Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pada Ny. S Dengan Hipertensi Di Ruangan Pejuang RSUD Bangkinang Tahun 2025 Natasya, Bella; Aprilla, Nia; Alini, Alini; Virgo, Gusman
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): Volume 1 Nomor 2, Juli 2025
Publisher : El-Emir Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/juski.v1i2.284

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease caused by various factors such as excessive salt intake, stress, smoking, unhealthy diet, lack of physical activity, and family history. Often referred to as a “silent killer,” it typically presents without symptoms until serious complications arise. If left untreated, hypertension can result in circulatory disorders, pain, sleep disturbances, kidney damage, stroke, or heart failure. This scientific paper aims to describe the nursing care provided to Mrs. S, a 58-year-old patient diagnosed with hypertension and admitted to the Pejuang Ward of Bangkinang Regional Hospital. Data were collected through interviews, observation, physical examination, and document analysis. Three main nursing diagnoses were identified: ineffective peripheral perfusion, acute pain, and disturbed sleep pattern, all caused by uncontrolled high blood pressure. Nursing interventions were implemented using the Indonesian Nursing Intervention Classification (SIKI), focusing on pain management, circulatory care, and sleep support. Evaluation showed clinical improvement and enhanced patient understanding of hypertension management. Effective nursing care plays a crucial role in reducing the risk of complications and improving the overall quality of life for patients living with hypertension.
Hubungan Antara Stigma Masyarakat dengan Penerimaan Masyarakat Terhadap Pasien Skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar Aprilla, Nia; Alini, Alini; Syafriani, Syariani; Afiah, Afiah
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.18776

Abstract

Orang yang mengalami gangguan skizofrenia juga seringkali dicap sebagai orang gila. Tentunya stigma tersebut hanya akan membuat orang yang mengalami gangguan skizofrenia menghindari perawatan sehingga tidak ditangani dengan cepat dan hanya akan membuat kondisi orang yang mengalami gangguan skizofrenia semakin memburuk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara stigma masyarakat dengan penerimaan masyarakat terhadap pasien skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan crosssectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 – 29 Juli Tahun 2023 dengan jumlah sampel 98 responden. Sampel dalam penelitian ini yaitu masyarakat di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar dengan teknik pengambilan sampel purposif sampling. Pengolahan data menggunakan uji chi-square. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara stigma masyarakat dengan penerimaan masyarakat terhadap pasien skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar dengan nilai p = (0,032) ? (0,05). Diharapkan kepada pihak puskesmas memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang skizofrenia sehingga masyarakat bisa menerima dengan baik pasien skizofrenia.
The effect of health education on the anxiety level of families with mentally retarded children Aprilla, Nia; Dekawaty, Ayu; Alini, Alini; Novrika, Bri
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3057

Abstract

Latar Belakang: Anak-anak dengan disabilitas intelektual sering mengalami keterbatasan dalam fungsi kognitif, yang mengakibatkan berkurangnya kapasitas belajar dan kesulitan dalam beradaptasi dengan ekspektasi sosial. Kondisi ini sering berkontribusi pada kecemasan yang meningkat diantara anggota keluarga, terutama mengenai kondisi anak saat ini dan prospek masa depan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat kecemasan keluarga dengan anak terdiagnosis disabilitas intelektual di SLB Negeri Bangkinang Kota. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain quasi eksperimen tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan di State Special Needs School Bangkinang Kota pada tanggal 6 Mei 2024. Populasi penelitian terdiri dari 64 keluarga yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25% dari populasi, sehingga diperoleh 16 responden. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil: Hasil uji-T sampel berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dalam tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi (p= 0,000). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan pada keluarga dengan anak disabilitas intelektual di SLB Negeri Bangkinang Kota. Oleh karena itu, disarankan agar lembaga pendidikan secara aktif memberikan program pendidikan kesehatan kepada keluarga untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang disabilitas intelektual.