Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PEMETAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DI DESA CIKERUH, JATINANGOR, SUMEDANG Septiani, Ayu; Kosasih, Ade; Nugrahanto, Widyo
Midang Vol 3 No 2 (2025): Midang, Juni 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i2.63832

Abstract

Artikel ini berdasarkan pada kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yang dilakukan untuk memetakan UMKM yang ada di desa cikeruh Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedaang, Jawa Barat. UMKM di Desa Cikeruh perlu dipetakan lebih lanjut guna mengetahui usaha apa saja yang ada di Desa Cikaruh sehingga dapat diusulkan rencana pengembangannya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survey lapangan dan obsevasi partisipatif. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sebaran usaha yang ada di Desa Cikaruh, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Setelah UMKM Masyarakat Desa Cikeruh terpetakan, maka disusunlah langkah-langkah strategis untuk pengembangan UMKM tersebut. Sasaran kegiatan ini yaitu seluruh Masyarakat Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang berusia produktif. Desa Cikeruh dipilih karena lokasinya berada di Kawasan Pendidikan Jatinangor sehingga lebih terjangkau dan sesuai dengan jargon kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat yaitu “Unpad Bermanfaat”. Simpulan dari kegiatan ini yaitu pelaku UMKM di Desa cikeruh mengalami demotivasi pasca pandemi covid-19 sehingga perlu adanya upaya untuk memotivasi kembali para pelaku usaha tersebut agar mau melakukan inovasi pada produknya sehingga usahanya itu kembali berjaya dan dapat meningkatkan kesejahteraan warga Masyarakat Desa Cikeruh.
Eksistensi Manusia dalam Naskah Aulia Syeikh Abdul Qadir Jailani: Kajian Filologi dan Analisis Resepsi Ade Kosasih; Setiono Mahdi
Manuskripta Vol 9 No 1 (2019): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v9i1.105

Abstract

Ki Sarahmadu Brajamakutha (KSB) is a manuscript collection of Widyapustaka, the library of Pakualaman Palace, Yogyakarta. This manuscript was written in Javanese script and language in macapat metre. KSB contains didactic stories on how to rule a kingdom, depicted in stories of prophets and kings mainly from the Middle East. Those stories are embeded in three texts: Tajusalatin, Hikayat Nawawi, and a text containing teachings of Paku Alam I and Paku Alam II. The “kafir king” story of Nusirwan appears in the manuscript as part of the Tajusalatin text. Despite being specifically mentioned as “kafir” or non-believer in the text, he is portrayed as a just king. The study of respon aesthetic of Wolfgang Iser is applied to the story of King Nusirwan as to how contemporary readers can understand the repertoire, making them easier to acquire the conventions on how the story was build, so that they can easily interpret the meaning as intended by the author. === Ki Surahmadu Brajamakutha (KSB) adalah manuskrip koleksi Widyapustaka, Perpustakaan Istana Pura Pakualaman, Yogyakarta. Manuskrip ini ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa dalam tembang macapat. KSB berisi cerita didaktis tentang bagaimana aturan seorang raja, menggambarkan kisah nabi-nabi dan raja dari Timur Tengah. Cerita-cerita tersebut terdapat di dalam tiga teks: Tajusalatin, Hikayat, Nawawi, dan sebuah teks yang berisi ajaran-ajaran Paku Alam I dan Paku Alam II. Cerita “raja kafir” Nusirwan muncul di dalam sebuah manuskrip sebagai bagian teks Tajusalatin. Meskipun di dalam teks secara khusus disebutkan sebagai “kafir” atau tidak percaya, ia digambarkan sebagai raja yang adil. Studi tentang estetika respons Wolfgang Iser diterapkan pada kisah RajaNusirwan tentang bagaimana pembaca kontemporer dapat memahami repertoar, membuat mereka lebih mudah untuk memperoleh konvensi tentang bagaimana cerita itu dibangun, sehingga mereka dapat dengan mudah menafsirkan makna sebagaimana dimaksud oleh penulis.
VERNAKULARISASI SURAH AL-FATIHAH DALAM TAFSIR RAUDHATUL IRFAN KARYA AHMAD SANUSI SUKABUMI Ade Kosasih
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v8i2.428

Abstract

Translating and interpreting the Qur’an into regional languages is a cultural process in which the authority of the Arabic text encounters the linguistic horizon of local readers. This study examines vernacularization in Surah al-Fatihah in K.H. Ahmad Sanusi’s Rawḍat al-‘Irfān fī Ma‘rifat al-Qur’ān, a Sundanese commentary written in Pegon script. Using qualitative library research, it conducts a philological-linguistic reading of the al-Fatihah text and its explanations through the lenses of lexical choice, speech levels, and the pedagogical function of tafsir. The findings show four interconnected layers. First, the Arabic Qur’anic text remains the center of scriptural authority, while Sundanese-Pegon glosses provide access to meaning. Second, Qur’anic concepts are mediated through familiar Sundanese expressions, including the pair Gusti–abdi, the verb ngurus, the phrase nikmat gede–leutik, and agama anu bener. Third, the selected register encodes the hierarchical relationship between God and human beings while retaining proximity to the pesantren community. Fourth, Sanusi’s concise notes on the basmalah and the recitation of al-Fatihah according to four Sunni legal schools transform translation into practical religious guidance. Rawḍat al-‘Irfān therefore represents not merely linguistic transfer, but a negotiated space where Qur’anic semantics, Sundanese linguistic ethics, pesantren literacy, and local religious practice converge within a living local knowledge tradition