Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DESAIN USULAN TOPOLOGI SEPIC CONVERTER UNTUK N-PENGUATAN TEGANGAN KELUARAN Refinur Amir Muhammad; Mahfudz Shidiq; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menguraikan tentang bagaimana mendesain dan menganalisis sebuah usulan topologi konverter yang mampu menghasilkan gain tegangan keluaran yang tinggi. Dalam penelitian ini, hasil keluaran dari topologi converter yang diusulkan akan diuji dan dibandingkan dengan buck-boost converter. Parameter perbandingan yang akan dilakukan adalah membandingkan gain tegangan, stress tegangan, dan komponen topologi dari kedua konverter. Dimana tegangan masukan akan diberi nilai bervariasi sebesar 12 V dan 22 V untuk topologi konverter yang diusulkan, dan 25 V untuk buck-boost converter. Frekuensi sebesar 33 kHz dengan duty cycle buck sebesar 22% dan boost sebesar 60% untuk topologi konverter yang diusulkan, dan frekuensi sebesar 30 kHz dengan duty cycle buck sebesar 20% dan boost sebesar 66% untuk buck-boost converter. Hasil pengujian menunjukan bahwa konverter yang dikaji memiliki gain tegangan beberapa kali lebih tinggi dibandingkan buck-boost converter, serta konverter yang dikaji memiliki keluaran non-inverting sedangkan buck-boost converter memiliki keluaran inverting. Kata kunci: SEPIC, buck-boost converter, voltage gain.   ABSTRACT This paper describes about how to design and analyze the new topology of buck-boost converter that could resulting to high gain output voltage. In this study, the design and analysis of proposed converter will be tested and compared to a conventional buck-boost converter. The comparison that will be made is comparing the voltage gain, voltage stress, and the topology of the converter. Input voltage will be given various values at 12 V and 22 V in proposed converter, and 25 V in buck-boost converter. Frequency at 33 kHz with duty cycle buck at 22% and boost at 60% in proposed converter and frequency at 30 kHz with duty cycle buck at 20% and boost at 66% in buck-boost converter. The test results show that the proposed converter has a voltage gain several times higher than a conventional buck-boost converter, and the proposed converter has a non-inverting output while a conventional buck-boost converter has an inverting output. Keywords : SEPIC, buck-boost converter, voltage gain.
Analisis Kondisi Steady-State dan Dinamik pada Sistem Kelistrikan PT. Badak NGL Bontang, Kalimantan Timur Dwi Indra Kusumah; Hadi Suyono; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.622 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan analisis stabilitas sistem daya pada sistem kelistrikan di PT Badak NGL saat kondisi captive maupun kondisi interkoneksi terhadap gangguan 3 fasa pada bus generator. Analisis stabilitas ini bertujuan untuk mengetahui performa sudut rotor dan frekuensi generator sebelum, selama, dan setelah terjadi gangguan. Selain itu dilakukan juga analisis mengenai pengaruh penggunaan Turbine Governor dan kontrol Automatic Voltage Regulator (AVR) terhadap stabilitas sistem daya dan penentuan waktu pemutusan kritis generator. Setelah melakukan penelitian dan simulasi, didapatkan bahwa sistem daya pada saat kondisi awal maupun kondisi interkoneksi adalah stabil untuk kondisi dimana gangguan tiga (3) fasa ke tanah diterapkan pada sistem. Selain itu, sistem interkoneksi memiliki performa yang lebih baik dibandingkan sistem captive, hal ini dapat diketahui dari lebih cepatnya waktu pemulihan yang dibutuhkan setelah mengalami gangguan. Turbine governor juga memiliki pengaruh terhadap waktu pemulihan yang lebih cepat setelah terjadi gangguan. Kata kunci - power generator (PG), interkoneksi, frekuensi, tegangan, module, sistem NGL Bontang
EVALUASI RELE ARUS LEBIH DAN ANALISIS BUSUR API UNTUK MENDAPATKAN REKOMENDASI PAKAIAN PELINDUNG UNTUK PEKERJA PADA WILAYAH HVS-4 DI PT.TERMINAL TELUK LAMONG David Heryana; Hery Purnomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu sistem proteksi tenaga listrik yang baik harus mampu bekerja sesuai dengan tujuan dan persyaratan serta fungsinya yang ditentukan terhadap jenis gangguan yang terjadi. Salah satu gangguan yang dapat menyebabkan ancaman terhadap keselamatan jiwa para pekerja ialah akibat busur api (Arc Flash). Busur api merupakan fenomena percikan api yang timbul akibat adanya arus gangguan hubung singkat. Besar energi busur api yang dihasilkan tergantung dari waktu kerja sistem pengaman akibat gangguan arus hubung singkat. Semakin cepat rele pengaman bekerja, maka semakin kecil pula busur api yang dihasilkan dan begitu pula sebaliknya. Analisis busur api dilakukan untuk memberikan peringatan kepada para pekerja maupun orang disekitarnya akan dampak yang ditimbulkan serta perlengkapan keselamatan yang harus dikenakan sebagai langkah pencegahan agar terhindar dari jatuhnya korban jiwa. Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa penyetelan waktu tunda antar rele arus lebih instantaneous kurang dari 0,2 detik yaitu 0,02 detik. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan dalam melokalisir gangguan dikarenakan waktu circuit breaker membuka yaitu 0,08 detik, sehingga sebelum CB pada rele tersebut terbuka, rele yang berada diatasnya akan bekerja juga. Dan terdapat beberapa rele arus lebih standard invers yang memiliki penyetelan arus pickup dibawah arus beban penuh. Hal ini dapat menyebabkan rele bekerja pada saat sistem dalam keadaan berbeban penuh. Selain itu, didapatkan juga bahwa incident energy Arc Flash yang timbul pada kondisi resetting lebih besar dibandingkan dengan kondisi saat eksisting, hal ini dikarenakan saat kondisi eksisting, waktu tunda antar rele sangat singkat dan besarnya incident energy tergantung pada waktu kerja rele. Kata kunci: waktu tunda, arus pickup, rele arus lebih, incident energy. A good electrical protection system must be able to work in accordance with the objectives and requirements and functions that are determined against the type of disturbance that occurs. One of the disturbances that can cause a threat to the lives of workers is due to arc flash. Arc flash is a phenomenon of sparks arising from the short circuit current. The amount of arc energy produced depends on the working time of the security system due to short circuit current interruption. The faster the security relay works, the smaller the arc flash and otherwise. Arc Flash analysis is done to give warning to the workers and the people around them of the impacts and the safety equipment that must be imposed as a precautionary measure to avoid the loss of life. From the results of this study, it was found that setting the delay time between instantaneous over current relay less than 0.2 seconds that is 0.02 seconds. This can cause an error in localizing the interruption due to the time the circuit breaker open is 0.08 seconds, so before the CB on the release is open, the relay above it will work as well. And there are some more standard inverse current releases that have pickup current tuning under full load current. This may cause the releases to work when the system is fully loaded. In addition, it is also found that incident energy Arc Flash arising in the resetting conditions is greater than the existing conditions, this is because when the existing condition, the delay between the relay is very short and the incident energy is dependent on the working time of the release. Keywords: time delay, pickup current, overcurrent relay, incident energy.
RANCANG BANGUN PENGUKURAN TEGANGAN PADA ALAT STERILISASI SUSU SAPI DENGAN PROSES OZONISASI Wiken Cahyo Pambudi; Mochammad Dhofir; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 8 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Susu merupakan salah satu makanan yang mengandung banyak zat gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Karena kandungan gizinya,  susu menjadi media yang sempurna bagi bakteri untuk tumbuh dan perkembang. Maka dari itu agar susu dapat dikonsumsi secara aman maka susu perlu melewati proses sterilisasi. Pada umumnya proses pensterilan susu menggunakan metode pemanasan. Dengan metode pemanasan dapat menyebabkan beberapa zat rusak. Untuk mencegah rusaknya beberapa zat dalam susu akibat pemanasan dibuatlah alat sterilisasi susu sapi dengan menggunakan gas ozon. Pembentukan gas ozon didapat dari oksigen yang terpapar medan yang tinggi. Agar didapat gas ozon yang konstan selama proses pensterilisasian tegangan yang terhubung pada reaktor ozon juga harus konstan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang bangun pengukuran tegangan pada alat sistem sterilisasi susu sapi dengan proses ozonisasi. Pengukuran tegangan in dirancang untuk mengukur tegangan AC mulai dari 1 kV hingga 25 kV. Pengukuran tegangan menggunakan metode pembagi tegangan kapasitif yang mengkombinasikan dengan microcontroller Arduino Nano dan dibantu dengan menggunakan sensor tegangan AC yaitu ZMPT101B. Setelah melakukan perancangan, pemrograman serta pengujian, alat pengukuran tegangan pada penelitian ini memiliki kenaikan eksponensial antara pembacaan pada DSM dengan pembacaan yang ditampilkan pada layar LCD alat pengukuran tegangan hasil rancang bangun. Kata kunci: Susu, Sterilisasi, Pengukur Tegangan, Pembagi Tegangan Kapasitif ABSTRACT Milk is one of the foods that contain many nutrients that are very beneficial for the body. Because of its nutritional content, milk is the perfect medium for bacteria to grow and thrive. Therefore, in order for milk to be consumed safely, milk needs to go through a sterilization process. In general, the milk sterilization process uses the heating method. The heating method can cause some substances to be damaged. To prevent the destruction of some substances in milk due to heating, a cow's milk sterilizer was made using ozone gas. The formation of ozone gas is obtained from oxygen exposed to high fields. In order to obtain constant ozone gas during the sterilization process, the voltage connected to the ozone reactor must also be constant. The purpose of this study was to design a voltage measurement structure on a cow's milk sterilization system with an ozonation process. This voltage meter is designed to measure AC voltage from 1 kV to 25 kV. The voltage measurement uses a capacitive voltage divider method that combines with the Arduino Nano microcontroller and is assisted by using an AC voltage sensor, namely ZMPT101B. After designing, programming and testing, the voltage measurement tool in this study has an exponential increase between the readings on the DSM and the readings displayed on the LCD screen of the designed voltage measurement tool. Keywords: Milk, Sterilization, Voltage Measurement, Capacitive Voltage Divider.
Analisis Jatuh Tegangan Dan Rugi Daya Sistem Transmisi 70kV Pada PLTA Sengguruh- GI Kebonagung Serta Upaya-Upaya Perbaikannya Gagah Pratama Putra; Teguh Utomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi penyediaan dan keandalan listrik telah menjadi indikator pertumbuhan ekonomi nasional. Sistem tenaga listrik yang andal dan berkualitas baik serta memenuhi standar mempunyai kontribusi yang sangat penting bagi masyarakat. Meningkatnya usaha di bidang industri yang umumnya bersifat induktif menyebabkan terjadinya rugi tegangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi tegangan dan rugi daya pada sistem transmisi 70kV pada PLTA Sengguruh-GI Kebonagung agar sesuai dengan standar toleransi sebesar +5% s/d -10%. Perbaikan jatuh tegangan dan rugi daya ini bisa dilakukan dengan injeksi daya reaktif melalui kapasitor.Kondisi tegangan pada saat ini belum memenuhi toleransi tegangan yang telah ditetapkan PT. PLN (Persero) sebesar +5% s/d -10%. Tegangan di GI Kebonagung sebesar 67,4 kV, GI Sengguruh sebesar 61,97 kV, GI Turen sebesar 62,62 kV, GI Gampingan sebesar 61,91 kV, GI Karangkates sebesar 60,28 kV, dan rugi daya total sebesar 3,60 MW dan 6,66 MVAR.Upaya perbaikan dengan pemasangan kapasitor di GI Sengguruh sebesar 51,11 MVA telah berhasil memenuhi toleransi tegangan. Tegangan di GI Sengguruh sebesar 67,4 kV (naik 5,43 kV), GI Turen sebesar 65,04 kV (naik 2,42 kV), GI Gampingan sebesar 67,21 kV (naik 5,30 kV), GI Karangkates sebesar 65,86 kV (naik 5,58 kV), dan rugi daya total sebesar 3,25 MW dan 6,05 MVAR (turun 0,35 MW dan 0,61 MVAR). Upaya perbaikan dengan pemasangan kapasitor di GI Turen sebesar 50,46 MVA belum berhasil memenuhi toleransi tegangan, dikarenakan tegangan di GI Karangkates masih melebihi toleransi tegangan. Tegangan di GI Sengguruh sebesar 64,36 kV (naik 3,04 kV), GI Turen sebesar 67,4 kV (naik 4,78 kV), GI Gampingan sebesar 64,42 kV (naik 2,51 kV), GI Karangkates sebesar 62,75 kV (naik 2,47 kV), dan rugi daya total sebesar 3,46 MW dan 6,42 MVAR (turun 0,14 MW dan 0,24 MVAR). Upaya perbaikan dengan pemasangan kapasitor di GI Gampingan sebesar 50,52 MVA telah berhasil memenuhi toleransi tegangan. Tegangan di GI Sengguruh sebesar 67,19 kV (naik 5,22 kV), GI Turen sebesar 65,13 kV (naik 2,51 kV), GI Gampingan sebesar 67,4 kV (naik 5,49 kV), GI Karangkates sebesar 65,65 kV (naik 5,37 kV), dan rugi daya total sebesar 3,25 MW dan 6,06 MVAR (turun 0,35 MW dan 0,60 MVAR). Upaya perbaikan dengan pemasangan kapasitor di GI Karangkates sebesar 38,34 MVA telah berhasil memenuhi toleransi tegangan. Tegangan di GI Sengguruh sebesar 65,99 kV (naik 4,02 kV), GI Turen sebesar 64,42 kV (naik 1,80 kV), GI Gampingan sebesar 65,84 kV (naik 3,93 kV), GI Karangkates sebesar 67,4 kV (naik 7,12 kV), dan rugi daya total sebesar 3,73 MW dan 6,42 MVAR (naik 0,13 MW dan turun 0,24 MVAR).Dari data dan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pemasangan kapasitor yang paling optimal adalah di GI Sengguruh karena dapat menaikkan tegangan terbesar dan memiliki total rugi daya sistem terkecil.Kata kunci – Jatuh tegangan, rugi daya, kapasitor.
ANALISIS STABILITAS DINAMIK KARENA ADANYA PENETRASI DARI DISTRIBUTED GENERATION PADA SALURAN DISTRIBUSI Alfian Nur Ferdianzah; Hadi Suyono; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distributed generation atau biasa disebut DG adalah sumber tenaga listrik terbarukan yang terhubung dengan jaringan listrik yang ada, terdiri dari sumber-sumber listrik yang memiliki kapasitas kecil. Dalam penelitian ini DG yang digunakan berupa PLTMH dan wind turbine yang disambungkan dengan jaringan penyulang Pujon 20 kV, penyambungan DG dilakukan pada bus yang terdekat dengan DG. Dengan adanya penyambungan DG ini, dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik yang semakin tinggi serta akan memperbaiki drop tegangan dan rugi-rugi daya pada sistem. Dengan adanya penyambungan ini, ketika terjadi gangguan maka akan berefek pada cepat atau lambatnya sistem jaringan distribusi kembali ke dalam keadaan semula, untuk itu perlu diperhatikan stabilitas sistem daya pada penyambungan DG terhadap sistem distribusi pujon. Sebelum adanya penyambungan, terlihat nilai sudut rotor, frekuensi dan drop tegangan ketika terjadi gangguan tiga fasa pada bus 50 sebesar 19,3°, 49,69 Hz, dan 16,01 kV, sedangkan untuk gangguan tiga fasa pada bus 2  nilai sudut rotor, frekuensi dan drop tegangan sebesar 33,4°, 49,52 Hz, dan 13,29 kV. Setelah di lakukan penyambungan dengan DG maka nilai  sudut rotor, frekuensi dan drop tegangan ketika terjadi gangguan tiga fasa pada bus 50 sebesar 16,02°, 49,68 Hz, dan 16,22 kV, sedangkan untuk gangguan tiga fasa pada bus 2  nilai sudut rotor, frekuensi dan drop tegangan sebesar 21,73°, 49,58 Hz, dan 13,41 kV. Maka kondisi sistem sebelum dan sesudah adanya penyambungan dengan DG masih stabil dan masih dalam batas toleransi yang diperbolehkan. Kata kunci - stabilitas transient, sudut rotor, tegangan, frekuensi, Distributed generation
ANALISIS KEANDALAN DAN NILAI EKONOMIS DI PENYULANG PUJON PT. PLN (PERSERO) AREA MALANG Fery Praditama; Teguh Utomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.281 KB)

Abstract

Sebagian pemadaman listrik yang terjadi adalah disebabkan oleh gangguan yang ada pada sistem distribusi. Ketidakandalannya setiap komponen peralatan distribusi mempengaruhi kontinuitas penyaluran tenaga listrik dan rugi-rugi yang dialami PLN. Metode Section Technique adalah pengembangan dari metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) yang digunakan untuk melakukan analisis keandalan pada Penyulang Pujon. Analisis nilai Penyulang Pujon berdasarkan energi tidak tersalurkan dari PLN digunakan untuk menghitung kerugian PLN saat terjadi pemadaman. Dengan menggunakan metode Section Technique didapatkan indeks keandalan SAIDI Penyulang Pujon yang bernilai 0,078712287 dimana dapat diperbaiki dengan penurunan laju kegagalan menjadi 0.078429816 atau pemasangan tie switch pada jaringan menjadi 0,060765313. Perbaikan pada indeks keandalan Penyulang Pujon setelah penambahan tie switch juga berbanding lurus dengan berkurangnya kerugian PLN akibat terjadinya pemadaman dari Rp 2.778.609.501 menjadi Rp 2.465.794.065Kata Kunci - Penyulang Pujon,indeks keandalan, section technique, analisis nilai, laju kegagalan, tie switch
PENINGKATAN INSTENSITAS MEDAN LISTRIK UNTUK OZONISASI UDARA MENGGUNAKAN AIR SULING Rexy Ramadhan Wijayanto; Moch Dhofir; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 6 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMedan listrik adalah suatu dareah (ruang) disekitar muatan yang masih dipengaruhi oleh gaya elektrik. Medan listrik tinggi yang dulunya jarang diaplikasikan karena berbahaya, namun kini sudah banyak diaplikasikan Sebagai contoh, medan listrik tinggi dapat digunakan untuk menghasilkan gas ozon (O3) melalui proses ionisasi pada udara. Maka perlu dilakukan sebuah penelitian tentang peningkatan pembangkitan medan listrik tinggi menggunakan dielektrik cair yaitu air suling. Untuk membangkitkanmedan listrik yang tinggi dengan permitivitas dielektrik cair yang besar, sehingga hasilnya yang diharapkan berupa konsentrasi gas ozon yang besar dibutikan dengan pengujian terhadap larutan berwarna. Sebelum pembuatan alat diharuskan memperhitungkan intenensitas medan listrik sesuai bahan dielektrik yang digunakan, pada menelitian ini menggunakan dielektrik air suling, udara dan mika. Kemudian desain dielektrik berlapis tersebut harus mampu menampung air suling yang tidak mudah bergelombang jika tertiup pompa saat proses prosuksi gas ozon. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan pengujian terhadap penjernihan larutan berwarna untuk membuktikan teori yang ada, pengujian dilakukan di Laboratorium Tegangan Tinggi Universitas Brawijaya. Dari hasil pengujian menunjukan bahwa semakin besar celah udara yang digunakan maka semakin kecil medan listrik yang terbentuk, dan pada penelitian ini, perbedaan celah udara berpengaruh lebih besar dari pada perbedaan ketebalan dielektrik cair.Kata Kunci – Medan Listrik, Generator Ozon, Dielektrik Berlapis, Air Suling.ABSTRACTAn electric field is an area (space) around a charge that is still affected by an electric force. Highelectric fields that were previously rarely applied because they are dangerous, but are now widely applied. For example, high electric fields can be used to produce ozone gas (O3) through the ionization process inair. So it is necessary to do a study on increasing the generation of high electric fields using a liquiddielectric, namely distilled water. To generate a high electric field with a large liquid dielectric permittivity, so that the expected result is a large concentration of ozone gas, it is necessary to test colored solutions. Before making the tool, it is required to take into account the intensity of the electric field according to thedielectric material used, in this study using distilled water, air and mica dielectrics. Then the layereddielectric design must be able to accommodate distilled water which is not easily corrugated if blown by apump during the ozone gas production process. Furthermore, it will be continued with testing on thepurification of the colored solution to prove the existing theory, the test is carried out at the High VoltageLaboratory of Brawijaya University. The test results show that the larger the air gap used, the smaller theelectric field formed, and in this study, the difference in the air gap has a greater effect than the difference inthe thickness of the liquid dielectric.Keywords – Electric Field, Ozone Generator, Coated Dielectric, Distilled Water.
Analisis Pengaruh Penambahan Unit Pembangkit Baru terhadap Arus Gangguan ke Tanah pada Gardu Induk Grati Galuh Indra Permadi; Mochammad Dhofir; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.247 KB)

Abstract

Skripsi ini membahas tentang arus gangguan pada sistem Gardu Induk Grati. Penambahan Unit Pembangkit baru pada PLTGU yang dekat dengan Gardu Induk Grati membuat arus gangguan pada sistem tersebut berubah, khususnya ketika gangguan terjadi di sisi Pembangkit dan di sisi Gardu Induk. Permasalahan yang muncul inilah yang dianalisis, apakah arus gangguan ke tanah pada Gardu Induk Grati menurun atau justru semakin meningkat. Analisis ini dilakukan dengan menghitung nilai arus gangguan satu fasa ke tanah, dua fasa ke tanah dan tiga fasa ke tanah sebelum dan sesudah penambahan Unit Pembangkit baru dengan metode perhitungan impedansi urutan ekivalen sistem sesuai dengan titik dimana gangguan terjadi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penambahan Unit Pembangkit baru membuat nilai arus gangguan ke tanah meningkat, khususnya arus gangguan maksimum yaitu dari 32343.521 A menjadi 36565.117 A. Analisis ini juga dilakukan untuk kondisi titik netral sub-sistem baru yang ditanahkan melalui tahanan 500 Ω. Hasilnya adalah pada gangguan satu fasa ke tanah dan dua fasa ke tanah, arus gangguan maksimum menurun dengan selisih mencapai 2.3 %.Kata Kunci—Gardu Induk Grati, impedansi urutan, arus gangguan ke tanah.
Analisis Pengaruh Harmonisa Terhadap Kinerja Miniature Circuit Breaker (MCB) Muhammad Ardito; Hery Purnomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan dalam pemanfaatan tenaga listrik di zaman modern ini banyak mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi. terutama dalam pemakain bahan semi konduktor atau peralatan elektronika seperti televisi, komputer/laptop, airconditioner(AC), printer, lampu hemat energi (LHE), dimmer dan peralatan elektronika daya yang  lainnya. Peralatan tersebut merupakan beban nonlinier yang dapat menyebabkan munculnya arus/tegangan dengan besar frekuensinya melebihi besarnya frekuensi fundamental atau kelipatannya. Frekuensi 50/60 Hz disebut dengan frekuensi fundamental dan kelipatannya disebut frekuensi harmonik atau harmonisa. Harmonisa yang ditimbulkan oleh beban nonlinier dapat berpengaruh terhadap kinerja Miniature Circuit Breaker (MCB) pada saat keadaan beban berlebih yang menggunakan bahan bimetal sebagai media untuk memutuskan arus listrik pada MCB. Waktu yang dibutuhkan bimetal untuk membengkok dan membuka kontak MCB sesuai dengan kenaikan besar arus. Semakin besar arus gangguan yang terjadi maka semakin cepat logam bimetal membengkok dan waktu trip pun akan semakin cepat juga. Dalam penelitian ini dilakukan 6 pengujian yang berupa 2 pengujian pada beban linier berupa lampu pijar yang dihubungkan secara pararel dengan %THDi sebesar 2.098% dan 2.440% sedangkan untuk 4 pengujian pada beban nonlinier digunakkan 2 buah dimmer yang dihubungkan dengan beberapa lampu pijar sehingga pada pengujian ini mendapatkan besaran harmonisa yang bervariasi yaitu %THDi 21.008%, 27.415%, 35.206% dan 40.713%. pada penelitian ini didapatkan bahwa semakin besar nilai %THDi maka waktu trip akan semakin cepat dikarenakan %THDi semakin besar maka arus total harmonisa juga akan semakin besar, sehingga nilai arus true rms jauh lebih besar melewati batas rating arus pada MCB, hal ini yang membuat waktu trip menjadi berbeda dibandingkan saat keadaan normalnya atau ketika beban tanpa harmonisa. Kata kunci : harmonisa, bimetal, Miniature Circuit Breaker, dimmer.
Co-Authors Agam Rido Priawan Aji Rizky Hakim Alfian Nur Ferdianzah Allatib, Arohid Anargya Widyatma Anshar Affandy Arizky Erwinsyah Hariyanto Arkan Pradipta Avif Septian Imandyan Ayyub Setiyoso Bintang Mufti Z. E. Brilian Mukti Alnajib Danang Aji Nugroho Daniel Kristo Mula Lambok Pangaribuan David Heryana Dedy Alfilianto Dhofir, Mochammad Dian Kartika Fitriana H. Dicky Indratama Dimas Hariyo Kuncoro Dinda Oki Prabawanti Dwi Cahya Ramadhan Dwi Indra Kusumah Edi Setiawan Erwin Hery Setiyawan Esti Hardiyanti Fery Praditama Fikri, Zakkiyul Fitriana Suhartati Frandicahya P., Akhmad Frengky Adi Lestari Friska Bakti Novella Gagah Pratama Putra Galuh Indra Permadi Genheart Giovanno Daniel King Sitanggang Hadi Suyono Hari Santoso Harry Soekotjo Dachlan Hendro Sulaksono Hery Purnomo Ibnu Sabilli ILYAS FATIH RAMADHAN Imam Sabilil Haque Indratama, Dicky Indri Kusuma Dewi Ivandri S. U. Duka Jiwandono, Ferdian Ade Kalvin Lentino Khairudin Syah Lalu Akbar Pandu Willian Liky Saputra Mulia Lunde Ardhenta M. Fauzan Edy Purnomo M. Rif’an Ma'arif, Muhammad Thoriqul Malinda Dinna Auliya Mamdouh Abdel-Akher Moch Dhofir Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Rizki Indra Dwijayanto Muhamad Alif Fatur Rahman Muhamad Andre Agesa Muhammad Afdal Muhammad Ardito Muhammad Aswin Muhammad Edwinsyah Redho Muhammad Fahmy Madjid Muhammad Fikri Utomo Muhammad Rigadho Suprayogi Muhammad Syaiful Arifin Muhammad Zakkiyul Fikri Syahara Arifianto Muhammad Zulhaj Aliyansyah n/a Soemarwanto n/a Soeprapto n/a Suhendra D. Nurlita Chandra Mukti Nurwati, Tri Panca Mudji Rahardjo Praditama, Fery Pujo Utomo Purba, Pedro Putra, Handre Refinur Amir Muhammad Rendy Previanto Rexy Ramadhan Wijayanto Reza Aliansyah Rifqi Hasyemi T. Rini Nur Hasanah Rizal, Mochammad Rize Taufiq Ramadhan Rosyid, Muhammad Rudy Yuwono Sambodo Rila Priambudi Satriyo Gedhe Simo Karsono Suyono, Hadi Teguh Utomo Temmy Nanda Hartono Tri Nurwati Triyoga, Joseph Kristian Unggul Wibawa Unggul Wibawa Viera, Viera Widyatama, Anargya Wiken Cahyo Pambudi Wisam Abyadha Ibrahim Wulan Indah Septiani Yakin Gabrielsa Yamadika Okto Ahiro Yoga Candra Setyawan