Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENINGKATAN NILAI SAMPAH MENJADI BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT DI DESA MUDIK ULO KECAMATAN HULU KUANTAN Resdati, Resdati; Zakiah, Agustiana; Risyar, Gilang Alfarizi; Wiranda, Naldo; Wenda, Rivana; Mardiyah, Yona; Aurelia, Gina; Armelinda, Tiara; Azizi, Muhammad; Nurjannah, Siti; Pandera, Cici
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3264-3274

Abstract

Sampah organik yang berasal dari Pasar Mudik Ulo merupakan sampah padat dari hasil kegiatan pasar mingguan yang merusak secara efektif dan menyebabkan aroma yang sangat tajam. Kehadiran sampah dianggap sebagai hal yang tidak menguntungkan, padahal dapat didaur ulang kembali seperti pengolahan melalui pengomposan. Pengomposan ini menghasilkan pupuk yang dapat memberikan nutrisi pada tanaman dan mengubah bahan organik menjadi produk yang aman dan mudah digunakan kembali. Pemupukan tanah biasanya menggunakan strategi tradisional, dengan cara ini menghabiskan banyak waktu. Mengolah tanah dengan bantuan Effective Microorganism (EM4) dapat mempersingkat waktu pemupukan tanah dibandingkan strategi biasa. Hasil pembuatan kompos ini membuktikan jika dalam waktu 20 hari kompos telah bisa digunakan. Oleh karena itu, kegiatan KUKERTA di desa Mudik Ulo, melakukan asifikasi limbah organik menjadi pupuk hijau melalui pengomposan menggunakan bahan-bahan yang berasal dari sampah pasar. Maksud dari kegiatan ini antara lain  : 1) sebagai motivasi bagi masyarakat Desa Mudik Ulo untuk dapat memanfaatkan sampah sisa kegiatan pasar 2) sosialisasi tentang pemanfaatan sampah organik 3) memberikan pengetahuan mengenai langkah-langkah dalam membuat pupuk melalui pengomposan. Dengan demikian kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyrakat umum dan peserta kegiatan dapat membuat pupuk melalui pengomposan.
EMPOWERING RED RICE FARMERS THROUGH HOLISTIC ASSISTANCE IN ARALLE, MAMASA REGENCY, TOWARDS SOCIAL AND ECONOMIC INDEPENDENCE Azizi, Muhammad; Zainuddin, Muhlis; Asri
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i1.3116

Abstract

Aralle Village, located in Aralle District, Mamasa Regency, is a highland area with an altitude of between 800 and 1,200 meters above sea level. This area has a cool climate with high rainfall that is very supportive of the cultivation of food crops, especially local rice such as red rice. This commodity has a distinctive taste and high nutritional value, so it has great potential to be developed as a superior local product. Unfortunately, this potential has not been fully utilized by the community, the majority of whom still practice traditional and subsistence farming. Limited access to infrastructure, particularly road conditions and agricultural product transportation, is a barrier to comprehensive agricultural development, from upstream to downstream. According to information from farmers around Aralle, the management of farmer groups does not pay attention to institutional aspects, marketing management aspects, and production aspects related to red rice, from planting to harvesting and post-harvest.
The Effect of Banana Frond Waste Fibers Compared to Glass Fibers on The Mechanical Properties of Composites Azizi, Muhammad; Susilo, R. Dwi Pudji; Ariansyah, Nando; Fitri, Muhamad
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the mechanical properties of composites reinforced with banana frond waste fibers compared to those reinforced with traditional glass fibers. The increasing environmental concerns and the need for sustainable materials have driven the exploration of natural fibers as viable alternatives to synthetic fibers in composite materials. Banana frond waste, a byproduct of banana cultivation, offers a renewable and biodegradable option for composite reinforcement.Composites were fabricated using both banana frond waste fibers and glass fibers, and their mechanical properties, including tensile strength, bending strength, and impact resistance, were evaluated and compared. The results indicated that while glass fiber composites exhibited higher overall mechanical performance, banana frond waste fiber composites showed competitive properties, particularly in terms of impact resistance and specific strength. The natural fibers demonstrated adequate bonding with the polymer matrix, contributing to the composite's overall integrity.Moreover, the use of banana frond waste fibers significantly reduced the composite's environmental footprint, making them a promising alternative for various applications where moderate mechanical performance is sufficient. The study highlights the potential of banana frond waste fibers as a sustainable reinforcement material, encouraging further research and development in this area to optimize their mechanical properties and broaden their application scope.
Peran sektor keuangan digital dalam meningkatkan akses finansial UMKM di Provinsi Sulawesi Barat Azizi, Muhammad; Ahmad , Srifatmawati
Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis Vol. 4 No. 3 (2025): Co-Creation : Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Bisnis (In Progress
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cocreation.v4i3.1891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sektor keuangan digital dalam meningkatkan akses finansial UMKM di Provinsi Sulawesi Barat. UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia masih menghadapi kendala dalam memperoleh pembiayaan formal, seperti persyaratan agunan, administrasi yang rumit, serta rendahnya literasi keuangan. Kehadiran layanan keuangan digital seperti mobile banking, e-wallet, dan QRIS memberikan alternatif yang lebih inklusif, praktis, serta mampu memperluas jangkauan pasar. Jenis Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM serta perwakilan lembaga keuangan digital di Sulawesi Barat. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif dan menunjukkan hasil penelitian bahwa penggunaan keuangan digital mampu meningkatkan efisiensi transaksi, memperbaiki pencatatan keuangan, dan mempermudah konsumen dalam melakukan pembayaran. Lembaga keuangan berperan tidak hanya sebagai penyedia layanan, tetapi juga mitra dalam literasi dan pendampingan usaha. Penelitian ini juga menemukan hambatan berupa rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur jaringan, serta ketidakmerataan akses pelatihan. Disimpulkan bahwa keberhasilan digitalisasi UMKM tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga membutuhkan dukungan kebijakan, program literasi yang berkelanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha.
Pemahaman Hadis tentang Maisir dan Relevansinya terhadap Judi Online: Analisis Pandangan Ulama Klasik dan Kontemporer Azizi, Muhammad; Darta, Ali
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.4308

Abstract

The phenomenon of online gambling, a modern form of gambling, has created serious social, economic, and moral problems. The practice can be analyzed through the concept of maisir, which is expressly prohibited in the hadith and the Quran due to its elements of betting, speculation, uncertainty, and destructive impact on individuals and society. This study aims to examine the hadith’s understanding of maisir by highlighting the views of classical and contemporary scholars and linking them to the relevance of the online gambling phenomenon. The research method used was qualitative with a thematic-comparative approach. The results show that classical scholars understand maisir as any form of betting-based transaction that negates fairness in exchange, thus being considered detrimental to spiritual and social values. Meanwhile, contemporary scholars expand the definition of maisir to modern phenomena such as online gambling, emphasizing aspects of financial loss, psychological addiction, technological exploitation, and moral degradation. The hadiths prohibiting maisir are considered relevant in the digital context because their principles are able to address the challenges of application-based gambling and online media. Furthermore, there are legal and social implications that Sharia regulations regarding maisir must be adapted to technological developments to protect society from the dangers of online gambling. The implications of this research are the importance of strengthening religious literacy in society, increasing the role of Islamic scholars and institutions in issuing fatwas and education regarding online gambling, and encouraging the government and legal authorities to integrate sharia principles with digital technology regulations.