Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Oseanologia

Sebaran Sarang Penyu Hijau (Chelonia mydas) Di Kawasan Konservasi Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil (Kkp3k) Paloh Desa Sebubus Kabupaten Sambas Romiyansah, Romiyansah; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Apriansyah, Apriansyah; Risko, Risko
Oseanologia Vol 3, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v3i2.83280

Abstract

This research aims to determine the distribution pattern of green turtle nests (Chelonia mydas) in the KKP3K Paloh area, Sebubus Village, Sambas Regency. This research was carried out in October 2021 in the Paloh Conservation, Coastal and Small Islands Conservation Area (KKP3K), Sebubus Village, Sambas Regency. The method used in this research is the purposive sampling method (Indriyanto, 2006). The sampling location was determined based on the landing location of the turtles to lay their eggs, then the results of the field survey were obtained in two segments, namely segment 2A and segment 3A which consisted of 15 sectors. Based on the results of 14 days of research, the total number of green turtles that came ashore and made nests in two segments was 234 green turtles. The number of green turtles that came ashore and made nests in segment 2A was 153 green turtles, the number of green turtles with egg-laying status was 108 nests and the number of green turtles with non-laying status was 45 nests. Meanwhile, the number of green turtles that came ashore and made nests in segment 3A was 81 green turtles and the total number of green turtles found in nesting status was 50 nests and the total number of green turtles found in non-nesting status was 31 nests. Sector 8 is a place where many turtles lay their eggs with an average nest temperature of 290C in 27 nests. The morisita index (distribution) of egg-laying and non-laying green turtles (Chelonia mydas) in segment 2A totaled 156 nests and in segment 3A totaled 78 nests, the morisita index Id was 1, so the population distribution was in the uniform category. Based on direct observations in the field, there are several factors that influence green turtles to lay eggs and not lay eggs. Factors influencing green turtles in the process of making egg nests are the temperature conditions of the nest that allow it and the conditions of the surrounding environment such as rubbish and the slope of the beach which is not in the form of a cliff or steep.
Komposisi Gastropoda Littorinidae Di Ekosistem Mangrove Desa Sutera Kayong Utara Ayzah, Dzul Khoidzah All; Safitri, Ikha; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Handayani, Creani
Oseanologia Vol 3, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v3i2.82612

Abstract

Desa Sutera merupakan salah satu Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) di Kalimantan Barat yang kaya akan sumber daya hayati laut dan ekosistem penting. Mangrove memiliki peran signifikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi gastropoda di ekosistem mangrove Desa Sutera, Kayong Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2024 dengan menggunakan metode eksploratif. Gastropoda yang ditemukan diidentifikasi jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga spesies gastropoda, yaitu spesies L. melanostoma memiliki panjang rata-rata 1,7 cm dan lebar 1,00 cm. Sementara itu, L. scabra memiliki panjang rata-rata 1,73 cm dan lebar 1,1 cm. Sedangkan L. carinifera memiliki ukuran yang sedikit lebih besar, dengan panjang rata-rata 1,8 cm dan lebar 1,3 cm.
Daya Dukung Kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Tanjung Burung Mempawah Kalimantan Barat Laksmitandari, Gania Ahlul Jannah; Warsidah, Warsidah; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Haq, Izhar Amirul
Oseanologia Vol 3, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v3i2.84043

Abstract

Ekowisata yang merupakan segala aktivitas yang terkait dengan alam. Ekosistem yang dapat dijadikan kawasan ekowisata adalah ekosistem mangrove, salah satunya adalah kawasan ekowisata mangrove Pantai Tanjung Burung Mempawah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Daya Dukung Kawasan (DDK) ekowisata mangrove Pantai Tanjung Burung Mempawah. Penelitian dilakukan di kawasan ekowisata mangrove Pantai Tanjung Burung Mempawah Kelurahan Tanjung Kabupaten Mempawah. Data primer diambil menggunakan kusioner dengan 80 orang responden yang ditentukan menggunakan rumus slovin. Data sekunder diperoleh melalui wawancara langsung bersama pengelola kawasan ekowisata mangrove Pantai Tanjung Burung Mempawah. Hasil penelitian   mendapatkan kunjungan harian pada kawasan ekowisata mangrove Pantai Tanjung Burung Mempawah   sejumlah 8 orang/hari, sebagian besar berasal dari Kabupaten Mempawah (63%) dengan rentang umur 21-30 tahun (46%), jenis kelamin perempuan (54%), dan jumlah kunjungan rata- rata 1-3 jam. Unit area yang tersedia di kawasan ekowisata tersebut antara lain pendopo (16 m ²), tracking (68 m), photografi (20   m ²), outbound (120 m ²) dan waktu pelayanan selama 8 jam. Hasil analisa mendapatkan Daya Dukung Kawasan (DDK) Pantai Tanjung Burung Mempawah adalah 145 orang. Nilai tersebut masih mencukupi untuk mendukung kunjungan harian pada saat ini (8 orang) sehingga aktivitas wisata di kawasan tersebut belum beresiko bagi ekosistem mangrove.  
Analisis Kandungan Proksimat dan Mineral Esensial Dari Gastropoda Turbo setosus asal Perairan Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat Hasanah, Fadiah Amalia; Warsidah, Warsidah; Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Oseanologia Vol 2, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i2.61471

Abstract

Turbo setosus is a species of the gastropod class that has a wavy shell with circular lines on its surface. Because it is easy to find, this type of snail is widely used in the food sector. The nutritional value of Turbo setosus is also high so it has economic value. Proximate analysis and essential minerals are useful to determine the nutritional value contained. Gastropods were extracted using Soxhlet at a certain temperature to measure moisture content, fat content, ash content, and carbohydrates. To find out the number of carbohydrates, the by difference method is used. Meanwhile, to find out the amount of minerals contained using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method.
Keanekaragaman Bivalvia di Kawasan Ekosistem Mangrove Desa Jeruju Besar Kalimantan Barat Pangamiti, Floraria Maya; Helena, Shifa; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Oseanologia Vol 4, No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i1.92730

Abstract

Bivalves are benthic organisms from the phyllum Mollusca phylum commonly found in mangrove ecosystems, particularly in areas with muddy or sandy substrates. These organisms play an essential role in maintaining ecosystem balance and serve as environmental bioindicators. This study aims to determine the composition, community structure, and environmental parameters that influence bivalve life in the mangrove ecosystem of Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, West Kalimantan. The research was conducted in December 2024 using a systematic method to determine sampling stationss, with a total of 3 stations. Each station has 3 subplots with a size of 1x1 m2 following the transect line which is placed parallel to a distance of 10m. Bivalve diversity in the mangrove ecosystem area of Jeruju Besar Village consists of 2 species, namely, Geloina expansa and Pharella acutidens. Density Station 1 has a density range (0-0.45 ind/m2), station 2 (0-2.28 ind/ m2), station 3 (0-1.64 ind/ m2). The diversity index (H') of bivalves ranged from (0.451-undefined), uniformity index (E') (0.693-undefined), and dominance index (C) (0.722- 1).
Struktur Komunitas Kepiting Bakau Di Kawasan Mangrove Desa Pangkalan Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna Harianto, Miko; Nurdiansyah, Syarif irwan; Warsidah, Warsidah
Oseanologia Vol 4, No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i1.91492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas kepiting bakau dan parameter kualitas perairan yang terdapat di kawasan hutan mangrove Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna. Penelitian ini menggunakan metode Catch Per Unit Effort (CPUE). Metode dilakukan dengan menghitung jumlah sampel kepiting bakau yang tertangkap dalam setiap upaya penangkapan. Penangkapan dilakukan sebanyak 4 kali dalam rentang waktu seminggu sekali selama sebulan. Hasil yang di dapat menunjukkan terdapat tiga jenis kepiting bakau yang berada pada kawasan mangrove Desa Pangkalan yaitu S. paramamosain, S. serrata, S. tranqueabrica. Hasil kepadatan relatif kepiting bakau yaitu 8,8% stasiun 1, 17% stasiun 2, dan 12,5% stasiun 3 untuk jenis S. paramamosain, 43,2% stasiun 1,36% stasiun 2, dan 50% stasiun 3 untuk jenis S. serrata, 48% stasiun 1,47% stasiun 2, dan 37,5% stasiun 3 untuk jenis S. tranquebarica. Kualitas perairan kawasan mangrove Desa Pangkalan masuk ke dalam kategori sangat jarang hingga rapat. Nilai indeks keanekaragaman (H"™) berkisar antara 0,929-1,024 dengan kategori rendah hingga sedang. Nilai indeks Keseragaman (E) berkisar antara 0,845-0,932 dengan kategori tinggi. Indeks dominansi (C) termasuk dalam kategori rendah, yaitu 0,379-0,424.
Pengaruh Perbedaan Jarak Tanam Terhadap Laju Pertumbuhan Eucheuma cottonii Dengan Metode KJA di Teluk Cina Pulau Lemukutan Yunivah, Adinda; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Warsidah, Warsidah
Oseanologia Vol 2, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i2.64387

Abstract

Pulau Lemukutan merupakan pulau terbesar di Kalimantan Barat yang berpotensi sebagai lokasi budidaya. Salah satu jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan yaitu Eucheuma cottonii. Kondisi rumput laut yang diproduksi di Indonesia belum maksimal disebabkan oleh rendahnya laju pertumbuhan rumput laut. Salah satu faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan rumput laut yaitu jarak tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jarak tanam terhadap pertumbuhan Eucheuma cottonii dengan menggunakan metode KJA. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 3 kelompok percobaan, yaitu jarak tanam 20 cm, 30 cm dan 40 cm masing-masing dilakukan sebanyak 5 kali ulangan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian memperoleh bahwa perbedaan jarak tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottonii. Pertumbuhan rumput laut paling tinggi terdapat pada jarak tanam 30 cm dengan nilai rata-rata 5,05 g/hari. Kondisi parameter fisika dan kimia suhu, salinitas, pH, DO, kecerahan, kedalaman, nitrat dan fosfat dikatakan optimal. Sedangkan kecepatan arus mendapatkan nilai rata-rata kurang optimal.  
Tingkat Eksploitasi Kerang Darah (Tegillarca granosa) di Desa Pemangkat Kabupaten Sambas Ribuan, Ribuan; Muliadi, Muliadi; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Oseanologia Vol 2, No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i1.60511

Abstract

Kerang darah (Tegillarca granosa) merupakan salah satu jenis kerang yang berpotensi dan bernilai ekonomis tinggi untuk dikembangkan sebagai mineral dan sumber protein untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat eksploitasi kerang darah. Pengambilan sampel dilakukan di dua stasiun, masing-masing stasiun terdiri dari dua transek garis, dan jarak antar transek garis adalah 10 m. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan transek kuadrat berukuran 5 x 5 m2 dengan 5 plot. Hasil pengukuran laju eksploitasi T. granosa di perairan Desa Pemangkat adalah -0,43 dan 3,8. Status eksploitasi pada stasiun 1 (-0,43) dikategorikan sebagai rendah (0,5) sedangkan status eksploitasi pada stasiun 2 (3,81) dikategorikan sebagai tinggi (0,5). Eksploitasi kerang darah pada stasiun 2 menunjukkan adanya overfishing.
Daya Dukung Kawasan Ekowisata Mangrove Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya Anyim, Martien; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 2, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i2.64580

Abstract

Ekowisata merupakan kegiatan wisata yang mengedepankan aspek lingkungan. Ekosistem yang berpotensi utuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata adalah ekosistem mangrove, salah satunya kawasan ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Daya Dukung Kawasan (DDK) ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Penelitian dilakukan di kawasan ekowisata Equator Park Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kubu Raya. Data primer diambil menggunakan kuesioner pada 95 orang responden yang ditentukan berdasarkan metode sampling jenuh. Data sekunder diperoleh melalui wawancara langsung kepada pengelola kawasan ekowisata. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kunjungan harian pada kawasan ekowisata Equator Park sejumlah 16 orang/hari, yang sebagian besar berasal dari Kota Pontianak (53%), dengan rentang umur 20 - 23 tahun (40%), jenis kelamin laki - laki (52%) dan jumlah kunjungan rata-rata 1-3 jam. Unit area yang disediakan pada kawasan ekowisata tersebut antara lain pendopo (120,12 m2), tracking dari beton (65 m), area photografi (15,12 m2) dan waktu pelayanan selama 8 jam. Hasil analisa mendapatkan Daya Dukung Kawasan (DDK) Equator Park adalah 103 orang/hari. Nilai tersebut masih mencukupi untuk mendukung kunjungan harian pada saat (16 orang/hari) sehingga aktivitas wisata di kawasan tersebut belum beresiko bagi ekosistem mangrove.
Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Ekstrak Etanol Teripang Acaudina molpadioides Perairan Paloh Sambas Sakina, Haiwatus; Sofiana, Mega Sari Juane; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Warsidah, Warsidah; Safitri, Ikha; Helena, Shifa
Oseanologia Vol 2, No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i1.59168

Abstract

Acaudina molpadioides pernah ditemukan terdampar di Paloh, Sambas pada Juli dan September 2021. Teripang ini diketahui memiliki potensi sebagai aktivitas antioksidan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis metabolit sekunder, aktivitas antioksidan dan toksisitas dari ekstrak etanol teripang A. molpadioides asal Paloh, Sambas. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazi). Senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol A. molpadioides mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan saponin. Ekstrak memiliki aktivitas antioksidan dengan   inhibisi sebesar 32,55% pada konsentrasi 300 ppm. Toksisitas (LC50) ekstrak sebesar 171,22 ppm, yang tergolong dalam kategori sebagai toksik sedang dan dapat berpotensi sebagai antibakteri.