'arif, Muhammad Thoriqul Malinda Dinna Auliya Mamdouh Abdel-Akher Moch Dhofir Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Rizki Indra Dwijayanto Muhamad Alif Fatur Rahman Muhamad Andre Agesa Muhammad Afdal Muhammad Ardito Muhammad Aswin Muhammad Edwinsyah Redho Muhammad Fahmy Madjid Muhammad Fikri Utomo Muhammad Rigadho Suprayogi Muhammad Syaiful Arifin Muhammad Zakkiyul Fikri Syahara Arifianto Muhammad Zulhaj Aliyansyah n/a Soemarwanto n/a Soeprapto n/a Suhendra D. Nurlita Chandra Mukti Nurwati, Tri Panca Mudji Rahardjo Praditama, Fery Pujo Utomo Purba, Pedro Putra, Handre Refinur Amir Muhammad Rendy Previanto Rexy Ramadhan Wijayanto Reza Aliansyah Rifqi Hasyemi T. Rini Nur Hasanah Rizal, Mochammad Rize Taufiq Ramadhan Rosyid, Muhammad Rudy Yuwono Sambodo Rila Priambudi Satriyo Gedhe Simo Karsono Suyono, Hadi Teguh Utomo Temmy Nanda Hartono Tri Nurwati Triyoga, Joseph Kristian Unggul Wibawa Unggul Wibawa Viera, Viera Widyatama, Anargya Wiken Cahyo Pambudi Wisam Abyadha Ibrahim Wulan Indah Septiani Yakin Gabrielsa Yamadika Okto Ahiro Yoga Candra Setyawan