Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan Santri Tentang Skabies Dengan Perilaku Pencegahan Skabies Hidayat, M. Dicky; Dhilon, Dhini Anggraini; Aprilla, Nia
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.199

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes Scabiei dan sering terjadi di lingkungan padat. Penyakit ini mudah menyebar akibat rendahnya pengetahuan dan perilaku pencegahan personal hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan santri tentang skabies dengan perilaku pencegahan skabies. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (PPMTI) Tanjung Berulak. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 86 responden diperoleh melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (65,1%) dan perilaku pencegahan skabies baik (60,5%). Uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,000 (≤0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku pencegahan scabies. Semakin baik pengetahuan santri tentang skabies maka semakin baik pula perilaku pencegahannya. Diharapkan para santri agar meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mandi secara teratur, mengganti pakaian dan sprei minimal dua kali seminggu, serta menjemur kasur dan bantal secara rutin.
Karakteristik Penderita Resiko Perilaku Kekerasan Aprilla, Nia; Novrika, Bri
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.205

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatu sindroma atau pola psikologis atau perilaku yang penting secara klinis yang terjadi pada seseorang dan dikaitkan dengan adanya distress  atau disabilitas disertai peningkatan risiko kematian yang menyakitkan, nyeri, disabilitas, atau sangat kehilangan kebebasan. Salah satu bentuk gangguan kejiwaan adalah resiko perilaku kekerasan. Karakteristik responden yang dapat mempengaruhi resiko perilaku kekerasan diantaranya adalah umur, jenis kelamin, pendidikan dan lama waktu. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui karakteristik penderita resiko perilaku kekerasan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 s/d 26Agustus 2023. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik deskriptif. Populasi penelitian ini adalah  seluruh penderita resiko perilaku kekerasan yang berjumlah 23 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada rentang usia produktif (15-50 th)  sebanyak 28 responden (93,3%), pada karakteristik pendidikan  sebagian besar berpendidikan rendah sebanyak 26 responden (86,7% , sebagian besar  responden tidak bekerja yaitu sebanyak 18 responden (60,0%) dan sebagian besar responden berada pada rentang waktu lama menderita 6 Bulan yaitu sebanyak 18 responden (60,0%). Disarankan kepada Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau untuk dapat memberikan penyuluhan mengenai resiko perilaku kekerasan dan pencegahannya.
Karakteristik Kejadian Self-Harm Pada Remaja Di SMPN 1 Bangkinang Kota Alini, Alini; Aprilla, Nia; Novrika, Bri
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.210

Abstract

Perilaku self-harm pada remaja menjadi isu kesehatan mental yang mengkhawatirkan, terutama di masa transisi pubertas di mana emosi labil sering memicu mekanisme coping maladaptif seperti melukai diri tanpa niat bunuh diri. Di Indonesia, prevalensi self-harm mencapai 20-37% pada remaja SMP, dengan perempuan lebih rentan akibat tekanan sosial, bullying, dan konflik keluarga. Kajian karakteristik kejadian ini esensial untuk intervensi dini, mengingat dampaknya mencakup depresi, infeksi fisik, isolasi sosial, dan risiko eskalasi ke perilaku berat.​ Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kejadian self-harm pada remaja siswa SMPN 1 Bangkinang Kota tahun 2026 berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat keparahan (ringan, sedang, berat). Populasi adalah seluruh siswa kelas VII-VIII SMPN 1 Bangkinang Kota (n=800). Sampel sebanyak 114 responden diambil secara total sampling dari skrining awal menggunakan Self-Harm Inventory for Adolescents (SHIA-18), dengan kriteria inklusi siswa berusia 13-14 tahun yang melaporkan riwayat self-harm.​ Dari 114 responden (50 laki-laki/43,9%, 64 perempuan/56,1%; 5 usia 13 tahun/4,4%, 109 usia 14 tahun/95,6%), self-harm kategori ringan dominan (81 kasus/71,1%), sedang 19 kasus (16,7%), dan berat 14 kasus (12,3%). Perempuan usia 14 tahun paling banyak terlibat pada kategori ringan-sedang (p<0,05).​ Sekolah disarankan rutinkan skrining SHIA-18, konseling emosi, dan edukasi orang tua/guru untuk pencegahan eskalasi self-harm berat.​