Nurmiwati, Nurmiwati
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Makna Matra Wacana Ritual Toho Dore Ompu Rangga Nurmiwati, Nurmiwati; Suyasa, I Made; Nurwahidah, Nurwahidah; Akhmad, Akhmad
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32660

Abstract

Abstrak: Ritual toho dore merupakan salah satu tradisi yang yang menghubungkan antara manusia dengan hal gaib. Tulisan ini membahas tentang makna mantra dalam wacana ritual toho dore ompu rangga pada masyarakat Lambu. Hal yang menjadikan masyarakat Lambu percaya, sebuah penyakit dapat disembuhkan dengan cara melakukan ritual toho dore dengan cara membacakan mantra-mantra yang sesuai dengan kebutuhan pasien, cara ini dilakukan selain dari sarana pengobatan dokter. Tujuan tulisan ini menjelaskan makna mantra dalam wacana ritual toho dore ompu rangga pada masyarakat Lambu Kabupaten Bima. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, transkip dan terjemah. Sedangkan teori yang digunakan teori wacana, teori fungsi, dan hermeneutika. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada masyarakat Lambu ada 6 mantra yang digunakan yaitu mantra toho dore supu ringu (gangguan jiwa), toho dore diperuntukan untuk ibu yang kehilangan anak dalam rahimnya, mantra toho dore parafu, mantra toho dore pengobatan gangguan jin dan setan, mantra pengasihan untuk mendekatkan jodoh, mantra keselamatan dan keberkahan usaha. Makna mantra ritual toho dore ompu rangga ada empat makna yaitu makna keselamatan, makna kekuatan, makna spiritual dan makna kasih sayang. Abstract:  The Toho Dore ritual is a tradition that connects humans with the supernatural. This article discusses the meaning of mantras in the discourse of the Toho Dore Ompu Rangga ritual in the Lambu community. The thing that makes the Lambu community believe is that a disease can be cured by performing the toho dore ritual by reciting mantras that suit the patient's needs, this method is carried out apart from medical treatment. The purpose of this article is to explain the meaning of the mantra in the Toho Dore Ompu Rangga ritual discourse in the Lambu community of Bima Regency. The method used is a qualitative descriptive method. Data was obtained through observation, interview, transcription and translation techniques. While the theories used are discourse theory, function theory, and hermeneutics. The results of the study showed that in the Lambu community there are 6 mantras used, namely the toho dore supu ringu mantra (mental disorders), toho dore is intended for mothers who have lost their children in their wombs, the toho dore parafu mantra, the toho dore mantra for treating disturbances from jinns and demons, the love mantra to bring one's soul mate closer, the mantra for safety and blessings of business. The meaning of the Toho Dore Ompu Rangga ritual mantra has four meanings, namely the meaning of safety, the meaning of strength, the spiritual meaning and the meaning of compassion.                     
PEMBEKALAN WISUDAWAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM: LANGKAH AWAL MENUJU DUNIA KERJA Erwin, Erwin; Amil, Amil; Hamdi, Hamdi; Arrahman, Rudi; Zaenafi, Zaenafi; Maryani, Sri; Nurmiwati, Nurmiwati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 3 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i3.31828

Abstract

Abstrak: Pembekalan wisudawan merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Artikel ini membahas peran Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dalam membekali calon wisudawan dengan keterampilan dan wawasan yang dibutuhkan untuk memasuki pasar kerja. Melalui program pembekalan, peserta mendapatkan pelatihan tentang pengembangan karir, peningkatan soft skills, serta strategi adaptasi di lingkungan profesional. Kegiatan ini juga menghadirkan praktisi industri sebagai narasumber untuk memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan peluang di dunia kerja. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa pembekalan wisudawan dapat meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri lulusan dalam menghadapi proses rekrutmen serta membangun jenjang karir yang berkelanjutan. Dengan adanya sinergi antara kampus dan dunia industri, diharapkan lulusan UMMAT dapat lebih mudah beradaptasi dan berkontribusi dalam berbagai bidang profesi.Abstract:  Graduate briefing is a strategic step in preparing graduates to face the increasingly competitive world of work. This article discusses the role of Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) in equipping prospective graduates with the skills and insights needed to enter the job market. Through the briefing program, participants receive training on career development, improving soft skills, and adaptation strategies in a professional environment. This activity also presents industry practitioners as resource persons to provide a real picture of the challenges and opportunities in the world of work. The results of this program show that graduate briefing can increase the readiness and self-confidence of graduates in facing the recruitment process and building a sustainable career ladder. With the synergy between the campus and the industrial world, it is hoped that UMMAT graduates can adapt more easily and contribute in various professional fields.
INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS ETNOPEDAGOGI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ihsani, Baiq Yuliatin; Nurmiwati, Nurmiwati; Milandari, Baiq Desi
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.37323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP melalui pendekatan etnopedagogi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif dan riset pengembangan (Research and Development/R&D). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles, Huberman yang meliputi 3 tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang berhasil diidentifikasi dan diintegrasikan meliputi lima aspek utama, yaitu: (1) gotong royong (begawe, begibung) yang menumbuhkan solidaritas dan kerja sama sosial; (2) kesopanan dan etika berbahasa (tata krama Sasak) yang membentuk sikap santun dan beradab; (3) cinta tanah air dan pelestarian alam (awig-awig, subak Sasak) yang menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial; (4) kreativitas dan estetika (nyongkolan, peresean) yang mengembangkan daya cipta dan apresiasi seni budaya; dan (5) nilai religius dan moral (lebaran topat) yang memperkuat spiritualitas dan karakter siswa. Integrasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sasak dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadikan proses belajar tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi linguistik, tetapi juga pada penguatan karakter dan identitas budaya siswa.